Menikahkan Suamiku

Menikahkan Suamiku
bab 8


__ADS_3

Hendra Setiawan terkejut menatap wajah dingin Elang Samudera.


"Ini memang masih jam istirahat.Jika kalian punya masalah pribadi, selesaikan setelah jam kerja." kata pak Elang Samudera.


"Baik... baik kepala Manajer. " Hendra Setiawan mengangguk. Ia menatap Almahira dengan tatapan yang membuat gadis itu bergidik ngeri.


"Kau ingin cerai!!!!, jangan harap, aku akan menyingkirkanmu dasar wanita gil*." bayangan kekejaman Hendra Setiawan di kehidupan yang lalu terbayang lagi. Almahira berusaha menahan getaran di hatinya. Akankah sisi gil* si Fir'aun ini akan keluar, dan menghabisinya.


"Almahira, terimakasih minumannya. " suara Elang Samudera mengagetkan Almahira.


"Eh, iya Pak. " jawab Almahira mengangguk.


"Aku tunggu pulang kerja nanti. " kata Hendra Setiawan berlalu. Almahira hanya menatap kepergian Hendra Setiawan dengan dada masih berdebar, antara takut dan waspada. Ia pun meninggalkan ruang kerja.


"Almahira." Bu Gina menepuk bahu Almahira. Gadis itu terperanjat kaget. "wajahmu pucat sekali. Ayo kita duduk di ruang istirahat. " ajak wanita lembut itu dengan senyum ramahnya.


Mereka sekarang duduk di ruang istirahat karyawan.Ruang luas yang diperuntukkan untuk karyawan beristirahat. Ada yang tiduran, ada yang hanya duduk saja sambil main game.


"Ada apa Almahira, ceritalah. " kata Bu Gina.


"Saya tidak apa apa bu.Hanya kurang tidur saja. " kata Almahira dengan senyun manis. Ia menatap wajah lelah bu Gina.


"Kau istirahatlah, tim kita memang sangat sibuk bulan ini. " kata bu Gina sambil menghirup kopinya.


"Bu Gina juga tampak lelah. " kata Almahira.


"Almahira, sudah berapa kali ku bilang. Panggil kakak. " ujar bu Gina cemberut. Almahira tertawa.


"Baiklah kakak. Jadi bagaimana kabar baby Raisa." Almahira menanyakan tentang putri bu Gina.

__ADS_1


"Oh, kau lihat Almahira," bu Gina tertawa riang. Ia membuka ponselnya. Memperlihatkan seorang bayi cantik dengan boneka di tangan.


"Oh Tuhan ku, " pekik Almahira. "dia lucu sekali. " bu Gina tertawa melihat kehebohan Almahira.


"Bu Almahira, bu Gina. " sapa Zahra. Di tangan gadis itu ada segelas kopi panas.


"Hei Zahra, coba sini lihat. " Almahira dengan heboh memperlihatkan foto baby Raisa."lihat, comel bangetkan. "


"Ya Tuhan ku. Cantik sekali bayi ini. Mirip bu Gina. " kata Zahra Fahira dengan terkagum-kagum.


"Kemarin dia baru empat belas bulan, sangat lucu. " ujar bu Gina.


"Nanti kalau aku menikah, aku ingin punya bayi selucu ini. " kata Zahra tertawa. ** Gina dan Almahira pun ikut tertawa.


"Bolehkah aku minta fotonya kak. " tanya Almahira. "kirimkan ke ponselku."


"Tentu." bu Gina mengirimkan foto baby Raisa. "sudah, coba cek. "


"Ih, aku juga mau, bu Gina. " rengek Zahra. Mereka kembali menggoda Zahra Fahira yang lucu.


Di depan pintu masuk, Darah Amelia berdiri dengan Pak Jaka Burhanuddin. Dengan geram Sarah melihat keakraban Almahira dengan Zahra dan bu Gina.


"Eh, pak Burhan datang. " kata bu Gina.


"Sarah Amelia. " Almahira melirik ke pintu. Ketiganya langsung membubarkan diri.


"Sepertinya ada file yang harus ku cek. " kat Zahra Fahira, ia bergegas ke kubeliknya.Begitu juga Almahira dan bu Gina.


Sarah Amelia duduk di kursi kerjanya.Ia jelas jengkel, kenapa Almahira bisa akrab dengan orang selain dirinya. Ini tak boleh dibiarkan. Selama ini Almahira adalah tameng dia agar selalu diperhatikan orang.Almahira adalah topik yang bisa membuat reputasi Sarah Amelia tetap dikenal baik hati dan polos.

__ADS_1


"Sial.Jangan sampai mereka bisa akrab. Almahira adalah boneka milikku. Hanya aku yang diperlukan olehnya." batin Sarah Amelia. "Kenapa juga mereka bisa seakrab itu, apa mereka membicarakan ku. Awas kau Zahra. Kau pasti menjelekkan diriku. "


Waktu pulang kerja.Pukul 16.45.


"Oke semua. Terimakasih atas kerja kerasnya hari ini. Sampai jumpa besok. " seru kepala manajer, pak Elang Samudera. Berseru pada semua bawahannya.


Di meja Almahira.


Almahira:kau pulanglah duluan. Masih ada berkas yang harus ku periksa.


Almahira mengirim SMS pada Sarah Amelia. Agar gadis itu tak menunggunya untuk pulang bareng. Lalu gadis itu pergi ke toilet perusahaan. Ia tak tau tingkahnya diperhatikan oleh pak Elang Samudera.


"Kemana Almahira. Kenapa tak langsung pulang. " pak Elang menatap Almahira yang masuk ke area toilet. Lelaki itu sengaja berdiri di lorong menuju kantor. Karena semua orang harus lewat di situ.


Almahira duduk di atas toilet perusahaan. Sudah dari tadi ia bermain game. Sengaja mengulur waktu agar tidak bertemu dengan Hendra Setiawan. Ia masih belum ada kekuatan untuk melawan. Kekejian Hendra Setiawan di kehidupan terdahulu harus bisa ia cegah. Ia tak ingin mati sia sia dalam kebodohan. Dihianati oleh suami dan sahabat, adalah hal paling menyakitkan. Apalagi sekarang ia bisa mencegah kejadian itu. Ia bisa menolak takdir, yaitu mencegah pernikahan dirinya dan Hendra Setiawan, tapi juga mewujudkan mimpi Sarah Amelia, menjadi nyonya Setiawan.


Dua puluh menit, Almahira keluar dari toilet wanita. Berharap sang Fir'aun tidak menunggunya. Tapi ... mata Almahira terbelalak melihat seseorang berdiri di lorong sambil bersandar. Suasana sudah sunyi. Karena hampir semua karyawan Unileveren and drinks sudah pulang. Hanya beberapa yang lembut, itu pun beda devisi.


"Pak Elang, kok anda belum pulang. " tanya Almahira.


"Kenapa kau lama sekali di toilet. Apa kau menghindari seseorang. " Elang Samudera menatap tajam Almahira. Gadis itu nampak berpikir sejenak. "pulanglah dengan ku. Aku akan mengantarkan dirimu sampai ke apartemen. "


"Tapi Tanjung uncang jauh pak. Kita tidak searah. " kata Almahira.


"Ya sudah kalau tak mau.Hendra Setiawan masih menunggumu di bawah. " ujar lelaki tinggi besar itu. Ia berlalu. Akhirnya Almahira mengikutinya di belakang. Mereka ke tempat parkir kusus manajer. Pak Elang membukakan pintu untuk Almahira.


"Terimakasih pak. " Kata Almahira. Ia memasang sabuk pengaman di pinggangnya. Saat itulah tangan Almahira tak sengaja menyentuh sebuah lipstik mahal.Dasar bodoh, jelas saja ini pasti punya pacarnya. Gumam Almahira dalam hati.


Maybach itu bergerak perlahan keluar dari basemen. Nampak Hendra Setiawan berdiri bersandar di mobilnya. Lelaki itu masih menunggu Almahira turun. Dengan reflek, Almahira menurunkan tubuhnya, bermaksud bersembunyi. Agar Hendra Setiawan tak melihat kalau Almahira ada di mobil pak Elang Samudera.

__ADS_1


"Kaca mobil ini gelap. Tak terlihat dari luar. " ujar pak Elang sebelum Almahira menurunkan tubuhnya, untuk bersembunyi. Mereka melihat Hendra Setiawan sedang menelpon seseorang. Ponsel Almahira sengaja dimatikan dari tadi. Kemungkinan lelaki itu berusaha menghubunginya.


Mobil mulai lewat di depan Hendra Setiawan, lelaki itu cuek saja. Almahira bernapas lega.Ia tersenyum penuh terimakasih pada pak Elang. Lelaki tampan berwajah dingin itu hanya mengangguk. Mobil pun meluncur meninggalkan parkiran perusahaan. Meninggalkan seseorang yang sedang kesal menunggu Almahira yang tak kunjung muncul. Hehehe.... emang enak dikacangin.


__ADS_2