
" kamu menghalangi semua orang yang duduk di samping mu untuk Safira" sahut pria baju putih pendek menunjuk ke arah safira.
" benarkah" sahut Safira bertanya ke baju putih panjang.
" kamu merindukan ku ya? kapan kamu melakukan itu" sahut Safira yang mendorong pria baju putih panjang.
" itu karena aku mudah merasa kepanasan karena itu aku kosongkan" sahut pria baju putih panjang ke semua orang.
" astaga, aku benci melihat kalian sekarang. kalian bisa berkencan atau tidur bersama aku tidak peduli, lakukan apapun yang kalian mau" sahut wanita berkacamata dan berjas hijau.
" kalian sudah saling menggoda selama tiga tahun, siapa yang jual mahal sekarang? " sahut wanita berkacamata bertanya ke Safira dan pria baju putih panjang.
" tidak seperti itu" sahut Safira yang melihat pria di sampingnya dan tertawa kecil.
" menurut mu siapa? bukan aku" sahut pria baju putih panjang yang menatap Safira kayak seperti menyukai.
" apa - apaan kamu" sahut Safira yang tertawa kecil ke pria baju putih panjang.
" apa itu artinya Safira tidak menyukainya " sahut pria baju putih pendek yang bertanya ke arah safira tapi ia menuju ke arah pria baju putih panjang.
" kenapa? memangnya Iksan kenapa" sahut pria baju putih pendek menunjuk ke arah pria di sampingnya itu bernama Iksan.
" apa yang kamu bicarakan" sahut Safira yang heran dengan obrolan teman - temanya.
" dia bukan pria bagiku" sahut Safira yang menoleh ke arah Iksan.
" kami saudara" sahut Safira yang langsung menaruh tangannya ke bahu Iksan.
" aku sudah mengurus bayi polos ini selama tiga tahun " sahut Safira yang tersenyum ke arah Iksan dan ia belum melepas tangannya dari bahu iksan.
" kurasa dia serius, dia sungguh tidak tertarik kepada mu" sahut pria baju putih pendek menjelaskan kembali omongan dari Safira ke Iksan .
" sebenarnya itu menyakiti harga diriku, tapi aku bisa saja membuat mu jatuh cinta kepada ku" sahut Iksan yang menoleh ke arah Safira.
" benarkah? " sahut Safira dengan berat hati dan menoleh ke Iksan .
" kalau begitu kamu jangan pingsan sebelum aku hari ini" sahut Safira yang memegang bawah dagu Iksan .
" kamu sungguh ingin melakukanya, benar mari ku lakukan " sahut wanita berkacamata dan berjas hijau.
" mari minum" sahut Iksan ke tiga kawan - kawannya.
" bersulang" sahut Mereka berempat yang menyatukan minuman mereka lalu minum bersama.
__ADS_1
" terima kasih telah bekerja keras" sahut Iksan ke Safira, dan Safira hanya membalasnya dengan senyuman manisnya.
di sisi lain pak yudha serta karyawan - karyawan yang lain sedang lembur supaya lebih cepat selesai pekerjaan mereka.
" bagaimana dengan flash" sahut pak Aldi bertanya ke pria jas biru.
" berfungsi" sahut pria jas biru dan spontan tanpa melihat ke arah pak Aldi.
" baik, bagaimana dengan masalah penutup saat masuk? " sahut pak Aldi bertanya.
" baik, sudah di perbaiki" sahut pria baju kotak - kotak dan berkacamata.
" ada masalah dalam mengunggah profil dan Vidio? " sahut pak aldi bertanya lagi apakah sudah selesai atau belum.
" tidak, ini berfungsi dengan baik" sahut pria jaket biru strep hijau.
" kerja bagus" sahut pak Aldi menyuruh semua karyawan pergi ke arah meja pak Yudha.
" pembaruan GYEOL MAL AE versi 2.0, sedang memperbarui, mohon menunggu" sahut pak Yudha yang datar dan langsung menyuruh mereka melihat pembaruan terbaru.
" pembaruan selesai" Berhasil" tulisan di komputer pak Yudha.
" kita berhasil " sahut semua karyawan disana .
" kalian sudah bekerja keras selama tiga terakhir, untuk GYEOL MAL AE" sahut pak Aldi ke semua karyawan yang ada.
semua karyawan bersorak ria karena mereka akan mendapat bonus akhir bulan, terkecuali pak Yudha hanya diam dan mendengarkan apa ucapan pak Aldi selanjutnya. lalu ia mengangkat tangan kanannya ke atas supaya menyuruh karyawannya untuk tidak ribut.
" awalnya, GYEOL MAL AE hanya bisa untung 500 ribu per bulan rasa terima kasihku kepada kalian tidak akan pernah cukup karena sudah membuat kantor ini tumbuh lebih dari 200 persen tiap tahun. aku bahkan tidak bisa" sahut pak Aldi yang menjelaskan sambil menagis.
" aku tahu ini agak memalukan, tapi mari kita meneriakkan slogan kita" sahut pak Aldi yang bersemangat.
" kita bukan keluarga" sahut semua karyawan dan juga pak Aldi.
" mari kita mendapat bayaran, yang pantas bersulang, ayo minum" sahut pak Aldi yang mengangkat gelas minumannya untuk bersulang.
" bir ku panas, mengapa seperti ini?" sahut pak Aldi yang bertanya ke karyawannya.
" kurasa kamu bisa menggantikan baju mu sekarang" sahut pak Aldi ke Tika karena sedari tadi pak Yudha melihat pakaian Tika seperti tidak cocok dengannya.
" aku sudah menggantinya" sahut Tika yang melihat bajunya.
" bajuku Kemarin lebih gelap dari pada yang ini, hari ini lebih terang" sahut Tika ke pak yudha.
__ADS_1
" oh begitu ya" sahut pak Yudha yang mengerti dengan perkataan Tika.
" coba tebak siapa yang baru kita berdua lihat " sahut pria baju kotak - kotak dan kemeja hitam.
" kami melihat Doni" sahut kedua orang itu yang ngos - ngosan .
"benarkah, itu hebat dimana? " sahut semua karyawan yang sedang makan dan langsung menoleh ke arah kedua orang itu.
" Doni? siapa itu?" sahut pak Yudha bertanya ke kedua orang yang ada di depannya.
" apa?" sahut pak Yudha yang dingin.
" dia salah satu investor kita" sahut pak Yudha yang tidak tahu, malah karyawan disana juga tidak memberitahu pak Yudha yang tengah kebingungan.
" benar" sahut wanita yang sedang berbicara dengan pria di lorong.
" nona Fira" sahut latif memanggil Safira.
" oh hai" sahut Safira yang sopan.
" hai" sahut wanita yang sedang bicara dengan Latif.
" terimakasih atas kerja kerasnya" sahut wanita yang sedang berdiri di depannya.
" tidak usah di pikirkan kalian yang melakukan semuanya" sahut Safira yang matanya ke arah Latif.
" itu tidak benar" sahut wanita itu yang menoleh ke arah Latif.
" kalau begitu, aku permisi" sahut wanita yang tadi bersama Latif tadi mengundurkan diri dan pergi.
" itu berjalan lancar" sahut Safira ke Latif dan tersenyum, lalu Latif mengambil sapu tangan di sakunya dan memberikannya ke fira.
" maaf Fira, kamu harus bekerja keras lebih keras untuk menutupi kekuranganku " sahut Latif ke Safira.
" ada apa dengan mu? kamu tidak pernah berterimakasih selama tiga tahun terakhir " sahut safira ke Latif.
" aku tahu" sahut Latif yang santai dengan Safira.
sampai disini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip. jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini.
jangan lupa follow
Ig:aprih.ll
__ADS_1
tik tok: Aprianibasir
terimakasih ❤️