
" ku lihat, kamu yang mencuci mangkuk mie instan " sahut pak Yudha yang memulai obrolan mereka berdua agar tidak hening.
" akhhh iya, itu sudah jadi kebiasaan ku saat makan langsung mencucinya" sahut safira yang ikut berdiri di sampingnya pak Yudha.
" bagus, kamu punya kebiasaan yang bagus" sahut pak Yudha yang seketika tersenyum.
" terima kasih" sahut safira yang tersenyum dan juga di berikan anggukan.
" ohh ada tempat duduk . duduklah " sahut pria baju hitam yang menyuruh pacarnya untuk duduk karena orang yang duduk di kursinya baru saja keluar.
" tidak kamu saja " sahut wanita itu yang menyuruh pacarnya untuk duduk.
" tidak apa - apa, kamu saja " sahut pria itu yang menyuruh pacarnya agar segera duduk supaya orang lain tidak duduk di tempat itu.
" berikan tas mu " sahut wanita itu yang meminta pacarnya untuk untuk memberikan tasnya.
" rambut mu terlihat sangat bagus " sahut wanita itu yang merapikan kembali rambut pacarnya agar lebih keren lagi.
" aku kepanasan " sahut wanita itu yang kepanasan.
" kamu kepanasan ?" sahut sahut pria itu yang mengelus - Elus pipi pacarnya.
safira yang melihat kedua pasangan itu hanya bisa tersenyum saat memandangi pasangan di sampingnya.
" sebaiknya kamu duduk " sahut pak Yudha yang menoleh ke arah safira dan menyuruhnya untuk duduk.
" ohh, kamu bisa duduk lebih dulu " sahut safira yang mempersilakan pak Yudha untuk duduk lebih dulu.
" tidak usah, ayo duduklah " sahut pak Yudha yang menunjuk ke arah Tempat duduk.
dari pada lama - lama safira pun langsung menganggukan kepalanya dan duduk.
safira yang sudah duduk hanya bisa melihat pak Yudha, tapi pak Yudha langsung melihat ke kanan dan kiri untuk mencari tempat duduk.
dan saat pak Yudha menoleh ke arah kanan ada satu tempat duduk yang kosong, dan dengan sigap pak Yudha langsung duduk di tempat itu.
__ADS_1
safira yang melihat pak Yudha berjalan ke tempat duduk yang kosong dan sedang memainkan HP-nya. ia hanya bisa melihat pak Yudha dari kejauhan.
" sebentar lagi aku akan menikah dengan induk semang ku " sahut safira yang melihat pak Yudha dari kejauhan.
dan saat mereka berdua sudah sampai pak yudha langsung membuat dua gelas teh hangat untuk ia dan juga safira.
" dan saat syarat - syarat ku belum berubah " sahut pak Yudha yang memulai obrolan mereka berdua, dan yabg pertama pembicaraan mereka adalah tentang peraturan di dalam rumah atau yang biasa di sebut apartemen pak Yudha.
" apa ada yang membuat mu keberatan dengan peraturan - peraturan ku?" sahut pak Yudha yang bertanya pada safira apakah dengan peraturan yang ia buat itu ia tidak suka.
" akhhh, tidak hanya untuk syarat - syarat mu " sahut safira yang menoleh pada pak Yudha dengan meminta bahwa jawaban yang lebih jelas lagi.
" apa ada yang ingin kamu tambahkan " sahut pak Yudha yang Menoleh pada safira.
" sebenarnya kamu juga mengetahuinya, dan aku juga sudah berhenti dari pekerjaan ku yabg dulu " sahut safira yang sedikit tertawa kecil ke arah pak yudha.
" jadi berapa yang kamu pikirkan tentang uang sewanya " sahut pak Yudha yang bertanya pada safira mau berapa uang sewa yang Safira mau bayar.
" sekitar satu juta atau satu juta lima ratus " sahut safira yang sedikit terbata - bata.
" baiklah aku setuju" sahut pak Yudha yang sedikit lama menjawabnya karena berpikir.
" jadi kontrak kira sekarang ini menjadi satu juta lima ratus per bulan " sahut pak Yudha yang menulis di buku kontraknya selama safira mengontrak di apartemennya" sahut pak Yudha yang menulis di buku kontraknya selama safira mengontrak di apartemennya.
" baik terima kasih " sahut safira yang tersenyum dan juga di beri anggukan agar menyetujui persyaratan yang mereka berdua buat.
" apa kamu yakin bisa mengatasinya" sahut pak Yudha yang bertanya pada safira.
safira yang tadinya mau menyeruput teh hangat itu, seketika mendengar perkataannya pak Yudha langsung saja tidak jadi meminum teh itu dan langsung menoleh ke arah pak yudha.
" hmm, maksud ku pernikahannya dan untuk saat ini mungkin akan lebih hemat. jika kembali ke rumah " sahut pak Yudha yang bertanya tentang pernikahan untuk mereka berdua.
" tidak" sahut safira yang menggelengkan kepalanya.
" meskipun kembali, aku tetap harus mencari pekerjaan dan selain itu aku juga tidak terlalu akur dengan ayah ku sendiri " sahut safira yang menjelaskan pada pak Yudha tentang kehidupannya.
__ADS_1
" satu - satunya perbedaannya hanya uang sewanya, dan di sana itu tidak sama dengan Indonesia" sahut safira yang mengelengkan kepalanya dengan arti tidak sama antara Indonesia sama Tawangmangu Karanganyar.
" dan di sana itu tidak ada pekerjaan" sahut safira yang mencoba mengingat kembali Tawangmangu Karanganyar.
" sepertinya tingkat stresnya melebihi biaya sewanya, tapi aku terkejut ku kira kamu berpendapat pernikahan yang di dasari dengan cinta " sahut pak Yudha yang tertunduk saat mengatakan pernikahan pada safira.
" dan sangat tidak di duga saat kamu memilih pernikahan ini karena masalah tempat sewa" sahut pak Yudha yang menoleh ke arah safira.
" begitulah dan dengan yang kamu katakan tadi, cinta dan kasih sayang bukan sesuatu yang ku butuhkan dan setidaknya dalam dua tahun. dan sekarang yang ku butuhkan adalah kamar itu " sahut safira yang menjelaskan pada pak Yudha, dan seketika ia mengingat akan adiknya Rafi dan yang sebentar lagi akan menjadi ayah.
" aku memutuskan untuk menikahi penyewa ku hari ini, dan aku tahu orang normal tidak akan memilih hal itu" sahut pak Yudha yang bergumang tapi tetap saja ia melihat lekat wajah safira tanpa sepengetahuannya.
" sejujurnya" sahut safira yang menyeruput teh hangatnya.
mendengar perkataannya safira langsung saja pak Yudha menundukkan pandangannya.
" aku benar - benar ingin mencoba sekali " sahut safira yang menoleh ke arah pak yudha.
" menikah " sahut safira yang bersungguh - sungguh.
" aku menemukan" sahut pak Yudha yang masih bergumang tapi langsung saja safira Bertanya padanya.
" oh iya, apa kamu sudah menyortir sampah daur ulang ?" sahut safira yang bertanya pada pak Yudha apakah ia sudah mendaur ulang sampah plastik atau belum.
" wanita yang sangat untuk dan nantinya akan menjadi istriku " sahut pak Yudha yang melihat wajah dan tingkah dari safira yang akan menjadi calon istrinya.
setelah berbincang - bincang dengan pak Yudha sampai pukul 22. 00 WIB, safira pun pamit untuk tidur karena merasa sudah lelah.
tak lupa juga pak Yudha langsung menyikat giginya sebelum tidur dan langsung mematikan lampu - langsung dan mengatakan pada safira " selamat malam" sahut pak Yudha pada safira.
safira yang mendengarnya hanya bisa tersenyum dan berkata.
" selamat malam juga" sahut safira yang langsung masuk ke kamarnya.
sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM berjalan.
__ADS_1
terimakasih ❤️