MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 32


__ADS_3

" aku memberi mu pesan karena jarang ada taksi pada jam semalam ini" sahut pak Yudha pada pesan baru.


" kalau sudah di depan masuk saja saya tidak kunci" sahut pak Yudha dengan pesan baru.


" jika kamu ada waktu, maukah kamu menikah dengan ku?" sahut safira yang mengingat kembali percakapannya dengan pak Yudha tadi.


" di jelas - jelas memintaku untuk menikahinya" sahut safira yang merasa aneh dengan pak Yudha.


" dan kenapa dia selalu, harusnya aku yang mengunci pintu . apa dia bercanda?" sahut safira yang aneh pada saat pak Yudha mengunci pintu kamarnya.


" menikah ? kami saja baru bertemu, kenapa langsung menikah?" sahut safira yang mulai menyelidiki.


" bisa - bisanya dia mengunci pintu setelah bertanya seperti itu" sahut safira yang mulai menggerutu.


" yang benar saja, aku akan pergi dari sini dan naik kereta pertama" sahut safira yang mulai mengotak - Atik hpnya, untuk melihat jadwal kereta pertama.


pada saat selesai mengecek jadwal kereta safira pun tidur karena kelelahan.


akhirnya pagi pun tiba dan menyapa semua makhluk hidup yang ada di bumi.


di sisi lain pak yudha sedang bersiap - siap untuk pergi ke kantor. pada saat sudah selesai ia hanya membuang napas berat .


ia langsung membuang jasnya di sofa dan langsung menelpon.


" iya halo ini kamar 401, sepertinya tetangga ku melakukan renovasi tanpa sepengetahuan ku" sahut pak Yudha yang memberi tahu kalau safira sedang melakukan renovasi.


" begitu rupanya" sahut pak Yudha yang menoleh ke arah kamar safira dengan tatapan membunuh.


" suaranya bukan dari pembangunan" sahut pak Yudha yang menutup telponnya, dan langsung menyelidiki.


ia pun berjalan perlahan - lahan, dan pada saat mau mendekati kamarnya safira tiba - tiba ia terhenti karena kaget ada bunyi di dalam kamar safira. dan pada saat sudah sampai ia pun dengan perlahan membuka pintu safira. dan ternyata bunyi itu adalah


" ya ampun " sahut pak Yudha yang melihat safira sedang mengorok, dan dengan cepat ia langsung menutup pintu kamar safira.


" aku hanya Tinggal sampai kereta mulai beroperasi, saat kamu bangun aku pasti sudah pergi jadi selamat tinggal" sahut pesan safira yang semalam.


" akan ku anggap aku tidak mendengarnya" sahut pak Yudha yang langsung mengambil jas dan tas kerjanya dan langsung pergi.


" nomor yang anda tuju tidak aktif, untuk meninggalkan pesan" sahut Hafni yang menelpon safira tapi tidak di jawab.


yang kini Hafni sedang berada di luar kantor untuk menelpon safira, dengan memakai baju kantornya.


__ADS_1


( Hafni Tamara).


" iya halo, kenapa safira tidak mengangkat telpon ku? dan dia juga mengabaikan pesan ku" sahut Hafni yang memberitahu Masnun.


" benarkah? apa dia sedang rapat?" sahut Masnun yang terkejut.


" Masnun sudah dulu yaa, aku harus pergi" sahut Hafni dengan suara membisikkan, karena teman kerjanya pada datang ke luar .


" itu tidak di setujui, apa yang kamu lakukan?" sahut empat pria yang baru saja datang.


" kamu tidak bisa begitu " sahut pria yang membela dirinya.


" iya benar" sahut pria berkacamata yang membela temanya.


" ini adalah sebuah organisasi" pria berkacamata yang membimbing ketiga pria itu.


" ohh Hafni, apa kamu sedang mencari Udara segar?" sahut pria itu yang sopan .


" iya" sahut Hafni yang sedikit tertawa kecil.


" sebaiknya kamu duduk merokok bersama kami" sahut pria berkacamata yang menawarkan Hafni untuk duduk bersama mereka.


" bagaimana?" sahut pria itu yang tersenyum lebar.


" sebaiknya kamu jangan bercanda mengenai hal seperti itu " sahut pria berjas biru yang menegur pria berkacamata.


" tidak apa - apa, dia itu Hafni Tamara" sahut pria berkacamata yang menganggap Hafni itu wanita biasa.


" iya benar" sahut pria baju putih.


" apa dia tidak keberatan?" sahut pria berjas biru yang bertanya pada pria berkacamata.


mendengar semua perkataan pria itu Hafni hanya bisa tersenyum licik.


" nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan ini, untuk meninggalkan pesan" sahut Masnun yang mencoba menelpon safira.


" dia benar - benar tidak menjawabnya" sahut masnun yang bosan sedari tadi menelponnya tapi tidak bisa di jawab.


" tadi aku bertanya - tanya kenapa kamu tidak datang hari ini, yang ini hanya tersisa sedikit " sahut wanita yang menyapa Masnun yang sedang duduk.


" sebaiknya kamu membelinya alih - alih terus mencicipinya " sahut wanita itu kepada Masnun.


" benarkah ? itu gawat " sahut Masnun yang kaget.

__ADS_1


" astaga, aku ingin membeli ini untuk rumah ku pada saat menikah kelak" sahut Masnun yang mau menginginkan sofa baru yang ia duduki.


" apa tidak ada lagi tahun depan ?" sahut Masnun yang bertanya pada penjual sofa itu.


" tahun depan?" sahut wanita itu yang memikirkan apa tahun depan masih ada sofa ini atau tidak.


" minta saja pacar mu agar segera menikahi mu" sahut wanita itu yang menyuruh Masnun agar menikah lebih dulu.


" sebaiknya kamu menikah pada saat masih cantik" sahut wanita itu yang menyakinkan Masnun agar cepat menikah, karena kalau ia merasa Masnun sudah menikah ia tidak bisa merawat dirinya.


" dia pria yang sangat sibuk, dia juga lulusan dari universitas Nasional Indonesia" sahut Masnun yang menjelaskan biodata Maruf ke wanita itu.


" benarkah? apa pekerjaannya?" sahut wanita itu yang bertanya pekerjaan Maruf.


" kamu pasti tidak akan mengerti karena itu terlalu rumit " sahut Masnun yang tersenyum ke wanita itu.


" apa kamu mau pamer " sahut wanita itu dan langsung pergi.


" iya " sahut Masnun yang langsung bermain di sofa cantik itu.



di sisi lain safira yang niatnya mau pergi ke stasiun kereta tapi niatnya terbengkalai masih tidur.


tiba - tiba hpnya safira Bunyi dan ia pun terkejut dan bangun Secara kalang kabut.


" pukul 17.00 WIB. " sahut alam safira.


" Astaga ini mengagetkan ku" sahut yang menghela nafas panjang, dan langsung menyandar di tembok kamarnya.


" aku merasa segar hanya tidur selama 2 jam " sahut safira yang langsung merenggangkan kedua tangannya.


ia pun hanya merasa sudah enakan langsung keluar dengan perlahan tapi ia hati - hati kalau ada pak Yudha.


pada saat safira mau minum tiba - tiba kucing Kitty mendorong mangkuknya.


ia pun dengan perlahan mengambil makanan kucing dan menaruh makanan kucing secara perlahan agar pak Yudha tidak mendengarnya.


" kenapa kamu makan pada pukul 05.00 WIB" sahut safira yang menaruh makanan kucing pada mangkuk.


" jangan ..... jangan diam, nanti tuan mu bisa bangun" sahut safira yang menyuruh kucing Kitty untuk makan secara perlahan.


sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi karena masa PPKM berjalan.

__ADS_1


terimakasih ❤️


__ADS_2