Menikahkan Suamiku

Menikahkan Suamiku
bab 26


__ADS_3

"Apa.. . di... di rumah itu. " tunjuk Almahira pada rumah di depan rumahnya.


"Dulu Zahra Fahira tinggal di rumah ini. " kata Elang Samudera menceritakan tentang adik perempuan satu satunya itu. "karena khawatir dia akan tinggal sendirian, aku memutuskan untuk pindah ke sini juga. "


"Oh."Almahira mengangguk.


" Ini, makanlah sebelum dingin. "Elang Samudera mengangkat kantong yang ia bawa.


" Terimakasih, bapak sudah makan. "tanya Almahira.


" Ya, saya sudah makan. "jawab Elang Samudera.


" Dah,Quos."Almahira membelai Quos.


"Kalau kau mau, dia boleh bersama dengan mu dulu. " ujar Elang Samudera.


"Benarkah." Almahira berbinar. "kalau begitu, bapak mau masuk sebentar. "


Akhirnya Elang Samudera masuk ke rumah Almahira. Gadis itu menata meja makan dan menyiapkan sup. Mengambil dua piring nasi dari majicom. Membuat dua gelas es teh manis.


"Silahkan pak. " Ajak Almahira. Keduanya makan sambil sesekali bicara. "Apa ini benar benar makanan pesan antar. "


'Kenapa. "tanya Elang Samudera.


" Sangat enak. "kata Almahira. " Seperti makan di restoran Tanjung Pinang. "


Elang Samudera tersenyum. Ia senang Almahira bisa tersenyum lagi. Melupakan kesedihan hatinya atas penghianatan Hendra Setiawan dan Sarah Amelia padanya.


"Belakang ini, restoran dengan sup daging lagi naik. Bahkan dengan bermacam varian. Kau tenang saja. Tiap hari pun bisa menikmati sup jamur daging itu. " kata Elang Samudera.


"Benarkah." Almahira makan dengan lahap.


"Apa kau suka. " tanya Elang Samudera.


"Iya, suka sekali. Saya sampai teringat kampung halaman. " ujar Almahira. "rasanya seperti sup jamur daging yang pernah ku makan dengan ayah waktu kami ke tanjung pinang dulu. " batin Almahira.


"Sukurlah kalau enak, dan kau suka. " senyum kepuasan tersungging di bibir Elang Samudera.


"Ya bos. " jawab Ilham Sanjaya dari sebrang. Saat Elang Samudera menelponnya di malam hari.


"Tolong bawakan satu porsi sup jamur daging dari Tanjung Pinang. Kesini. " kata Elang Samudera.


"Ok bos, satu porsi sup jamur daging, dari Tanjung... apa. " pekik Ilham Sanjaya di sebrang. "Jam segini. "


Begitulah cerita sebenarnya asal usul sup jamur daging itu. Bikin tertawa kesal aja.


"Terimakasih sudah membelikan makan malam. " kata Almahira.


"Aku terimakasih juga, karena akhirnya ikut makan. " ujar Elang Samudera tertawa. Almahira pun ikut tertawa.


"Quos, lain kali kita main lagi ya. " kata Almahira pada Quos. Lalu menyerahkan kucing lucu itu pada Elang Samudera.


"Kau boleh mampir jika ingin bertemu dengan Quos. " kata Elang Samudera.


"Benarkah." mata indah Almahira berbinar senang. "Kalau begitu, dalam waktu dekat, saya akan mengunjungi Quos. " dengan gembira, Almahira berpelukan dengan Quos.

__ADS_1


"Baik." Elang Samudera mengangguk. "Almahira akan mampir. " batinnya tak karuan.


Elang Samudera membawa Quos kembali. Memberi kucing itu semangkuk susu.


"Kau hebat juga, kenapa kau bisa langsung mengenalinya, apa sebegitu sukanya kau padanya. " tanya Elang Samudera menatap Quos.


"Meong." jawab Quos dengan gembira.


"Wajar sih, karena ia penyelamat nyawamu. " ujar Elang Samudera.


"Meong." Quos senang saat Elang Samudera mengusap kepalanya.


Esok harinya , di depan sebuah minimarket.


"Jangan khawatir Bu Gina, kita hanya perlu mengecek display dan respon para pembeli, seperti toko lainnya. " kata Almahira pada Bu Gina Aisyah.


"Aku banyak meminta bantuan orang tuaku, saat mengerjakan proyek ini. Makanya aku sedikit khawatir. " kata Bu Gina Aisyah.


"Ibu bisa membalasnya dengan kenaikan jabatan kan. " kata Almahira. "ayo kita masuk. " ajaknya. Kedua wanita itu masuk ke minimarket.


Almahira dan Bu Gina Aisyah mengecek ke bagian rak makanan dan minuman kemasan.


"Eh, Bu Almahira, kenapa produk barunya tidak ada. " tanya B Gina Aisyahheran.


"Bukan hanya produk baru. Tapi produk kita benar benar tidak ada. " kata Almahira. Ia masih mencoba mengecek lagi.


"Aneh, aku akan coba bertanya pada pihak pasar swalayan. " kata Bu Gina Aisyah. Ia menghampiri seorang lelaki berkacamata. "Hallo, kami dari Unileveren and drinks. Kenapa produk kami tidak dipajang ya. " tanya Bu Gina Aisyah pada lelaki itu.


"Unileveren and drinks ya. "kata lelaki itu. " Astaga, kenapa kalian bisa kesini. "ujar nya dingin dan sinis.


Di kantor Unileveren and drinks.


"Eh, Bu Gina Aisyah, apa maksud anda. " tanya Sarah Amelia kebingungan.


"KAU MEMBERI GULA TAMBAHAN KEPADA PELANGGAN YANG ELERGI GULA TAMBAHAN. KAU BAHKAN TIDAK MEMINTA MAAF KEPADA PIHAK PASAR SWALAYAN, DAN KAU TIDAK MEMBERITAHU KAMI. " teriak Bu Gina Aisyah berapi api. Ia benar-benar geram melihat wajah sok polos wanita di depannya itu.


"Ada salah paham soal itu. " kata Sarah Amelia dengan gugup.


"Ada apa ini. " Kepala Manajer Elang Samudera datang menghampiri.


"SARAH AMELIA SUDAH MEMBUAT MASALAH PADA SAAT PROMOSI PRODUK BARU KITA. DAN IA TIDAK MELAPORKAN SOAL ITU SAMA SEKALI. " jawab Bu Gina Aisyah pada Kepala Manajer Elang Samudera.


"Apa." Elang Samudera terkejut. "SARAH AMELIA, APA YANG TERJADI."


"Bagaimana ini. Aku harus bilang apa??. Aku bisa menyalahkan Almahira Rengganis kan. " pikir Sarah Amelia dengan tubuh bergetar. "saya... hiks... Almahira yang... ah bukan. " dengan bersimbah air mata, Sarah Amelia menjawab. "saya melakukannya karena saya khawatir dengan Bu Almahira Rengganis. Benar saya memang lupa pada peringatan elergi itu hiks... itu karena Bu Almahira Rengganis tidak memberitahu saya. "kata Sarah Amelia sambil mengusap airmatanya. " jika saya memberitahu masalah ini, Bu Almahira Rengganis akan kena masalah. "


"Almahira Rengganis, apa yang dikatakan Sarah Amelia itu benar. " tanya Kepala Manajer Elang Samudera.


"Bu Almahira, apa itu benar. " Bu Gina Aisyah pun menatap Almahira. Sementara Sarah Amelia mengintip sambil mengusap airmatanya, senyum tipis tersungging di bibir licik gadis itu.


Kesalahan dan kecurigaan orang-orang dilemparkan kepada Almahira. Simpati dan penghiburan datang pada Sarah Amelia. Karena sudah sangat terbiasa, Almahira sudah tidak terluka lagi. Aoa kau belum muak juga Sarah. Batin Almahira.


"Saya tidak ingat. " kata Almahira tertunduk.


"BIAR SAYA SAJA YANG MENERIMA HUKUMAN ALMAHIRA RENGGANIS, PAK. "Tiba-tiba Sarah Amelia berdiri di depan Kepala Manajer Elang Samudera, berusaha melindungi Almahira. "KARENA ITU JANGAN HUKUM ALMAHIRA. " pintanya dengan airmata yang berderai.

__ADS_1


"Almahira Rengganis,coba pikirkan baik baik. Apa kau benar-benar tidak ingat. " tanya Kepala Manajer Elang Samudera pada Almahira.


"Maaf karena kejadiannya sudah lama. Karena itu untuk memastikannya, sebaiknya kita cek CCTV-nya saja


" kata Almahira.


"Apa." jantung Sarah Amelia terasa mau lepas sakin kagetnya.


"Saya menyimpan semua prosesnya, karena ini proyek penting. " kata Almahira sambil tersenyum. Ia memperlihatkan USB di tangannya. "di flashdisk saya. "


Lalu, semua mata melihat ke arah layar laptop.


"Saya sudah memberikan plang peringatan elergi kepada Sarah Amelia. "ujar Almahira menunjuk layar


" karena itu sangat penting. "lanjutnya.


"Jika dilohat dari video, Almahira Rengganis jelas jelas sudah memberitahu. " kata Kepala Manajer Elang Samudera. Di ruang rapat hanya ada Hendra Setiawan, Sarah Amelia, Elang Samudera dan Almahira Rengganis. Mereka mengelilingi laptop yang memperlihatkan vidio Almahira dan Sarah.


"Maaf, sepertinya saya salah ingat. " kata Sarah Amelia.


"Apa alasan kalian tidak melaporkan kejadian itu ke kantor. " tanya Kepala manajer Elang Samudera. Pada Hendra Setiawan dan Sarah Amelia yang duduk bersisian.


"Itu... " wajah Hendra Setiawan nampak pucat.


"Aku harus menyelamatkan diri. " batin Sarah Amelia. "pak Hendra bilang... tutupi saja kejadian itu. " katanya sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangan.


"SARAH AMELIA. " pekik Hendra Setiawan terkejut.


"Dia bilang, selama kami berdua diam, tidak ada yang tau. " ujar Sarah Amelia sambil berderai air mata buaya darat kecepit paku. "saya hanya mengikuti ajakan pak Hendra Setiawan, sungguh."


"SARAH AMELIA, BICARA APA KAU... "maki Hendra Setiawan.


"Kita sama sama mengantarkan pelanggan itu ke rumah sakit kan. " kata Sarah Amelia.


"Sialan, beraninya ia menyalahkan aku. Aku ingin sekali memukulinya, sialan. " geram Hendra Setiawan dalam hati.


"Apa itu benar, Hendra Setiawan. " tanya Kepala Manajer Elang Samudera.


"Maafkan saya. Karena Sarah Amelia masih baru, saya berusaha menyelesaikan dengan cara saya. Sekali lagi saya mknya maaf. " kata Hendra Setiawan sambil menunduk.


"Akhirnya ia menyalahkan Hendra Setiawan dan melarikan diri. " batin Almahira.


"Sarah Amelia, tulis laporan tentang ini dan berikan padaku. Begitu juga Hendra Setiawan. " putus Kepala manajer Elang Samudera.


Di rooftop. Hendra Setiawan sedang bertengkar dengan Sarah Amelia.


"Beraninya kau menurutku. Apa kau tak tau betapa keras usahaku menyelesaikan masalah ini. " teriak Hendra Setiawan.


"Terus bagaimana. Berkat Mas, kita cuma diminta menulis laporan.Tapi bagaimana kalau aku tidak jadi karyawan tetap. "kata Sarah Amelia.


"Hah, karyawan tetap. " ejek Hendra Setiawan. "JANGANKAN KARYAWAN TETAP, KONTRAKMU BELUM TENTU DIPERPANJANG. "ujarnya.


" Apa maksudnya. "tanya Sarah Amelia heran.


" Kau tidak akan dihukum. Karena itu memang tidak perlu. "jawab Hendra Setiawan berlalu. Ia membanting pintu dengan kencang.

__ADS_1


"PERUSAHAAN SAMPAH. KALIAN TIDAK AKAN MEMPEKERJAKAN AKU, SEBAGAI KARYAWAN TETAP. KALIAN PIKIR AKU AKAN HANCUR SENDIRI. AKU TIDAK AKAN TINGGAL DIAM. KALIAN JUGA HARUS MERASAKANNYA. "geram Sarah Amelia. Lalu wanita licik itu mengeluarkan ponselnya.


"Hallo, saya dari Unileveren and drinks. Bagaimana keadaan anda. " ia menghubungi seseorang di sebrang sana. "Ah begini, saya berniat mengirimkan hadiah untuk anda. " katanya sambil menatap barisan bangunan di depan nya.


__ADS_2