Menikahkan Suamiku

Menikahkan Suamiku
bab 38


__ADS_3

Rumah sakit Elizabeth, Batam Center. Bu Gina Aisyah baru sadarkan diri. Keningnya diperban. Almahira duduk menungguinya.


"Sukurlah, hanya geger otak ringan. " ujar Almahira.


"Iya, untung saja, bagaimana dengan Beni Simanjuntak. " tanya Bu Gina Aisyah.


"Sepertinya ia akan segera di penjara. Pengacara sudah mewakili kakak membawanya ke kantor polisi. " jawab Almahira.


Tirai di buka, seorang dokter dan perawat masuk.


"Dokter datang untuk memeriksa. " ujar nurse.


"Silahkan dokter. " kata Almahira.


"Bu Gina Aisyah, hasil pemeriksaan tambahannya sudah keluar. " kata dokter. Ia membuka laporan pasien. "ditemukan sel kanker di bagian perut. " ujar dokter. Almahira dan Bu Gina Aisyah terbelalak.


"Apa." Bu Gina Aisyah nampak shock.


"Dokter, kalau begitu gimana kondisi kak Gina sekarang. " tanya Almahira cemas.


"Kalian jangan khawatir. " dokter itu tersenyum. "sel kankernya di temukan masih dalam tahap awal. Dan sel kankernya sangat kecil. Jadi bisa dihilangkan dengan endoskopi saja. Kita tinggal menentukan tanggal operasinya saja. "


"Sungguh??? . Aku baik baik saja. " tanya Bu Gina Aisyah tak percaya. Almahira menenangkan dengan menggenggam tangan Bu Gina Aisyah.


"Ya, karena ditemukan sekarang, anda akan sembuh total. Sukurlah anda melakukan pemeriksaan sekarang. " kata dokter lagi. Lalu ia pun pamit diiringi nurse.


"Terimakasih, ini semua berkatmu. " kata Bu Gina Aisyah pada Almahira. "aku pikir ini hanya masalah pencernaan, tapi kau terus menyuruhku melakukan pemeriksaan."


"Sukurlah, kakak harus menjaga kesehatan lebih baik lagi. " ujar Almahira tersenyum. "kakak harus hidup bahagia bersama Raisa. "


"Iya." Bu Gina Aisyah mengangguk setuju. Kini tak ada lagi beban yang menghimpitnya.


Almahira keluar dari ruang inap Bu Gina Aisyah. Setelah wanita itu beristirahat. Sambil menunggu kedua orang tua Bu Gina Aisyah datang.


Almahira bingung. Kenapa semua jadi begini. Jika ia tak menghancurkan meja rias itu, Bu Gina Aisyah pasti akan mati. Almahira berpikir, Sarah Amelia yang akan menggantikan nasibnya.


"Jangan jangan karena aku ikut campur dalam hidup kak Gina. Maka nasibku berpindah padanya. " batin Almahira.Ia ingat saat membantu Bu Gina Aisyah merekam kejahatan Manajer Jaka Burhanuddin,lalu membereskan kekacauan proyek minuman instan sehat, yang disebabkan kelakuan Sarah Amelia,dan terakhir membantu wanita itu memecahkan masalahnya dengan sang suami, hingga ditemukannya Bu Gina Aisyah yang terkapar di lantai. "aku harus bertanggung jawab. " kata Almahira. Agar Bu Gina Aisyah bisa hidup, agar ia tak mati di depan selingkuhan suaminya.


"Ah, selingkuhan. Benar.Jika aku ingin nasib buruk ini berpindah ke Sarah Amelia,maka aku harus menjadi selingkuhan Hendra Setiawan. "pikir Almahira. Lalu ia membuka ponselnya. Dan menelpon Jessica. "ini aku. Aku mau minta tolong sesuatu padamu. "


Sementara di apartemen dua ular.


"Sialan!!!!!. " umpat Hendra Setiawan melihat layar komputernya. "kenapa sudah habis. Padahal aku sudah menaruh semua uang pesangonku juga. Sialan. " makinya."hei, makan malam sudah selesai, lama sekali. "teriaknya. Sarah Amelia mengintip di balik pintu yang terbuka.

__ADS_1


" Sup kentang wortel sudah matang. Makanlah. "seru Sarah Amelia.


"Kau bercanda, hanya sup kentang wortel. " seru Hendra Setiawan kesal.


"Mau bagaimana lagi, uang kita kurang. " kata Sarah Amelia.


"Hah kurang apanya. Kau sendiri tidak bisa menghasilkan uang. " dengus Hendra Setiawan. "sudah, pesan makanan saja. "


"Apa, kau sendiri dipecat dari perusahaan. " maki Sarah Amelia kesal. "pesan saja sendiri. "ujarnya membanting pintu.


"Berisik sekali. " pikir Hendra Setiawan. Tiba-tiba ponselnya bergetar. Pertanda ada pesan masuk.


"Siapa ini. " Hendra Setiawan membaca pesan masuk. "pasti wanita."


Pengirim 0812345678xx:Mas, apa kabar.


Hendra Setiawan mencoba menghubungi nomor tersebut. Belakang ini, ia memang mulai merasa bosan. Ia ingin mencari hiburan dengan sedikit bermain main.


"Hallo Mas. " terdengar suara merdu seorang wanita. Membuat Hendra Setiawan bersemangat.


"Ah, hallo. Aku dapat pesan dari nomor ini. Tapi kau siapa ya. " tanya Hendra Setiawan.


"Ini bukan ponsel Mas Hendri. " tanya wanita di sebrang sana.


"Bukan, sepertinya kau salah sambung. " ujar Hendra Setiawan. "aku sudah lama menggunakan nomor ini. Sepertinya kau salah nomor. "


"Buat apa berterimakasih, harusnya aku yang berterima kasih. " ujar Hendra Setiawan dengan senyum lebar.


Pembicaraan pun berakhir.


"Wah sudah lama tidak dengar suara wanita lain. " batin Hendra Setiawan dengan senang. "wanita yang baru pertama ditemui memang yang terbaik. Aku jadi tidak bisa menolak keberuntungan yang Tuhan beri kali ini."


pengirim Hendra Setiawan:aju jadi penasaran. Tapi apa kau bisa menceritakan ada masalah apa sebenarnya.


Penerima Hendra Setiawan:ceritanya agak panjang. Apa kau mau mendengarkan cerita dariku.


Hendra Setiawan tersenyum puas. Wanita itu meresponnya.


Sementara, Sarah Amelia yang kesal dengan Hendra Setiawan, duduk di bawah jemuran. ponselnya berdering. Tertera nama ibu mertua di layar.


"Hallo ibu. " jawab Sarah Amelia.


"Nak, datanglah kemari. Kita membuat sup tulang bersama sama, agar bisa dimakan nanti malam. " ujar Liana Herawati.

__ADS_1


"Apa, tapi ini belum jam sebelas. " kata Sarah Amelia kesal.


"Kau belum hamil lagi. Padahal peramal di klenteng bilang, bulan ini kau akan hamil. " kata Liana Herawati.


"Jangan percaya hal seperti itu. " kata Sarah Amelia.


"Jangan jangan ada masalah dengan tubuhmu. Kenapa kau susah hamil. " teriak Liana Herawati di sebrang sana.


"Soal itu jangan tanya saya. Apa tidak bisa hamil adalah salah saya. " bantah Sarah Amelia enteng.


"APA, KALAU BUKAN SALAHMU LALU SALAH SIAPA??,HENDRA??? BUAT APA MENABUR BENIH DI LADANG YANG KERING. " Maki Liana Herawati.


"IBU, JANGAN BICARA SEPERTI ITU. " teriak Sarah Amelia marah. "KATA-KATA IBU SUDAH KETERLALUAN. "


"KALAU TIDAK BISA HAMIL JUGA, LEBIH BAIK KALIAN CERAI. " teriak Liana Herawati. "BERANINYA KAU MELAWANKU, KAU SUDAH MEMBUAT KEHEBOHAN DAN MEMPERMALUKAN KELUARGA INI. KAU HANYA JADI BENALU BAGI PUTRAKU. " Sarah Amelia tersentak mendengar makian Liana Herawati. "SETIDAKNYA ALMAHIRA LEBIH BAIK DARIMU, SETIDAKNYA IA BISA MENGHASILKAN UANG. "teriak wanita itu lagi. " ah sudahlah, cepatlah kemari sebelum jam makan siang. "lalu sambungan terputus.


"BISA BISANYA IA MEMBANDINGKAN AKU DENGAN ALMAHIRA. APA KURANGNYA AKU DIBANDINGKAN ALMAHIRA RENGGANIS.MEMANGNYA DIA SIAPA. " geram Sarah Amelia. Ia mengingat kelakuan sang suami.


Hendra Setiawan mengunggah lagu perpisahan di blog nya. Dia terus memegang ponselnya untuk mencari foto foto lama. Bahkan lelaki itu terus memandang Almahira Rengganis di hari pernikahan mereka.


"Jangan jangan mereka berdua mulai berkontak lagi. " batin Sarah Amelia. "tidak.Kalian pikir aku akan diam saja. "geramnya.


Di sebuah bar, di kawasan Jodoh. Hendra Setiawan duduk bersama Asep Karsono.


" Wah segarnya. "ujar Asep Karsono. " kali ini kau yang traktir ya. Waktu itu aku yang traktir kan. "


"Jangan dong. " kata Hendra Setiawan. "aku sudah dipecat. Saham ku gagal, dan pernikahanku berantakan. Apa kau tidak kasian pada temanmu ini. "katanya dengan wajah sedih.


"Hahaha, sungguh menyedihkan. " ejek Asep Karsono. "tapi disaat seperti ini, bisa bisanya kau berhubungan dengan wanita lain. "


"Cuma saling mengontak. Aku belum melihat wajahnya. " ujar Hendra Setiawan sambil tersenyum. "dia sibuk. Jadi sulit untuk menghubunginya. Tapi aku memaklumi nya. "ia membuka ponsel dan memeriksa pesan masuk.


Pengirim Sarah:Mas, kapan pulang. Aku menunggumu di rumah.


Pengirim Gadis J:Hari ini memang yang paling baik untuk minum. Apa Kau sedang berkumpul dengan teman temanmu ya.


"Haruskah aku memanggilnya kesini. " tanya Hendra Setiawan penuh semangat. Ia menegak birnya dengan hati riang.


"Boleh.Suruh dia bawa temannya yang cantik juga. " kata Asep Karsono.


Pengirim Hendra:Iri ya???. Maunya sini dan minum bersama.


Pengirim Gadis J:sudah terlalu larut. Lain kali saja.

__ADS_1


Pengirim Hendra Setiawan:hahaha.Tepati janjimu ya.


"Sudah ku duga. Kebiasaanmu itu memang keterlaluan.Hendra Setiawan. " gumam Almahira sambil memandang ponsel di tangannya. Tangan satunya mengusap lembut kepala Quos.


__ADS_2