
sambil nunggu review ulang... satu dulu ya..
Pagi itu di kantin perusahaan Unileveren and drinks. Berkumpul Almahira Rengganis, Sarah Amelia, Zahra Fahira dan Gina Aisyah. Mereka menikmati sarapan pagi bersama.
"Apa!!!!! Benarkah!!!!!. " dengan heboh Zahra Fahira berseru saat Almahira bercerita soal lamaran romantis tadi malam.
"Ya, aku dilamar. " kata Almahira tertawa senang. "besok malam kami akan bertemu orang tua Hendra. "
"Jangan jangan tas baru dan blues itu dari Asisten Manajer Hendra Setiawan. " kata Zahra Fahira penuh semangat.
"Iya.Ia mendapatkan keuntungan dari saham dan langsung membelikannya untukku. Dia juga bilang jangan khawatir soal rumah pengantin. "kata Almahira.
" Benarkah???. waah Asisten Manajer Hendra Setiawan sangat hebat. "puji Bu Gina Aisyah. Zahra Fahira tertawa sumbang.
" Tapi kalian berdua kan masih terlalu muda. "kata Zahra Fahira.
"Benarkah Almahira, kau akan segera menikah dengan Asisten Manajer Hendra Setiawan. "tanya Sarah Amelia.
"Tentu saja. Kan tak ada orang lain seperti Hendra. Dia perhatian, pekerjanya stabil dan ia bisa mengurus keuangan. " kata Almahira sambil tertawa senang. "Dia bilang agar aku berhenti bekerja dan istirahat saja di rumah begitu kami menikah. Kalau menikah dengan Hendra aku pasti bahagia."lanjutnya." oya kalian harus merahasiakan ini di kantor ya. "pintanya sambil menutup mulut dengan tangannya yang terdapat cincin mewah dari Hendra Setiawan.
" Cincin itu. Aku menginginkannya. "batin Sarah Amelia melihat cincin di jari Almahira. "Asisten Manajer Hendra Setiawan perhatian sekali. Selamat Almahira. " katanya.
Ya Sarah, kau pasti iri melihat Almahira bahagia.
"Sarah Amelia, aku akan memberikan Hendra Setiawan yang sangat kau dambakan itu. Jadi cepatlah ambil. " batin Almahira. Ia tahu Sarah Amelia sedang meliriknya tak senang.
"Hah pernikahan, apa bagusnya sih dia. " Sarah Amelia menatap Almahira yang berjalan di depannya dengan penuh kekesalan. "Almahira Rengganis. Kau kan temanku. Sampai sekarang aku selalu melakukan semuanya untukmu. Aku mengabulkan semua permintaanmu dan selalu berada di sampingmu. Kalau saja kau menyadari posisimu dan tidak berlagak, aku pasti akan baik padamu sampai akhir. Jadi aku akan menghancurkan semuanya. Kau tidak boleh lebih bahagia daripada aku. "
Di kantor. Almahira mengecek pergerakan saham. Sahamnya di Farmasi Kimia Perdana terus naik. Total keuntungan Almahira adalah dua ratus tujuh puluh juta rupiah. Itu sudah cukup. Setelah perpisahan dengan Hendra Setiawan,Ia akan pindah rumah dan berhenti bekerja.Lalu ia mengecek saham Bokdong. Turun dengan cepat.
"Brakkk." Hendra Setiawan membanting koran di atas meja. Sungguh sial. Saham Bokdong hanya jadi selembar tissu.
"Nomor yang Anda tuju tidak terdaftar. Silakan periksa nomor dan coba lagi. " suara operator seluler terdengar. Sudah puluhan kali lelaki itu mencoba menghubungi nomor Asep Wiguna. Pioner saham dari Bokdong.
"Sialan kau Asep Wiguna. Sial, uang lima puluh jutaku. Kau menyuruhku menjual semua hartaku, karena kesempatan datang tak terduga. Lalu bagaimana dengan rumah pengantinnya. Almahira pasti akan marah dan membatalkan pernikahan bila tau aku ditipu. " geram Hendra Setiawan. "tidak, ini tidak boleh terjadi. Aku bisa mendapatkan uang dari saham lain. Aku bisa meminjam uang pada kedua orang tuaku untuk keperluan mendesak. Aku pasti bisa menutupi kerugian ini. "
Hendra Setiawan mencoba menghubungi Asep Wiguna lagi. Soalnya, kenapa juga ia harus membelikan barang asli pada Almahira, kalau palsu pun gadis itu pun pasti tak tau. Pikirnya. Dasar lelaki kadal.
"Hendra, kau sedang apa di sini. " teriak Almahira. "Hari ini kita akan makan diluar sebagai bentuk perayaan pelarisan produk Asisten Manajer Gina Aisyah. Semuanya sudah menunggumu. Ayo cepat kita pergi. "
"Ah, benarkah, maaf aku lupa. " kata Hendra Setiawan. Ia tersenyum canggung. Almahira tau lelaki itu pasti kacau karena sahamnya merugi. "Almahira, kau pergi naik mobilku saja."
__ADS_1
"Ya, Sarah juga boleh ikutkan. " tanya Almahira.
"Tentu saja. " jawab Hendra Setiawan mengangguk.
Di sebuah restoran di Sekitar Batam Center. Di situlah sekarang mereka berkumpul.
"Selamat datang, silahkan ke sebelah sini. "Pelayan mengantar mereka ke meja yang sudah di booking. Nampak Zahra Fahira sibuk menata daging sapi.
"Baiklah, silahkan para senior makan dengan lahap. Daging di meja ini serahkan saja pada Zahra Fahira. " kata Zahra Fahira penuh semangat.
"Astaga.Anggota termuda kita ini rupanya sudah bisa membuka restoran bbq sendiri ya. " goda Bu Gina Aisyah pada Zahra Fahira sambil tertawa.
"Zahra, kau sangat pandai memanggang daging. Sepertinya kau lebih cocok bekerja di restoran BBQ dari pada di perusahaan. " kata Sarah Amelia.
"Aku memang serba bisa. Kak Sarah sendiri, apa yang bisa kakak lakukan. " Zahra Fahira balas mengejek Sarah Amelia. "aku akan memanggangmu Sarah Amelia. " geram Zahra Fahira.
"Kurang ajar, usianya lebih muda dariku. Beraninya kau. " pikir Sarah Amelia menatap jengkel pada Zahra Fahira.
Di sebrang meja Almahira tertawa melihat kelucuan Zahra dan Sarah. Sementara Elang Samudera menatapnya dengan pandangan sulit diartikan. Tadi siang lelaki itu baru saja menerima pesan dari Zahra Fahira, yang mengabarkan bahwa Almahira akan menikah dengan Hendra Setiawan. Benar benar hancur hatinya.
"Aku... apa yang harus kulakukan. Bagaimana caraku membatalkan pernikahan Almahira. " Elang Samudera menatap Almahira yang sedang berbincang dengan Hendra. Beberapa dari mereka memesan alkohol. Bir dan wiskey.
"Kau jangan minum terlalu banyak. Ingat, besok kita bertemu dengan kedua orang tuaku. "bisik Hendra Setiawan.
"Asisten Manajer Hendra Setiawan, ayo minum denganku. " Sarah Amelia mengangkat botol bir di tangannya.
"Ya, baiklah. " kata Hendra Setiawan.
"Tolong bimbing Sarah juga kedepannya Asisten Manajer Hendra. " kata Sarah. "Aku pasti akan mendapatkannya, bagaimana pun caranya aku harus mendapatkan Hendra Setiawan. " batin Sarah Amelia.
Entah sudah berapa banyak keduanya minum. Botol bir berserakan di meja. Almahira hanya menikmati jagung keju kesukaannya.
"Kepala Manajer keluar karena ada telpon penting, Zahra dan Kak Gina pergi ke toilettoilet dan belum kembali. " Almahira melirik dua ular yang sedang menikmati minuman sambil tertawa tawa. "ini kesempatan ku. "
"Asisten Manajer Hendra Setiawan, ayo minum segelas lagi dengan Sarah. " kata Sarah Amelia sambil menyodorkan satu sloky wiskey.
"Sarah sudah benar benar mabuk rupanya. " kata Hendra Setiawan tertawa.
"Jangan.Sudah cukup. " Almahira menahan gelas wiskey di tangan Sarah. "apa aku boleh mengantar Sarah ke mobil dulu. "tanyanya pada Hendra Setiawan.
" Oke. Aku akan keluar setelah mendapatkan sopir pengganti. "kata Hendra Setiawan menyerahkan kunci mobilnya.
__ADS_1
" Ya, kami akan keluar lebih dulu."Almahira lalu menuntun Sarah keluar dari restoran.
"Sarah Amelia memang sangat imut. Ia sangat menarik. Dan terasa menyenangkan saat bisa mabuk berdua dengannya. " Hendra Setiawan menegak habis wiskey di gelas nya.
" Sarah masih ingin minum. "seru Sarah Amelia. Almahira, Sarah merasa kesulitan di tempat kerja. "
"Semua juga seperti itu. Aku bertahan karena ada Hendra yang selalu menguatkan diriku. " kata Almahira membuka pintu mobil.
"Huh, kau selalu membanggakan pacarmu. " gumam Sarah sambil duduk.
"Itu kenyataan. Pria seperti Hendra sulit ditemukan di mana pun. Karena itulah aku menikah dengannya. " ujar Almahira.
"Benarkah." tanya Sarah sinis.
"Eh, dimana ponselku. " Almahira membuka tasnya. Saat itu Hendra Setiawan datang.
"Kenapa kau belum naik. Aku sudah mendapatkan sopirnya. " kata Hendra Setiawan.
"ponselku tertinggal di dalam. Aku akan mengambilnys. " kata Almahira. "kau tolong jaga Sarah, ya Hendra. "
"Benarkah, baiklah. " Hendra Setiawan mengangguk. Almahira kembali ke restoran. "apa kau baik baik saja Sarah. " tanya Hendra membungkukkan badan.
"Kebaikanku hanya sampai di sini saja. Kalian lakukanlah srmau kalian. " batin Almahira.
"Mas... Sarah sangat kedinginan. " kata Sarah dengan tubuh menggigil.
"Kau kedinginan. " Hendra Setiawan menatap Sarah Amelia lalu melepaskan jasnya. "aku akan menyalakan pemanas, kau pakailah ini dulu. "
"Ini hangat. " Sarah tersenyum. Saat jas itu menutupi tubuhnya. "terimakasih, mas. "
"Tunggu sebentar ya. Almahira akan segera datang... " kata Hendra Setiawan.
"Mas, apa kau bisa tidak membicarakan Almahira. " Sarah memotong kata kata Hendra Setiawan dengan menutup bibir lelaki itu dengan jarinya. "di sinikan hanya ada kita berdua. " Sarah membelai wajah Hendra Setiawan.
"Sarah." Hendra Setiawan berdebar menatap Sarah Amelia.
"Dasar, sekarang kita di sini hanya berdua. Jangan terlalu sungkan padaku, mas. " Sarah merenggangkan pahanya. "mas Hendra, kau akan mengantarkan Sarah sampai ke dalam rumah kan. "
Sarah mendekatkan wajahnya. Hendra Setiawan yang sudah dikuasai nafsu ******* bibir merah itu. Keduanya berciuman dengan panas, tanpa tau sepasang mata melihat kelakuan bejat mereka.
Airmata Almahira mengalir membasahi pipinya.
__ADS_1
"Dengan ini, semuanya berakhir. Akhirnya aku bisa balas dendam. Tapi kenapa airmata ini tak mau berhenti mengalir. " Almahira berlalu sambil menggenggam ponselnya.
selamat pagi dan selamat beraktivitas.