
" iya betul, karena dengan itu bisa membantu kita menayangkan ceritanya lebih cepat " sahut pak Latif yang menambah gagasannya tentang penulis terkenal.
" kamu tahu kan mereka tidak mau memberi waktu penulis lebih utama" sahut pak Latif yang menjelaskan kepada Safira bagaimana cara penulis bisa menjadi terkenal.
" begitu yaa" sahut Safira yang menganggukkan kepalanya yang mengerti dengan perkataan pak Latif, tapi ia malu akan melihat Latif karena dia adalah cinta pertama Safira yang secara diam - diam.
" kalian berdua yang akan menjadi penulis naskah utama, jangan salah" sahut pak Latif yang menggunakan kedua tangannya untuk menunjuk ke arah nona Afika.
" nona Safira " sahut pak Latif yang tersenyum manis ke arah Safira.
" tidak ada yang salah, justru ini adalah kehormatan bagi ku " sahut Safira ke semua orang yang berada dalam ruangan itu.
" terima kasih atas sebelumnya " sahut Safira yang menoleh ke arah Afika .
" benar, aku tidak akan mengambil pekerjaan asisten penulis pada umur ku ini" sahut Afika yang menoleh ke arah Safira.
" aku akan membantu mu sebisa mungkin, dan mari kita lakukan bersama - sama " sahut Afika yang menoleh ke Safira dan bersungguh - sungguh.
" bagus, kalau begitu mari kita mulai meninjau" sahut pak Tomi yang menepuk kedua tangannya dengan keras.
" dari episode pertama " sahut pak Tomi yang memegang pulpen untuk meninjau kembali episode pertama.
" dari bagian mana yang harus kita mulai? " sahut Afika yang membuka lembaran kertas itu dengan cepat.
" ada banyak sekali yang ingin ku bicarakan " sahut Afika yang sudah mencoret kata - kata yang tidak sesuai dengan episode pertama.
" Safira?" sahut Safira ke pak Tomi.
kini mereka berempat pun berbicara sampai pada pukul 16. 30 WIB. dan Safira pun mencari makan di warung - warung terdekat untuk makan karena lapar. setelah ia makan iya pun langsung bergegas pergi ke apartemen karena belum membersihkan perkejaan rumah sebelum pak Yudha sampai di apartemen. belum saja selesai membersihkan rumah pak Yudha pun sampai dan melihat Safira sedang mengepel.
" permisi" sahut pak Yudha yang gugup karena Safira sedang mengepel jadi ia malu untuk lewat.
" permisi " sahut pak Yudha yang mengeraskan suaranya karena Safira tidak mendengarnya.
" ohh " sahut Safira yang melihat kaki yang berdiri di depannya, dan ia pun dengan sigap langsung berdiri dan melepaskan hendsed yang masih ada di telinganya.
__ADS_1
" hai, kamu sudah pulang " sahut Safira yang menyapa pak Yudha yang ada di hadapannya.
" sepertinya pekerjaan mu tidak berjalan lancar lagi " sahut pak Yudha yang melihat lantai yang belum di mengepel.
" benar, aku stres " sahut Safira yang stres dengan ceritanya yang belum selesai.
" jadi aku pulang tidur sedikit jadi pada saat saya mengepel jadi lama" sahut Safira yang menunjuk ke arah kamarnya yang berantakan.
" kamu benar - benar punya kebiasaan yang ideal" sahut pak Yudha ke Safira yang sedang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" begitu kah?" sahut Safira yang tersenyum malu.
" iya" sahut pak Yudha yang ikut tersenyum pula dengan Safira.
" itu bagus sekali" sahut pak Yudha yang menganggukkan kepalanya.
" terima ... terima kasih " sahut Safira yang tertawa kecil sambil tersenyum ke pak yudha karena telah memujinya.
pak Yudha pun langsung pamit ke Safira karena ia mau membersihkan diri, Safira pun langsung mengepel sisa lantai yang belum selesai. kini pak Yudha sedang duduk santai dan sedang minum minuman kaleng sambil nonton TV. Safira yang sudah selesai mengepel pun merasa Haus jadi ia ingin mengambil air es di dalam lemari pendingin. safira yang tadinya mengambil air untuk minum ia melihat pak Yudha sedang menonton sepak bola di tv jadi ingin nonton bersama. dan pada saat ia mau nonton pemain itu langsung mencetak gol dan dengan sontak mereka berdua berkata.
" akhhh sial " sahut Safira dan pak Yudha, dan pada saat pak Yudha melihat ada suara kedua di sampingnya langsung menoleh ke arah Safira.
" apa kamu mau nonton bersama " sahut pak Yudha yang menaruh minuman kaleng itu dan langsung menoleh ke Safira.
" tidak, aku harus kembali bekerja" sahut Safira yang langsung menolak dan menunjuk ke arah kamarnya.
Safira langsung Pamit dan pergi meninggalkan pak Yudha sendirian nonton sepak bola. tapi Safira yang di buat penasaran dengan sepak bola itu langsung membalikkan badannya dan langsung duduk di samping pak Yudha.
" dia terus menguasai bola, ayo ....ayo.... yakk Operan bagus kepada sachzes " sahut presenter sepak bola.
" yakk dia menendang, yahh dia itu iwobi" sahut presenter yang menyebut nama iwobi itu adalah pemain sepak bola yang berkewarganegaraan Nigeria yang bermain di klub Everton pada posisi penyerang.
" dan langsung saja menuju pada tangan Lliros ( dia adalah pemain sepak bola yang berasal dari Prancis yang posisinya sebagai penjaga gawang) .
__ADS_1
" Arsenal dengan beralih dari bertahan menjadi menyerang" sahut presenter ke para penonton, kini sepak bola itu menjadi panas akan Arsenal.
" menonton pertandingan Derby memang seru dan sekali" sahut Safira yang menoleh ke arah pak yudha lalu tersenyum manis.
" itu bagian terbaik dalam liga ini" sahut pak Yudha yang meminum - minuman kaleng.
" ngomong - ngomong kenapa dia tidak menikah ?" sahut safira yang mengingat kembali pembicaraannya dengan masnun tadi.
" maksudku dia punya rumah yang bagus dan besar, pekerjaannya juga bagus dan matang" sahut Masnun yang melihat gerak gerik pemilik apartemen safira.
" lalu kenapa? tunggu. apa dia mungkin" sahut ucapan Masnun yang tiba - terpotong karena safira juga ikut kaget dengan kelanjutannya.
" apa dia homo?" sahut Masnun yang pada kata - kata kotor.
" ngomong - ngomong " sahut safira yang ingin mencari tahu kenapa pak Yudha tidak menikah.
" kenapa kamu tidak menikah?" sahut safira yang bertanya pada pak Yudha.
mendengar kata menikah pak Yudha pun dengan sigap langsung menoleh ke arah safira.
" biasanya orang seperti mu sudah menikah" sahut safira yang tahu kalau biasa orang seperti pak Yudha ini sudah menikah.
" kamu juga sudah punya rumah yang besar" sahut safira yang menyodorkan tangannya dengan arti menunjuk pak Yudha.
" iya biasanya begitu" sahut pak Yudha yang hanya bisa menghela napas berat pada saat safira menyebutkan kata menikah.
" tapi aku lajang" sahut pak Yudha ke safira.
" jadi artinya kamu tidak akan menikah?" sahut safira yang saat ini otaknya di penuhi dengan pertanyaan.
sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa. jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini, karena masa PPKM di perpanjang.
**selamat membaca ☺️
__ADS_1
terimakasih ❤️**