MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 28


__ADS_3

" ku dengar kamu panutan di departemen bisnis" sahut nona berbaju kuning yang memuji Hafni.


Hafni yang mendengarnya di puji hanya bisa tertunduk dan tersenyum malu.


" berikan aku juga kartu nama mu" sahut nona berbaju kuning yang meminta kartu nama Hafni.


" berikan aku satu " sahut nona yang mengulurkan tangannya meminta kartu nama Hafni.


" kamu tidak tahu cerita lengkapnya" sahut nona berbaju kuning yang sudah tahu jalan hidupnya Hafni.


" mereka menyebut ku panutan untuk mengejek ku " sahut Hafni yang menaruh ke tasnya di belakang kursi dan menjelaskan kenapa ia bisa menjadi panutan.


" tidak mungkin" sahut nona baju kuning yang tidak percaya akan perkataannya.


" panutan yang sebenarnya adalah safira" sahut Hafni yang menoleh ke arah safira yang sedang memotong steak daging.


" dia satu - satunya orang yang mendapatkan beasiswa, bukankah dia satu - satunya " sahut Hafni yang tersenyum pada semua orang.


safira yang mendengarnya hanya bisa menggaruk keningnya yang tidak gatal.


" ohh benar, hello safira lama tidak bertemu. dan apa pekerjaan mu?" sahut nona berbaju putih pink yang terbata - bata bertanya pada safira.


" dia penulis cerita untuk banyak drama" sahut Hafni yang langsung menjawabnya.


" benarkah ..." sahut semua orang yang ada dalam pesta itu.


" itu hebat" sahut semua orang yang membulatkan matanya.


" tidak, aku hanya sebagai asisten penulis" sahut safira yang menjelaskan kepada semua orang .


" itu hebat, apa yang kamu tulis? " sahut nona berbaju putih pink yang memegang tangan safira.


" yang terbaru itu cerita cinta si bodoh" sahut safira yang tersenyum pada Masnun .


" o..oo .. orang bodoh? " sahut nona berbaju kuning yang heran dengan judul cerita drama safira.


" orang bodoh begitu yaaa" sahut nona berbaju putih pink yang menjelaskan kembali perkataan safira.


" aku juga yang menulis cerita restoran baru di kota" sahut safira yang merekomendasikan ceritanya agar di baca oleh orang - orang.


" aku yakin kalian pasti tahu cerita ratunya pekerjaan rumah tangga" sahut safira ke semua orang.


" te... te.. tentu saja " sahut nona berbaju kuning yang berpura - pura tahu tentang cerita barunya safira.


" kamu membacanya bukan " sahut nona berbaju kuning ke nona berbaju putih pink yang tertawa kecil.

__ADS_1


"tentu saja itu bagus " sahut semua orang yang ikut - ikutan dengan omong kosong nona berbaju kuning.


safira yang mendengar perkataan semua orang hanya bisa tertunduk.


" kalian tidak tahu ratunya pekerjaan rumah tangga " sahut Hafni dengan suara lantangnya dan membela safira, karena ia tidak mau pekerjaannya safira di anggap remeh oleh semua orang.


" aku tidak membaca cerita itu di novel ku " sahut nona baju putih dengan suara kecil tapi masih terdengar oleh safira.


" itu drama pagi legendaris" sahut Hafni yang menjelaskan.


" kalian harus mencari cerita itu di hp kalian " sahut Hafni yang menyuruh semua orang untuk mencari novel yang di tulis safira.


" cepat " sahut Hafni yang suara lantang.


"aku tidak tahu yang mana " sahut nona berbaju kuning yang meminta judul dari nona baju kuning.


" aku harus pergi karena ada janji " sahut safira yang ramah dengan semua orang.


Masnun pun ikut tersenyum pada safira dan di beri anggukan oleh Masnun.


safira pun langsung beranjak dari kursinya dan langsung pergi.


" sampai jumpa " sahut safira yang berlalu pergi.


" hei, kenapa sikap mu berlebihan hari ini?" sahut Masnun yang menghentikan langkahnya Hafni yang mau mengejar safira.


kini safira berada di halte dekat tepat acara tadi yang sedang menunggu bus datang.


Masnun pun ikut menghampiri safira yang sedang melamun.


" kenapa kau sudah keluar " sahut safira yang merasa ada orang di sampingnya.


" aku sungguh pergi karena " sahut safira yang langsung di potong oleh Masnun.


" aku mau pulang" sahut Masnun yang menoleh ke arah safira.


" bus nomor 7737 apa sudah lewat " sahut Masnun yang melihat bus yang berlalu - lalang.


" kenapa orang kaya mau bersikap rendah hati juga ?" sahut masnun yang menghela nafas panjang.


" itu mengganggu, bukan " sahut Masnun ke safira, safira hanya bisa tersenyum dengan omongan dari Masnun.


" sudah ku bilang jangan rajin belajar" sahut Masnun yang menyuruh safira agar tidak terlalu rajin belajar.


" lihat aku, aku bahkan tidak membuat keputusan karena tidak belajar" sahut Masnun yang bangga pada dirinya.

__ADS_1


" menurut mu ada alasan, orang - orang melarang mu?" sahut safira yang lemas .


" ayah ku pernah berkata aku akan mati kelaparan jika memilih jurusan ku" sahut safira yang mengingat kembali pada saat ayahnya mengatakan itu padanya .


" itu benar " sahut safira yang sudah merasakan kejadian itu selama 3 bulan lalu.


" safira, apa penullisan mu tidak berjalan lancar ?" sahut Masnun yang bertanya pada safira akan pekerjaannya.


" pendapat mu tidak sebanyak Hafni dan kamu tidak pernah pacaran dengan sama seperti ku" sahut Masnun yang menjelaskan apa maksud pertanyaannya tadi.


" tapi kamu selalu terlihat bahagia sekali saat menulis sesuatu" sahut Masnun yang menoleh ke safira.


" apa kamu tidak merasa senang saat menulis belakangan ini? " sahut Masnun yang bertanya lagi pada safira.


" senang bertemu dengan mu " sahut pak Aldi yang berjabat tangan dengan bisnis teman kerjanya.


" aku akan pergi " sahut pak Yudha yang menepuk pundak belakang pak Aldi.


" hei jangan berkhianat, tunggu" sahut pak Aldi yang menyuruh pak yudha untuk menetap di acara ini.


" semoga bisa bertemu lagi " sahut pak Aldi yang pamit pada rekan bisnisnya.


" jangan pergi" sahut pak Aldi yang mengejar pak Yudha dari belakang.


" aku ada pertemuan" sahut pak Yudha yang melanjutkan langkahnya untuk keluar.


" aku tidak boleh terlambat" sahut pak Yudha yang menoleh ke pak Aldi.


" jangan bohong, ini akhir pekan" sahut pak Aldi yang tahu karakter dari pak Yudha.


" apa kamu akan ikut kencan buta ?" sahut pak Aldi yang bertanya pada pak Yudha.


" sampai jumpa " sahut pak Yudha yang melajukan langkah kakinya.


" baiklah, bersikaplah seperti orang normal maka kamu akan bisa menikah " sahut pak Aldi yang mendukung pak Yudha untuk secepatnya menikah.


" halo, senang bertemu dengan mu pak, saya Aldi Taher" sahut pak Aldi yang menyapa rekan bisnisnya.


" aku yang membuka perusahaan kencan " sahut pak Aldi yang bercanda pak rekan bisnisnya.


" safira" sahut Hafni yang mau menelpon safira tapi ia takut akan safira marah padanya.


" coba lihat yang kupunya" sahut pak Aldi yang sedang menelpon.


sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta tip yaaaa. dan jangan lupa jangan kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM berjalan.

__ADS_1


terimakasih ❤️


__ADS_2