Menikahkan Suamiku

Menikahkan Suamiku
bab 44


__ADS_3

Pov Sarah Amelia.


Almahira Rengganis. Sejak kepindahan ke kota Batam, ku lihat ia sangat disukai oleh teman teman. Ia tinggi seperti tiang listrik. Dan sangat jelek dengan kacamata tebalnya itu. Cuma satu kelebihannya yang harus aku akui. Almahira Rengganis pintar dan jago disemua mapel. Ia aktip pramuka, anggota PMR, dari SMP ia anggota OSIS, jadi salah satu dewan pengurus perpustakaan.


Dari dulu Almahira Rengganis hanya berpura pura baik dan tidak berambisi. Ia memiliki semua yang aku inginkan.


Saat tau kalau ia tidak memiliki salah satu orang tua sepertiku. Hatiku sangat senang sekali. Tetapi, itu pun hanya sebentar.


Ayahnya, tuan Rohan Adhyaksa, lelaki ramah dan sangat menyayangi Almahira Rengganis. Padahal kami sama.


"Seringlah kemari. Aku akan membuatkan makanan enak untukmu." kata ayahnya Almahira waktu itu.


"Teman anakku, makanlah yang banyak ya. " kata Ayahnya Almahira.


Aku benci. Kenapa ia bisa hidup bahagiabahagia bersama ayahmu. Kenapa aku dan ibuku harus hidup menyedihkan.


"Dasar tidak berguna. Kau hanya membuang makanan. " maki ibuku bila marah. Aku selalu teringat ayahnya Almahira yang berbicara lembut dengan anaknya. Sungguh tidak adil.


Hari itu aku bermain ke rumah Almahira lagi.


"Almahira, kenapa kau tidak punya ibu. " tanyaku waktu itu.


"Ibuku pergi ke surga. " jawabnya enteng. "tapi aku punya ibu asuh yang di bayar ayah untuk menjagaku sampai umur tiga tahun. Tapi ia berhenti karena menemukan pria yang akan menikahinya. "


"Wah, kau tidak rindu pada ibumu. " tanyaku senang. Kita sama. Batinku girang.


"Aku tidak masalah. Ada ayah dan juga Sarah Amelia yang baik padaku. " kata Almahira waktu itu. Naif sekali. "terkadang aku merindukan ibuku. " ia memperlihatkan foto sepasang suami istri dengan bayi di tangan sang lelaki. Aku tau itu ayah Almahira, dan ibunya. Astaga, cantik sekali. Lalu ada foto lagi. Itu Almahira agak besar. diapit ayahnya dan wanita yang berbeda. Tapi tunggu, aku seperti mengenalnya. "ini ibu asuh. " kata Almahira.


Ya, wanita itu. Wanita yang menaiki mobil ayahku. Dan mereka berciuman. Sial.


"WANITA SIALAN YANG BERSELINGKUH DENGAN AYAHMU. BISA BISANYA KAU MAKAN SAAT AYAHMU BERSELINGKUH. " segala berang beterbangan kearahku bila ibu mengamuk. Begitu setiap hari. "INI SEMUA KARENA DIRIMU BODOH, MAKANYA AYAHMU BERSELINGKUH. " maki ibu.


Jika semua karena aku alasan ayah berselingkuh. Berarti wanita itu juga berselingkuh karena Almahira Rengganis. Alasan aku selalu dipukuli dan hidup dengan menyedihkan dan menikah dengan Hendra Setiawan dan menjadi seperti ini adalah karena kau Almahira Rengganis. Sarah Amelia menggeram marah, saat teringat semuanya.


"HEI!!!!! MAU KEMANA KAU JAL*NG, ALMAHIRA RENGGANIS!!!!! ."teriak Sarah Amelia. Ia meronta ronta meski kedua tangannya di borgol. Ia terus memaki. "KE SINI KAU WANITA SIALAN. "


"Ayo kita pergi Zahra. "ajak Almahira pada Zahra Fahira.


" TANGKAP WANITA JAL*NG ITU!!!! SEMUA INI KARENA WANITA JAL*NG ITU. "Sarah Amelia terus meronta dan berteriak-teriak.


" Jika anda terus bersikap seperti ini. Kami harus menangkap anda dengan paksa. "bentak polisi yang kesal dengan kelakuan gila Sarah Amelia.


" TIDAK,AKU TIDAK AKAN DIAM SAJA. "batin Sarah Amelia. Ia ketakutan sendiri. " sebentar, biarkan sku di sini sampai pemakaman selesai. Sepertinya ada salah paham, aku akan menjelaskan semuanya. Mereka akan dimakamkan besok pagi. Jadi tunggulah beberapa jam lagi. Setelah itu, aku akan ke kantor polisi. "kata Sarah Amelia dengan airmata buayanya.


" Begitu pemakaman selesai, anda harus langsung ke kantor polisi. "kata polisi. "kami akan mengawasi anda. Beritahu kami jika anda ingin pergi kesuatu tempat. "

__ADS_1


"Baik akan saya lakukan. " Sarah Amelia tersenyum senang.


Sementara Almahira berjalan menemui Elang Samudera yang telah lama menunggunya.


"Selamat jalan Sarah Amelia, ini salam terakhir yang bisa ku berikan padamu. Aku berharap kau membayar semua tindakkanmu." batin Almahira.


Flashback on


Dua hari yang lalu, di rumah Presdir Langit Samudera, diadakan pertemuan keluarga. Mereka membahas pernikahan Elang Samudera dan Almahira Rengganis. Tentu saja yang paling antusias adalah Zahra Fahira.


"Kalian tidak perlu risau, biarkan kami yang mengurus. " ujar kakek Samudera.


"Terimakasih, tuan. " kata Almahira.


"Aduh gadis ini. Kau itu akan menjadi menantu keluarga Samudera. Panggil aku kakek, seperti Elang dan juga Zahra. " ujar kakek Samudera.


"Baik kakek. Terimakasih sudah menerima diriku yang miskin ini. " kata Almahira.


"Almahira, kaya dan miskin itu sama di hadapan Tuhan. Sudah, besok kalian bereskan semua berkas.Agar bisa langsung kalian antar ke KUA. Biar orang kita yang mengurus hal lainnya. " ujar kakek Samudera. "yang penting bulan depan, kalian menikah. "


"Idih... ada yang nggak sabar nih. " goda Zahra Fahira tertawa di sebelah kakek Samudera.


"Apaan sih, anak kecil ikut campur. " kata kakek Samudera pura-pura marah.


"Kami akan buat pesanan kakek, tunggu pas kami pulang honeymoon. " bisik Elang Samudera di telinga sang kakek.


"Apa yang kau janjikan sayang. " bisik Almahira.


"Kakek minta cicit, sayang. " bisik Elang Samudera pada sang kekasih. Pipi Almahira langsung merona.


"Kakek, ini kotak yang kau minta. " Zahra Fahira yang tadi pamit ke atas, kembali dengan kotak hitam di tangannya.


"Terimakasih Zahra. " kata kakek Samudera. Lalu ia membuka kotak itu. Sepasang gelang Batu hitam terlihat cantik di dalam kotak itu."Almahira, Elang, ini adalah sepasang gelang jiwa. Pakailah. Kemana pun kalian berada, kalian akan selalu bersama. Dan bila terpisah, sejauh apapun, kalian pasti berjumpa. "


Elang Samudera dan Almahira menerima pemberian kakek Samudera. Memakainya di pergelangan tangan kiri.


"Terimakasih, kakek. " kata keduanya.


Flashback end.


Hari menjelang pagi.


"Sialan, mereka benar benar tidak pergi dari sini. Bagaimana ini. " batin Sarah Amelia melirik dua polisi yang duduk di kursi mengawasinya. Tapi bukan Sarah Amelia namanya kalau tak punya sejuta akal. Ia lalu mendekati polisi. "anu pak, saya mau ke toilet. Bolehkah saya ke toilet. " tanyanya sok polos.


"Baiklah, kami akan berjaga di depan. " kata polisi.

__ADS_1


"Baik." Sarah Amelia mengangguk. Ia lalu pergi ke toilet yang ada di ujung lorong. "INI PASTI ULAH ALMAHIRA RENGGANIS. SIALAN, BERANI SEKALI IA MELAKUKAN INI PADAKU. DOSA APA YANG SUDAH KULAKUKAN. " geram Sarah Amelia.Otaknya berputar saat melihat peralatan kebersihan. "aku harus kabur. Kau pikir aku akan Terima di penjara begitu saja. "


Setelah berganti pakaian dengan baju cleaning service. Sarah Amelia keluar dari ruang kebersihan. Ia mendorong troli, melewati polisi yang berjaga di depan toilet.


Sementara di tempat parkir rumah duka. Pak Jaka Burhanuddin, berjalan menenteng kresek berisi makanan. Lelaki itu masih memiliki cinta yang besar untuk Sarah Amelia. Ia begitu khawatir, dan ingin menunjukkan keperdulian pada janda Hendra Setiawan itu. Tapi ia tidak berani. Ia takut, akan kecewa, melihat penolakan Sarah Amelia nanti.


"Kayaknya Sarah sedang tidak enak badan. Aku ingin memberikan snack padanya, tapi aku takut. " batin pak Jaka Burhanuddin. Ia berjalan ke arah mobilnya di parkir. Tapi ia dikejutkan dengan bayangan hitam tak jauh dari mobilnya. "apa itu. " pak Jaka Burhanuddin mendekati tiang besar di basement itu. "SARAH." pekiknya tertahan. Nampak Sarah Amelia duduk memeluk lutut, dengan hanya memakai baju dalaman dan kaos kaki. Ia mendongak saat melihat pak Jaka Burhanuddin datang.


"Mas Jaka. " katanya pelan. Jaka Burhanuddin merapat Sarah Amelia ke dalam mobil. Lalu melepas jasnya dan menutupi tubuh mungil Sarah Amelia.


"Apa yang kau lakukan di sini. " tanya pak Jaka Burhanuddin."Apa yang terjadi. Ceritakan padaku. "


"Nanti."ujar Sarah Amelia sambil menggigil kedinginan. "jangan beritau siapa pun, kalau Sarah ada di sini ya. " pintanya pada pak Jaka Burhanuddin.


"Iya." pak Jaka Burhanuddin mengangguk. "Sarah, ini ku belikan untuk mu. Minumlah. " ia menyodorkan sebungkus roti dan sebotol susu stroberi.


"Mas, aku ingin minuman yang hangat. " pinta Sarah Amelia pada Jaka Burhanuddin.


"Ah baiklah, aku akan segera belikan. " dengan penuh semangat pak Jaka Burhanuddin mengangguk. Bergegas keluar dari mobil. "aku akan segera kembali. " katanya sambil mengusap kepala Sarah Amelia.


"Santai saja mas. " ujar Sarah Amelia sok imut. Setelah pak Jaka Burhanuddin pergi, ia mendengus kesal. "ih menjijikkan, dasar brengsek,elus saja kepala botakmu itu. " geramnya. "ini kesempatan diriku untuk kabur, mas, ku pinjam mobilmu. " seringai puas tersungging di bibir Sarah Amelia. Ia segera memutar kunci, dan mulai menjalankan mobil. Saat melewati belokan di area parkir, matanya terbelalak melihat Almahira Rengganis menghampiri Elang Samudera dan mereka berpelukan.


"ALMAHIRA RENGGANIS, ELANG SAMUDERA, ... GARA-GARA KAU AKU HAMPIR MASUK PENJARA, TAPI KAU MALAH ASIK BERPACARAN DENGAN KONGLOMERAT GENERASI KETIGA. "geram Sarah Amelia. " Almahira Rengganis sialan. "kakinya.


" Kau baik baik saja. "tanya Elang Samudera sambil memeluk kekasihnya.


" Iya, semua baik baik sajas. "Jawab Almahira. "ya, semua baik baik saja. Hendra Setiawan dan Sarah Amelia sudah tidak ada. Tak ada lagi yang akan menggangguku. Akhirnya takdirku yang menyedihkan telah berakhir. Aku akan menceritakan semuanya pada Elang. Bahwa aku datang dari sepuluh tahun ke depan, dan aku ingin mengubah nasib dengan membalas dendam, sekarang aku hanya ingin hidup bahagia dengannya. " batin Almahira. "Sayang, ada yang ingin aku katakan padamu. Ini penting jadi dengarkan baik baik. " kata Almahira pada Elang Samudera. "sebenarnya aku.... "


Elang Samudera menoleh ke belakang, sorot lampu mobil menyilaukan keduanya. Sarah Amelia menginjak pedal, memacu mobil dengan kecepatan tinggi.


"TERIMA INI, JANGAN RAGU SARAH AMELIA, MATI KAU ALMAHIRA RENGGANIS, MATI. " teriak Sarah Amelia menggema.


"Almahira." Elang Samudera mendorong tubuh Almahira , tapi terlambat, lagu mobil yang dikendarai Sarah Amelia lebih cepat. Hingga berhasil menabrak tubuh sepasang kekasih itu.


Brak


Tubuh Elang Samudera dan Almahira Rengganis terlempar beberapa meter di lantai parkiran.


"Elang." Almahira merintih dengan darah bersimbah.


"Almahira." Elang Samudera berusaha meraih tangan Almahira.


Lalu, semua gelap dan keduanya tak sadarkan diri.


End.

__ADS_1


assalamu'alaikum teman teman. MENIKAHKAN SUAMIKU part 1,udah selesai ya. Tunggu kelanjutan MENIKAHKAN SUAMIKU part 2.Terimakasih sudah membaca.


__ADS_2