
Almahira tersenyum manis pada Sarah Amelia. Wajah Sarah langsung pucat. Ia berusaha menyembunyikan ketakutannya.
"Apa yang kalian bicarakan. " tanya Almahira.
"Tak ada. Oya kenapa kau bisa bersama Zahra Fahira. " tanya Hendra Setiawan.
"Oh kami bertemu di depan. Tak apakan ia makan bersama kita. "Almahira tersenyum.
Zahra Fahira duduk santai. Ia menyapa Sarah Amelia dan Hendra Setiawan.
" Hallo pak Hendra, Hai Sarah."sapanya ramah. Senyum lebar Zahra Fahira menghidupkan suasana."Wah kenapa baju anda pak Hendra. "tanya Zahra melihat kemeja Hendra yang banyak noda merah yang agak pudar.
" Ah, tidak. Tadi tertumpah saos merah. "jawab Hendra Setiawan sambil tertawa canggung.
" Pasti itu baju yang sangat berarti ya pak. "tanya Zahra lagi.
" Ah biasa saja. "jawab Hendra. Ia terlihat malu. Almahira tercengang. Baju hadiah darinya seharga satu juta lebih, dibilang biasa saja. Kurang ajar Hendra Setiawan.Sementara Sarah Amelia memperhatikan Zahra Fahira dengan seksama.
" Almahira tak pernah cerita kalau ia akrab dengan anak baru ini. "batin Sarah kesal. " Zahra Fahira, anak magang yang banyak gaya. ihhh, kenapa ia harus bergabung dengan mereka di sini.Sungguh menyebalkan."
"Wah, Zahra makannya banyak ya. Biasanya para wanita selalu menjaga pola makan. " ujar Sarah.
"Hahaha, itu tidak berlaku padaku. " kata Zahra Fahira tertawa. Ia menyuap nasi dengan sendok. Tak perduli ada kami. Makan gadis itu sangat lahab. "kakekku mengajarkan lelaki dan wanita sama saja. Tidak usah di beda bedakan saat makan. Lagi pula kita butuh tenaga untuk bekerja. Iyakan bu Almahira. "
"Iya." jawab Almahira.
"Jadi apa pekerjaan kakekmu. " tanya Sarah. Almahira melirik wanita menyebalkan itu. Kenapa sih Sarah selalu ikut campur urusan orang. Mulutnya seperti nggak bisa dia selain merendahkan orang.
"Oh kakekku berjualan kedelai. Dan sepertinya usaha soya nya berjalan lancar. " kata Zahra. Matanya brrbinar bangga.
"Oh, kakekmu berjualan kacang kedelai. Yah bagaimana pun, hidup di kota besar butuh biaya besar. " ujar Sarah. Orang bodohpun tau kalau Sarah sedang menghina Zahra. Tapi gadis itu cuek saja, ia cepat menyelesaikan makannya.
"Aku naik ke atas duluan ya. Ada yang harus ku kerjakan. " kata Hendra Setiawan, pada ketiga gadis berbeda karakter itu.
"Silakan pak Hendra. " kata Zahra dengan sopan. Hendra pun segera masuk ke dalam lift."bu Almahira, bagaimana kalau kita minum kopi dulu. Saya yang traktir. "kata Zahra menoleh pada Almahira.
__ADS_1
" Jangan, biar aku saja yang traktir.Bagaimana kalo kita minum americano. "tanya Almahira pada Zahra.
" Ah Almahira, kau sungguh baik.Aku ingin cappucino. "seru Sarah sambil tertawa riang. Ia memeluk tangan Almahira. Dengan wajah kesal Almahira menyingkirkan tangan Sarah.
" Biar aku yang beli. "Almahira bergegas pergi ke seven eleven.
" Bu Almahira, terimakasih ya. Hati-hati di jalan bu. "seru Zahra Fahira.
Sepeninggal Almahira,Zahra dan Sarah berdiri di depan lift. Sarah berusaha bicara dengan Zahra, memprovokasi gadis periang itu.
" Apa itu jaket Almahira. "tanya Sarah sambil menunjuk jaket hitam yang melilit pinggang Zahra Fahira.
" Iya. "jawab Zahra .
" Aku tidak pernah lihat kau mengobrol dengan Almahira. Zahra, apa kau berteman akrab dengan Almahira. Di mana kalian bertemu "tanya Sarah.
" Kami bertemu di toilet. Bu Almahira menolongku. "kata Zahra.
" Hah, jadi kau wanita di toilet itu. Aku beritahu ya, dia tidak sebaik yang kau kira. Aku sudah mengenalnya sejak lama.Dia hanya pura pura baik di depan orang lain. "kata Sarah.
"Kenapa kau nampak tak senang bila bu Almahira punya teman. Bu Almahira menolongku membawakan pembalut. Dan kau... ada urusan apa. Bukankah kau tak menghiraukan saat aku minta tolong padamu. " ujar Zahra Fahira. "Jangan terlalu banyak ikut campur urusan yang bukan urusan dirimu. Terutama tentang pekerjaan kakek orang itu. " Zahra tersenyum ceria. Sarah tersentak. Tak menyangka kalau Zahra Fahira tidak bisa diprovokasi olehnya. Lift terbuka, Zahra Fahira masuk. "kau tak ingin masuk. " tanyanya pada Sarah Amelia yang melongo. (dah seribu kata lebih. hilang lagi🤣🤣🤣🤣)
"Sialan Zahra Fahira. Ia tak bisa ku pengaruhi. Jangan jangan ia akan menceritakan pada orang kantor tentang aku. Apa yang harus ku lakukan. Bisa bisa mereka mencemooh ku. " Sarah mengigit kuku jempolnya. "aku harus cari cara untuk membalas Zahra Fahira. Perempuan sok pinter itu. "
"Sarah Amelia. " seseorang menegur Sarah dari belakang. Sarah menoleh.
"Ah, Pak manajer Jaka. Selamat siang. " sapa Sarah penuh hormat.
"Aduh Sarah. Jangan sekali itu dong. Santai saja. " kata pak Jaka tertawa. Memamerkan giginya yang seperti gergaji berkarat. "apa kabarmu hari ini."
"Baik Pak Jaka. Ngomong ngomong, dasi anda sangat keren hari ini. " puji Sarah sambil tersenyum menawan.
"Oh benarkah.Saya akan memakainya tiap hari. " Pak Jaka tertawa senang. "sejak Sarah magang di kantor ini, suasana jadi cerah. Semua jadi bersemangat. "
"Ah, bapak bisa saja. " Sarah tertawa malu. Makin membuat pak Jaka terpesona.
__ADS_1
"Iya, sungguh. Orang orang bicara betapa manisnya Sarah Amelia. Cantik dan baik hati. Di devisi saya cuma ada dua wanita. Yang satu sedang hamil, yang satu lagi sudah berumur. Bikin nggak mood. Tapi saat melihat Sarah Amelia tersenyum, semangat jadi berkobar-kobar. "ujar pak Jaka. " bagaimana setelah magang di sini. Apakah Sarah senang. Bila ada kendala, katakan saja pada saya. Saya pasti akan membantu Sarah yang cantik. "
"Benarkah pak Jaka. Anda bersedia membantu saya. " mata Sarah Amelia berbinar. Jantung Pak Jaka berdegup tak karuan.
"Iya.Katakan saja. " kata pak Jaka serius. "kau tau kan saya seorang manajer pelaksana. Sebentar lagi akan diangkat menjadi kepala bagian. " katakan jumawa.
"Eh, sebenarnya Sarah senang kerja di sini. Tapi Sarah tidak disukai. Tak ada yang perduli pada Sarah.Para senior sering menjelekkan Sarah. Sarah tak berani melawan. " mata Sarah berkaca kaca. Tentu saja hal itu membuat Pak Jaka yang lagi kesemsem dengan Sarah menjadi berang.
"Siapa!??? siapa orang yang berani membully Sarah.Katakan pada saya. " seru Pak Jaka.
"Kakak kakak senior. Mereka semua tak suka pada Sarah. " adu Sarah sambil terisak. Gampang sekali airmata wanita itu keluar. Pak Jaka menoleh, nampak Manajer Gina dan Zahra Fahira sedang bicara. Sesekali kedua wanita itu tertawa.
"Kurang ajar. Berani sekali mereka membully Sarah yang imut. Tunggulah, nanti biar saya kasih pelajaran mereka." ujar Pak Jaka. Sarah menghapus air matanya.
"Terimakasih mas Jaka. Kalo nggak ada mas Jaka, Sarah nggak tau harus gimana. " ujar Sarah Amelia tersenyum. "bagaimana kalau malam ini kita ke cafe di Kampung Bule. "
"Oh, boleh juga. Nanti mas Jaka atur booking tempatnya. Sarah tak perlu khawatir. " kata Pak Jaka.
"Sarah sangat senang bisa pergi dengan Pak Jaka, manajer keren yang baik hati. " puji Sarah. Pak Jaka tertawa senang.
Sementara di Seven eleven. Almahira memesan tiga americano dan satu cappucino.
"Aku nggak lihat kepala manajer dari tadi. Apa ia melewatkan makan siang ya. Apa salad buah cukup ya. " batin Almahira. "eh tolong tambahkan salad buah dan chicken catsu. "katanya pada kasir.
"Apa perlu menambahkan nasi. " tanya kasir.
"Beri kentang goreng saja. " jawab Almahira. Ia lalu memindai QR di ponselnya. "sekali lagi masa depan berubah.Hendra Setiawan berhasil menjual sahamnya yang sukses.Aku berhasil menghindari tumpahan saos pedas, dan digantikan oleh Hendra Setiawan. Berarti aku juga bisa mengambil keberuntungan dengan mengetahui masa depan. Baiklah, aku tidak akan membiarkan orang menyakitiku lagi. Tak akan. Aku akan membuat takdirku sendiri. Dan menciptakan takdir baru untuk orang orang jahat itu. " sambil tersenyum, Almahira kembali ke kantor.
"Loh, Pak Elang tertidur lagi. " Almahira menatap kepala manajer Elang Samudera yang tertidur sambil duduk bersidekap di kursinya. Kantor memang masih sepi, jam istirahat masih panjang. Kebanyakan para wanita keluyuran ke mall dulu. Atau makan di restoran lain dengan menu berbeda. Almahira meletakkan americano dan salad buah beserta chicken katsu yang satu patu paket, di meja kepala manajer.
Mendadak ada yang menarik tangannya dengan keras. Wajah marah Hendra Setiawan nampak menakutkan.
"Almahira, ayo ikut dengan ku. " bentak Hendra Setiawan.
"Apa yang kau lakukan. Lepaskan aku." sentak Almahira marah.Tangannya yang dicekal Hendra Setiawan terasa sangat sakit.
__ADS_1
"Hendra Setiawan. " Tiba-tiba pak Elang sudah berdiri menarik Almahira ke sampingnya. Wajahnya yang dingin terasa membekukan.
"Hah... " dengan wajah pucat, Hendra Setiawan menatap lelaki itu. "pak... pak Elang Samudera. "