Menikahkan Suamiku

Menikahkan Suamiku
bab 40


__ADS_3

Di apartemen kawasan Tiban. Rumah Liana Herawati dan Heru Setiawan.


"Ibu, aku datang. " Sarah Amelia masuk ke rumah Liana Herawati.


"Kenapa baru datang sekarang. " teriak Liana Herawati sambil bertolak pinggang, menyambut kedatangan sang menantu.


"Tadi aku sibuk dan mampir ke tempat lain dulu. " jawab Sarah Amelia.


"Sibuk apanya. " cecar Liana Herawati sambil bersungut dengan wajah yang menyebalkan. "kau mau bekerja atau melahirkan anak. Cepat cuci tangan dan pilih sayur. " perintahnya dengan seenak hati.


"Iya, akan segera saya lakukan. " Sarah Amelia mengangguk patuh. Ia mengikuti Liana Herawati masuk ke dalam rumah.


"Wah, kak kau mendapatkan menantu yang baik. " terdengar suara wanita asing di rumah tamu. Rupanya Liana Herawati sedang kedatangan teman temannya.


"Aku iri, menantu tertuaku sangat mengecewakan. " ujar wanita berbaju hijau.


"Oh ya. " Liana Herawati dan wanita berbaju coklat memandang temannya.


"Ternyata ada teman temannya toh. " batin Sarah Amelia. Ia sengaja meletakkan tasnya di meja tamu dan juga kertas hasil tes kesehatan Hendra Setiawan.


"Lalu kau biarkan saja. " tanya Liana Herawati pada wanita berbaju hijau.


"Mau bagaimana lagi. Putraku memihak istrinya. " jawab wanita itu. Tiba-tiba ia melihat kertas di depan tas Sarah Amelia. "oh, astaga. Menantumu mengunjungi Dokter kandungan. " serunya. Wanita itu meraih kertas dan membacanya bersama temannya yang lain.


"Sarah, apa ini. " tunjuk Liana Herawati sambil menoleh pada sang menantu. Sarah Amelia tersenyum sambil memasang celemek.


"Tapi ini atas nama Hendra Setiawan. " kata wanita baju hijau pada Liana Herawati. Ia membaca hasil tes.


"Itu hasil tes ****** , Hendra Setiawan, bu. Pihak rumah sakit bilang suami juga harus ikut serta. " jawab Sarah Amelia. "kata dokter kandungan, jika ingin hamil setidaknya jumlah spermanya harus dua puluh juta lebih. Tapi Hendra Setiawan hanya punya kurang dari satu juta. " ujarnya sambil memotong daun bawang.


"APA MAKSUDMU." Liana Herawati terkejut. Ia langsung berdiri dengan wajah tak karuan. "Hendra Setiawan... "


"OLIGOSPERMA, BU. " jawab Sarah Amelia tanpa beban. "spermanya sangat sedikit. Mau di tes berapa kali pun, hasilnya tetap sama. "


"Apa." bagai disambar petir, Liana Herawati terkejut setengah mampus.


"OLIGOSPERMA??? mandul ya. " kata wanita berbaju hijau.


"Pelankan suaramu. " bisik temannya dengan ketakutan.


"Mandul.Putraku satu satunya mandul. " batin Liana Herawati.


"Tapi tidak apa apa kok bu. Kami bisa hidup berdua saja. Hehehe. " kata Sarah Amelia sambil terkekeh.


"Astaga, aku lupa kalau aku ada janji. " dua wanita itu langsung berdiri. "kami pamit dulu ya. " kata mereka. Terdengar suara pintu di tutup.


"APA APAAN KAU, BERANINYA MEMERIKSAKAN ****** SUAMIMU. " teriak Liana Herawati berang. "DAN KENAPA KAU MENARUH ITU DI ATAS MEJA. " makinya.

__ADS_1


"Bukannya ibu menyuruh saya memilih sayuran." jawab Sarah Amelia."Saya mana tau kalau teman teman itu sangat tidak punya sopan santun. Berani membuka sembarangan barang milik orang lain. "


"Ah, Hendra yang tinggi dan tampan. " Liana Herawati terduduk lemas di kursi. "semua ini gara-gara aku salah memilih menantu.


" APA. "Sarah Amelia terbelalak tak percaya. Sungguh memuakkan mertuanya ini. Anaknya yang mandul, menantu yang disalahkan.


"KATANYA JIKA SALAH MEMILIH MENANTU, SELURUH KELUARGA AKAN HANCUR. " teriak Liana Herawati menunjuk Sarah Amelia. "JIKA KAU MELAYANI SUAMIMU DENGAN BAIK, IA TAK MUNGKIN KENA PENYAKIT ITU. "


"KALAU BEGITU BIARKAN SAYA PERGI, MANA ADA ORANG MAU DENGAN PRIA PENGANGGURAN. " balas Sarah Amelia berteriak. Ia melepas celemek yang ia pakai. Lalu melemparkan celemek itu beserta seikat daun bawang, ke wajah Liana Herawati.


"SIALAN." Liana Herawati tak sempat menghindar.


"JANGAN TELPON SAYA LAGI, DAN JANGAN MENCARI SAYASAYA LAGI, SAYA AKAN MENINGGALKAN KELUARGA INI DENGAN KAKIKU SENDIRI. " teriak Sarah Amelia penuh kemarahan dan dendam.


"KA... KAU... AKHHH. " Tiba-tiba wanita sombong itu terhuyung. Lalu ambruk di lantai.


"Astaga, ibu tidak apa apa. " tanya Sarah Amelia terkejut. Ia menghampiri Liana Herawati yang mulai bersuara seperti sapi di sembelih. "SEPERTINYA BAIK BAIK SAJA YA. SEPERTINYA IBU DI TAKDIRKAN BERUMUR PANJANG. "Sarah Amelia tersenyum puas. " saya permisi bu. Istirahatlah sampai nanti ayah pulang. "katanya sambil memasukkan ponsel kedalam tas. Hari ini ayah pergi memancing ya. Mungkin besok baru pulang. Hihihihi. " dengan kejam Sarah Amelia meninggalkan Liana Herawati sendirian. Wanita tua sombong itu hanya bisa menangis tak berdaya. Demi apa pun, ia menyesal memilih Sarah Amelia sebagai menantu. Gadis sok imut dan lembut, ternyata tak lebih dari ibl*s.


Malam itu, Almahira dan Elang Samudera sedang berjalan kaki menikmati alun alun Batam Center.


Pengirim Sarah Amelia:Ibu mertuaku pingsan, hahahaha. Setiap hari ia berteriak teriak. Aku sudah menduga ini bakal terjadi.


"Sarah Amelia, ia semakin jahat setelah menikah. " Almahira menatap ponselnya. Membaca pesan yang dikirim Sarah Amelia.


"Elang, apa di sekitarmu ada orang yang sudah menikah. " tanya Almahira pada Elang Samudera, keduanya berjalan sambil bergandengan tangan. "kalau di sinetron, para konglomerat akan dijodohkan, demi kepentingan bisnis. "


"Sepertinya diantara perjodohan itu tak ada yang menarik ya. " tanya Almahira.


"Iya, tidak ada wanita yang menyukaiku juga. " jawab Elang Samudera jujur.


"Apa." pekik Almahira kaget. Elang Samudera sampai terlonjak ikut terkejut mendengar pekikan kekasihnya. "tidak mungkin. Padahal Elang tampan begini. Berikan ponsel mu. " pinta Almahira. Elang Samudera memberikan ponselnya pada gadis itu.Almahira membuka kamera. "Alis yang tebal, seperti pria sejati. Hidungmu juga mancung. "Elang Samudera merona malu.


" Bukankah aku terlihat menyeramkan. "kata Elang Samudera.


"Hmmmm, waktu pertama mungkin terlihat seram. Tapi mereka belum pernah melihat Elang tersenyumkan. " kata Almahira. "cobalah tersenyum, smile... " Almahira terbahak bahak melihat wajah kaku Elang Samudera. "jangan seperti itu, sayang. Seperti ini, smile. " Almahira tersenyum manis menghadap kamera. Elang Samudera mengikuti arahan Almahira.


"Smile." Ia tersenyum, dan bunyi cekrek kamare terdengar.


"Lihat, bagus kan. " kata Almahira tertawa. Elang Samudera melihat layar ponselnya. "kenapa, tak suka. Mau foto ulang. "


"Tidak." jawab Elang Samudera cepat.


"Tangan." Almahira mengulurkan tangannya. Elang Samudera meraih tangan itu. Menggenggamnya dengan hangat. "duh pintar. Elang manis dan baik. Tampan pula. Kenapa wanita wanita itu tidak menyukai Elang. "celetuk Almahira. Elang Samudera tersenyum melihat wajah bingung kekasih hatinya itu.


" Aku hanya perlu kau menyukaiku, Almahira sayang. "ucap Elang Samudera. Kini ponselnya telah memiliki wallpaper sendiri. Fotonya dan Almahira yang sedang tersenyum bersama.


Keesokan harinya. Di rumah sakit Otorita Batam. Hendra Setiawan datang tergolong gopoh.

__ADS_1


" IBU, ADA APA. "teriaknya.Hendra Setiawan memandang sang ibu yang terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit. Kepala Liana Herawati diperban. Ada selang panjang di hidung wanita itu.


" Ukh. "Liana Herawati mengerang, melihat putranya. Tirai terbuka. Masuklah Sarah Amelia dengan wajah sedih seribu dosa.


" Ibu, apa yang terjadi. "pekiknya pura pura terkejut.


" Ukh, ukh, ukh. "erang Liana Herawati menatap Sarah Amelia.


"Saat aku pulang dari memancing, dia sudah pingsan. Kata dokter, ada pendarahan otak. Kenapa terjadi disaat ia sedang sendirian. " kata Heru SetiawanSetiawan sambil menghela napas berat.


"Hiks.Ibu maafkan saya, karena harus menyiapkan makanan untuk Hendra, saya tidak bisa datang ke rumah Ibu. " Sarah Amelia menangis sambil menubruk tubuh Liana Herawati yang terbaring tak berdaya. "bagaimana ini ibu. Saya akan menemani ibu di rumah sakit. "


"Ukhhhh, ukhhhh. " Liana Herawati berusaha bicara.


"Ya ibu. Menantu ibu akan menjaga ibu di sini. Ibu cepatlah sembuh. " kata Hendra Setiawan.


"Kata dokter, ia tak boleh kedinginan. Pastikan ia di selimuti dengan baik. " kata Heru Setiawan. "tapi Hendra, nanti siapa yang akan menyiapkan makanan untuk dirimu. " tanyanya pada sang putra.


"Soal itu jangan khawatir. Sarah bisa pulang ke rumah dan menyiapkan lauk saat ibu tidur nanti. " kata Hendra Setiawan. "Ah, sekalian saja, minta dia menyiapkan untuk ayah. "


"Ah,putraku memang bisa diandalkan."ujar Heru Setiawan.


"Mereka bercanda. Segampang itu menyuruh nyuruhku. " geram Sarah Amelia tak suka. "Iya ayah. Jangan khawatir. " kata Sarah Amelia sambil mengusap air matanya. "haruskah aku membuat kalian sadar diri. " batinnya. Lalu ia berdiri dan bicara pada sang suami. "Mas, nanti aku mengirim pesan, apa saja yang dibutuhkan ibu. " katanya. "Jadi nanti saat di jalan mengantarkan ayah, bisa tolong bawakan. " lanjutnya.


"Iya, jaga ibu dengan baik. Kau sadarkan, selama ini ibu sangat baik padamu. " kata Hendra Setiawan.


"Dia memperlakukan diriku seperti putri kandungnya sendiri. Dia sudah seperti ibu kandung ku. " kata Sarah Amelia. "ibu kandung ku itu bagai neraka. " batinnya.


Lalu, Heru Setiawan dan Hendra Setiawan segera meninggal Liana Herawati dan Sarah Amelia. Keduanya yakin, Sarah Amelia akan merawat Liana Herawati dengan setulus hati. Mengingat kebaikan Liana Herawati pada sang menantu.


"Jangan khawatir. Sarah akan menjaga ibu. " kata Hendra Setiawan sambil membuktikan pintu mobil.


"Baiklah." Heru Setiawan menganggu. Ia ikut masuk ke mobil. "eh, apa ini. " tangannya meraih amplop di atas dashboard.


"Entahlah.Mungkin Sarah menjatuhkannya. " ujar Hendra Setiawan sambil memasang sabuk pengaman.


"Haha, kau memeriksakan speemamu. " kata Heru Setiawan sambil tersenyum mengejek.


"Ah, itu. Dia mengajakku untuk memeriksa." kata Hendra Setiawan cuek. "aku masih belum lihat. Hasilnya baik baik saja kan. "


"Kau harus test ulang. " seru Heru Setiawan.


"Hah, apa. Kenapa merepotkan. " tanya Hendra Setiawan dengan wajah kesal.


"Ini aneh, hah, apa ini kurang dari satu juta. " seru Heru Setiawan.


"Hah, ada apa dengan satu juta. " tanya Hendra Setiawan. "memangnya kenapa dengan hasilnya. "

__ADS_1


"KALAU BERDASARKAN ANGKA ANGKA INI. KAU MANDUL. " teriak Heru Setiawan marah. Hendra Setiawan yang mendengar hanya melongo tak percaya. "BISA BISANYA KAU MEMUTUS TALI KETURUNAN KELUARGA KITA. " umpatnya. "KAU BAHKAN BUKAN PRIA SEJATI. " tukasnya.


__ADS_2