Menikahkan Suamiku

Menikahkan Suamiku
bab 43


__ADS_3

Foto Hendra Setiawan dan Liana Herawati di pasang berjejer. Ya, jenazah kedua anak dan ibu itu di semayamkan di rumah duka, yang ada di Temiyang, Batu aji.Dupa dinyalakan. Karangan bunga duka cita berjejer di luar. Para pelayat datang silih berganti.


"Tidak... hiks hiks hiks jangan pergi seperti ini. Hiks hiks kenapa kalian pergi meninggalkan Sarah. " Sarah Amelia menangis histeris. Sampai matanya bengkak. Heru Setiawan pun sedih luar biasa. "hiks ibu... hiks sayangku... "


"Kasihan banget ya. Masih muda sudah ditinggal meninggal oleh suaminya. " bisik seorang kerabat.


"Umur manusia itu tak ada yang tau. Semua rahasia Tuhan. " kata suaminya dengan bijak.


"Padahal menantunya sudah merawatnya dengan sangat baik. " bisik yang lain.


"Ayah, tolong bangunkan suamiku. " Sarah Amelia menarik tangan Heru Setiawan. "jangan biarkan ia di sana. "


"Kau istirahatlah. Biar ayah berjaga di sini. " kata Heru Setiawan. Ia pun sama hancurnya dengan Sarah Amelia, sang menantu. Ia tau istrinya Sangat baik pada Sarah Amelia. Begitu pula sang menantu, sangat berbakti.


Sarah Amelia masuk ke ruang istirahat. Ia duduk di lantai.


"Sialan, tenggorokan ku sampai sakit. " geram Sarah Amelia. "aku muak sekali. Hendra Setiawan, dasar kurang ajar. "


Sarah Amelia teringat perkataan petugas yang menyelidiki rekaman CCTV.


"Dari rekaman CCTV di tempat parkir, semalam sebelum kejadian. Terlihat bahwa, Dia sendiri yang merusak mobilnya dengan alat. " ujar petugas. "apa ada sesuatu yang Anda ketahui. "


"Tidak ada, tapi setau saya, mobilnya tidak ada masalah. " kata Sarah Amelia waktu itu. Ia pun heran saat petugas mengatakan penyebab kecelakaan Hendra Setiawan adalah karena rem mobilnya yang blong. Kan tidak mungkin, hanya orang bodoh yang merusak rem untuk mencelakai dirinya sendiri. Tapi...


"Tidak ada asuransi atas nama Hendra Setiawan. Tapi ada asuransi dengan nilai klaim yang sangat besar atas nama istrinya. " kata petugas memeriksa klaim yang di sodorkan Sarah Amelia.


Demi segala ibl*s di neraka, Sarah Amelia mengutuk sejadi-jadinya Hendra Setiawan. Lelaki yang tega teganya ingin melenyapkan nyawanya. Padahal ia sudah begitu berbakti, melayani dan merawat ibunya. Tapi baguslah, Fir'aun itu mati duluan, bersama nenek lampir.


"Aku hampir mati di tangan suamiku sendiri. Baguslah kau mati, Hendra Setiawan. " senyum Sarah Amelia.

__ADS_1


Hari makin malam. Tapi tamu masih banyak yang datang. Teman-teman kantor Hendra Setiawan yang dulu juga pada datang. Termasuk Almahira Rengganis, Zahra Fahira, Gina Aisyah, Anton prawiro, Juga ada Jaka Burhanuddin.


"Eh pak Jaka juga datang. " kata Almahira, ia berjalan masuk bersama Zahra Fahira.


"Sepertinya tempatnya ada di sebelah sana. " kata Zahra Fahira.


TURUT BERDUKACITA ATAS BERPULANGNYA HENDRA SETIAWAN DAN LIANA HERAWATI.


Sebuah kertas bertemprk di papan pengumuman. Beserta tanda panah petunjuk ruangan.


"Di mana Sarah Amelia. " mereka mencari cari keberadaan Sarah Amelia. Keduanya masuk ke ruang persemayaman. Nampak Heru Setiawan sedang menatap foto istri dan anaknya yang di pasang di atas altar.


"Kenapa berakhir tragis seperti ini, Hendra Setiawan. " batin Almahira. Ia ingat sebuah SMS pemberitahuan kabar duka tentang meninggalnya Hendra Setiawan dan di semayamkan di rumah duka Batuaji. "meski kita tidak memiliki kenangan bahagia, tapi aku berdoa semoga kau bahagia di sana. Dan ibu, meski kau berlaku kejam padaku. Tapi aku berdoa agar perjalanan mu lancar ke alam baka sana. " lalu Almahira dan Zahra Fahira bersujut melakukan sembah arwah. "sebagai bentuk penghormatan terakhir dariku padamu, aku akan mengurangi sedikit rasa benci ku padamu. " batinnya.


"Sarah, jika kau sudah lebih tenang, keluarlah dulu dan sambutlah tamu. Ayah tak tahan lagi, ingin ke toilet. " ujar Heru Setiawan. Ia mendatangi Sarah Amelia di ruang istirahat.


"Ada apa dengan sikapmu itu pada orang yang datang memberi salam terakhir. " ejek Zahra Fahira.


"Aku hanya datang untuk memberi salam terakhir. " kata Almahira dingin.


"Padahal dia yang menyebabkan semua ini terjadi. " geram Sarah Amelia. "gara-garagara-gara konperensi pers mu, kami berdua dipecat. Kau bahkan sudah membuatku dan Hendra seperti seorang penipu. Berani beraninya kau datang kemari. Almahira Rengganis, kau lah penyebab ini semua terjadi. Kau lah yang telah membunuh Hendra Setiawan dan mertuaku. Aku pun hampir mati, kau pikir aku akan membiarkan kau begitu saja. "batin Sarah Amelia.


" Aku permisi. "kata Almahira.


"Kenapa kau datang ke sini. Ini semu gara gara kamu. " teriak Sarah Amelia. "gara-gara kamu, Hendra terus kesulitan. Seharusnya kamu tetap berpacaran dengannya. " Sarah Amelia menutup wajahnya sambil menangis. Ratu drama. "setidaknya dengan begitu, walaupun aku merasa berat, semuanya akan baik-baik saja. "


"Bangun." bentak Almahira. "aku tidak ada hubungannya dengan semua ini. "


"Tidak ada hubungannya, bisa bisanya kamu bilang begitu. " kata Sarah Amelia dengan derai air mata. Merasa jadi wanita paling terluka. "setelah menikah denganku pun, kau dan Hendra masih.... "

__ADS_1


"Huaaaa, pak Hendra Setiawan. " Tiba-tiba Zahra Fahira menangis keras. "kenapa kau pergi begitu saja. Kasihan Sarah. " raungnya. "lucu sekali Sarah Amelia ini. Di depan banyak orang, malah menyalahkan orang lain. Aku tidak akan membiarkan orang salah paham pada kak Almahira. " batin Zahra Fahira. "HUWAAAA, KASIHAN SEKALI SARAH. "


"Hei apa yang kau lakukan. " Sarah Amelia bingung dengan sikap Zahra Fahira. "kalau dia tidak segera diusir, aku akan memanggil polisi. Sikap kurang ajar apa ini di pemakaman. " maki Sarah Amelia.


"Kurang ajar. " Almahira menatap Sarah Amelia. "tidak kusangka kau bisa bilang seperti itu. " katanya mendekati Sarah Amelia. "APAKAH MENINGGALKAN MERTUAMU YANG PINGSAN BEGITU SAJA BUKAN SIKAP KURANG AJAR. " tanyanya. Sarah Amelia terbelalak. Ia mundur ke belakang.


"Bagaimana kau bisa tau. " tanya Sarah Amelia dengan geram.


"Kau sendiri yang bilang padaku kan. " Almahira mengeluarkan ponselnya. Di layar nampak pesan terbaca jelas. Pengirim Sarah Amelia:ibu mertuaku pingsan. hahaha. Setiap hari ia berteriak marah. Aku sudah menduga, hari itu akan terjadi. "kau tidak ingat kita sering bertukar pesan. "


"Apa." Sarah Amelia tersentak. "teman rahasia yang selama ini terus bertukar pesan dengan ku setiap malam, adalah Almahira Rengganis. " batin Sarah Amelia tak percaya.


Pengirim teman rahasia:Sarah, selama ini kau pasti merasa kesulitan, kau sudah berjuang.


Itu adalah salah satu pesan dari teman rahasia yang ternyata adalah Almahira Rengganis.


"Aku harus mengusirnya. Aku harus segera mengusirnya dari sini. " pikir Sarah Amelia. Tepat saat itu, ia melihat dua orang berseragam polisi sedang celingak celinguk, seperti mencari seseorang. "polisi." batinnya girang. "Di sini, tolong segera usir mereka. " teriak Sarah Amelia. Kedua polisi itu menghampirinya. "MEREKA ADALAH ORANG YANG TELAH MEMBUNUH SUAMIKU. DAN SEKARANG MEREKA JUGA MENGANCAMKU. "


"Apa anda Sarah Amelia, istri dari Hendra Setiawan. " tanya salah satu polisi itu.


"Iya benar. Cepat tolong aku. " seru Sarah Amelia sambil berderai airmata


"SARAH AMELIA, ANDA DITANGKAP, ATAS PERCOBAAN PEMBUNUH TERHADAP LIANA HERAWATI. " kata polisi itu. Ia merogoh kantong celana panjangnya. Dan.... tau tau kedua tangan Sarah Amelia sudah diborgol.


"Apa." Sarah Amelia terkejut. "tidak mungkin. " batinnya. "kalian salah orang. Emangnya apa yang ku perbuat. Kalian gila. " teriaknya berontak. "aku melakukan semua ini karena seseorang. " batin Sarah Amelia. "TIDAK... LEPASKAN AKU, DIA PEMBUNUHNYA. " teriaknya sambil menunjuk Almahira. SEHARUSNYA YANG DITANGKAP WANITA SIALAN ITU. "


"Tenangkanlah dirimu. " bentak polisi. "ada saksi mata yang menyaksikan kau lah pembunuhnya. "


"Apa.Tidak mungkin, ada sudah melakukannya dengan sangat rapi. " batin Sarah Amelia.

__ADS_1


__ADS_2