
"Kau membuatnya sendiri. " Pak Jaka membuka laporan yang diberikan Almahira. "hebat sekali. "
"Menurut media asing, bisnis ini akan segera berkembang secara global. " ujar Almahira. "perusahaan lain juga sedang mengincarnya. Jadi kita harus memulai terlebih dahulu. "
"Memulai." Pak Jaka menatap Almahira.
"Karena ini sudah ditetapkan dan dijalankan, jadi ayo kita segera memublikasikannya dahulu. Sambil menarik efek dari promosi, kita juga akan membuat kesan bahwa Unileveren and drinks adalah pelopor minuman instan Indonesia halal melalui brand ambassador yang terpercaya. "kata Almahira sambil menjelaskan isi laporan miliknya. "selain draf publikasi, saya juga membuat drafar selebritas yang secara publik menjalani hidup religius dan sehat. Tidak mengkonsumsi alkohol untuk terpilih sebagai brand ambassador. "
"Ini cukup bagus. Dengan ini aku bisa menyingkirkan siapapun. " pikir Pak Jaka sumringah. "pemikiranmu memang sangat cepat Asisten Manajer Almahira Rengganis. Kau bahkan langsung memilih brand ambassador. Apakau tidak ingin langsung bergabung dengan proyek ini. "tanyanya penuh semangat pada Almahira.
"Saya masih malu. Kalau ini berhasil dan anda dipromosikan, tolong jangan lupakan saya Pak Manajer Jaka. " kata Almahira tersenyum.
"Ya, tentu saja, aku tidak akan lupa. " kata Pak Jaka dengan pasti. Almahira hanya tersenyum. Ia berlalu pergi.
Selanjutnya. Di hitung mundur. Hari ke tujuh belas, sebelum kehancuran.
Pak Jaka menelpon seseorang.
"Kau ada kenalan reporter di sana kan. " tanyanya.
Hari ke dua belas, sebelum kehancuran. Koran bisnis dan ekonomi menerbitkan besar besaran tentang Unileveren and drinks yang menjadi pelopor minuman instan halal, dan telah memilih brand ambassador mereka.
Hari kesembilan sebelum kehancuran.
"Pekerjaan anda sangat luar biasa Manajer Burhan. " kata Pak Direktur Badrul. "kalau pekerjaan kali ini berhasil dengan baik. Kau bisa naik jabatan. "
Hari kelima sebelum kehancuran. Pak Jaka dan Direktur Badrul minum minum di cafe daerah Jodoh, Nagoya.
Satu hari sebelum hari kehancuran. Pak Jaka masih terlena dengan Uforia keberhasilan yang tinggal di depan mata.
Dan, hari kehancuran tiba.
Pagi itu di Perusahaan Unileveren and drinks. Pak Jaka datang dengan wajah super cerianya. Ia menyapa orang orang dengan gayanya yang slengean.
"Selamat pagi. " sapa lelaki botak itu. "Hallo pak Prawiro. Wajahmu nampak senang hari ini. "
Yang disapa hanya melongo keheranan. Tak biasanya lelaki tua, gendut, botak pendek itu menyapanya.
"Kenapa dia tiba-tiba seperti itu. Mirif kambing minta kawin. " bisik seorang karyawan pada temannya.
"Akhir akhir ini ia memang seperti itu. Mungkin hubungan dia dengan Sarah Amelia anak magang itu sudah mulai serius, hingga ia jadi begitu bersemangat. " bisik yang lain, memandang tidak suka pada Manajer Jaka. Sikap arogan dan seenaknya sendiri membuat orang orang hilang simpati pada lelaki itu. Ibarat pepatah, makin tua makin berisi, makin bisa membawa diri. Tapi itu tak berlaku pada Pak Jaka, makin tua makin menjadi, suka seenak hati dan tidak tau diri.
Ponsel lelaki itu berbunyi, sebuah pesan masuk.
Pengirim si cantik Sarah:Mas Jaka, hari ini Sarah telat bangun. Karena terburu-buru, berangkat kerja, jadi Sarah lupa sarapan.
Penerima si cantik Sarah:Astaga.Pasti kau sangat lapar ya Sarah. Apa kau mau aku membelikan sesuatu.
Pengirim si cantik Sarah:Sarah ingin minum susu stroberi. Terimakasih Mas.
"Hah, ia ingin minim susu stroberi. Ah lucunya. Mas mu ini akan membelikannya. Tunggulah sebentar sayangku. " khayal Pak Jaka sambil membayangkan wajah Sarah Amelia yang begitu imut dan cantik.
Ponselnya berbunyi. Menyadarkan Pak Jaka akan dunia nyata. Tertulis Sekretaris Jimmy memanggil. Jimmy adalah sekretaris dari Direktur Badrul.
__ADS_1
"Hallo sekretaris Jimmy... oh Pak Direktur mencari saya... saya akan segera kesana."jawab Manajer Jaka. Dengan langkah ringan ia masuk ke dalam lift yang terbuka. " pekerjaan dan percintaan berjalan lancar, kalau aku di promosikan, aku akan langsung meminta Sarah Amelia untuk berpacaran denganku. "gumamnya.
Di kantor Direktur.
" Selamat pagi , Direktur Badrul. "sapa Manajer Jaka dengan wajah ceria."Ada apa. ... "
"Dasar kau gila!!!!!!. " sebuah tempat pulpen melayang tepat mengenai kening licin Manajer Jaka.
"Aduh,.... "lelaki itu tak sempat menghindar.
" Apa!!! Selamat pagi!!!! Bagaimana kau bisa bertanggungjawab dengan semua kekacauan ini!!!!. "teriak Direktur Badrul penuh kemarahan. Ia memperlihatkan berita di internet. " ini adalah komentar internet di pusat pelayanan pelanggan kita. "ujar lelaki tua itu. "brand ambassador untuk produk minuman instan Indonesia halal kita ternyata berbohong soal gaya hidupnya. Ia bahkan tertangkap basah minum alkohol dan teler di diskotik. Mabuk, mabuk-mabukan. "teriak Direktur Badrul. " saham kita langsung anjlok dasar kau botak. "kakinya.
"Tidak mungkin. " pikir Manajer Jaka terkejut. "Maafkan saya. Saya akan menghentikan proyek ini dulu. " kata Pak Jaka.
"Kau mau menghentikan, setelah kau mempublikasikan semuanya pada media!!!!! . " bentak Direktur Badrul. "kau tau berapa banyak biaya untuk menjalankan ini. " makinya."dasar bodoh, cepat selesaikan masalah ini. "
"Ya, Zahra Fahira, rencana ini kan, awalnya milik Zahra Fahira. " otak bulat Pak Jaka langsung terbayang nama Zahra Fahira. "Direktur Badrul, sebenarnya rencana ini bukan saya yang buat. Rencana ini dari tim baru yang memohon untuk diloloskan. Saya hanya memberi kesempatan pada pegawai muda itu. Bagaimana anak yang baru masuk beberapa bulan melaksanakan rencana seperti ini kan. Jadi saya hanya ingin mendukung anak itu. Jika pegawai muda berusia dua puluh lima tahun membuat pernyataan bersalah, publik tentu akan melunakkan. "
"Tunggu, pegawai berusia dua puluh lima tahun,dari pemasaran satu, siapa namanya. " tanya Direktur Badrul. Ia mengisap rokoknya dengan wajah masih kesal.
"Namanya adalah Zahra Fahira. Belakang ini wanita terkenal dengan slogannya bukan,kalu ini mari kita buat publikasi dengan wanita halal.Jadi mereka akan tau siapa dibalik proyek ini. "kata Pak Jaka. " jadi anda bisa menghindari kritik yang diberikan kepada perusahaan, dengan mengorbankan satu pegawai baru. "terang Pak Jaka. "ya aku bisa menghindar dari masalah ini dengan mengorbankan Zahra Fahira. " pikirnya senang.
"Apa maksudmu Zahra Fahira yang itu. Apa kau memberitahu padanya bahwa aku yang menyuruhmu menjalankan proyeknya. " tubuh Direktur Badrul mendadak gemetar.
"Tentu saya, saya bilang bahwa saya Jaka Burhanuddin, satu tim dengan Direktur Badrul yang hebat dan..... " ujar pak Jaka percaya diri.
"Dasar bodoh!!!!. " maki Direktur Badrul. "cepat katakan padanya. Kau yang mengerjakannya sendiri dan tidak ada sangkut pautnya denganku.
Suara gebrakan meja dan pecahan benda terdengar sampai luar. Orang orang yang lalu lalang di depan kantor Direktur, banyak berspekulasi. Siapa yang membuat Direktur Badrul mengamuk.
"Sebarkan saja diinternet bahwa kau adalah pria halal. " maki Direktur Badrul. "bagaimana memperbaiki citra kita ke publik. Dasar bodoh. "
Segala macam makian dan sumpah serapah dilontarkan sang Direktur. Pak Jaka hanya bisa menerima semua dengan hati yang hancur. Ia berjalan dengan menunduk.
"Tidak apa apa. Kan ada Sarah yang imut. Aku pasti bisa mengatasi masalah ini dengan Sarah Amelia di sampingku. " Pak Jaka menatap susu stroberi di tangannya. Lalu ia pergi menemui Sarah Amelia di kubeliknya.
"Saya tidak bisa minum susu stroberi. " kata Sarah dengan wajah kesal.
"Tadi pagi kau bilang ingin meminumnya. " kata Pak Jaka.
"Tapi saya tidak ingin meminumnya. " Sarah berlalu meninggalkan Pak Jaka yang menjadi bahan gunjingan orang orang kantor.
"Aku sudah membelikan susu stroberi, kenapa kau tidak meminumnya. "kata Pak Jaka. " ini semua karena Asisten Manajer Almahira Rengganis. Dia pasti tahu Zahra Fahira punya koneksi, karena mereka dekat. "batin Pak Jaka. Ia melihat Almahira yang sedang sibuk di kubeliknya. " Almahira Rengganis, katanya ia akan mempublikasikan beritanua. Nyatanya tidak. "geram hati Pak Jaka.
" Hei Asisten Manajer Almahira Rengganis. "teriak Manajer Jaka. Almahira menatap Manajer Jaka. " Bagaimana publikasi yang seharusnya kau serahkan hari ini. Aku sudah bilang itu sangat pentingkan!!!???. "maki lelaki botak itu.
"Saya sudah meletakkan di meja anda Manajer. " kata Almahira tenang.
"Kau seharusnya bilang kalau sudah meletakkannya. Apa kantor ini lelucon bagimu. " Ujar si botak itu.
"Saya sudah mengirimkan pesan setelah menaruhnya. " jawab Almahira tetap tenang.
"Kau ini, kau selalu membantah setiap ucapanku!!! Apa kau merasa paling pandai sedunia. "teriak Pak Jaka penuh kemarahan. Ia tak terima karena Almahira selalu benar, dan ia selalu terpojok bila berdebat dengan gadis itu. "apa ini ekspresi dirimu setelah aku dimarahi, benar benar sial. Jadi apa maksudmu. "
__ADS_1
"Apa." Almahira menatap Pak Jaka dengan terkejut. Wajah gadis itu mulai kesal.
"Tundukkan kepala mu saat aku berbicara. Dasar, darimana kau belajar kurang ajar seperti ini." tunjuk Pak Jaka di wajah Almahira. "apa ini yang orang tuamu ajarkan saat mereka masih hidup. "
"Manajer Jaka. " Almahira mengeram marah. "Apa sekarang anda sedang menghina orang tua saya. "
"Anaknya saja seperti ini.!!!!! Itu karena Ibu dan ayahmu tak bisa mendidikmu, !!!!!! Aku sudah berbaik hati padamu,!!!!! Tapi kau melemparkan kotoran padaku! !!! Kau berani membantahku dan tidak tau posisimu. !!!!!! Dasar kau.... " bentakan dan makian Manajer Jaka membuat semua orang melihat lelaki botak itu. Saat ia mengangkat tangan ingin memukul Almahira, sesuatu mencengkram leher jasnya dari belakang. Almahira terbelalak melihat siapa yang datang.
"Manajer Burhanuddin. Minta maaf pada Almahira Rengganis. " kata Pak Elang Samudera.Matanya setajam pisau yang siap mencabik tubuh bulat Manajer Jaka."sekarang juga. "
"Kepala Manajer. " Pak Jaka menoleh, terkejut melihat siapa yang dengan mudah mengangkat tubuhnya. "kapan anda kembali. "
"Minta maaf. " perintah Pak Elang Samudera dengan tegas.
"Maafkan saya Asisten Manajer Almahira Rengganis. " kata Manajer Jaka.
"Kepala Manajer, tolong hentikan. " pinta Almahira, melihat Pak Jaka yang seperti jemuran kusut.
Tubuh Pak Jaka langsung terduduk di lantai begitu Pak Elang Samudera melepaskan tangannya. Tepat menduduki botol susu stroberi. Hingga pecah dan mengotori lantai.
"Manajer Jaka Burhanuddin, pemberitahuan dari komite disiplin akan segera datang. Bersiaplah, dan temui aku. Masalah ini tidak akan selesai dengan hanya pemotongan gaji. " ujar Pak Elang Samudera.
Beberapa hari kemudian. Surat keputusan datang ke tangan Pak Jaka Burhanuddin.
"Orang-orang sialan itu. " geram Pak Jaka, ia menatap kertas di tangannya. Teringat saat ia disidang di depan dewan komite kedisiplinan perusahaan.Beserta bukti dan saksi yang tak terbantahkan."Dihukum karena tindakan percobaan kekerasan pada Almahira Rengganis. Intimidasi terus menerus pada Gina Aisyah. Dan tambahan hukuman karena mengambil rencana Zahra Fahira dan mengancamnya. Almahira Rengganis ini belum puas membuatku begini. Ia juga merekam semuanya dan menusukku dari belakang. Semua rencanaku gagal karena para wanita sialan itu. Padahal aku bisa segera menikah dengan Sarah Amelia. "pikir Pak Jaka penuh dendam dan kebencian.
"Sepertinya aku harus pindah ke departemen lain. " terdengar suara yang sangat dikenal Pak Jaka.
"Kenapa kau harus pindah ke departemen lain hanya karena orang seperti itu, Sarah. " terdengar suara Hendra Setiawan bertanya.
"Rumor aneh terus tersebar, aku benar benar tak ada hubungan apapun. " Sarah Amelia berjalan di sisi Hendra Setiawan. Pak Jaka melihat mereka dan mengikuti dari belakang.
"Itu Sarah Amelia dan Asisten Manajer Hendra Setiawan. "Pak Jaka bergumam sendiri.
"Aku tau, bagaimana Sarah yang imut berhubungan dengan lelaki gendut botak itukan. " kata Hendra Setiawan sambil tersenyum. "sekarang kita minum saja dulu dan melupakannya. "
"Apa yang sedang mereka lakukan. " Pak Jaka ikut masuk ke area kantin perusahaan.
"Kalau begitu, apa yang akan terjadi pada Manajer Jaka sekarang. " tanya Sarah Amelia. Mereka berdiri di depan mesin minuman.
"Dari yang aku dengar, ia benar benar dihukum oleh atasan. " jawab Hendra Setiawan. "Ya ini kesempatan yang bagus. Manajer botak tanpa kemampuan yang bagus. Semua orang membencinya. Kau juga berhentilah mengikuti Jaka Burhanuddin, Sarah. Dengan begitu rumor bahwa kau berpacaran dengan manajer Jaka , dan juga kau mencampakkan nya setelah dihukum akan menghilang. Jangan pindah ke departemen lain. Lagi pula dia sudah berakhir. "ujarnya panjang lebar. Manajer Jaka yang mendengar semuanya tersentak. Apa lagi melihat Sarah Amelia meminum susu stroberi di tangannya. Lelaki itu semakin panas. "dari yang aku lihat, penurunan posisi dan suspensi , itu tak ada bedanya dengan menyuruhnya mengundurkan diri. Itu bagus.... " sambung Hendra sambil tersenyum mengejek.
"Apa!!!? Dasar kau. " satu bogem mentah mendarat di wajah Hendra Setiawan secara tiba-tiba. "apa katamu!!!!! Dasar anak kurang ajar!!!!! Kau ingin mati ya. " Pak Jaka menghajar Hendra Setiawan membabi buta.
"Ada apa dengan anda Manajer. " jerit Sarah Amelia ketakutan. Hendra Setiawan yang terkejut memegangi wajahnya.
"Kau sudah punya pacar, Tapi berani menggoda pacarku!!!!!!. " maki Pak Jaka. "Sarah dan aku akan segera menikah. "
"Manajer." Sarah Amelia terbelalak kaget. Begitu juga dengan Hendra Setiawan dan orang orang yang melihat kejadian itu.
"Kau ingin sekali memisahkan kami. " teriak Pak Jaka. "katakan padanya Sarah. katanya padanya betapa kita saling mencintai. "
Alamak. Semua terbelalak dengan ulah dan kata kata Pak Jaka.
__ADS_1