
" jika ku perhatikan kamu agak berbeda hari ini" sahut Masnun yang melihat dari bawah kaki sampai dengan ujung kepalanya safira.
" dan kamu juga sekarang sudah membawa tas saat berjalan " sahut Masnun yang memperhatikan safira dengan outfitnya safira hari ini.
" a... apa ini?" sahut Masnun yang kaget.
" tampaknya kamu akan bertemu dengan seseorang yang amat sangat penting" sahut masnun yang bertanya pada safira.
" akhhh, safira apa kamu akan menemui penulis baru lagi?" sahut Masnun yang tampak sangat senang.
" iya " sahut safira yang tidak tau alasan apa lagi yang harus ia berikan pada Masnun.
" itu ide yang bagus " sahut Masnun yang ikut bahagia akan pencapaian safira.
" dan itu ada banyak penulis di dunia ini, akan sayang sekali jika kamu harus berhenti karena mereka" sahut Masnun yang meminum - minumannya dalam gelas Starbucks.
" oh iya Masnun, akan yang ingin aku tanyakan padamu " sahut safira yang mau bertanya pada Masnun.
" apa?" sahut Masnun yang bertanya pada safira apa yang mau ia tanyakan padanya.
" saat seorang pria menemui orang tua seorang wanita, jadi apa yang harus pria itu katakan pada orang tua agar terkesan?" sahut safira yang mencari kata - kata yang tepat agar Masnun tidak mengetahui maksud dari perkataannya.
" hmm... misalnya jika dia mencoba mendapatkan restu orang tua untuk menikah" sahut safira yang menjelaskan pada Masnun.
" kenapa kamu tiba - tiba ingin tahu soal itu?" sahut Masnun yang bertanya pada safira, dan ia pun heran tiba - tiba bisanya safira bertanya padanya soal itu.
" be..... begini " sahut safira yang terbata - bata.
" ini itu untuk dialog dramanya" sahut Masnun yang bercanda dengan perkataannya tadi.
" apa penulis baru mu memuji mu?aku ahlinya dalam urusan seperti ini" sahut Masnun yang ikut bahagia.
" benar bukan? " sahut safira yang membukakan matanya dan langsung meminum - minuman Starbucks agar tidak kehilangan kata - kata saat Masnun bertanya padanya.
30 menit sudah mereka berdua berbincang, jadi safira yang sudah merasa cukup dengan perbincangannya langsung memberi tahu Masnun agar menyudahi obrolan mereka berdua.
saat selesai safira pun langsung ke halte bus agar pulang lebih cepat.
saat ia sudah sampai di halte bus safira pun langsung membuang napas beratnya, tapi tiba - tiba matanya tertuju pada seorang pria yang memakai jas hitam dan juga celana hitam.
__ADS_1
( ya dia itu adalah pak Yudha yang sedang jalan dari persimpangan jalan).
pak Yudha yang terus berjalan terus dan hampir mendekat ke arah safira yang sedang duduk di halte bus.
pak Yudha yang sampai di halte bus langsung saja menyapa safira yang sedang duduk.
" kamu tiba lebih awal" sahut pak Yudha yang bertanya pada safira.
" iya" sahut safira yang spontan.
" busnya sudah datang, mari kita pergi sekarang " sahut pak Yudha yang melihat satu bus ke arah halte.
" oh iya, baik" sahut safira yang langsung bersiap dan berdiri dan tak lupa pula dengan tas hitam besar yang ia bawa.
setelah mereka berdua sampai, pak yudha pun langsung memulai obrolan antara mereka berdua untuk nanti malam.
" apa akan ada masalah lain yang perlu ku waspadai selain 3 hal itu?" sahut pak Yudha yang berbicara hal - hal sebelum mereka berdua pergi ke rumah orang tuanya safira.
" ada satu variabel, dan adikku itu terkadang agak keterlaluan" sahut safira yang memberi tahu siapa sifat asli dari adiknya Rafi.
" apa maksudmu keterlaluan?" sahut pak Yudha yang tidak mengerti.
" akhh lupakan saja, aku akan mengurusnya jadi jangan khawatir" sahut safira yang tidak mau membahas tentang adiknya.
" baik aku akan mengingat tiga cara itu " sahut pak Yudha yang sudah mengatur rencana untuk pergi ke orang tuanya.
" jika ketiga cara itu tidak stabil, maka kamu harus mencari cara lain untuk mendekati ayahku " sahut safira yang takut saat ia pergi dengan pak Yudha nanti malam.
" apa itu?" sahut pak Yudha yang bertanya pada safira apa cara lain untuk mendekati orang tuanya safira.
" mungkin kamu tidak akan menyukai ide ini, dan ide ini juga aku mendapatkan dari saran teman ku " sahut safira yang mengambil sesuatu dari tas hitam besarnya yang ia bawa tadi.
" karena ia ahli dalam pernikahan " sahut safira yang sebelum ia menunjukkan pesan yang di kirim dari masnun padanya.
" ini komentar - komentar yang penting untuk memenangkan hati ayah mertua.
aku tidak akan membuatnya pekerjaan berat.
akan ku pastikan dia menjadi seorang nyonya di rumah.
__ADS_1
aku akan melayaninya seperti putri sepanjang hidup ku.
aku akan mencintainya sampai mati.
" sahut safira yang menunjuk pesan itu pada pak Yudha.
mendengar kata mencintai sampai mati pak yudha pun langsung membulatkan matanya saat membaca pesan itu di hpnya safira.
" apa ini benar - benar berhasil?" sahut pak Yudha yang bertanya pada safira tentang pesan yang Masnun kirim.
" i.... iya mungkin" sahur safira yang sedikit ragu - ragu.
" tidak, akan ku cegah ini bagaimana pun caranya" sahut pak Yudha yang sudah membuat cara untuk nanti malam.
setelah berkata seperti itu pak Yudha pun langsung menarik napasnya yang berat.
kini malam pun tiba saatnya mereka berdua pergi ke rumah adiknya safira.
" ahhh kakak" sahut Rafi yang mengagetkan safira dari arah belakang.
" kakak kini menjadi cantik setelah pindah dari rumah" sahut Rafi yang memuji safira.
" dan lihat pakaian kakak yang terlihat baru" sahut Rafi yang melihat kakaknya dari ujung kaki sampai ujung kepalanya safira dan tangannya Rafi seketika langsung memegang bahu kiri safira.
" tidak " sahut safira yang menepis tangan Rafi agar menjauh darinya.
" aku juga belum pernah melihat Kaka memakai tas ini " sahut Rafi yang memegang tali dari tasnya safira.
" hentikan " sahut safira yang memulai merasa kesal dengan Tingkah adiknya.
" kurasa tidak, serta Kaka juga membawa seorang pria asing " sahut Rafi yang melihat pak Yudha yang berdiri di sampingnya safira.
" astaga sudah" sahut safira yang menyuruh adiknya untuk berhenti dan langsung melihat ke arah pak yudha.
" iya dia ini pacarnya Kakak, sapalah" sahut safira yang memperkenalkan pak Yudha pada adiknya Rafi.
" senang bertemu dengan mu, perkenalan nama saya Yudha" sahut pak Yudha yang mengulurkan tangannya agar bisa berjabat tangan dengan Rafi dan agar saling kenal.
sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM berjalan.
__ADS_1
terimakasih ❤️