
kini acara makan minum Safira dan kawan - kawannya Teleh selesai, dan Safira pergi setelah selesai. dan saat ini Safira sedang berada di halte.
" aku mengencani seseorang, tadi aku ingin memberi tahu" sahut pesan yang masuk ke hp Safira.
" aku tidak punya keberanian untuk mengambil bola atau menghindarinya, aku seorang bek sejati " sahut Safira batinya.
" oh benarkah, hebat, selamat " sahut Safira mengirimkan pesan ke penerima.
di sisi lain pak yudha sedang berjalan kaki untuk pulang ke apartemennya.
" pak Andi, kamu sadar ini penyalahgunaan kekuasaan ? kita sudah setuju aku hanya ikut bagian pertama makan malam tim" sahut pak Yudha bertanya ke pak Andi.
" aku akan mengantarmu pulang akan ku panggilkan sopir" sahut pak Andi ke pak yudha.
" lupakan saja aku akan naik bus " sahut pak Yudha yang datar.
" naik bus jauh lebih cepat dari pada naik mobil mu" sahut pak Yudha yang mengejek.
" aku sudah bilang aku akan naik bus " sahut pak Yudha yang kesal dengan pak Andi dan dengan suara keras.
pak Yudha yang sedari tadi ngomong sambil jalan tibalah ia di halte bersama Safira.
Safira yang duduk sedang melamun akhirnya kaget karena teriakan pak Yudha.
" oh benar ada metro juga" sahut pak Yudha yang melihat Safira langsung membalikkan badannya ke arah jalan dan putar balik ke belakang.
" naik bus saja" sahut Safira yang berteriak ke arah pak yudha, dan pak Yudha yang sedang berjalan kecil ke belakang Langsung berhenti dan balik ke arah Safira.
" tidak bisakah kamu pulang pakai bus saja" sahut Safira yang menjelaskan kembali perkataannya tadi.
" kurasa itu akan mengurangi rasa malu ku" sahut Safira ke pak yudha.
" begini" sahut Safira yang menyuruh pak yudha untuk duduk.
__ADS_1
" kamu yakin ini akan mengurangi rasa malu mu ?" sahut pak Yudha bertanya ke Safira.
" tidak " sahut Safira yang menunduk.
" ini kali pertama ku di daerah ini, aku jarang keluar rumah dan aku benci keluar di malam hari. aku selalu di rumah atau di tempat kerja jadi, kita tidak akan bertemu lagi" sahut pak Yudha ke Safira tanpa melihatnya dan matanya hanya tertuju pada handphonenya.
" aku harus menunggu setidaknya 10 menit sampai busnya datang dan tidak perlu terus canggung seperti ini " sahut pak Yudha yang menoleh ke Safira.
" kamu tidak perlu merasa malu lagi " sahut pak Yudha ke Safira.
Safira pun menghela nafas panjang dan berkata " aku malu kepada diri ku sendiri bukan kepada mu, tapi pada diriku sendiri" sahut Safira ke pak yudha, mendengar jawaban dari Safira pak Yudha pun langsung melihat ke arah Safira.
" aku tidak bisa membedakan cinta dan kebaikan ku di usia ini, aku sudah menyukainya selama tiga tahun aku menyimpan perasaan ku sampai berumur 30 tahun. aku malu dengan kebodohan ku " sahut Safira yang menggerutu akan kebodohannya.
" umurku bahkan bukan 20, tapi 30 aku tidak tahu apa yang ku lakukan di umur 30 tahun. karena itu, jangan merasa terganggu dengan itu" sahut Safira menggerutu pada dirinya.
" dalam komentar singkat mu, kamu bilang kamu umur 30 itu batas neokortesk mu" sahut pak Yudha yang datar.
" apa? " sahut Safira yang kebingungan dengan kata ilmiah itu.
" entah 30 atau 40 itu hari yang sama bagi kucing " sahut pak Yudha yang langsung di tatap oleh Safira, mereka berdua pun saling bertatapan.
" rasanya aneh omongan kosongnya menghiburku lebih dari apa pun hari itu" sahut batin Safira.
" begini, siapa namamu?" sahut Safira bertanya ke pak yudha .
" apa lebih baik aku tidak tahu namamu?" sahut Safira yang menatap pak Yudha.
" iya" sahut pak Yudha yang datar.
" ohh, baiklah" sahut Safira yang mengerti.
" kamu benar - benar orang asing tapi aku terhibur oleh mu " sahut Safira memberi tahu kalau ia terhibur kalau dekat dengannya.
__ADS_1
" kamu pasti terhibur karena aku benar - benar orang asing " sahut pak Yudha yang langsung Bangun dari duduknya dan pergi.
" berpikir tidak akan bertemu dengannya lagi membuat ku agak sedih" sahut batin Safira dan langsung Safira bangun.
" terima kasih untuk cerita neokortesk mu " sahut Safira yang sopan.
" sepertinya aku sudah gagal dalam hidup ini, tapi aku akan melakukan yang terbaik " sahut Safira yang mengulurkan tangannya ke pak yudha .
" semoga beruntung, menjalani hidup ini adalah hal pertama untuk kita semua " sahut pak Yudha yang ikut mengulurkan tangannya dan saling berjabat tangan dengan Safira.
" aku sempat lupa hidup ini, momen ini kita hanya punya satu kesempatan" sahut batin Safira yang langsung melepaskan tangannya dan mencium orang asing itu.
dan tiba - tiba saja bus pun datang dan safira pun naik. pak Yudha yang masih kaget karena ini pertama kalinya ia di ciumi sama wanita asing. Safira yang di dalam bus itu hanya tertawa kecil dan tersenyum sambil memegang bibirnya.
" hari ini sangat panjang" sahut batin Safira.
kini ia telah sampai di apartemen dan langsung membersikan Mukanya serta giginya.
" aku keluar dari rumahku yang ku tinggali selama 5 tahun, selama tiga tahun aku hanya di anggap sebagai teman. aku mencium orang asing, bagus" sahut batin Safira yang mengingat kembali ia mencium pria asing.
" bagus, Safira Muliati " sahut Safira yang menatap dirinya di cermin.
Safira pun pergi ke kucing Kitty dan membersihkan kotoran sampahnya. setelah selesai Safira pun mencuci tangan dan pergi ke kamarnya. dan mematikan lampu sesuai peraturan dari tuan rumah apartemen.
tak kunjung beberapa lama pak yudha pun pulang ke rumah dan menggantinkan sepatunya dengan sendal, dan menyalakan lampu.
" kehidupan di usia 30-an ini tidak seperti bayangan ku, tapi karena ini kali pertama ku lumayan juga" sahut batin Safira dan langsung tidur.
sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip, mohon maaf jika ada salah kata. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini.
jangan lupa follow
ig: aprih.ll
__ADS_1
tik tok" Aprianibasir
terimakasih ❤️