Menikahkan Suamiku

Menikahkan Suamiku
bab 13


__ADS_3

"Tunggu Almahira Rengganis. " Teriak Adityawarman. Almahira menoleh dengan airmata yang hampir jatuh. "aku datang kesini untuk bertemu denganmu. " kata Adityawarman lagi. Ia berusaha mendekati Almahira. "hanya sebentar saja. Ayo kita bicara. Aku ingin menjelaskan semuanya. "


Sebuah maybach berhenti di belakang Almahira. Almahira dan Adityawarman terkejut, melihat seorang lelaki gagah berkacamata keluar dari pintu krmudi.


"Almahira Rengganis, aku datang menjemputmu. " kata lelaki itu dengan tegas.


Pak kepala manajer, kenapa ia di sini. Batin Almahira menatap kepala manajer Elang Samudera.


"Almahira.Tunggu sebentar. " teriak Adityawarman. Tapi Almahira yang sedang sedih dan sakit hati, mengingat penghinaan Adityawarman dulu padanya, gadis itu langsung masuk saat pak Elang Samudera membukakan pintu mobil untuknya.


"Ayo pergi pak kepala manajer. " pinta Almahira.


"Almahira, kau harus melihat situs forum sekolah. " Teriak Adityawarman dengan kencang. Wajahnya penuh kekecewaan, berharap Almahira mendengar teriakkannya.


Situs forum sekolah. Almahira tersentak. Ia tak pernah melihatnya sejak lulus sekolah.


"Kita pergi sekarang. " kata pak Elang Samudera. Maybach itu melaju meninggalkan daerah kawasan Newton.


Kenapa Adityawarman menyuruhnya melihat situs forum sekolah. Kenapa ia datang sekarang, setelah sekian lama hati Almahira terluka. Kesedihan membuat airmata Almahira berjatuhan.


Mobil menepi di jalan sepi, kawasan pedagang kaki lima. Elang Samudera turun, lalu kembali lagi dengan minuman dingin di tangannya.


"Terimakasih." kata Almahira menerima tissu yang disodorkan pak Elang Samudera. Suara gadis itu agak serak. "Kenapa bapak bisa datang kesitu. "


"Minumlah.Tadi aku kebetulan lewat sekitaran Nagoya. Pas lewat sekitaran Newton,aku melihat Almahira,jadi ku pikir kau sedang tidak baik baik saja." ujar pak Elang Samudera, ia membuka tutup botol. Lalu menyerahkannya pada Almahira.


"Iya, apa yang Anda katakan lewat SMS tadi. " tanya Almahira. Ia menoleh pada pak Elang Samudera yang sedang menyetir.


"Tenang saja, aku sudah mengatasinya. " kata Elang Samudera. Almahira tersenyum.


"Saya selalu berhutang budi pada anda kepala manajer. Terimakasih banyak sudah membantu saya. " kata Almahira dengan wajah malu. Pak Elang Samudera melirik Almahira. Dadanya berdebar melihat pipi gadis itu memerah.


Sementara di toilet restoran. Sarah Amelia terkejut menatap wajah berang Jesica dan kedua temannya.


"Apa... apa maksudmu. " tanya Sarah Amelia, berusaha menyembunyikan ketakutannya.


"Sarah Amelia, ternyata kau karyawan kontrak di Unileveren and drinks ya. " ejek Jesica. "apa benar kau masuk ke sana atas rekomendasi dari Almahira Rengganis. "tujuk Jesica dengan marah, " dia menunjukkan kartu namanya sebagai asisten manajer, kau juga pasti punya kartu namakan. Kau tak perlu banyak berbohong. "


"Jika kau pegawai tetap, kau pasti punya kartu nama kan. " sahut Monica.


Sarah Amelia tersentak. Bagaimana mungkin, ia hanya anak magang. Bahkan ibunya pun tak tau ia hanya karyawan kontrak. Sarah berpikir ia harus secepatnya keluar dari tempat itu, sebelum Jesica dan kawan-kawan mencecarnya dengan banyak pertanyaan.


"Memangnya aku pernah bilang kalau aku pegawai tetap?. " tanya Sarah sok tenang. "kalian hanya salah paham... "

__ADS_1


"Tentu saja kau akan menjadi pegawai tetap jika direkrut. " potong Jesica jengkel. "apa kau bercanda. "


"Sepertinya aku keliru dengan perusahaan lain. Aku tak sengaja mengatakannya. " Sarah Amelia tertawa sumbang. "sial, ini semua gara-gara Almahira Rengganis. Kenapa ia bisa mengacaukan semuanya. " batin Sarah Amelia dengan gusar.


"Hei, aku selalu bertanya padamu saat kita pergi makan. Apa kepalamu rusak, atau kau sedang menyusun rencana baru dan cerita cerita hayalan, bahwa kau yang tersakiti. " teriak Jesica, gadis itu marah dan kecewa dengan semua kebohongan Sarah Amelia.


"Dasar, kalau begitu semua ucapan Almahira Rengganis adalah benar. " kata Monica.


"Kau bilang kau menyukai Adityawarman, dan Almahira Rengganis melarang mu mendekati dan menyatakan perasaanmu pada anak itu, tapi Almahira bilang, ia tak pernah mengatakan itu, dan ia tak pernah melarangmu, Dia yang menyukai Adityawarman, bukan kau. Tapi kau bilang pada kami, kau menyukai Adityawarman, tapi terhalang oleh sikap Almahira, "sahut Clarisa.


Benar benar Almahira Rengganis telah membuat Sarah Amelia mati kutu sekarang, kenapa gadis bod*h itu melakukannya. Awas kau Almahira,perempuan gila. Geram hati Sarah Amelia.


" Dia masih bercerita seperti itu. Itukan kejadian waktu masih kecil. Aku juga sudah tidak terlalu ingat. Sudah lupakan saja. "ujar Sarah Amelia tertawa sumbang.


" Oh ternyata kau orang seperti itu. Kami bermain bersama mu selama tiga tahun, apa kau tidak ingat?. "ejek Jesica, "karena Almahira Rengganis tak punya tempat mengadu, makamakanya selama ini kau berbohong dan memanfaatkan keadaan Almahira. "


"Aku tidak bohong. " teriak Sarah Amelia, ia menepis tangan Jesica yang menunjuk wajahnya. "Aku sengaja menyembunyikan pekerjaanku, karena kalian sangat membenci Almahira, aku tak ingin Almahira di cemooh lagi... "


"Kenapa Almahira Rengganis harus di cemooh, itu semua karena kau Sarah Amelia. " seru Monica. Sarah Amelia terbelalak. "selama ini Almahira Rengganis di cemooh karena kebohongan darimu Sarah Amelia. "


"Kan kalian yang mencemooh Almahira dengan kejam dan jahat . " ujar Sarah Amelia tak terima."aku sudah melarang kalian untuk tidak mencemooh Almahira, kalian yang seenaknya mencemooh Almahira, kenapa menyalahkan diriku. "


"Kau benar benar gila. Aku sungguh tak tahan lagi bicara denganmu. Jangan pernah mencoba menghubungi aku lagi. Kau, aku and. " geram Jesica.


"Ayo pergi. Tinggalkan tukang hasut itu. Biarkan dia memikirkan lagi rencana apa agar orang bersimpati padanya. " cibir Jesica. Ketiga gadis itu membanting pintu washroom. Meninggalkan Sarah Amelia seorang diri.


"Tidak.. tidak... tidak. " Sarah Amelia menangis sejadi-jadinya. Menerima segala hinaan dan cemoohan adalah bagian hidup Almahira Rengganis. Itu selalu menjadi bagian hidup Almahira Rengganis. Harus. Dengan begitu, Sarah Amelia akan terlihat sebagai anak yang ramah dan baik hati.


"Aku adalah Sarah Amelia. Gadis cantik dan imut yang selalu dicintai orang orang. Tapi si gil* Almahira Rengganis itu sudah mengacaukan semuanya. " geram Sarah Amelia. Ia menangis hingga tertidur di depan toilet.


Saat terbangun karena kedinginan, gadis itu celingukan. Mencoba mengingat kejadian yang telah ia alami.


"Sudah berapa lama aku di sini. Kaki ku sampai gemeteran begini. " gumam Sarah. Ia berjalan sambil tertatih tatih. "apa yang harus kukatakan nanti.Ah aku akan minta maaf dan bilang semuanya omong kosong. Mereka pasti akan memaafkan kalau aku menangis. " batinnya. Sambil tersenyum kecil ia melangkah menuju ruang makan. Tapi saat tiba di tempat itu, matanya terbelalak. Tak ada satupun orang yang duduk di meja mereka. Dengan kebingungan Sarah memanggil mereka. Tapi emang nggak ada orang.


Di dalam maybach. Ponsel Almahira bergetar lembut. Tapi gadis itu sedang tidur lelap. Pak Elang Samudera yang sedang menyetir melirik nya.


Almahira yang tertidur, bermimpi tentang masa lalu. Ia merasa berada di dalam kelas dan sedang duduk di pinggir. Lalu ada gumpalan kertas melayang ke kepalanya.


"kau tempat sampahkah, " kata Samsul Hadi sambil tertawa. "aku kasihan pada Aditya yang duduk di sebelah mu. "


"Hei Samsul Hadi, apa yang kau lakukan. " teriak Sarah Amelia.


"Sudah Sarah. Tidak apa apa.Di belakang ada tempat sampah. Jadi aku bisa langsung membuangnya. Jangan sampai kau juga di benci teman teman. " kata Almahira Rengganis waktu itu. Samsul Hadi yang seorang preman sekolah tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Almahira mengira ia pantas dihina dan dibenci karena tak pandai bergaul. Sejak kecil ia adalah gadis pemalu. Temannya hanya Sarah Amelia, yang selalu peduli padanya.


Hingga, anak lelaki yang bersinar itu memulai pembicaraan dengannya.


"Hai Almahira Rengganis, " sapanya membuat Almahira tertekan. "papan tulisnya tidak terlalu nampak dari tempat mu duduk. Mulai besok duduklah di sebelah sinisini saja. " Anak lelaki tampan itu tersenyum manis padanya.


Hari itu gumpalan kertas mengenai Adityawarman, anak lelaki itu berteriak dan marah marah pada Samsul Hadi. Ia mengancam akan melemparnya balik. Almahira tertawa melihat ulah Adityawarman yang lucu. Ia senang melihat Almahira tertawa.


"Kau sangat cantik jika sedang tertawa Almahira Rengganis. Mulai hari ini sering sering lah tertawa. Itu baik untukmu. " kata Adityawarman tersenyum senang.


Mulai hari itu, sampah yang melayang di jendela sudah tak ada lagi. Dan mulai hari itu juga hati Almahira menjadi berdebar debar.


"Kau bisa menyatakan perasaanmu dengan surat dan menaruhnya di loker. " kata Sarah memberi saran, begitu Almahira bercerita tentang perasaannya pada Adityawarman. Kau kan sudah lama menyukai Adityawarman. "


Entah karena dukungan yang begitu besar dari Sarah Amelia atau karena perasaannya yang mulai berdebar debar hingga tak bisa berpikir jernih waktu itu. Almahira pun menulis surat pada Adityawarman tentang perasaannya. Meletakkan surat itu di loker Adityawarman tanpa tau malu. Hingga...


"Apa selama ini kau menganggapku seperti itu. Sungguh aku tak ingin bicara lagi. Aku pergi. " Dengan wajah kesal Adityawarman meremas surat dari Almahira, waktu remaja itu mendatanginya di kelas. Almahira yang terkejut, hanya bisa menangis. Sungguh menyakitkan di marahi oleh orang yang kita taksir diam diam.


Kecuali Sarah Amelia, aku memang tidak pantas dicintai, temanku satu satunya pun menghianatiku. Almahira terbangun dengan mata basah. Tapi.... matanya terbelalak saat merasakan sebuah jas hitam menutupi tubuhnya.


Apa aku tertidur. Ini masih di dalam mobil pak kepala manajer. Dan ini, aku diselimuti oleh bajunya. Batin Almahira.


"Kau sudah bangun. " pak Elang Samudera menatap Almahira sambil mengelap kacamata miliknya.


"Hah, dia melepaskan kacamatanya. " batin Almahira, menatap wajah tampan se dingin es itu. "Maafkan saya kepala manajer, eh jam berapa sekarang. " tanyanya gugup.


"Jam Sepuluh lewat dua lima. " jawab pak Elang Samudera sambil melihat arloji mahal di tangan kanannya.


"Hah, aku tidur selama tiga jam. " Almahira terbelalak kaget. Wajahnya merah menahan malu. "maafkan saya kepala manajer. Dan terimakasih telah mengantar saya pulang. Kalau begitu saya pamit dulu.. ... "


"Tunggu dulu. " Tiba-tiba tangan pak Elang Samudera menahan tangan Almahira yang akan membuka pintu mobil. Almahira terkejut. Dadanya berdebar kencang, wajah pak Elang Samudera tepat di belakang telinganya. "maaf jika aku ikut campur Almahira Rengganis. Tapi sepertinya kau tidak ingin bertemu orang itu. " mereka sama-sama memandang ke depan.


Nampak Hendra Setiawan bersandar di mobil. Ia seperti menunggu seseorang di depan rumah Almahira. Mau apa Fir'aun itu.


Tak lama, nampak Hendra Setiawan masuk ke dalam mobilnya dan berlalu pergi.


"Dia sudah pergi. "kata pak Elang Samudera.


" Kenapa ia begitu peka. Dia juga tahu aku menghindari Hendra Setiawan. Apa aku harus segera pindah ya. "batin Almahira, saat matanya dan mata pak Elang Samudera saling beradu. Tangan Elang Samudera masih menyentuh tangan Almahira. Menciptakan debar debar hati yang tak karuan.


" Saya, memang ada sedikit masalah dengan Hendra pak.Tapi ini tentang pekerjaan. "kata Almahira. Ia menarik tangannya " maafkan saya pak. "


"Almahira Rengganis. Apa kau mencintai Hendra Setiawan. " tanya pak Elang Samudera.

__ADS_1


"Hah." Almahira terbelalak.


__ADS_2