
"Wanita ini, banyak uang sih. Tapi ia terlalu menempel padaku. " batin Erick. Kalau ada celah, pasti Mira akan mengatakan Erick mencintai dirinya. Atau, Mira akan mengajak berpacaran. Ini sudah yang kesekian kalinya. Sialan. "kalau nggak karena uang saja, aku nggak akan mau. " batinnya. Mira sedang terpejsm di sebelah nya setelah percintaan tadi.
"Ada apa. " Mira bangun saat mendengar napas berat Erick. Ia bangun menatap wajah sang kekasih.
"Itu karena aku sedang berpikir, apa boleh aku seperti ini, kakakku menunda pernikahannya karena uang. Aku malah merasa tidak enak, kalau aku berbahagia sendirian dengan mu seperti ini. " kata Erick. "biarpun begitu, ia akan melakukan sesuai yang aku inginkan. " batinnya menebak.
"Begitukah, perlu berapa. " tanya Mira.
"Kalau mau menikah dan membeli rumah kecil. Lima puluh juta keppa cukup tidak ya. "kata Erick. Ia lalu membalikkan badannya ke arah lain. " jangan mengajakku membicarakan hal itu. Aku tidak ingin terlihat lemah di depan mu. "ujarnya pura-pura cuek.
"Aku akan menyiapkannya. " kata Mira dengan cepat.
"Sungguh." Erick langsung bangun dengan wajah berseri.
"Ya, kalau cuma itu bukan masalah. " ujar Mira enteng. "aku akan menggunakan uang sesuka diriku. " batinnya.
"Aku mencintaimu. " Erick mengecup kening Mira penuh bualan. "kalau urusan ku sudah selesai, aku akan menyelesaikan hubungan ini. " batinnya.
Mira Oplet yang dimabuk cinta tidak tau kebusukan kekasihnya. Ia oye oye saja meski keluar banyak uang. Lebih tepatnya uang milik Melody.
Di rumah keluarga Garden. Pesta Ratu Anna telah tiba.
"Apa perlu dressnya saya ikat sedikit lagi. " tanya pelayan yang membantu Melody memakai gaun.
"Di bagian pinggang nya saja. " kata Melody. Ani dan susi terbelalak melihat Melody yang cantik dengan gaun sarang burungnya.
"Kalau anda pakai dress seperti kandang burung begini, bagaimana anda berjalan. " tanya Susi bingung.
"Pasti anda sulit berjalan. " kata Ani.
"Meski nggak nyaman, mau bagaimana lagi. " kata Melody.
Sekarang jaman dress empire. Empire yang ini model potongan baju atau gaun. Disebut empire karena gaun ini mulai terkenal pada masa pemerintahan Napoleon I tahun 1800-an. Di masa itu gaun ini digunakan sebagai pakaian dalam perempuan.Gaun atau baju empire ini memiliki potongan tepat di bawah dada. Dada ke atas ketat, sedangkan bagian bawahnya biasanya longgar. Sehingga menimbulkan efek tanpa pinggang. Modelnya sama saja dengan di Kerajaan bumi.
Sebentar lagi ada datang masa crinoline, rok yang mekar seperti balon. memiliki ragam gaya busana yang sangat unik dan terlihat begitu mewah yang mana gaun nya itu di buat seramping mungin dan bawahan megar. Gaun tersebut biasa nya di pakai oleh wanita pada saat jamuan makan malam atau juga pada saat sedang berpesta dansa, dan oarang yag menggunakan gaun tadi adalah kaum – kaum elit yang ada.
__ADS_1
Kalau Melody menggunakan dress gaya crinoline, maka ia akan menjadi pelopor tren. Ratu Anna yang selalu mengikuti tren pasti akan langsung tertarik pada Melody.
"Sudah cukup yang seperti ini. " kata Melody.
"Yang namanya tren itu sulit ya. " celoteh Susi.
Sementara itu di kediaman keluarga Oplet. Mira Oplet sedang duduk sendiri.
"Penghinaan yang ku terima waktu itu. " geram Mira oplet dengan amarah memuncak. "memangnya dress itu dress apaan sih, sampai ia membuatku malu begitu. Beraninya ******* tolol itu. Aku tidak bisa menahan diri karena sudah emosi. "
"Nyonya." dua pelayan datang.
"Ada apa, " tanya Mira Oplet.
"Katanya Gardenia Melody akan ikut dalam pesta yang diadakan yang mulia Ratu Anna. " kata pelayan itu.
"Apa, " pekik Mira oplet tak terima.
"Bukankah ia ingin merebut posisi yang seharusnya milik nona Rosalia. " tanya pelayan itu. Ya ampun, pelayan dan majikan sama-sama tol*l dan dan nggak ada otak.
"Tentu saja, diakan wanita jal*ng yang licik, sama seperti ibunya. " teriak Mira oplet dengan marah. Yah nggk ngaca nih orang. Kelakuan dia yang seperti pel*cur, dan menurun pada sang anak. Jal*ng teriak jal*ng.Emang edan. "tunggu, ini bukan pesta biasa, melainkan pesta Ratu. " batin Mira oplet. "kalian berdua harus pergi ke kediaman Garden. " suruh nya pada dua pelayan itu.
"Apa, dress pesta. " Kiki terkejut. Mendengar permintaan pelayan Oplet. "kalau ketahuan, saya bisa di usir. " ujarnya.
"Katanya, kamu ke ibukota untuk mengumpulkan biaya pernikahan. Bagaimana pun juga kalau biayanya terkumpul kamu akan pulang ke desa dan membeli rumah di sana kan. "Kata Nuri dan Ima.
" Benar juga sih. Tapi... itu sangat berbahaya, bagaimana kalau ketahuan. "kata kiki.
"Kami tidak meminta ini tanpa imbalan. Uang itu akan di urus oleh nyonya kami. " kata Nuri lagi.
"Aku memang gelisah dan khawatir. Dia yang menjanjikan masa depan itu akan berpaling pada yang lain. Kalau mereka memberikan imbalan, aku jadi tak perlu bekerja di ibukota lagi. " batin Kiki. "tapi nona juga sangat baik padaku. "
"Bagaimana, kau akan melakukannya kan. " tanya Ima.
"Baiklah, tapi ingat. Imbalan yang kalian janjikan. " ujar Kiki.
__ADS_1
Nuri dan Ima mengangguk setuju. Mereka langsung kembali ke kediaman Oplet. Dan melaporkan pada Mira oplet. Wanita titisan jin tomang itu tersenyum puas.
"Huhhh, aku akan membalas aib hari itu dengan kesempatan ini. " Mira oplet tertawa bahagia.
Hari itu, Melody didampingi tiga pelayan, Ani, Susi dan Kiki. Mereka tiba di istana Kekaisaran Sendayu.
"Apa beliau akan baik baik saja tanpa ada pria yang mengawalnya. " bisik Susi pada Ani.
"Pesta pertama kali yang ia datangi pun adalah pesta sebesar ini. Aku sangat khawatir. " batin Ani menatap Melody. Sementara Kiki berkecamuk dengan pikirannya sendiri. Bingung.
"Aku akan segera kembali. " kata Melody para para pelayannya.
"Baik." ketiga pelayan itu mengangguk.
Melody melangkah masuk ke dalam.
"Sebelum kembali ke masa lalu, hal ini sudah puluhan kali bahkan ratusan kali ku lakukan. Tujuan ku kali adalah agar aku disukai Ratu Anna saja. Aku tak perlu khawatir. " batin Melody.
"MELODY."seseorang memanggilnya dengan keras.
" Julius. "batin Melody, saat ia menoleh melihat orang yang memanggilnya. Lelaki dengan mata bajing loncat itu menyeringai menjijikkan. " Bagaimana kamu bisa ada di sini. "tanya Melody.
" Ini kan pesta yang yang baru pertama kali dihadiri oleh Ladyku.Jadi mana bisa aku melewatkannya. "ujar Julius.
"Karena aku beberapa kali menolak ajakan kencan darinya, Julius jadi tidak sabaran begitu. " batin Melody. "begitu ya. "
"Minumlah." Julius menyerahkan segelas minuman pada Melody.
"Tidak bisa minum, walau sedikitpun. Kemampuan menilaiku akan menurun. "batin Melody. " saya tidak minum yang beralkohol. "
"Et, jangan begitu. Ini bukan yang beralkohol tinggi. " kata Julius memaksa.
"Orang orang mulai menatapku. " batin Melody. "ibu Julius, bisa kacau kalau ia mulai melompat karena aku membuat anaknya kecewa. "
"Apa kau akan membuatku kecewa kali ini. " Julius menatap Melody.
__ADS_1
"Bagaimana caranya aku keluar dari situasi seperti ini. " batin Melody.
"Biar aku yang menerima minuman itu. " Tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka.