
Hari itu, Jessica Putri dan Almahira bertemu di sebuah cafe di Batam Center.
"Aku sudah berkomunikasi dengan pria itu. Kami juga sudah berbalas pesan teks. Dia murahan sekali. " kata Jessica sambil menyerahkan ponsel pada Almahira. "tapi Almahira, apa ini tidak bermasalah. " tanyanya.
"Tidak apa kok. Nanti ku jelaskan alasannya padamu. " kata Almahira tersenyum.
"Baiklah.Janji ya. " kata Jessica. "tapi seru juga jadi Gadis J. " ujarnya tertawa geli. Ia teringat pertama kali mengerjai Hendra Setiawan.
"Ah, aneh. Padahal benar nomor ini kok. Terimakasih ya sudahsudah mengangkat telpon darimu. " kata Jessica waktu itu. "hampir saja aku salah sangka lagi. "
"Buat apa terimakasih. Harusnya aku yang terimakasih. " ujar Hendra Setiawan sambil tertawa.
"Terimakasih sudah membantuku Jessica. " kata Almahira menatap ponsel itu.
"Apa itu ponsel yang waktu itu kau minta. " Elang Samudera datang membawa dua gelas coklat panas.
"Iya benar, ponselnya sangat bermanfaat. " jawab Almahira. Ia tersenyum menatap Elang Samudera yang memberinya segelas coklat panas. "Apakah sedikit mencurigakan."
"Sangat mencurigakan. Tapi itu dilakukan atas keputusanmu. Berarti itu memang sesuatu yang diperlukan. " ujar Elang Samudera dengan bijaksana.
"Sepertinya kau terlalu percaya padaku deh. " celetuk Almahira menatap Elang Samudera.
"Bukan percaya, tapi aku sangat percaya sekali, bahwa kekasihku tidak akan macam macam di belakang ku. Aku selalu yakin, kau akan menjaga hatimu untukku. " kata Elang Samudera.
"Saat seperti ini, anda benar benar seperti anak anjing yang lucu. " kata Almahira tertawa sambil mengusap rambut Elang Samudera penuh cinta.
"Apa tidak ada hadiah untukku. " tanya Elang Samudera merona.
"Hadiah." ulang Almahira.
"Iya, aku bahkan sudah memberikanmu ponsel. Aku sedang berusaha pamer loh. " kata Elang Samudera. Almahira mengecup pipi sang kekasih.
"Terimakasih sudah mempercayai dan mencintai ku, Elang." kata Almahira.
"Bisakah kau menciumku lagi sayang. " pinta Elang Samudera.
"Apa, tidak. " tolak Almahira. Tapi kemudian, ia sudah berada dipelukan Elang Samudera.
Di rumah Hendra Setiawan dan Sarah Amelia.
"Hei Hendra Setiawan, darimana saja kau. Ini sudah jam dua subuh. Kenapa kau baru pulang, ditelpon pun tak diangkat. " omel Sarah Amelia.
"Sialan." umpat Hendra Setiawan sambil berjalan terhuyung huyung.
"Bau alkohol. Mandilah dulu sebelum tidur. " kata Sarah Amelia sambil menutup hidungnya.
"Ah, berisik!!!!!!. Minggir!!!!!!. " bentak Hendra Setiawan.
__ADS_1
"Jangan jangan ia bersama Almahira Rengganis semalaman. " batin Sarah Amelia menatap suaminya itu. Lalu bergegas menyusul Hendra Setiawan ke dalam kamar. Terdengar suara dengkur keras. Rupanya Hendra Setiawan sudah tertidur pulas tanpa mandi ataupun berganti baju.
Ponsel di tas selempang Hendra Setiawan berbunyi. Sarah Amelia segera memeriksanya.
Pengirim Gadis J:selamat tidur. Mimpi indah.
"Ini bukan nomor Almahira Rengganis. " batin Sarah Amelia saat melihat pesan dan nomor pengirim. "lalu pesan dari siapa ini. " bergegas Sarah Amelia menyalin nomor asing itu ke ponselnya. Lalu pelan pelan ia keluar meninggalkan Hendra Setiawan dalam kamar.
Suara ingauan Hendra Setiawan terdengar sampai ke ruang tamu. Sepertinya lelaki itu mimpi buruk.
"Dia sensitif sekali. Aku harus mengakhiri semua ini. " pikir Sarah Amelia.
Pengirim Sarah Amelia:Hei kau ada hubungan apa dengan Hendra Setiawan. Kau minum semalaman dengan suamiku. Kau cari mati, ya.
Pengrim 081234567xxxxx:kau siapa. Suami orang. Maksudmu Hendra Setiawan.
"Hah, dia pura-pura tidak tau. " batin Sarah Amelia sambil menatap layar ponsel.
Pengirim 081234567xxxxx:Ah, aku tidah tau kalau ia sudah menikah. Ia bilang, ia jombo sudah tiga tahun lebih. Kami tidak pernah bertemu. Kami hanya berbalas pesan teks dan tau tau sudah akrab.
Pengirim 081234567xxxxx:aku akan blokir, agar dia tak menghubungi lagi. Maaf.
"Apa ini serius atau bercanda sih. " gumam Sarah Amelia.
Pengirim 081234567xxxxx:tapi suamimu baru pulang, aku sudah tidak menghubunginya sejak jam sebelas.
"TIDAK, TIDAK. " jerit Sarah Amelia ,tubuhnya merosot ke lantai. Ia tak bisa Terima bila Hendra Setiawan kembali pada Almahira Rengganis.
Pengirim 081234567xxxxx:Jika curiga, aku akan memberitahu sejauh yang ku ketahui.
Pengirim 081234567xxxxx:ini karena kita sama sama wanita. Aku merasa bersalah dan khawatir.
Pengirim 081234567xxxxx:kau pasti tidak bisa tidur kan??? kau pasti sangat khawatir.
"Dia sedang menghiburku. " batin Sarah Amelia.
Pengirim Sarah Amelia:sepertinya Hendra Setiawan berselingkuh dengan temanku. Tapi itu cuma perasaanku. Aku sudah hampir gila. Tapi aku tak punya bukti.
Pengirim 081234567xxxxx:wah temanmu sudah gila ya. Kalau itu aku, aku pasti akan memukulnya.
Pengirim 081234567xxxxx:Sementara diam diam saja dulu. Berpura-pura saja kau tidak tau. Lalu habisi dia saat semua sudah terbukti.
"Benar, aku tinggal mengumpulkan bukti tentang mereka berdua. " batin Sarah Amelia. "wanita ini sepertinya cocok denganku. " ia tersenyum sambil menatap layar ponsel.
Pengirim 081234567xxxxx:Jika ingin cerita, cerita saja. Aku pasti akan
mendukungmu.
__ADS_1
Pengirim Sarah Amelia:keluarga Hendra Setiawan terus menerus mengoceh. Masa katanya aku tak bisa hamil.
Pengirim 081234567xxxxx:Ternyata kalian berdua masih punya rencana punya anak ya. Kalau begitu lakukan pemeriksaan berdua dengannya.
Almahira berbalas pesan pada Sarah Amelia sambil tersenyum.
Pengirim Sarah Amelia:pemeriksaan???. Dia bilang, dia tidak mau.
Pengirim 081234567xxxxx:kalau begitu coba cari alasan saja.
Pengirim 081234567xxxxx:Bilang saja, ibunya khawatir. Kau pun jadi ikut kepikiran juga. Lalu kau bilang, bagaimana kalau kalian berdua melakukan pemeriksaan, dan menunjukkan hasilnya pada ibu.
Pengirim 081234567xxxxx:Bilang saja kau capek, mendengar pertanyaan kapan punya cucu, kan.
"Idenya boleh juga. " Sarah Amelia tersenyum senang membaca saran dari nomor asing itu.
Pengirim Sarah Amelia:Bagus.Hahaha, aku akan melakukan pemeriksaan. Agar tidak ditanyai soal hamil terus menerus.
"Sarah Amelia, sebentar lagi kau akan tau. " kata Almahira sambil terus berbalas pesan.
Sarah Amelia tersenyum. Ia tak sabar menunggu pagi. Agar bisa segera ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.
Satu minggu kemudian, di rumah sakit Budi Kemuliaan, Seraya, Jodoh. Nampak Sarah Amelia sedang duduk di kursi tunggu. Ia menelpon Hendra Setiawan.
"Kenapa kau tak datang. Ini hasil pemeriksaan mulai. Kau tak mau tau dengan hasilnya. " tanya Sarah Amelia.
"Penasaran apanya, kau pikir aku melakukannya karena ingin. " omel Hendra Setiawan dengan kesal di sebrang sana. "aku melakukan pemeriksaan karena kau mengajakku, sialan. Padahal kau yang tidak bisa hamil, kenapa aku yang ikut repot juga."ujarnya." sudah, dengarkan saja hasilnya. Memangnya hamil itu hal besar apa sih. "lalu sambung diputus sepihak.
" Hamil, dia pikir aku melakukan karena aku mau. "geram Sarah Amelia dengan kesal. "aku melakukannya karena kedua orang tuamu ingin menimang cucu. " makinya.
"Pasian atas nama Sarah Amelia,silahkan masuk ke ruang dokter. " kata nurse memanggil.
Sarah Amelia bergegas masuk ke ruang dokter yang di tunjukkan oleh Nurse tadi.
"Sebentar dok. Apa maksudnya ini. " tanya Sarah Amelia setelah membaca surat yang diberikan oleh dokter wanita itu.
"Seperti yang terlihat, koefisien spermanya sangatlah rendah . Jika ingin hamil, jumlah spermanya haruslah lebih dari dua puluh juta. " terang sang Dokter. "akan tetapi, jumlah ****** suami anda bahkan tidak sampai satu juta. Artinya ini bisa disebut azoosperma. Dengan kondisi seperti ini, anda tidak akan bisa hamil. Itu adalah kesimpulan hasil pemeriksaannya. " kata dokter.
"Apa."Sarah Amelia terhenyak.
" Ini adalah sari ikan mas. Katanya bagus bila ingin mempunyai putra. "kata Liana Herawati waktu itu, mencekokinya dengan benda amis itu.
"KENAPA BARU BILANG SEKARANG, SIALAN. PADAHAL KITA SUDAH MENIKAH DAN MENGADAKAN PESTA. DAN KAU BILANG, KAU KEGUGURAN. " teriak Hendra Setiawan waktu itu.
"BUAT APA MENABUR BENIH DI ATAS TANAH YANG KERING. KALAU KAU TIDAK BISA HAMIL, LEBIH BAIK CERAI SAJA. " teriak Liana Herawati memakinya, waktu itu.
"Padahal kau tidak bisa hamil, kenapa aku jadi ikutan repot. Memangnya hamil itu hal besar apa sih. " maki Hendra Setiawan di telpon.
__ADS_1
"Itu artinya, alasan aku harus melewati semua ini, KARENA HENDRA SETIAWAN MANDUL. " Sarah Amelia mengumpat dalam hati. Otaknya dipenuhi dendam kesumat. Dengan seenaknya Liana Herawati memaki dan menghinanya. Kenyataan adalah putranya yang mandul.