
Safira dan masnun pun berbincang lama sampai sore, dan sorenya mereka berdua sudah selesai berbincang tentang apartemen yang mau di tinggali. Safira pun pulang dan langsung mengemasi barang - barangnya. tak lama Safira mengemasi barang - batangnya Rafi dan Ainun datang untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada ka Safira.
" selamat ulang tahun" sahut Rafi dan juga Ainun.
" selamat ulang tahun Kaka tersayang" sahut Rafi yang memengang kue di tangannya.
Kaka ini Ainun yang membelikan Kaka kue untuk merayakan ulang tahun Kaka.
" buat keinginan Kaka" sahut Rafi kepada ka Safira.
Safira pun tidak mau tertinggal akan momen - momen ini, langsung ia memejamkan matanya dan membuat keinginan. setelah membuat keinginan Safira pun langsung membuka matanya dan langsung meniup lilinnya.
" apa keinginan Kaka?" sahut Ainun yang ingin tahu apa keinginan ka Safira.
" Kakak ingin menjadi siput di kehidupan berikutnya" sahut Safira yang langsung kembali mengemasi barang - barangnya.
" kenapa? " sahut Ainun yang tidak mengerti apa maksud dari penjelasan dari ka Safira.
" mereka tidak akan di usir " sahut Safira yang melipat pakaiannya.
" itu kasar" sahut Rafi yang menghela nafas berat.
" Kaka sengaja membuatnya tertekan? dia sedang hamil. dia bahkan membelikan Kakak kue, aku tidak bisa tinggal dengan Kakak " sahut Rafi kepada ka Safira.
Safira yang mendengar ucapan adiknya itu langsung membanting kopernya, dan langsung keluar dari rumah itu tanpa berkata apa - apa lagi.
Ainun pun langsung mengikuti Safira yang menyuruhnya untuk tidak pindah tapi itu sia - sia.
" tolong jangan pergi seperti ini, Kaka bisa datang mengunjungi kami kapan saja. aku sungguh tidak keberatan tinggal bersama kakak" sahut Ainun yang masih mengikuti ka Safira dari belakangnya.
Safira langsung menoleh ke belakang dan berkata.
__ADS_1
" kamu yakin ? " sahut Safira yang bertanya kepada Ainun.
" saat Rafi sekolah, hanya akan ada kita berdua di apartemen itu, aku juga tidak bisa memilih mu melakukan tugas rumah, karena kamu hamil.rafi akan selalu memintaku mengurus anak mu juga, kamu mau aku bekerja melakukan semua tugas rumah dan menjaga bayi untuk kalian? aku tahu kalian berdua masih muda dan tidak peka. jangan membuatku tampak jahat " sahut Safira yang langsung mengambil satu bungkus amplop putih yang memberinya ke Ainun.
" ku dengar kamu suka barbeque, kamu bis menggunakan uang ini untuk makan barbeque. jika ada sisa, kamu bisa menggunakan untuk membayar tagihan rumah sakit ayahmu juga" sahut Safira yang langsung pergi meninggalkan Ainun berdiri dengan kebingungan.
lokasinya tidak jauh dari sini, aku sudah melampirkan petanya juga. tak beberapa lama Safira berjalan kaki akhirnya ia sampai di sebuah apartemen yang menurutnya bagus dan indah, ia masuk dan memberi salam. belakangan aku akan lembur, jadi aku akan pulang larut malam. kamu akan melihat dua kamar, kamar yang pintunya terbuka adalah kamarmu.
pintuku akan selalu tertutup jadi abaikan saja, aku punya tiga permintaan.
aku ingin kamu melakukan tugas rumah
kamu tolong kosongkan sampah daur ulang seminggu sekali
terakhir aku ingin kamu merawat kucingku selama aku kerja lembur di malam hari. Kamu pasti sudah mendengarnya tapi bagaimana jika kamu menandatangani kontrak selama seminggu? tentu tidak masalah dengan itu. setelah selesai Safira membaca peraturan - peraturan yang ada ia masak makan malam. dan pada saat sudah selesai ia bertemu dengan Hafni dan ia mengajak untuk makan malam.
"aku tidak percaya bahwa penyewa pun harus ikut magang, negara yang aneh" sahut Hafni yang sedang melahap makan malamnya.
" ku dengar dia mengalami kesulitan, karena penyewa sebelumnya. aku akan bekerja keras dan aku tidak ada masalah dengan itu " sahut Safira saat ini ia sangat merasa senang.
" dia seorang perancang atau semacamnya, mengenai rancangan komputer, aku belum sempat melihat wajahnya. karena dia sibuk bekerja kurasa dia benar - benar sibuk" sahut Safira yang sedang meminum jus lemon.
" oh iya aku punya fotonya, kamu mau lihat? " sahut Safira yang langsung mengambil hpnya di saku celananya.
" ini dia" sahut Safira yang memperlihatkan fotonya tuan rumah apartemen itu ke Hafni.
" itu dia" sahut Hafni yang masih kebingungan karena foto yang di kasi Safira itu banyak laki - laki jadi Hafni masih bingung.
" dia tampak ramah, dia lahir tahun 1980an, bukankah dia terlihat sangat muda? dia merawat dirinya dengan sangat baik" sahut Safira yang mau lanjut tapi di potong sama Hafni soalnya ia lupa nama pemilik rumah itu.
" siapa namanya tadi" sahut Hafni yang bertanya.
__ADS_1
" Yudha, Yudha" sahut Safira kepada Hafni.
disisi lain pak yudha sedang mengerjakan berkas - berkas yang harus ia selesaikan dengan cepat karena malamnya ia akan lembur lagi. teman sekantor pak Yudha mau menyampaikan sesuatu ke pak Bima lalu berkata.
" Yudha" sahut Tika memanggil pak Yudha yang mau membahas masalah kerja.
" iya Tika " sahut pak Yudha yang datar.
" bisa di lihat, orang - orang menyerah karena prosesnya panjang. apalagi mereka harus memasukkan informasi pribadi mereka, kurasa prosesnya harus dipersingkat dengan versi terbaru kita" sahut Tika menjelaskan semua keluhan ke CEOnya.
" iya baiklah" sahut pak Yudha mengangguk dengan arti ia mengerti.
setelah selesai menjelaskan Tika pun pamit kembali dengan kerjanya tapi pak Yudha menahannya dan bertanya.
" ngomong - ngomong Tika, bukankah itu tidak nyaman? " sahut pak Yudha yang memperhatikan Tika.
" tampaknya kamu memakai gaun itu setiap mendekati batas waktu" sahut pak Yudha bertanya.
" setidaknya aku harus memakai ini agar tidak lupa jenis kelamin ku" sahut Tika yang langsung pergi.
lalu Tika pergi meninggalkan Yudha, Yudha pun melihat semua karyawan yang bernama di ruangan itu hampir semuanya gil**, seperti ia dulu.
ia pun membuang napas berat karena kelelahan. tak lama satu pesan masuk ke hp pak Yudha.
" sepertinya kamu lembur hari ini, aku sudah pindah sesuai jadwal" sahut pesan yang masuk di hp pak Yudha. ia pun sama sekali tak membalas pesan itu tapi ia langsung membuka profil dari pengirim pesan dengan foto Rafi. jadi ia kira yang menyewa apartemennya itu adalah laki - laki. ia pun pulang dalam larut malam.
ia pun pulang dan langsung ke arah lemari pendingin karena ia merasa Haus dan penat. pada saat ambil air Yudha sepucuk surat yang Tertempel di lemari pendingin.
sampai disini dulu ya jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi dan selalu ikuti protokol kesehatan. dan. jangan lupa beri komentar yang Positif serta mendukung dan jangan lupa like serta beri tip.
jangan lupa follow
__ADS_1
Ig : aprihl.ll
tik tok : Aprianibasir