Menikahkan Suamiku

Menikahkan Suamiku
bab 59


__ADS_3

"Suara itu. " Melody menoleh. Sosok yang sangat ia kenal.


"Wah, ya ampun, akhirnya. " bisik para lady bangsawan seperti suara dengungan nyamuk.


Duke Jacobus tersenyum manis ke arah Melody.


"Saya menghadap lord. " Julius aldrik membungkuk hormat.


Pria berambut emas yang menerima permohonan ku di ruang informasi waktu itu. Yang menolong ku di insiden lukisan palsupalsu itu. Dan menerima permohonan maafku. Dia... dia dipanggil lord.


"Anda akan segera mengetahuinya esok hari. " terngiang perkataan lelaki itu tempo hari.


"Kau baru pertama kali berjumpa dengannya kan, beliau adalah Duke Jacobus. " kata Julius.


"Anda akan mengetahuinya esok hari, jadi ini maksudnya. "batin Melody. Ia menatap duke Jacobus.


"Siapa lady cantik ini. " tanya duke Jacobus.


"Dia nona Melody dari keluarga Garden. " jawab Julius Aldrik.


"Apa." orang orang terkejut.


"Katanya ia mengurung diri karena punya penyakit. " ujar seorang lady.


"Benar juga, ia kan tidak ikut debutante. " sahut yang lain.


"Katanya keluarga pamannya itu yang menggantikan dia ikut kegiatan sosialita kan. " kata yang lain bersahutan.


"Sepertinya baru pertama kali aku melihatmu di pesta ini. "kata duke Jacobus.


Melody tidak perduli apa pun ksta orang orang. Sekarang jantungnya sedang berdebar debar.


"Karena selama ini saya sedang bersedih karena kematian kedua orang tua saya, jadi saya tidak punya waktu untuk keluar, dan baru sekarang saya membenahi perasaan saya. " kata Melody sambil membungkuk hormat. Karena pria ini adalah tali Melody yang terakhir. Laki-laki yang Melody harap menjadi tali baginya.


Duke Jacobus menegak habis minuman yang tadi diberikan untuk Melody oleh Julius.


"Seharusnya kau tidak memaksakan kehendak, dengan menyuruhnya minum kan. " kata duke Jacobus pada Julius Aldrik.


"Saya hanya bermaksud menyuruhnya menikmati pesta. " kata Julius Aldrik gugup.


"Kebaikan mu itu mungkin saja menjadi luka bagi orang lain. Berhati-hatilah. " ujar duke Jacobus dingin.

__ADS_1


"Baiklah." Julius mengangguk. Tapi matanya memancarkan ketidaksukaan pada duke Jacobus. "sok hebat, toh dia itu sudah tergeser dari tahta dan hanya menumpang di kediaman duke saja. " batin culas Julius Aldrik.


"Anda keren sekali. " seorang wanita berpakaian mewah memasuki pesta. Gaunnya yang merah dan glamor begitu mencolok. "saya tidak menyangka duke akan datang ke tempat seperti ini. "


"Ratu Anna. " batin Melody.


"Barusan saya dalam perjalanan menemui yang mulia kaisar, jadi saya mampir mengunjungi pesta Ratu. " kata Ratu Anna.


"Yang mulia kaisar, ada keperluan apa. " tanya duke Jacobus.


"Sepertinya beliau jemu. Jadi saya datang sebagai teman bicara. " kata Ratu Anna sambil tersenyum. "dasar yang mulia, kenapa ia memanggil orang asing dan melupakan pangeran. " sindir sang Ratu sambil tertawa.


"Apa Anda lupa siapa saya. " duke Jacobus menatap tajam Ratu Anna. "saya adalah putra kaisar terdahulu, dan kaisar sekarang adalah paman saya yang dititipi kekuasan, jangan lupakan itu, nona Aldrik. "


"Huh, dasar kurang ajar. Tak akan ku biarkan kau menghancurkan impian ku. " batin Ratu Anna geram menatap duke Jacobus yang tak menghormati dirinya. "ngomong ngomong siapa nona cantik ini.Aku baru pertama melihatnya." ia mengalihkan pandangan pada Melody.


"Saya Gardenia Melody, dari keluarga Garden, yang mulia Ratu Anna. " Melody membungkukkan badannya.


"Oh, kamu ya. " pekik Ratu Anna dengan gembira.


Keluarga Garden, di antara keluarga marquez, keluarga ini satu satunya yang tidak ikut andil dalam perang perebutan tahta. Walaupun keluarga itu adalah keluarga dengan banyak pencuri di dalamnya, dan penuh dengan korupsi, tapi sejarah keluarga mereka tidak bisa di anggap remeh. Kalau saja pernikahan bisa di wujudkan, keponakan Ratu Anna, Julius bisa menjadi seorang marquez. Setelah itu jika Ratu Anna mendayainya, itu akan menjadi bantuan besar bagi Ratu Anna. Kalau keluarga Garden bisa mengusir para pencuri itu saja, Melody akan cukup berguna.


"Itu dress yang sangat unik. Siapa perancangnya. " tanya Ratu Anna antusias.


"Sendiri." Ratu Anna dan yang lain keterangan bercampur kagum.


"Bentuknya tidak biasa, semakin dilihat semakin indah, karena roknya mengembangkan, pinggangnya jadi terlihat lebih ramping. " batin Ratu Anna.


"Sudah ku duga, dia tertarik dengan crinoline. " batin Melody senang. "karena di sini saya akan bertemu dengan yang mulia Ratu, jadi saya ingin. memakai pakaian yang bermakna. " kata Melody dengan sopan.


"Demi aku. "Ratu Anna tertawa senang.Ia adalah tipe wanita yang sangat haus pujian dan pemujaan. Dan Melody sudah tau luar dalam sang Ratu.


Duke Jacobus menatap Melody dengan pikiran berkecamuk.


" Melody, apa kamu ingin menggenggam tali Ratu Anna, tidak, tidak, kalau benar, tidak ada alasan kamu mencariku. Sebenarnya apa yang kau pikirkan. "batin duke Jacobus. Ia melirik seseorang yang berdiri tak jauh dari mereka. Lelaki itu mengangguk samar. Lalu bergegas pergi.


"Kau gadis yang menarik. Kemarilah. " ajak Ratu Anna. Kini Melody sudah duduk satu meja dengan Ratu Anna. "tukar papan namanya dengan papan nama putri Garden. " Ratu Anna menyingkirkan papan nama di sebelahnya. Lady tersenyum ternganga tak percaya.


"Susah payah tempat itu ku dapatkan. " batin putri Riska muram.


"Mendadak berubah jadi putri Garden. " geram putri Sari.

__ADS_1


Kini, Melody lah yang duduk di samping Ratu Anna. Itu menimbulkan keirian yang sangat kentara dikalangan para lady.


Sementara di sisi lain. Tepatnya di luar pesta.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita menunggu di kereta kuda saja. " tanya Susi.


"Baiklah." kata Ani.


"Oh iya, ada yang harus aku sampaikan kepada nona. " ujar Kiki.


"Beliau kan sudah masuk, sampaikanlah begitu ia kembali. "kata Ani.


" Tidak, ini hal penting, saya harus pergi menyampaikan hari ini. "kata Kiki keras kepala. " nyonya viscount bilang.. "


"Nyonya viscount. " Ani langsung waspada. "memangnya nyonya viscount menyuruhmu menyampaikan apa. " tanyanya heran.


"Ah, seharusnya aku nggak bilang. " batin Kiki ketakutan.


"Aku tanya sekali lagi, dia menyuruhmu menyampaikan apa. " Ani dengan emosi mengguncang Kiki. Tak terima bila ada yang bermaksud jahat pada sang nona. "cepat katakan, atau ku hajar kau. " teriak Ani.


"Itu, saya hanya di suruh menyampaikan surat. " kata Kiki ketakutan. "ya Tuhan, apa kepala pelayan semenakutkan ini. " batinnya ketakutan.


"Berikan surat itu. " kata Ani.


"Tidak." tolak Kiki.


"Anak ini kenapa sih, kepala pelayan kan minta suratnya. " Susi turun dan mendorong Kiki. Hingga tak, sengaja sesuatu jatuh dari balik pakaian Kiki.


Semua mata terbelalak melihat kertas yang terbuka.


"Mata pisau. " seru Ani.


Di dalam pesta. Ratu Anna begitu tertarik pada Melody dan gaun yang dipakai putri Garden.


"Jadi ada dress seperti ini. " tanya Ratu Anna.


"Tidak, itu karena saya kepikiran untuk membuatnya seperti ini. " jawab Melody.


"Hohoho, benar benar menarik. " kata Ratu Anna tertawa senang.


"Kami diabaikan. " batin beberapa lady muram.

__ADS_1


Berkat Julius dan duke Sendayu, Melody mendapatkan perhatian yang seharusnya. Kalau begitu sebaiknya Melody memberikan kesaksiannya yang lebih pasti.


__ADS_2