
" kamu pulang dalam kondisi mabuk Jumat malam lalu" sahut pria baju putih.
" kau lupa kode sandinya dan menendang pintu selama 10 menit" sahut pria baju putih yang sedang mengelap baju dengan cuka.
" kamu makan 5 kaleng kucing, dan mengira itu kaleng tuna" sahut pria baju putih.
" kamu juga kencing di kulkas" sahut pria baju putih.
pria yang memakai jas itu hanya menelan ludahnya karena rasa malu, lalu ia bertanya.
" kamu ada di sana malam itu, ku pikir kamu dalam perjalanan bisnis" sahut pria pakai jas hitam.
" polisi juga datang ke rumahku" sahut pria baju putih.
" iya, ada yang melaporkan ku ke polisi" sahut pria jas hitam yang menunjuk ke arah sebelah bangku.
" aku yang melaporkan mu dari kamarku " sahut pria baju putih yang datar.
pria jas hitam yang mendengarnya pun langsung berkata.
" kamu sudah gila, gilanya kamu " sahut pria jas hitam yang mau memukul pria baju putih tapi di tahan oleh teman sebangkunya.
" jika kamu di rumah kenapa tidak bicara dahulu denganku" sahut pria jas hitam yang sudah naik di atas kursi yang mau memukul pria baju putih.
pelayanan yang mendengar keributan langsung membantu menghalangi supaya dia tidak di pukul.
" bukankah itu yang harus dilakukan!!" sahut pria jas hitam yang marah.
" dia benar - benar gila" sahut pria jas hitam .
pria baju putih pun keluar dari restoran itu dan di ikuti oleh teman di sebangkunya.
"bagaimana bisa kamu melaporkan teman serumah mu ke kantor polisi? " sahut pria jas biru.
" seharusnya dia bersyukur aku tidak menuntutnya soal kulkas" sahut pria jas biru yang ikut masuk ke suatu ruangan dengan pria baju putih.
" sampaikan kepada temanmu" sahut pria baju putih yang berada di depan.
" tapi dia orang yang sangat baik" sahut pria jas biru yang membela temanya.
" kamu mungkin tidak tahu, tapi ada namanya hal - hal manusiawi" sahut pria jas biru yang menjelaskan.
" kamu tahu apa Arti kata " MANUSIAWI "? " sahut pria jas biru.
pria baju putih yang mendengar penjelasan dari pria jas biru langsung membalikkan badannya dan menjawab.
" bukankah artinya orang itu tidak beradap" sahut pria baju putih dengan mata micing dan muka yang datar.
__ADS_1
mereka pun mengobrol sampai ke ruangan tempat kerja. yaa ruangan tadi itu adalah tempat kerja baju putih.
" bukan artinya bersikap seperti manusia, menjadi manusia normal" sahut pria jas biru.
" itu mengingatkan ku pada sesuatu" sahut pria baju putih yang mengangkat satu tangannya.
" sampaikan bahwa makanan kaleng yang dia makan, sangat mahal karena itu impor" sahut pria baju putih yang mengangkat tasnya dan mau pergi.
" kamu mau kemana" sahut pria jas biru yang memengang bahu pria baju putih dengan kedua tangannya.
" pulang" sahut pria baju putih dengan jawabannya yang datar.
" apa maksudmu" sahut pria jas biru yang geram.
" kamu harus tuntas, menstabilkan kembali situasi ini" sahut pria baju putih yang mengarahkan.
" pembaruan untuk versi baru akan di jadwalkan Minggu depan" sahut pria jas biru.
" tapi hari ini jadwal membuang sampah daur ulang" sahut pria baju putih yang datar.
" dan aku harus memberi makan kucing ku seperti manusia" sahut pria baju putih yang memajukan langkahnya ke depan pria jas biru dan ia pun pergi meninggalkan pria jas biru itu dengan kebingungan.
" tidak" sahut pria jas biru yang berteriak dan karyawan di dalam ruangan itu yang sedang bekerja mengangkat kepala dan memandang ke arah pria jas biru.
ia yang sedang kebingungan langsung berkata.
kita kembali ke safira
disana Safira sudah pulang dengan berjalan kaki, dan ia sampai di rumah dan duduk sebentar di sebuah tangga.
" baiklah, selama 5 tahun aku yang bertanggung jawab mengelola rumah ini. dan mengurus semuanya karena itu, situasi yang membuatku di perlakukan seperti tamu ini" sahut Safira yang mau menenangkan pikiran.
" jelas - jelas melanggar hak asasiku. akulah yang membayar uang penanggungnya, akulah yang membeli kulkas dengan gaji pertamaku, aku juga yang mengganti pemanas tahun lalu, bukan" sahut Safira yang mengingat kembali perkataan yang Hafni katakan tadi.
" katakan itu pada papamu dan perjuangkan hak - hak mu" sahut Safira yang mengingat perkataan Hafni.
sedangkan di dalam rumah papa, mama dan Rafi sedang tertawa akan film yang mereka tonton.safira masuk dengan keadaan kesal dan memanggil papanya, yang ia panggil papanya tapi semua yang berada di sana membalikkan kepala kearah Safira.
" ada yang ingin aku katakan ayah" sahut Safira yang ingin meminta hak - haknya.
" ada yang ingin aku katakan ayah" sahut Ainun yang sok - sokan manis di depan ayah.
ayah yang tadinya sedang memandang Safira tapi langsung memandang ke arah menantunya dan bertanya.
__ADS_1
" apa itu sayang coba katakan " sahut papa yang menjadi kepo dan membulatkan matanya.
" tadi aku ke rumah sakit " sahut Ainun yang penuh semangat.
Safira yang masih di depan pintu langsung berlari kecil ke arah papa dan berkata .
" sebentar papa" sahut Safira yang mau mengatakan tapi sudah di potong oleh Ainun.
" bayiku ternyata laki - laki " sahut Ainun yang senang.
" apa laki - laki " sahut papa yang kaget serta bahagia mendengarnya.
dalam batin Safira ia berkata " permainan ini berakhir" sahut Safira dalam batinya.
semua orang di sana sangat bahagia, lalu Ainun mengambil hpnya dan memutar Vidio USG tadi, papa dan Rafi tertawa bahagia.
" astaga coba kulihat" sahut Rafi yang tertawa.
" menurutmu apakah Safira bicara dengan papanya" sahut Masnun yang sedang berjalan pulang dengan Hafni.
" ku rasa ini tidak akan berjalan lancar, kurasa dia tidak melakukannya dengan baik" sahut Hafni yang mulai menerawang.
" kamu mau segelas b*r lagi" sahut Masnun yang mulai memengang tangan Hafni.
" aku kenyang " sahut Hafni yang tidak mau minum b*r " .
" kalau begitu kita pergi ke hotel ada banyak diskotik disana" sahut Masnun kepada Hafni yang mau pergi diskotik.
" berhentilah bersikap aneh dan segera telpon Maruf " sahut Hafni yang sudah lelah.
Masnun yang sedang memengang tangan Hafni, lalu lepas dan berkata.
" sudah ku bilang kami sudah Putus" sahut masnun yang mengeraskan suaranya.
Masnun yang berhenti langsung Hafni pun ikut berhenti, Masnun yang melihat ke arah sisi Hafni dan bertanya.
" apakah kamu tidak pakai bh lagi " sahut masnun yang bertanya kepada Hafni.
" dadaku sesak, tidak bisa mencerna dengan baik saat aku memakainya" sahut Hafni yang datar.
sampai disini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan maaf kalau ada salah kata jangan lupa beri tip dan like.
Jangan lupa follow
Ig: aprihl.ll
tik tok : Aprianibasir
__ADS_1