MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 53


__ADS_3

" tidak" sahut pak Yudha dengan mata yang menatap pada Rafi.


safira yang mendengarnya pun langsung saja batuk akan perkataannya pak Yudha tadi.


" tii... tidak mungkin" sahut safira yang menggelengkan kepalanya dengan arti tidak, dan saat ia sedang mengatakannya pun batuk secara tiba - tiba.


ayah yang melihat tingkah safira yang sedang batuk hanya bisa manggap akan pertanyaan dari adiknya Rafi.


pak Yudha pun dengan Sigap mengambil gelas yang sebelumnya ia pakai minum lalu memberikan pada safira agar batuknya hilang, saat pak Yudha menyodorkan air minum untuk safira pak Yudha pun langsung berkata.


" kenapa dia mengungkit orang - orang yang penting " sahut pak Yudha yang membisikkan sesuatu di telinganya safira.


ayah yang melihat safira dan pak Yudha hanya bisa manggap dan juga dengan tatapan menyelidiki apa yang mereka berdua katakan.


" dia ..... dia.... dia ingin tahu apakah aku sedang mengandung anak mu " sahut safira yang sedikit gugup saat mengatakan hamil dan dengan cara membisikkan pada pak Yudha.


" apa?" sahut pak Yudha yang kaget saat safira mengatakan ia sedang mengandung anaknya.


ibu , Rafi dan juga Ainun yang sedang menikmati makanannya langsung saja tatapan mereka bertiga ke arah pak yudha.


" tidak maksudnya be.... begini, kami berdua menikah ini bukan masalah yang itu" sahut pak Yudha yang menjelaskan pada ayah safira dan juga semua orang yang ada di situ.


" iya tentu saja kami berdua ini tinggal bersama" sahut pak Yudha yang menoleh ke arah ayah.


safira yang mendengar pak Yudha mengatakan tinggal bersama seketika safira langsung membulatkan matanya dan menoleh ke arah pak yudha.


" tapi kami berdua juga merahasiakan privasi masing - masing" sahut pak Yudha pada ayah.


" ke.... kenapa kalian berdua bisa tinggal bersama?" sahut Rafi yang mengangkat sendok ke arah pak yudha.


safira dan pak Yudha yang mendengarkannya pun langsung gelagapan menoleh ke kanan dan kiri.


" maksudnya teman serumah mu itu artinya pacar serumah ?" sahut ibu yang lembut tapi bertanya pada safira dan juga pak Yudha.

__ADS_1


" apa?" sahut ayah yang mengeluarkan suara dan menoleh ke arah pak yudha dan juga pak Yudha.


" ka..... ka.... kalian berdua tinggal bersama?" sahut ayah yang meminta pertanggungjawaban akan perkataannya pak Yudha sebelumnya.


ayah pun tiba - tiba langsung bangun akan emosinya mulai meningkat.


safira yang sudah mengetahui siapa ayahnya sebenarnya langsung saja memanggil ayahnya tapi tangannya menunjuk ke arah ayah yang mau berdiri.


" maksudnya, bagaimana kalian berdua bisa tinggal bersama?" sahut ayah yang menunjuk ke arah pak yudha.


" a.... a..... ayah tunggu dulu" sahut safira yang menyuruh ayah agar sabar dan ia pun bisa menjelaskan apa yang terjadi.


" ayah tidak membesarkan dengan cara seperti ini" sahut ayah yang menunjuk ke arah safira dan wajah yang penuh emosi.


" ayah mengijinkan mu pindah dari rumah, tapi kamu tega sekali melakukannya ini " sahut ayah yang marah pada safira dan hampir saja satu pukulan mau melayang ke muka safira.


safira yang juga ikut berdiri langsung saja menangis tapi ia menangis di sampingnya pak Yudha karena ia takut akan pukulan yang melayang lagi ke wajahnya safira.


" Kalian berdua ini tinggal bersama " sahut ayah yang kesal dengan safira.


" apa kamu sudah gila haaaa?" sahut ayah yang marah dan membulatkan matanya dengan arti marah besar pada safira.


" ayah seharusnya mengurung mu di kamar itu bukan aku mengizinkan mu untuk pindah dari rumah " sahut ayah yang mau memukuli safira tapi Rafi pun langsung menahan tangannya ayah agar tidak memukuli safira.


" tidak pasti kamu salah paham" sahut pak Yudha yang mengangkat tangannya ayah pak Yudha bisa menjelaskan pada ayah lebih jelas lagi.


" kami berdua ini sebenarnya tidak tinggal bersama " sahut ayah yang menunjuk pada safira dengan arti mereka berdua itu tidak tinggal bersama.


ayah yang mendengarnya pun langsung seketika emosinya mereda saat mendengar mereka berdua ini tidak tinggal bersama.


" apa? kalian berdua saling tinggal bersama?" sahut ayah yang menanggapi perkataannya pak Yudha yang salah.


ayah yang tadinya mau maju tapi Untung ada adiknya safira yaitu Rafi langsung menahan ayah dari belakang.

__ADS_1


" kamu yang baru saja mengatakan itu?" sahut ayah yang menunjuk ke arah pak Yudha.


pak Yudha yang mendengar ayah mengatakan bahwa mereka berdua ini tinggal bersama jadi pak Yudha pun langsung berkata dan langsung meluruskan kembali perkataannya tadi.


" aku hanya mencoba meluruskan salah paham di antara semua pembicaraan ini" sahut pak Yudha yang menggerakkan kedua tangannya agar ayah bisa mengerti.


safira yang melihat ayah mau maju untuk memukuli pak Yudha langsung saja ia memegang tangannya pak Yudha agar menghindar.


" jadi tolong hentikan pembicara anda " sahut pak Yudha yang menarik nafas panjang karena susah sekali membuat ayahnya safira untuk mengerti perkataannya.


" apa berani sekali kamu berbicara" sahut ayah yang menunjuk ke arah pak yudha.


" dan haruskah aku yang membuat keributan di sini?" sahut ayah yang berteriak pada pak Yudha.


safira yang sudah bosan dengan perbincangannya ayah dengan pak Yudha langsung saja ia menendang kakinya pak Yudha agar jatuh dan bermaksud meminta maaf pada ayahnya agar keributan ini bisa berakhir.


pak Yudha yang merasa kesakitan karena jatuh secara tiba - tiba dan langsung menoleh ke arah safira, dan safira pun langsung memperlihatkan ciri - ciri menjadi menantu yang baik saat menghadapi orang tua yang marah.


pak Yudha yang melihatnya langsung membulatkan matanya dan langsung berkata dan menoleh ke arah ayah safira.


" a..... a... aku akan , maksud ku aku tidak akan membiarkan tangan putri mu menjadi basah" sahut pak Yudha yang berteriak sambil menutup matanya saat mengatakan perkataan itu.


ayah yang tadinya mau duduk tapi tiba - tiba saja pak Yudha langsung berteriak jadi ayah yang melihatnya pun menjadi Patung dan bengong.


setelah selesai bekerja Masnun dan kawan kerjanya langsung ke sebuah toko yang pernah ia kunjungi saat mempertanyakan pasal sofa pink itu.


ia yang sampai di toko itu langsung saja duduk di sofa pink itu dan langsung menutup matanya karena ia merasa ia sangat nyaman saat duduk di sofa itu.


" ini bagus dan nyaman sekali " sahut Masnun yang menyandarkan kepalanya di sofa pink itu dan langsung melihat ke arah langit - Langit toko itu.


sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM berjalan.


terimakasih ❤️

__ADS_1


selamat membaca ☺️


__ADS_2