Menikahkan Suamiku

Menikahkan Suamiku
bab 79


__ADS_3

Dasar Melody. Kini wajah cantiknya nampak memerah malu. Ia naik kereta untuk kembali ke kediaman Garden.


Perjalanan pulang melewati hutan kecil. Tiba-tiba kereta berhenti mendadak.


"Ketemu." seru seseorang dari luar kereta.


"Apa yang terjadi. " batin Melody.


"Wanita berambut putih dan bergaun biru. Benarkan. " seorang lelaki berjubah hitam menarik paksa Melody hingga terjatuh ke tanah.


"Apa apaan ini, dia bukan kusir, tapi prajurit bayaran. " batin Melody menatap lelaki berjubah yang tertawa di depannya.


Orang yang dilantik menjadi kusir tidak mungkin menyita kereta kuda tanpa ijin. Orang itu prajurit bayaran. Tapi kenapa prajurit bayaran mencari Melody. Apa keluarga oplet sudah mengambil tindakan untuk melenyapkan Melody. Tudak, Melody sudah membongkar gudang rahasia keluarga oplet. Dan melenyapkan surat serta dokumen yang telah dipalsukan. Mereka tidak bisa menyentuh seujung rambut Melody pun, sebelum surat itu selesai dipersiapkan. Sampai saat ini mereka tidak bisa mendapat apa pun, dan akan menghilangkan posisi pewaris.


"Benar benar putri bangsawan, tidak merasa takut, mungkin saja kamu akan mati. Karena itu berani menyentuh si bedebah gila. " kata prajurit bayaran itu mengejek.


"Bedebah gila. " batin Melody. "jangan jangan Gudel Dona. "


"Minggir, aku bilang minggir, dasar brengsek. " teriak seseorang mengejutkan Melody. "dasar bodoh. " maki lelaki itu saat melihat Melody.


"Benar, pewaris keluarga Dona, yang kulihat sebelum reinkarnasi, Gudel Dona. Mereka menyeret ku kesini karena salah sangka mengira aku adalah wanita yang sudah dipukuli nya waktu itu. " batin Melody.


"Loh, bukan wanita itu. " kata gudel Dona terkejut. "dasar sampah tak berguna, padahal aku sudah memberimu bayaran mahal. Tapi begini kinerja mu, kau sudah tak mau bekerja padaku lagi. " Gudel menendang si prajurit bayaran dengan kesetanan.


"Si bedebah gila. Jadi itu benar. " batin Melody.


"Kenapa kau memakai dress yang membuat mereka salah paham hah. " umpat Gudel Dona pada Melody.


"Kalau tau salah paham, kenapa ksu tidak melepaskan aku. " teriak Melody tak kenal takut di wajah Gudel Dona.


"Hmmm kau lumayan cantik. " Gudel Dona menyentuh wajah Melody.

__ADS_1


"Kalau kau melepaskan aku, ku anggap ini tak pernah terjadi. " kata Melody.


"Kalau aku tidak mau melepaskan mu, bagaimana. " seringai Gudel Dona dengan wajah menjijikkan.


Sampai sekarang, Melody tidak pernah melakukan pergaulan sosialita dengan benar. Pesta yang Melody hadiri hanya pesta Ratu Anna. Gudel Dona tidak tau siapa Melody. Tapi kalau dia tau Melody adalah putri Marquez, orang yang sedang kebingungan ini. Mungkin saja akan melakukan sesuatu. Karena hanya dengan fakta ia menculik putri Marquez, ia akan dihukum berat. Kalau dia orang yang cerdik, dia pasti akan tiarap dan menyiapkan jalannya. Tapi pria ini hanya sok berlagak saja. Karena para prajurit itu, kelompok yang bisa digerakkan dengan uang.Kalau Melody bisa menjelaskan kalau uang yang dimilikinya lebih banyak daripada Gudel Dona.


"Tolong lepaskan aku, aku bisa memberikan dua kali lipat dari yang dibayar pria ini. " seru Melody pada prajurit bayaran.


"Lancang sekali kau berbuat seperti itu. " maki Gudel Dona. Pria bajingan itu langsung menampar Melody. "mana bisa seorang wanita bangsawan tidak mengenal rasa takut


" makinya sambil menarik rambut Melody.


"Apa kamu masih punya malu. " teriak Melody.


"Apa, dasar jal*ng, kau harus dipukul agar... " umpat Gudel Dona marah. Is bermaksud memukul Melody lagi. Tapi sebuah bogem mentah mendarat keras di wajahnya. Hingga Gudel Dona langsung terjungkal saking kuatnya tenaga si pemukul.


"Melody." Damian yang sedang marah tingkat dewa menoleh ke arah sang adik.


"Nah, ayo kita bereskan mereka. " kata Lucas Sibil.


Orang yang Melody rindukan siang dan malam. Bahkan di dalam mimpi sekalipun. Orang yang membuat Melody menangis setiap hari. Karena saking ingin bertemu dengan nya. Saudara satu satunya. Melody tak bisa bertemu dengannya, sampai Melody mati, sebelum Melody terlahir kembali. Karena itulah sebenarnya, setelah terlahir kembali pun, Melody sudah sangat menyerah. Sebenarnya bisa saja mawar putih yang dikirim ke kediaman Melody dikirim oleh Arsen, mungkin saja karena permintaan Damian, Arsen telah menipu Melody, kalau begitu, jangan mencarinyamencarinya lagi, karena kematiannya sudah dipastikan, jangan ada lagi hak yang membuat hati Melody semakin sakit. Awalnya Melody berpikir seperti itu.


"Melody." Damian memeluk sang adik dengan derai air mata. "maaf telah meninggalkan dirimu sendiri. Maaf tidak berada di sisimu . Maaf telah membuatmu menangis. "kata Damian, memeluk erat tubuh mungil Melody. " ibu, aku sudah sekuat ini, aku akan melindungi adikku yang paling cantik sedunia. "batinnya.


" Kenapa selama ini kamu tidak datang. Aku sangat... sangat... "Melody menukuli dada Damian. " huaa... huaaa. "


"Maaf." Damian menenangkan Melody yang histeris.


"Anda salah paham, si jal*ng itu sudah menggoda saya. " kata Gudel Dona ketakutan saat melihat Duke Jacobus.


"Perkataan apa yang keluar dari mulut motorku hah. " Damian langsung menghajar Gudel Dona tanpa ampun.

__ADS_1


"Dari awal dia sudah cari mati. " batin Lucas menatap Gudel Dona yang babak belur. "kalau dibiarkan bisa muncul masalah nih. "Lucas bermaksud melerai Damian, baru saja ia melangkah, tangannya di tarik Duke Jacobus. "kalau membunuhnya disini, prajurit istana atau apapun itu akan datang mencarimu. Sampah itu seorang bangsawan. " teruskan Lucas pada Duke Jacobus.


"Dia pantas mendapatkannya. " ujar Duke Jacobus dengan wajah marah.


"Kenapa bedebah ini sampai semarah itu. " bstin Lucas Sibil heran. "Albert, kamu tolong... "


"bolehkah." tanya Albert Kirkas.


"Apa." Lucas menatap Albert heran.


"Bolehkah aku membunuh bedebah itu. " tanya Albert Kirkas.


"Kenapa kamu ikut ikutan. " teriak Lucas kesal.


"Karena kakak yang memberikan kue itu, kakak yang baik. " ujar Albert dengan polosnya.


"Kenapa aku bergabung dengan orang-orang seperti ini sih. " batin Lucas merana.


Terlalu banyak saksi mata, terutama para prajurit Albert. Meskipun mereka para pengawal Albert, tapi mereka menerima bayaran dari keluarga Kirkas. Keluarga Kirkas itu para orang gila yang mengurung anaknya demi uang. Mungkin saja mereka akan memanfaatkan kejadian kali ini. Lagi pula, penyergapan ini bagian dari tugas Lucas Sibil.


"Hei, hentikan. " teriak Lucas Sibil. Tapi Damian jadi tuli, tak mendengar apapun, asik memukuli Gudel Dona.


"Kakak, hentikan. " pinta Melody.


"Aku harus, membunuhnya, dia kan sudah lancang menamparmu. " kata Damian.


"Tolong kak, kalau kakak meninggalkan diriku lagi, aku tak sanggup menanggungnya. " kata Melody. Damian melepaskan Gudel Dona. Melepaskan dalam arti disini, melemparkan tubuh bajingan itu.


"Sukurlah, dia tidak membunuhnya. " bstin Lucas Sibil. "hei kamu ke sini. " panggilannya pada prajurit. "serahkan dia ke petugas keamanan, pokoknya harus ke petugas keamanan. Dia tidak boleh direbut oleh Damian atau pun Arsen, kalau sampai jatuh ke tangan mereka, mungkin besok ia sudah berubah menjadi mayat. "


"Baik, saya mengerti. " kata prajurit itu.

__ADS_1


"Nah, kita sudah membereskan satu bedebah, sisanya mau diapakan. " tanya Lucas. "aku kenak sebagian besar para prajurit yang ku pekerjakan di ibu kota. Tapi aku sama sekali tidak pernah melihat mereka. "


__ADS_2