MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 23


__ADS_3

" karena itu kamu mencium ku " sahut pak Yudha yang memetik jarinya.


" benar" sahut Safira yang langsung membulatkan matanya.


" iya, itulah maksud ku" sahut Safira yang langsung membulatkan matanya.


" berarti kamu juga tidak menyukai hubungan percintaan" sahut pak Yudha yang menunjuk ke arah Safira.


" tidak maksud ku seperti ini, saya itu hampir setiap hari mendapat masalah. jadi, kalau saya menjalin hubungan percintaan maka saya akan mendapatkan masalah lebih banyak lagi " sahut Safira yang melambaikan tangannya dengan tanda tidak suka.


" kalau begitu tidak ada masalah" sahut pak Yudha ke Safira.


" apa?" sahut Safira yang tidak mengerti perkataan pak Yudha.


" ini sempurna" sahut pak Yudha yang bersungguh - sungguh.


" apa ya?" sahut Safira yang malah tambah bingung di buat pak Yudha.


" ini adalah daftar teman serumah ku dahulu" sahut pak Yudha yang memperlihatkan hpnya ke Safira.


" seperti yang bisa kamu lihat, nilai mu yang tertinggi di sini di antara ke dua teman serumah ku dahulu" sahut pak Yudha yang memuji Safira karena telaten dalam mengerjakan tugas.


" sejujurnya, aku belum menemukan yang memenuhi semua kriteria ku" sahut pak Yudha yang menjelaskan semua masalah karena yang pernah tinggal dengannya tidak pernah sesuai dengan kriterianya.


" jadi, kemungkinan besar aku tidak bisa menemukan yang kayak seperti mu " sahut pak Yudha yang menjelaskan karena pada saat ia tinggal dengan Safra peringkatnya mulai naik.


" tapi, aku hampir di diskualifikasi" sahut Safira yang menunjuk ke arah hp pak Yudha.


" aku yakin itu adalah kelemahan dan sekaligus kelebihan kita " sahut pak Yudha yang menoleh ke arah Safira yang hampir menatap seketika.


" apa?" sahut Safira yang tidak mengerti perkataan pak Yudha.


" kamu akan di diskualifikasi, jika setidaknya jika kemungkinan kita akan jatuh cinta" sahut pak Yudha yang mulai memperagakan tangannya.


" tapi kita tidak tahu itu akan terjadi jadi, aman untuk kita" sahut pak Yudha yang bersungguh - sungguh.


" terlebih lagi kita sudah pernah berciuman" sahut pak Yudha yang seketika Safira mendengar kata cium ia langsung tertunduk malu.


" sudah terbukti itu tidak akan pernah terjadi " sahut pak Yudha yang masih melihat wajah Safira.

__ADS_1


Safira pun berpikir sebentar lalu mengangkat kepalanya dan menatap pak Yudha dan langsung berkata.


" kamu benar" sahut Safira yang sedang berpikir.


" kamu bisa mempercayai ku, aku memang pernah mencium mu" sahut Safira yang terbata - bata.


" tapi kamu bukan tipe ku" sahut Safira yang langsung melihat ke arah pak yudha tapi pak Yudha yang merasa langsung Safira memalingkan wajahnya ke arah lain.


" aku juga merasa seperti itu" sahut pak Yudha dengan senyuman licik ke arah Safira.


" jadi, a... aku masih bisa menjadi teman serumah mu bukan?" sahut Safira yang terbata - bata tapi langsung bertanya ke pak yudha apakah ia masih bisa menjadi teman serumahnya.


" iya " sahut pak Yudha yang menutup matanya dan di sertakan dengan anggukan dengan arti setuju.


Safira yang mendengar jawaban dari pak Yudha seketika langsung tersenyum manis karena ia merasa senang bisa menjadi teman serumah pak Yudha lagi.


mereka berdua pun mengakhiri pertemuan dan langsung pergi pak Yudha pergi ke arah arah selatan dan Safira ke arah timur kerena mau bertemu dengan Masnun.


" kamu yakin mau menjadi teman serumah dengannya lagi " sahut masnun yang bertanya ke Safira .


" apa kamu yakin kamu akan baik - baik saja ?" sahut Masnun yang takut sahabatnya itu tinggal bersama Pak Yudha.


" tentu saja" sahut Safira yang tanpa melihat ke arah Masnun yang sedang melipat kedua tangannya.


" jadi tidak akan ada yang terjadi di antara kita berdua lagi" sahut Safira yang yakin dengan kata - katanya.


" apa maksud mu ?" sahut Masnun ke Safira yang sekarang ini mereka berdua sedang duduk lopo dekat apartemen pak Yudha.


" lagi?" sahut Masnun yang penuh semangat dengan pertanyaannya.


" begini" sahut Safira yang memulai pembicaraannya dengan masnun yang sedari tadi Masnun bertanya.


" jadi ku rasa aku tidak akan menemukan tempat yang lebih baik " sahut Safira yang menjelaskan tentang kehidupannya apakah ia akan pindah atau tidak.


" lebih baik dari dari rumah ini, jadi induk semangnya memerlukan penyewa untuk melunasi pinjaman hutangnya" sahut Safira yang menjelaskan induk semangnya itu terlilit banyak hutang.


" jadi aku perlu tempat sewa tanpa adanya deposit, karena itu aku menyukai apartemen itu dan kita saling menguntungkan" sahut Safira yang tersenyum manis ke arah Masnun.


" benar, kapan lagi kamu bisa tinggal di tempat yang seperti itu" sahut Masnun yang menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" ohh iya berapa uang sewanya? apakah mahal ?'' sahut masnun yang bertanya ke Safira.


kini Safira dan masnun pulang ke rumah masing - masing karena siang hari Safira ada pertemuan jadi Safira dan masnun mengakhiri pembicaraan mereka. Safira pun masuk ke kamarnya duduk sebentar menghilangkan penat - penatnya dan langsung mandi. setelah mandi ia pun pergi kantor yang akan mengadakan pertemuan.


" asrama siswa yang di tulis oleh Safira Muliati" sahut Safira yang melihat cover ceritanya, yang ia buat kemarin.


kini pak Tomi dan pak Latif tiba di ruangan yang sama dengan Safira.


" hallo, kamu sudah datang " sahut pak Tomi yang menyapa Safira.


" hallo" sahut Safira yang ramah dan sopan.


" hallo Safira " sahut ibu berbaju putih dengan memakai kacamata yang menyapa Safira.


Safira yang melihat ibu itu hanya bengong, kenapa teman - temanya semua bisa ada di sini.


" apa kamu terkejut " sahut ibu berbaju putih panjang yang tertawa kecil.


" senang bertemu dengan kalian lagi " sahut ibu berbaju putih yang tertawa kecil.


" sekarang, silahkan duduk " sahut pak Tomi yang mempersilakan Safira untuk duduk.


" iya " sahut Safira yang tersenyum ke pak Tomi.


" jadi menurut ku lebih baik jika nona afika memberikan saran " sahut pak Tomi yang memperagakan kedua tangannya.


" mengenai alur cerita dan lainya " sahut pak Tomi yang menunjuk ke arah nona Afika ( ya nona Afika itu adalah wanita yang memakai baju putih panjang dan memakai kacamata.


" iya betul, karena dengan itu bisa membantu kita menayangkan lebih cepat atau utama" sahut pak Latif yang menambah sedikit gagasannya.


" kamu tahu kan mereka tidak mau memberi waktu lebih utama " sahut pak Latif yang menjelaskan kepada Safira bagaimana penulis bisa menjadi terkenal.


sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini.


jangan lupa follow


ig : aprihl.ll


tik tok: Aprianibasir

__ADS_1


terimakasih ❤️


__ADS_2