
"Astaga " putri yang lain makin terkejut.
"Kalau sudah begini aku tak bisa memprovokasi Melody sebagai wanita murahan. " geram Rosalia dalam hati. Ia harus gerak cepat agar publik tidak menyalahkannya. "keterlaluan sekali. Aku sudah mengira seperti itu. Karena kamu pasti pergi ke kediaman Duke Jacobus, kalau saja dari, awal kamu cerita. " ujarnya sok perduli pada Melody sambil memasang wajah muram.
"Adikku yang kusayangi. Padahal aku berpikir kau akan mempercayai ku. Lain kali ku harap kamu lebih bisa berhati-hati lagi. Dimata orang yang tidak tau apa apa hal ini akan terlihat seperti kamu sengaja ingin menghancurkan reputasi ku. " kata Melody sambil tersenyum tenang.
Rosalia tersentak. Kata kata Melody tepat sasaran. Rosalia memang berniat begitu. Tapi gagal terus. Wkwkwk.
Melody kembali ke kediaman Garden.
"Nona, katanya sir kirkas berhasil membuat produknya. " kata Susi melapor, begitu Melody dan Ani sampai. "dia juga sudah mengirimkan minyak yang sudah jadi, minyak mawar dan minyak bargomat. "Susi menyerahkan dua botol kepada Melody.
"Ternyata ini hasil dari eksta rempah-rempah yang kuminta pada Albert. Pengguna benda sihir yang dibanggakan di Sendayu. Aku nggak menyangka ia akan membuatnya secepat ini. " batin Melody.
"Ah, selain itu ada undangan dari istana. " kata Susi.
"Undangan." tanya Melody.
"Komandan prajurit kali ini sudah di ganti. Katanya ada acara serah jabatan. Dan mereka juga akan memperkenalkan pada kepala penjaga istana. " kata Susi menjelaskan.
Kepala penjaga istana, itu posisi yang seharusnya dipegang Julius. Melody ingin memastikan, kenapa masa depan berubah, dan siapa yang menggantikan posisi itu.
"Ani, tolong bakas surat itu. Katakan aku akan menghadirinya. " kata Melody. "dan Susi, ikutlah denganku. Aku akan membuat lilin aroma. "
"Lilin aroma. Baik nona. " kata Susi.
"Setelah aku membuatnya, aku juga akan mengirimkan nya pada Duke Jacobus sebagai ucapan terimakasih. " batin Melody.
Di istana Jacobus. Duke Jacobus heran melihat lilin kecil menyala, tapi mengeluarkan aroma yang menyenangkan.
"Wangi ini. " batinnya. "Sofyan, ini wNgi apa. " tanya Duke Jacobus pada Sofyan.
"Ini hadiah yang dikirimkan dari kediaman Garden untuk sir Kirkas. Ini adalah lilin....aroma." jawab Sofyan takut takut. "mungkin sir Kirkas menyukainya. Jadi ia meletakkannya disetiap sudut. Apa perlu saya membereskannya. "
"Tidak usah. Justru ini bagus. " kata Duke Jacobus tersenyum. Lalu ia masuk ke ruang kerja.
"Beliau sudah begadang beberapa hari. Aku jadi khawatir.Padahal insomnia Duke Jacobus makin parah. Sejak ancaman pembunuhan itu, tapi tetap saja beliau bekerja tiada henti. " batin Mahmud dengan wajah sedih.
Keesokan harinya, masih di istana Jacobus.
"Semuanya pergi kemana, padahal sudah ku taruh di sini tapi hilang. " kata Albert Kirkas.
"Benda apa yang andaaksud. " tanya Mahmud bingung.
__ADS_1
"Lilin aroma. " jawab Albert Kirkas.
"Kamu dapat banyakkan. " kata Alex Morgan.
"Aku sudah menaruhnya di setiap kamar. Tapi sekarang tidak ada. " ujar Albert Kirkas.
"Bukankah para pelayan membersihkannya karena sudah habis. " tanya Alex Morgan.
"Kayaknya tadi subuh masih ada. " kata Albert Kirkas. "padahal kalau lilin itu menyala, perasaan ku jadi tenang dan tidak berisik. "
Lalu Albert Kirkas menemui Damian.
"Kamu yang mengambil lilinnya. " tanyanya. Damian diam sambil menatap Albert dengan wajah horor.
"Lilin apa!!!, apa ada hubungannya dengan Melody. " teriak Damian langsung emosi.
"Bukan dia. " kata Albert menutup pintu dengan cepat, sebelum nyawanya melayang.
"Dia nggak mungkin setenang, setelah barang buatan putri diambil. " bstin Alex Morgan. Kebiasaan memasukkan orang ke dalam daftar hitam, untuk mempersempit pencarian.
"Sata tidak tau tuan Albert. " kata Nina.
"Anda sudah bertanya pada tuan Mahmud. " tanya Sumi sambil membawa tumpukan selimut.
"Kemarin kami pulang lebih awal, apa Anda mau makan cake. " tanya Ratih sambil tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu tambahkan stroberi. " ujar Albert dengan wajah sedih.
"Ternyata ia luluh dengan sesuatu yang manis. " batin Alex Morgan."sepertinya ia sudah mencari semua orang. "
Hanya satu orang yang tidak bisa Albert temukan di kediaman ini. Nampak Mahmud terkejut melihat Duke Jacobus tertidur lelap. Di atas meja nampak beberapa lilin yang sudah menyala habis.
"Ternyata anda yang mengambilnya, kalau butuh, seharusnya anda memintanya saja. " batin Mahmud sambil menyelimuti Duke Jacobus. Mahmud mendapatkan lilin aroma dari Alex Morgan yang mendapatkan lebih setelah beberapa hari.
Beberapa hari kemudian, Melody mendatangi ruang pertunjukan untuk membicarakan hal yang berkaitan dengan Duke Perdana.
"Duke Perdana yang sekarang punya latar belakang yang mirip dengan putri. " kata Duke Jacobus. "mendiang orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Dan Yusuf Perdana mewarisi tahta di usia sepuluh tahun. "
"Eksistensi Yusuf Perdana sudah berjalan dua tahun,kalau begitu berarti sekarang usianya delapan belas tahun. Usia yang masih sangat muda. " batin Melody.
Demi ujian Amber, agar Arsen mendapatkan kekuatan sihir dari keluarga Perdana, Melody harus mendapatkan hati Perdana. Bisa di bilang, Arsen adalah Sekutu yang kuat.
Lucas masuk dengan wajah di tekuk. Ia menghembuskan nafas dengan berat.
__ADS_1
"Ada apa. " tanya Duke Jacobus.
"Katanya ada keributan di ruang utama, sibedebah dari keluarga count Dona. " kata Lucas.
"Dona." batin Melody. "Dona... pasti keluarga dari putri yang bertanya padaku kenapa aku membiarkan Rosalia memakai gaun seperti itu di pesta pengumuman hasil ujian Amber babak kedua. Saudaranya yang lain, terkenal sebagai tukang onar. " pikir Melody, terbayang wajah lembut Devi Dona.
"Katanya ia sampai melakukan pemukulan. Sepertinya sir Dona tiba-tiba merengkuh pinggang seorang wanita. "kata Lucas Sibil.
" Mereka sepasang kekasih. "tanya Duke Jacobus.
"Kalau benar begitu, pasti aku tidak akan mendengar kata" bedebah gila" dari mulut lady tersebut. Lady baru pertama kali ditemuinya, tapi sudah mengajak tidur bersama. "kata Lucas Sibil. "katanya nggak hanya sekali saja. Tapi ia memukuli putri itu membabi buta sambil menjambak rambutnya. "
"Benar benar jahat. Usir dia dan katakan, jangan pernah datang kesini lagi. " kata Duke Jacobus.
Tak terasa, hari sudah hampir gelap. Melody pun berpamitan.
"Sekarang saya harus pulang. " kata Melody.
"Dress mu tipis, padahal hari ini cuaca dingin. " kata Duke Jacobus.
"Tidak apa apa, karena saya pulang naik kereta kuda. " kata Melody.
"Putri, katanya hari ini anda tidak naik kereta kuda Garden. " tanya Lucas.
"Iya, meskipun begitu, kereta kuda itu cukup aman, karena saya meminjam di tempat penyewaan. " jawab Melody.
"Padahal tatapan orang orang setelah Arsen mengundang putri, tidak bagus. Bagaimana pun juga, Arsen memang menghawatirkan putri. " batin Lucas Sibil.
Tiba-tiba, Duke Jacobus melepas mantelnya, lalu memakaikan di bahu Melody.
"Karena itu kereta sewaan, penangkal dinginnya tidak akan mampu melawan dingin. Jadi pakailah ini. " kata Duke Jacobus.
"Saya baik baik saja. " kata Melody.
"Anda sangat imut. " ujar Duke Jacobus.
"Dasar bocah ini, apa yang sedang ia buat pada putri. Tak takutkah dengan si gila yang bisa menebasnya kapan saja. " batin Lucas dengan wajah rusak.
"Terimakasih." kata Melody.
"Maaf tidak bisa mengantar pulang. " kata Duke Jacobus.
"Tidak, saya bisa pulang sendiri. " kata Melody sambil berlari meninggalkan mereka. "bukan masalah kalau aku berdebar debar, selama tidak semakin dalam saja. " batin Melody.
__ADS_1