MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 55


__ADS_3

" coba berikan kepada ku" sahut pak Aldi yang masih memainkan HP-nya di genggaman tangannya.


" apa?" sahut Maruf yang tidak mengerti.


" ponsel mu, biar ahli ini menganalisis datanya untuk mu ini gratis" sahut pak Aldi yang menaikkan kepalanya agar mengambil hp dari Maruf agar ia bisa menganalisis datanya.


" ya ampun, tidak usah di pikirkan. aku juga sudah mengenalnya" sahut Maruf yang tidak mau memberikan hpnya pada pak Aldi untuk mengecek data - datanya.


" terserah kamu " sahut pak Aldi yang langsung memainkan benda pipih yang ia pengang.


Maruf yang mendengar jawaban dari pak Aldi hanya menghembuskan nafas panjang lalu ia pun langsung mengambil hpnya di atas meja lalu memberikannya pada pak Aldi.


pak Aldi yang melihat Maruf sedang memberikan Hpnya langsung saja ia mengambilnya dari tangan Maruf.


" benar, coba ku lihat " sahut pak Aldi yang mulai membuka hpnya Maruf laku mengotak - Atik hpnya Maruf.


dan Maruf yang mengira kalau pak Aldi yang mengecek hpnya, tapi ia langsung membuka aplikasi hijau yang bertanda nama ( WhatsApp) lalu membaca percakapan apa saja yang Maruf dan Masnun pernah kirim.


" aku mencintaimu, kamu sedang apa? aku sedang libur " sahut pak Aldi yang membaca semua percakapan Maruf dan juga Masnun.


" mari kita dua pergi makan gurame asam pedas dan juga bakar? sebaiknya makan sedikit dulu di rumah sebelum kita pergi, nanti kalau kita sudah sampai sana nanti antriannya panjang dan memakan waktu yang lama. ada beberapa yang agak aneh ya" sahut pak Aldi yang meneliti setiap percakapannya Masnun dan juga Maruf.


Maruf yang merasa tidak nyaman akan di bacakan percakapan ia dan juga Masnun, langsung saja ia mau mengambil hpnya dari pak Aldi tapi.


" begitu yaa, berikan kepada ku" sahut Maruf yang tidak suka pada pak Aldi yang membaca percakapannya dengan masnun.


" sebentar dulu" sahut pak Aldi yang masih mau membacanya.


" ini fotonya, rekan kerja ku membeli sofa itu yang aku inginkan. untuk rumah barunya" sahut pak Aldi yang membacakan chat baru dari Masnun yang beberapa menit yang lalu ia kirim.


" syukurlah, selamat " sahut pak Aldi yang membaca balasan dari Maruf yang ikut membalas pesan dari Masnun.

__ADS_1


Maruf yang merasa semua privasinya sudah sedikit di ketahui sama pak Aldi jadi ia pun berniat berdiri agar bisa mengambil hpnya dari genggaman tangannya pak Aldi.


" syukurlah dan selamat, apa kamu sudah gila ?" sahut pak Aldi yang mempertanyakan balasan dari percakapannya dengan Masnun.


" me.... memangnya kenapa" sahut yang tidak mengerti dan bingung apa yang harus ia katakan.


" apa kamu tidak memahami metafora pesan - pesan " sahut pak Aldi yang bertanya pada Maruf apakah ia tahu dengan arti kata metafora.


( Metafora adalah pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan. Metafora adalah majas yang mengungkapkan sesuatu secara langsung berupa perbandingan analogis dengan menghilangkan kata seperti layaknya, bagaikan, dan lain-lain).


" dia sebenarnya mengirim fotonya lalu aku membalasnya dengan kata cantik padanya " sahut Maruf pada pak Aldi.


" serta rekan kerjanya juga akan menikah bulan depan, jadi aku membalasnya juga dengan kata selamat" sahut Maruf yang menjelaskan pada pak Aldi.


pak Aldi yang mendengarnya pun seketika kaget akan alasan yang di berikanya Maruf padanya.


" tapi seharusnya aku mengatakan hal yang lain?" sahut Maruf yang memajukan badannya agar lebih dekat dengan pak Aldi.


" menurut mu apa dia hanya mengirimkan fotonya saja " sahut pak Aldi yang memberikan hpnya pada Maruf Agar ia melihatnya percakapannya dengan Masnun.


" bagaimana kamu berfikir dia menyelamatkan rekan kerjanya?" sahut pak Aldi yang menunjuk ke arah percakapan itu agar Maruf lebih jelas dalam membalaskan pesanya pada masnun.


Maruf yang mendengar penjelasannya pak Aldi hanya bisa bengong.


" Kam ini tidak mengerti maksud dari perkataannya, dasar bodoh! " sahut pak Aldi masih menjelaskan pada Maruf agar mengerti.


" so...Sofanya " sahut Maruf yang mencari kata inti agar tidak salah menjawabnya.


pak Aldi pun langsung memberikan Hpnya pada Maruf agar ia bisa membacanya dengan lebih jelas.


" tapi kenapa dia harus membahasnya seperti ini ?" sahut Maruf yang kembali bertanya pada pak Aldi karena masih bingung.

__ADS_1


" dia bisa saja mengatakan mau beli sofa itu* sahur Maruf yang membaca percakapannya .


" apa sofa itu berada dekat dengan rumah mu?" sahut pak Aldi yang menanyakan dimana tempat penjualan sofa pink itu.


" kamu tinggal di rumah yang lotennya kecil, tentu saja dia tidak bisa mengatakan pada mu tentang ini " sahut pak Aldi yang dengan nada tinggi agar Maruf mengerti maksud dari kata itu.


" ya.... ya ampun " sahut Maruf yang Gagap dan saat - saat terakhir pembicaraan ia baru bisa mengerti.


" kenapa kamu begitu bodoh, buka saja mulut mu dan makan ini " sahut pak Aldi yang memberi satu suapan daging panggang yang mereka berdua pesan tadi.


" karena itu dia hampir setiap hari membahas tentang sofa dan juga rumah ?" sahut Maruf yang mengatakan sambil mengunyah daging yang ia makan.


" begini saja, saja aku punya ide yang bagus" sahut pak Aldi yang memukul meja itu dengan suara yang kecil karena mendekat ide yang cemerlang.


" dengar, wanita itu tidak menyampaikan pesan yang mereka mau secara langsung" sahut pak Aldi yang sudah berpengalaman dengan wanita - wanita .


" mereka tidak mengatakan secara langsung, kepada pria dan sungguh itu tida pernah " sahut pak Aldi yang berbicara hampir seperti berbisik.


" mereka ini hanya mendengar pendapat dari seorang pria, apakah itu baik atau tidak" sahut pak Aldi yang mengecilkan suaranya agar tidak kedengaran sama orang lain.


" agar bisa mengatakan apa yang mereka mau beli ini apakah baik atau tidak, dan saat sesi - sesi seperti ini kedua kekasih saling berinteraksi satu sama lain" sahut pak Aldi yang memperjelas kembali perkataannya agar Maruf lebih mengerti maksud dari perkataan perempuan.


Maruf yang mendengarnya hanya bisa bengong dan hanya bisa mengatakan ia - ia saja.


" tapi selalu saja saat berinteraksi pasti dari salah satu kedua pihak sedang berbincang, dan terkadang juga mereka akan menjadi kuat " sahut pak Aldi yang sedikit membuat gerakan agar Maruf mengerti.


Sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa tinggalkan jejak komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa.


maaf yaa aku baru bisa upload soalnya saya masih banyak pekerjaan sekolah jadi harus kerja dulu baru upload.


terimakasih ❤️

__ADS_1


selamat membaca ☺️


__ADS_2