Menikahkan Suamiku

Menikahkan Suamiku
bab 62


__ADS_3

"Tapi tolong pahami situasi saya ya. Karena anda di posisi seperti itu, kami jadi tidak punya pilihan lain, dengan melindungi informasi dengan kebohongan. " kata Lucas.


"Anda Lucas kan. " kata Melody.


"Apa." pekik Lucas terkejut.


"Itu karena beberapa waktu yang lalu saat saya datang ke sini, anda memperlakukan lord dengan nyaman. Anda kenalannya kan. " kata Melody tertawa senang.


"Itu memang benar, tapi bagaimana caranya anda bisa tau siapa saya. " tanya Lucas bingung.


"Itu karena tidak banyak orang yang bisa berbincang santai dengan duke Jacobus. Dan para pegawai juga bilang kalau anda orang yang kikir dan jahat. " kata Melody. Betty dan Rudi berusaha bersikap cuek saat Lucas melirik mereka dengan mata iblis. "seperti si kikir di tempat pelelangan. Dan sekarang saya yakin dengan respon Lucas, anda telah memalsukan keluarga kerajaan. "


"Bukan saya, tapi Arsen, maksud saya lord. " teriak Lucas dengan cepat.


"Kalau Ratu Anna mendengarnya, dia akan sangat senang, dan pastinya lord akan ada dalam bahaya bukan, bagaimana ini, apa kalian berdua harus dibawa ke petugas keamanan. " kata Melody sambil tersenyum puas.


"Apa apaan dia, mengerikan banget. " batin Lucas.


"Sepertinya kelemahan anda muncul. " ujar Melody.


"Tolong ampuni saya. " Lucas bertekuk lutut di depan Melody.


"Intinya, hari saya datang bukan untuk itu. " kata Melody.


"Kalau begitu ada urusan apa anda kemari. " tanya Lucas.


"Saya membutuhkan dua orang yang pandai bekerja dan bisa menjaga rahasia. " jawab Melody. Ia menatap Rudy dan Betty.


"Berapa saja harganya, bawa saja. "kata Lucas cepat dengan gembira. Betty yang mendengar itu langsung berteriak berang.


"Sialan, dia menilai orang seperti barang. Aku akan mengumpulkan uang dan menyewa pembunuh bayaran , dengan begitu aku bisa merobek mulutnya. " geram Betty penuh kemarahan.


"Aku juga akan menambahkan jumlahnya. " sahut Rudy.


"Apa kau tidak bisa bicara yang benar, dasar. " omel Betty.


"Pria itu. " tanya Betty. Melihat Erick yang duduk santai di kursi.


"Benar, dia seorang kesatriakesatria bernama Erick, dibawah kuasa keluarga Oplet. " ujar Melody.


"Jadi setelah pria itu duduk di sebelah meja itu. " kata Betty.

__ADS_1


"Kalian akan membocorkan bahwa ada harta karun luar biasa di gudang rahasia nyonya Oplet. Setelah itu, pria tamak itu akan melakukan sisanya sendiri. " ujar Melody. "jelas jelas ia akan mencuri permata dan surat kekuasaan, juga surat perjanjian setelah ia mengetahui gudang rahasia itu, seperti sebelum aku terkahir kembali. "batin Melody.


"Kalau seperti itu, anda bisa menyuruh pelayan anda. " ujar Betty.


"Aku kan sudah bilang, aku butuh orang yang pandai jaga rahasia. " kata Melody. Betty tersenyum puas.


"Anda lebih marih dari yang saya pikirkan. Meski saya tidak tau, karena ada masalah apa, anda bisa membuat trik seperti ini. " kata Betty.


"Trik." batin Melody.


Hati nurani Melody tidak sedikitpun terluka. Toh Melody hanya datang untuk mengambil kembali benda yang seharusnya milik Melody, dari orang orang bodoh itu karena sudah merampas harta keluarga Garden. Mulai sekarang, Melody bisa melakukan apa pun untuk balas dendam.


"Nah kalau begitu, kita mulai. " kata Betty.


Melody mengangguk, Betty dan Rudy segera masuk ke dalam restoran itu. Mereka duduk tak jauh dari Erick yang sedang menikmati makan siang. Erick jadi antusias mendengar pembicaraan mereka.


"Sudah ku duga, Bajingan itu pasti terpancing. " batin Melody yang sedang mengintip dari luar jendela restoran.


Orang memang tidak berubah, bahkan selama sepuluh tahun berlalu, juga tetap tidak berubah. Hanya dengan memberikan pilihan saja, keserakahan mereka dengan sendirinya akan menyempurnakan balas dendam Melody.


"Ok berjalan mulus. " isyarat dari Betty.


"Kalau begitu, aku sekarang kembali ke rumah. " batin Melody. Ia segera meninggalkan restoran itu, kembali ke kediaman Garden.


"Kenapa suasananya jadi seperti ini. "batin Melody.


" Nona. "Susi datang tergopoh gopoh , wajahnya cemas.


" Ada apa Susi. "tanya Melody.


" Nyonya viscount. "ujar Susi. Melody bergegas masuk.


" Berani beraninya pelayan rendahan seperti dirimu meremehkan ku. "maki mira oplet. Nampak Ani, di paksa berlutut di bawah tekanan Nuri dan Ima, pelayan Mira. Saat wanita gila itu mengangkat tangan untuk memukul Ani, dengan sigso Melody mencengkrsm tangsn itu.


" Apa yang Anda lakukan. "tuettisk Melody.


" Beraninya seorang pelayan mengolok-olok aku, itu semua karena kau sudah menghinaku. "teriak mira.


" Ani mengolok-olok Anda. "tanya Melody.


"Dia bilang kalung semacam itu saja, benarkan nyonya. " kata Nuri.

__ADS_1


"Kalung." batin Melody. Ia melihat tangan Ani yang menggenggam erat sebuah kalung mutiara putih bermata merah. "Ani ingin melindungi barang peninggalan ibuku. " pikirnya. "Kalian semua, tunggu di luar. " serunya pada para pelayan.


"Nona, Ani. " seru Susi. Melody menutup pintu.


"Ternyata kepala pelayan menjadi hila seperti ini, karena kau tidak becus mendidiknya. " ujar mira sambil memegang pemukul.


"Itu tidak benar, Ani bisa menjalankan tugasnya dengan baik. " bantah Melody tak kenal takut.


"Kau merendahkan dirimu karena kau masih muda hah. " teriak mira dengan marah. "kalau tidak bagaimana kau mencelaku. " makinya. "cepat usir dia. kalau membiarkan orang seperti itu di sini hanya bikin sial saja. " umpat nya.


"Tidak, urusan keluarga ini, biar saya saja yang urus. " kata Melody dengan tegas.


"Berani beraninya kau menimpali perkataan ku. Orang tuamu mengajari seperti itu hah. " teriak mira. "karena orang tuamu bersikap tanpa membedakan yang atas dan bawah, maka putrinya juga bersikap seperti itu. " heran juga sam si mira ini. Udah kayak nenek sihir, lagaknya sok kuasa. "sudah tidak bisa dibiarkan lagi, aku yang akan memberitahu bagaimana mengajarkan etika pada atasan... "


"Atasan ya. " ucap Melody, tanpa di sadari ia sudah menghajar dus pelayan mira.Menampar dan menunjukkan muka mereka sekuat tenaga.


"Apa yang kamu perbuat. " jerit mira kaget melihat dia pelayan nya di hajar tanpa ampun oleh Melody.


"Bibi kan berkata soal atasan. " kata Melody dengan suara dingin. Ia menatap mira dengan sorot tajam, siap membunuh. Mira bergidik ketakutan.


"Mana bisa kau memukuli palayanku. " tetiak mira tak terima.


"Saya tidak bisa membiarkan pelayan yang sudah melanggar peraturan tanpa ijin. Di tambah lagi, berani beraninya Anda menyuruh Ani berlutut. "terisk Melody tepat di wajah mira.


"Aku tidak akan membiarkan masalah ini berlalu begitu saja. " ancam mira.


"Susi." teriak Melody.


"Ya, nona. " jawab Susi dari luar.


"Bawa pelayan keluarga viscount yang sudah masuk tanpa ijinku ke petugas keamanan. Antar bibi sampai keluar pintu gerbang. " seru Melody tegas. Semua orang terkejut.


"Baik." Susi mengangguk.


"Nah, seret mereka. " kata Melody.


"Baik." jawab Susi. "Ani, kamu baik baik saja. " Susi memapah Ani yang lemah.


"Ani." Melody menghampiri pengasuh sekaligus kepala pelayannya itu.


"Apa yang kau perbuat Melody. " teriak mira, tak terima di seret keluar oleh pelayan. "Melody, Melody. " teriaknya kesetanan. Emang sudah jadi setan.

__ADS_1


"


__ADS_2