
" ibu" sahut pak Yudha yang datar namun keras.
" terserah, pencari jodoh akan menganggap mu aneh dan tidak ada kencan buta lagi. jadi, minta maaflah pada ibu Afika" sahut ibu yang sudah mengenal siapa itu ibu Afika.
" ku rasa dia masih menyukaimu " sahut ibu yang menoleh ke arah kanan dan melihat ke arah luar.
" untuk apa aku " sahut pak Yudha pak ibu tapi langsung saja di potong sama ibu.
" jika ayah mu menceraikan ibu karena kamu, ibu akan tinggal di sini " sahut ibu yang menunjuk ke bawah karena kalau pada saat ayah pak Yudha menceraikan. ibunya maka ibu akan tinggal di apartemennya pak Yudha.
" apa ?" sahut pak Yudha yang tidak mengerti.
" kamu tahu benar ayahmu, jadi ibu tidak banyak bicara. pilih mana yang lebih baik, tinggal dengan ibu atau dengan istri muda yang cantik " sahut ibu yang menjelaskan pada pak Yudha agar cepat menikah supaya ibu dan ayahnya tidak cerai.
" itu semua terserah mu" sahut ibu yang langsung pergi meninggalkan pak Yudha.
" astaga" sahut safira yang mengira ibu melihatnya di dalam kamar yang sedang mengintip pembicaraan pak Yudha dan ibunya.
pada saat ibu sudah pergi pak Yudha pun membuang napas berat, lalu saat membuang napas berat pak Yudha merasa kehausan jadi ia pun berniat mengambil minuman kaleng di dalam freezer. setelah ia mengambil satu kaleng minuman ia pun langsung duduk saat minum.
dan saat pak Yudha mau duduk tiba - tiba safira keluar untuk menyapa pak Yudha.
" permisi" sahut safira yang menyapa pak Yudha.
" astaga " sahut pak Yudha yang kaget dan sampai - sampai pak Yudha pun jatuh.
pak Yudha pun berusaha dengan cepat bangun agar tidak malu dengan safira saat ia jatuh tadi.
" begini" sahut safira yang mau berbicara tapi pak Yudha langsung menyuruhnya untuk duduk saat berbicara.
tapi sebelum obrolan mereka berdua mulai pak Yudha pun menyempatkan dirinya untuk minum terlebih dahulu.
" aku sungguh minta maaf, aku juga tidak mau ketahuan ibu mu" sahut safira yang meminta maaf pada pak Yudha soal tadi mengagetkannya.
__ADS_1
" tidak apa - apa, aku bersyukur kamu melakukannya" sahut pak Yudha yang meletakkan minumannya di atas meja.
" tapi kenapa kamu membawa semua barang - barang mu ? apa kamu di usir ?" sahut pak Yudha yang bertanya pada safira kenapa barang - barangnya bisa di bawa semua.
" iya" sahut safira yang menganggukkan kepalanya.
" sebenarnya aku mau pulang ke Tawangmangu Karanganyar" sahut safira yang menjelaskan pada pak Yudha kenapa barang - barangnya di bawa dan sudah di kemas rapi.
" jadi bagaimana dengan pekerjaan mu?" sahut pak Yudha yang menoleh ke arah safira.
" aku berhenti" sahut safira yang tersenyum pada pak Yudha.
" jadi, aku ingin berterima kasih kepada mu karena sudah menyewakan kamar sebagus ini, aku hanya bisa menulis naskah drama pertama ku di sini berkat diri mu meskipun itu tidak lancar" sahut safira yang berterima kasih pada pak Yudha.
" kamu akan sukses di manapun kamu pergi, dan kamu juga orang yang bertanggung jawab dan skor mu juga yang paling tinggi di antara semua penyewa di sini " sahut pak Yudha yang menoleh pada safira.
" benar, kamu juga pasti akan sukses" sahut safira yang sedikit tertawa kecil.
" dan kamu juga akan menikah dengan seorang wanita yang baik" sahut safira yang menoleh ke arah pak yudha.
" kenapa tidak? kamu saja sudah melamar ku, jadi kenapa tidak bisa menikah?" sahut safira yang menundukkan kepalanya.
" karena kamu orangnya, karena aku melakukannya karena kamu orangnya. dan kamu mendapatkan skor tertinggi sebagai penyewa, dan aku akan membutuhkan mu bukan pernikahan. karena itulah aku melamar mu " sahut pak Yudha yang menjelaskan pada safira Bagaimana bisa ia melamarnya.
" aku tahu ini bukan waktu yang tepat untuk menyukainya" sahut safira yang bergumang dalam hatinya.
" aku sekarang ini membutuhkan teman serumah yang bisa menjamin sewa bulanan ku, bukan pernikahan" sahut pak Yudha yang tidak menginginkan pernikahan melainkan teman serumah agar bisa membantunya membayar pinjamannya.
" ini kali pertama ku" sahut safira yang bergumang dalam hati.
setelah selesai mengobrol dengan pak Yudha safira pun pamit pulang.
" mendengar aku di butuhkan seseorang " sahut safira yang masih bergumang di dalam hatinya di sesi perjalanan menuju ke stasiun.
__ADS_1
" arah keberangkatan" sahut safira yang membaca arah keberangkatan kereta hari ini.
" kemana tujuan mu?" sahut ibu - ibu penjaga tiket keberangkatan kereta.
" tiket tercepat ke Tawangmangu Karanganyar" sahut safira yang memberi tahu arah tujuannya pada ibu penjaga tiket.
" sepanjang hidup ku di usia 20- an aku bekerja keras menjadi seorang yang di butuhkan untuk sesuatu" sahut safira yang lagi - lagi masih bergumang dalam hatinya.
setelah membeli tiket ke arah tujuannya Safra pun ke arah kereta agar pergi ke Tawangmangu Karanganyar lebih cepat.
" aku menyebrangi jembatan sungai Arjun setiap melewati masa sulit, dan saat melihat sungai Arjun ku pikir mungkin ada. setidaknya ada satu tempat yang membutuhkan ku di kota besar ini" sahut safira yang melihat orang - orang yang berlalu lalang ke sana kemari untuk menunggu kereta cepat.
dan saat ia sedang memperhatikan orang - orang ia melihat seorang gadis berumur 18 tahun yang sedang kebingungan, ia yang melihat anak gadis itu mengingatkannya akan waktu masa mudanya dulu saat pertama kali ia datang ke Indonesia.
" itulah yang ku pikirkan" sahut safira yang sedang menuju ke dalam kereta.
selama sepuluh tahun, koper ini sudah banyak mendapat goresan seperti ku" sahut safira yang mengingat akan Pertama ia membawa koper ini sampai sekarang.
" dahulu tas koper ini masih mengkilap saat aku tiba di Indonesia bersama ku" sahut safira yang melihat tas kopernya dan hanya membuang napas berat.
" Tawangmangu Karanganyar" sahut safira yang membaca tulisan di dinding kereta yang akan ia naiki.
" jadi, untuk apa aku berusaha keras menjalani hidup jika akan kembali ke Karanganyar, tanpa pencapaian apa pun?" sahut safira yang menyandarkan kepalanya ke jendela kereta karena memikirkan sesuatu.
" memang tidak ada tempat untuk ku, dari sejak awal" sahut safira yang masih menyandarkan kepalanya di jendela kereta. tapi tiba - tiba matanya tertuju pada seseorang yang memakai jaket hitam pekat.
( yak pria itu adalah pak Yudha) .
safira yang melihatnya yang mendekati arah kereta ia pun langsung membulatkan matanya karena kaget saat pak Yudha melihat nama kereta Karanganyar.
sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM berjalan.
__ADS_1
terimakasih ❤️