
" kenapa kamu tidak menikah" sahut safira yang bertanya pada pak Yudha.
mendengar kata menikah pak Yudha pak Yudha pun dengan sigap langsung menoleh ke arah safira.
" biasanya orang seperti mu sudah menikah " sahut safira yang tahu kalau biasa orang seperti pak Yudha ini sudah menikah.
" kamu juga sudah punya rumah yang besar" sahut safira yang menyodorkan tangannya dengan arti menunjuk ke arah pak yudha.
" iya biasanya begitu" sahut pak Yudha yang hanya bisa menghela napas berat pada saat safira menyebutkan kata menikah.
" tapi aku lajang" sahut pak Yudha ke safira.
" jadi artinya kamu tidak akan menikah?" sahut safira yang saat ini otaknya di penuhi dengan pertanyaan.
" iya " sahut pak Yudha yang datar, safira yang mendengarnya hanya bengong dengan perkataan pak Yudha.
" rumah ini ada Kitty dan aku, aku hanya bisa menanggung tiga hal saja " sahut pak Yudha yang membuat safira jadi penasaran.
" 1. tidak perlu menanggung sesuatu yang membutuhkan energi dan biaya yang banyak atau lebih " sahut pak Yudha yang hanya memandang ke arah tv tanpa melihat ke safira sedikit pun.
" ohh begitu" sahut safira yang menganggukkan kepalanya dengan lambat.
" jadi harus berapa lama lagi kamu harus melunasi pinjaman uang mu? " sahut safira yang melihat ke sisi rumah yang besar dan bagus.
" aku hanya perlu membayar selama 30 tahun lagi ?" sahut pak Yudha yang datar namun santai.
" apa?" sahut safira yang kaget dengan pinjaman pemilik apartemennya yang sebanyak itu.
pak Yudha pun hanya bisa menoleh ke safira tanpa berkata - kata, karena ia harus bagaimana lagi kalau tidak sampai 30 dia harus kerja lembur tiap hari.
" kalau begitu kamu harus bekerja seumur hidup mu hanya untuk itu " sahut safira yang kaget karena orang seperti pak Yudha ini bisa memiliki pinjaman yang banyak.
" bukankah itu sayang sekali ? " sahut safira yang hanya bisa melihat langit - langit rumah dan membuang napas berat, karena semasa ini ia belum merasakan meminjam uang sebanyak itu.
" tidak ada yang lebih pasti dari negara ini " sahut pak Yudha yang langsung menoleh ke safira.
__ADS_1
" kamu lebih tahu soal itu dari pada orang lain" sahut pak Yudha yang langsung meminum kalengnya.
mereka berdua pun saling mengobrol sampai pada pukul 20.30 WIB. dan pada saat itu pak Yudha dan safira mengakhiri pembicaraan mereka dan langsung pergi tidur. tapi sebelum mereka berdua tidur safira menyempatkan diri untuk membersihkan gigi dan pak Yudha pun juga sama membersihkan giginya sebelum tidur. setelah selesai pak Yudha langsung mematikan semua lampu. kini pagi pun menyapa mereka berdua safira pun bangun langsung melihat langit - langit pagi yang indah. setelah melihat-lihat sampai matahari terbit safira langsung membuang sampah yang sudah menumpuk.
" aku melihatnya tadi, di rumah sakit umum tepatnya di depannya" sahut safira yang mengingat kembali percakapannya dengan pak Yudha sebelum tidur.
" ya, hanya berjalan selama 10 menit" sahut pak Yudha ke safira.
" itulah salah satu alasan ku memilih rumah ini" sahut pak Yudha, ya kanapa pak Yudha bisa memilih apartemen ini karena dekat dengan rumah sakit dan juga kantornya.
" apa kamu sakit?" sahut safira yang tadinya sedang menyadarkan badannya ke sofa, langsung saja kaget karena pak Yudha sakit.
" tidak " sahut pak Yudha yang datar.
" ini bisa menguntungkan dalam berbagai hal jika memperhatikan masa tua ku " sahut pak Yudha yang sudah memikirkan jalan hidupnya ke depan.
" kamu masih muda, bukankah terlalu cepat untuk mempersiapkan itu?" sahut safira yang tertawa kecil sambil bertanya pada pak Yudha.
" aku juga nanti akan meninggalkan rumah ini jadi, aku harus mempertimbangkan ini semua lebih dulu " sahut pak Yudha yang datar namun jelas dengan ucapannya.
" ohh sebenarnya aku yang akan meninggal di kamar mu " sahut pak Yudha yang menoleh ke arah safira.
" ventilasi kamar itu bagus" sahut pak Yudha yang hanya tersenyum manis karena di kamar safira ventilasinya bagus dan pemandangannya juga sangat mendukung.
" pantas saja" sahut safira yang memikirkan sesuatu, dan seketika langkah kakinya terhenti karena memikirkan sesuatu.
" kamar ku terasa sejuk dan nyaman pada saat aku stress aku bisa memandang ke arah ventilasi itu" sahut safira yang menggerutu terus - terusan.
" bisa di bilang pemikirannya betul " sahut safira yang mengingat perkataannya pak Yudha hampir semuanya betul.
" tapi dia memang aneh" sahut safira yang aneh dengan sifat pemilik apartemennya itu.
" dia juga tidak memiliki emosi " sahut safira yang menutup matanya dan perlahan ia menggelengkan kepalanya lalu membuang napas berat.
__ADS_1
" dia benar - benar bukan tipe ku" sahut safira yang mengayun - ayunkan kantong sampah dan ia mau membuangnya dari kejauhan 5 meter.
" yehh " sahut safira bangga kerena Katong plastiknya mendarat dengan baik.
setelah selesai membuang sampah safira kambali ke apartemennya. dan pada saat safira mau menutup lift ada seorang wanita yang menahannya karena ia juga mau masuk.
" tolong tunggu aku " sahut wanita berbaju kuning ke safira.
" terima kasih " sahut wanita berbaju kuning ke safira.
" pintu tertutup" sahut Pintu lift tertutup.
" mau lantai yang ke berapa?" sahut safira yang bertanya pada wanita yang di sampingnya.
" aku akan pergi ke lantai 4 juga, terima kasih sudah bertanya " sahut wanita berbaju kuning yang ramah.
" pintu terbuka" sahut pintu lift terbuka.
safira pun langsung pamit dari wanita itu dan pergi ke kamarnya.
" nona, kenapa kamu mau masuk ke sana ?" sahut wanita berbaju kuning bertanya pada safira.
" apa?" sahut safira yang menoleh ke wanita yang di belakangnya, ya dia adalah wanita yang sama dengannya tadi di lift.
" karena ini rumah ku " sahut safira yang sudah memegang gagang pintu masuk.
" ini adalah rumah putra mu" sahut wanita itu yang mendekat ke safira.
" apa?" sahut safira yang kaget kalau ibu yang di sampingnya tadi adalah ibu dari pak Yudha.
safira yang ibu itu langsung masuk ke rumah, safira dengan sigap langsung ke kamarnya ia hanya bisa mondar - mandir dan menggigit' jarinya. ia yang penasaran dengan apa yang di lakukan ibu itu safira pun menguping dari balik pintu.
" tidak usah " sahut ibu dari pak Yudha yang membanting gelas itu dengan ngos-ngosan.
__ADS_1
sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta tip yaaaa. jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM di perpanjang jadi jaga imut yaa.
terimakasih ❤️