MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 43


__ADS_3

" benar, pergilah dan beristirahatlah di sana " sahut Hafni yang menunjuk ke arah pintu keluar.


" tidak maksudku, aku akan menetap di sana" sahut safira yang menjelaskan pada Hafni.


" dan aku akan meninggalkan Indonesia" sahut safira yang menjelaskan kembali pada Hafni maksud dan tujuan ia pergi ke apartemennya pak Yudha.


" apa ?" sahut Hafni yang tidak mengerti perkataan dari safira.


" skenarioku gagal dan tidak ada hal lain yang ku lakukan" sahut safira yang memandang wajah Hafni.


" jika ini soal rumah, maka kamu bisa tinggal di sini" sahut Hafni yang tidak mau safira pergi.


" aku sungguh tidak keberatan" sahut Hafni yang mulutnya penuh dengan nasi.


" bukan soal itu" sahut safira yang menggelengkan kepalanya.


" hanya saja ku pikir Indonesia panas dan aku muak dengan kota ini" sahut safira yang menatap safira.


" jadi aku akan pergi ke Tawangmangu Karanganyar" sahut safira yang tersenyum pada Hafni.


dan setelah selesai makan safira pun lanjut membersihkan piring - piring kotor lalu setelah selesai mencuci ia pun ia pun langsung mandi dan pergi ke apartemennya pak Yudha.


sebelum safira masuk ke dalam rumah pak Yudha ia menyempatkan diri untuk menelpon pak Yudha terlebih dahulu sebelum masuk.


" apa dia tidak di rumah?" sahut safira yang sudah tiga kali memencet tombol bel rumahnya pak Yudha.


safira pun dengan tekatnya langsung saja ia masuk.


dan saat ia masuk ia sudah langsung di sambut oleh kucing Kitty.


" hei kamu, bagaimana kabarmu?" sahut safira yang mengelus - Elus bulunya Kitty.


" apa kamu sudah makan?" sahut safira yang langsung mengendong kucing Kitty ke kamarnya.


dan saat safira masuk ia melihat ada satu kertas yang tertempel di atas koper, ia yang melihatnya langsung menurunkan kucing Kitty untuk turun dan Langsung membacanya.


" ku tinggalkan tasmu di sini karena tidak bisa menghubungi mu, dan maafkan aku" sahut isi kertas itu yang tertempel di atas tas koper.

__ADS_1


setelah selesai membaca ia pun membuang kertas itu ke tempat sampah dan langsung membuka tas kopernya.


yang pertama yang lihat di dalam kopernya adalah naskah dramanya yang sudah ia buat dengan susah payah.


" aku tidak bisa membuangnya sendiri " sahut safira yang menoleh ke kucing Kitty yang kini sedang berbaring di kasurnya Safira.


" akan ku tinggalkan di sini, dan tolong daur ulang untuk ku" sahut safira yang meletakkan naskah dramanya di atas meja.


dan saat safira sedang melihat - lihat barang - barangnya tiba - tiba pak Yudha mau membuka pintu untuk masuk.


safira pun dengan cepat langsung bangun dan mau menyapa pak Yudha tapi pada saat menyapa ia melihat ibunya pak Yudha sedang mengomel di belakangnya.


safira yang melihat pak Yudha bersama ibu langsung masuk ke dalam kamar tanpa sepengetahuan pak Yudha dan ibunya.


" apa yang kamu katakan padanya? " sahut ibu pak Yudha yang sudah mengomel pada saat masuk rumah.


" apa yang kamu katakan sampai orang tuanya marah?" sahut ibu pak Yudha yang marah padanya.


" apa yang kamu inginkan darinya?" sahut ibu pak Yudha yang masih mengomel pada pak Yudha sampai pada di dapur.


safira hanya melihat kedua orang itu di balik pintu.


" aku hanya ingin uang sewanya saja" sahut pak Yudha yang menoleh ke arah ibunya.


" apa kamu sudah gila?" sahut ibu yang berteriak.


" kenapa kamu menginginkan uang sewa bulanan calon istri mu?" sahut ibu yang marah pada pak Yudha kenapa ia menikah hanya untuk menginginkan uangnya saja.


" karena aku perlu uang sewa, dan ia juga bilang ia mau berhenti bekerja saat punya bayi" sahut pak Yudha yang sedang menata barang - barang di dalam freezer.


" dan juga bepergian saat kami menikah, lalu aku ingin teman serumahku membayar uang sewa. dan melakukannya daur ulang dan juga membersihkan kotoran kucing" sahut pak Yudha yang menaruh daun bawang ke dalam freezer.


" itu yang ku katakan padanya, apa itu salah?" sahut pak Yudha yang menutup kembali pintu freezer.


" apa maksudmu begitu?" sahut ibu yang masih melipat kedua tangannya.


" maksud ibu, meskipun kamu tidak menyukainya. apakah normal mengatakan itu kencan buta?" sahut ibu yang bertanya pada pak Yudha.

__ADS_1


" benar, itu jelas tidak normal" sahut safira yang sedari tadi masih mengintip kedua orang yang di luar itu berbicara.


" normal itu seperti apa?" sahut pak Yudha yang tidak mengerti apa itu kata normal.


" berikan dan terima cinta seperti kebanyakan pria, punya anak dan hiduplah seperti orang lain" sahut ibu yang memberi arahan pada pak Yudha agar menjadi pria normal.


" bagaimana bisa itu di sebut dengan pria normal?" sahut pak Yudha bertanya lagi pada ibu.


" itu memang normal, semua orang hidup seperti itu. apa sulitnya?" sahut ibu yang bertanya pada pak Yudha apakah ia sudah siap jadi pria normal.


" ibu tahu kan biaya rata - rata untuk menikah di Indonesia?" sahut pak Yudha yang lagi - lagi bertanya pada ibunya lagi.


" ibu rasa biayanya kurang lebih 19 juta sampai 100 juta" sahut ibu yang menebak .


" rata - ratanya 19 juta rupiah, perlu tiga juta rupiah untuk membesarkan seorang anak" sahut pak Yudha yang sudah lebih dulu mengenai tentang pernikahan dan cara mengurus anak.


" dan untuk apa menikah dengan seorang wanita, yang bahkan tidak bisa membedakan antara plastik dan sterofoam serta menghabiskan banyak uang" sahut pak Yudha yang menjelaskan pada ibunya.



" ap maksudmu ini?" sahut ibu yang tambah marah dengan kata - kata pak Yudha.


" memangnya kita sedang melakukan wawancara kerja?" sahut ibu yang tidak suka dengan jawabannya pak Yudha.


" dia itu sangat cantik, semua pria akan terpikat dengannya" sahut ibu yang mengakui menantunya itu cantik.


" aku sudah puas dengan kucing muda dan cantik ini" sahut pak Yudha yang mengendong kucing Kitty dan Langsung mengelusnya.


" apakah kamu ..... kamu ..... kamu punya masalah?" sahut ibu yang bertanya pada pak Yudha.


" masalah?" sahut safira yang masih mengintip apa saja yang di katakan kedua manusia itu yang berada di dapur.


" maksud ibu, kamu ini terpengaruh hormon lingkungan sampai - sampai kemampuan seksual mu " sahut ibu yang masih menjelaskan rapi langsung di potong sama pak yudha.


" ibu" sahut pak Yudha yang datar namun keras.


" terserah, pencari jodoh akan menganggap mu aneh dan tidak ada kencan buta lagi. jadi, minta maaflah pada ibu Afika" sahut ibu yang sudah mengenal siapa itu ibu Afika.

__ADS_1


sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM berjalan.


terimakasih ❤️


__ADS_2