Menikahkan Suamiku

Menikahkan Suamiku
bab 68


__ADS_3

Tiba-tiba Melody terhuyung.


"Nona." Ani cepat memapahnya agar tidak terjatuh.


"Kau pasti terkejut, naiklah dan istirahat. " kata viscount oplet, melihat wajah Melody yang pucat.


"Iya, hari ini saya benar-benar lelah. " kata Melody lemah.


"Maaf sudah membuat kekacauan ini. " kata viscount oplet.


Setelah Melody dan para pelayan pergi. Viscount oplet menatap mira dengan amarah yang meluap.


"Kau." bentuknya.


"Tidak, saya kesal, bisa bisanya Melody berbohong seperti itu. " bantah mira.


"Coba kau tanya saja pada orang lewat, siapa yang akan mempercayai perkataan mu itu. " teriak viscount oplet. "apa maksudmu memberitahu Melody tentang gudang itu hah. Dan apa gudang kecurian. "


"Dia sudah membohongi saya dan membawa semua permatanya. " kata mira.


"Surat suratnya bagaimana. " teriak Rosalia. "Maksudku surat hak atas rumah marquez dan surat wasiat. "


"Huh, itu juga. " jawab mira lemah. Betapa geramnya viscount oplet. Dengan tangan gemetaran, ia mencekik leher mira.


"Kau menyembunyikannya karena punya rencana lain kan!!!!. " teriak viscount oplet .


"Sayang." mira ketakutan. "kenapa saya harus melakukan itu sayang, saya kan istri anda. " kata mira berusaha merayu viscount oplet.


"Katakan, dimana benda itu berada. " teriak viscount oplet. "Melody si bodoh itu, mana bisa merenct semua itu. Bagaimana ia bisa setenang itu, bila ia tau surat wasiat itu. "


"Saya benar-benar, tidak tau... tolong lepaskan saya... " mira tiba-tiba pingsan.


Melody , Ani, dan susi, hanya mendengar jeritan dan teriakkan yang tak berkesudahan. Lalu jeritan histeris pelayan yang berteriak saat mira pingsan. Ketiganya tanpa kata meninggalkan ruang itu. Tanpa memperdulikan jeritan jeritan yang begitu berisik.


Esok harinya, di rumah keluarga oplet. Seorang lelaki datang menghadap viscount oplet dengan wajah lesu, kurang gizi.


"Tuan gudang yang anda bicarakan sudah kosong. " kata lelaki itu. Rosalia dan viscount oplet mengumpat bersamaan. "Kalau begitu saya undur diri dulu. " ujar lelaki itu lalu keluar dari ruang kerja viscount oplet.


"Kita bisa memalsukan kembali surat wasiat itu. Yang penting, tanda tangan Melody kan. Kalau menggeledah seluruh wilayah, pasti ada yang bisa meniru tulisan tangan kan. " ujar Rosalia. "Dari pada itu, ada hal yang harus dipastikan. " katanya.


"Apa." tanya viscount oplet.

__ADS_1


"Apakah perkataan Melody benar atau tidak. " ujar Rosalia.


"Apa kamu juga berpikir kalau Melody benar-benar melakukan hal itu. " tanya viscount oplet.


"Saya juga tidak percaya. Tapi ibu sampai tidak tahu apa apa, dan bertindak seperti itu. Tidak ada salahnya kalau kita pastikan bukan. " kata Rosalia.Ia memang terkenal cerdas, namun sayangnya,kecerdasan itu tidak di barengi dengan hati yang baik. Selain iri hati, Rosalia juga selalu menggunakan segala cara untuk mewujudkan keinginan dirinya."sepertinya anak itu telah berubah. " batinnya.


Lalu Rosalia pun pergi ke kediaman Garden. Ia menemui beberapa pelayan Garden.


"Aku akan bertanya, seperti apa situasinya saat itu. " kata Rosalia. Viscount oplet mendampingi sang putri, takut Melody tidak memberi ijin mereka mengintrogasi para pelayan.


"Nyonya sudah mengganggu nona, nyonya menekannya dan menggerutu minta uang. Biar pun begitu nona tetap bersikap ramah pada nyonya viscount,seperti biasanya. " kata anis, salah satu pelayan yang ditanyai.


"Benar, nona selalu bersikap ramah. " kata Susi. "nyonya memaksanya memberikan uang. Benar. . beliau mengusik nona dan mengintimidasinya di hadapan kami. "


"Benar juga. Ternyata ibu tidak tau diri. " batin Rosalia. Wajah viscount oplet nampak berwarna warni menahan marah dan malu. Semua pelayan di kediaman garden begitu hafal sifat mira oplet. Tak ada satupun kebaikan atau tindakan terpuji wanita itu, selain hoby memaki, berteriak dan memukul pelayan.


"Untunglah, aku sudah mengatur semua ini sebelumnya. " batin Melody. Ia mengawasi dari balik pintu.


Seminggu kemudian, saat Melody sedang asuk minum teh di sore hari. Susi datang membawa berita.


"Katanya nyonya viscount di usir dari kediaman. Menurut perkataan pelayan nyonya viscount, ada juga yang menjadi tuli karena salah pukul. " kata susi menceritakan berita yang di sampaikan para pelayan.


"Orang bengis. Syukurlah, karena ia akhirnya di usir. " gumam Ani.


"Iya." Susi mengangguk. Ia pun keluar. Tinggallah Melody dan Ani.


"Nyonya viscount... maksud saya, sepertinya ada uang yang ia curi sendiri. " kata Ani. "jumlahnya lumayan besar, saya khawatir. Dia akan merencanakan perbuatan keji pada nona lagi. "


"Paman pasti melindungi diriku. " kata Melody.


"Apa." Ani tak percaya.


"Kan butuh waktu lama untuk memalsukan surat wasiat. Dia akan membutuhkan diriku sampai saat itu tiba. " ujar MelodyMelody dengan tenang.


"Nona, anda bisa mengatakan hal semenakutkan itu dengan tenang. " batin Ani sambil menatap Melody.


Malam harinya, Ani bergegas menulis surat penting.


Teruntuk tuan Damian.


Di tempat yang sangat jauh. Seorang lelaki sedang menghabisi banyak prajurit bayaran. Tersisa satu, itu pun terluka parah.

__ADS_1


"Ampuni aku. " katanya ketakutan.


"Pilihlah.Pertama menunggu prajurit penyelamatan tiba. Karena untuk menyeberangi sungai membutuhkan waktu empat hari. Jadi, lukamu akan membusuk seperti itu. Dengan begitu, kamu akan menjadi orang cacat dan bertahan hidup sebulan lebih lama. Kedua, melarikan diri dengan kondisi tubuh seperti ini. Dan kalau ketahuan oleh prajurit sini, kau akan di siksa. Mungkin kamu akan bertahan hidup seminggu lebih. Tapi informasi yang kamu miliki akan dirampas semua. Setelah kamu menjadi penghianat negara, kamu akan membahayakan nyawa keluarga mu juga. "kata Damian, ya, lelaki muda dan gagah itu adalah Damian, satu satunya kakak yang dimiliki oleh Melody. Nampak prajurit itu ketakutan. " ketiga... "


"Mati tanpa sisa dengan satu tebasan. " seorang lelaki berambut emas muncul dan langsung menusuk dada prajurit itu. Seketika ia meregang nyawa.


"Siapa kau. " teriak Damian.


"Aku? Orang yang memberikan kebaikan dengan hati yang lapang. " kata si pirang sambil tersenyum.


"Arsen." seru Damian.


"Aku datang karena dipanggil. Ada apa kau sampai menangkap Lucas. " tanya duke Jacobus.


"Kau sudah ingkar janji. " kata Damian.


"Aku." tanya duke Jacobus bingung.


"Ini surat dari kediaman Garden. " kata Damian memperlihatkan selembar surat.


"Emang apa hubungannya denganku. " tanya duke Jacobus setelah selesai membaca surat itu.


"Yang kau janjikan padaku sebagai ganti telah menghukum orang orang


yang sudah menghalangi masa depanmu. " teriak Damian.


"Itu pasti uang kan, uang dalam jumlah besar. " kata duke Jacobus.


"Dasar, apa kau mau mempermainkan aku, pedang ku ini tidak mengenal kasta. " teriak Damian sambil mencengkram kerah mantel duke Jacobus.


"Aku berharap kamu tau, agar pemilik pedang itu tidak berlainan perintah sebagai kejahatan intimidasi terhadap keluarga kerajaan. " kata duke Jacobus.


"Kau." Damian ingin mencabut pedang di pinggangnya.


"Tenang komandan, dia putra kaisar terdahulu, duke Jacobus. " kata Anwar dengan wajah ngeri melihat kemarahan Damian.


"Kalian ini dua bersaudara yang menarik. " kata duke Jacobus.


"Ternyata kamu masih ingat kalau aku masih punya adik. " kata Damian.


"Kan tertulis di surat. Adikmu dalam bahaya. " kata duke Jacobus.

__ADS_1


"Yang bertugas untuk menggantikan diriku melindunginya selama aku tidak ada di Sendayu ini, itu kamu. " teriak Damian berang. "aku tanya, apa kau sudah lupa tugasmu untuk melindungi Melody. " Damian mencabut pedang sinar dewa miliknya.


__ADS_2