Menikahkan Suamiku

Menikahkan Suamiku
bab 80


__ADS_3

"Dasar, aku nggak memberikan uang dalam jumlah besar, untuk melawan prajurit rendahan seperti kalian. " kata Lucas.


"Kami hanya melakukan sesuai perintah. " kata prajurit bayaran itu.


"Maka dari itu, kalian harus benar-benar dihabisi. " ujar Lucas.


"Kamu baik baik saja. Tanganmu gemeteran. " Damian memapah Melody.


"Itu karena aku terkejut. Sekarang aku tidak apa apa kok. " kata Melody. "Ayo kita kembali ke rumah, kakak juga ikut kan. "


Damian dan Duke Jacobus mengantar Melody kembali ke kediaman Garden.


"Kalau begitu, kakak pergi dulu. Tidurlah yang nyenyak adikku. " kata Damian.


"Kakak mau kemana, apa kakak tidak bisa tinggal di sini saja. " tanya Melody.


"Melody, aku tidak bisa. "kata Damian. "karena para pengikut akan membuat keributan besar. Vicontes.. maksudku viscount oplet. "


"Aku tau, tapi... " kata Melody.


"Aku akan menunggumu di tempat pertunjukan. Datang lah besok. " kata Damian. "pokoknya harus. "


"Iya." Melody mengangguk.


"Dia wanita yang cerdas dan bijak, tapi menjadi anak kecil di depan kakaknya. Apa is begitu merindukan nya, " batin Duke Jacobus dari atas kuda, melihat Melody dan Damian bergantian.


"Sampai jumpa besok Melody. " kata Damian sambil tersenyum.


"Aku senang wanita itu tersenyum, tapi aku tak senang karena senyuman itu hanya untuk si bedebah ini. " Duke Jacobus melirik Damian. Merekapun meninggalkan kediaman Garden.


Di kamarnya, Melody berbaring sambil memikirkan hari esok. Ia begitu senang bertemu dengan Damian. Damian dalam ingatan Melody sebelum terlahir kembali, adalah kakak yang tidak pernah ditemukan Melody selama sepuluh tahun lamanya. Melody sangat bersyukur, kakaknya masih hidup dan mereka dipertemukan lagi sekarang. Kalau saja ada yang bisa Melody berikanberikan. Lalu Melody turun ke dapur. Ia berniat membuat makanan yang paling enak. Makanan paling enak bagi Melody adalah makanan bumi. Rendang, opor, martabak, burger, Pizza, atau kalbi.


Kebudayaan makanan di dunia ini tidak berkembang. Karena itu, setelah ingatan Almahira Rengganis kembali, Melody tidak merasa puas dengan apa yang dia makan.


"Siapa di sana. " susi datang sambil mengucek mata.


"Susi." panggil Melody.


"Kenapa anda ada di sini. Kenapa tidak memanggil saya. " tanya Susi terkejut.

__ADS_1


"Tidak, aku ingin membuat sesuatu. " kata Melody.


"Cake, atau kosmetik. " tanya Susi penasaran.


"Kali ini bukan itu. " kata Melody. "katanya di sini ada sausnya. "


"Iya, sausnya semua hadiah. " kata Susi girang. Is langsung menarik troli yang penuh kendi tertutup. "nona, ini hadiah dari para pegawai. " katanya.


Pagi hari di ruang pertunjukan. Melody datang dengan keranjang makanan.


"Aku merindukanmu kakak. " katakan riang pada Damian.


Sementara di belakang, Lucas sedang protes keras pada Duke Jacobus. Sejak jam dua subuh, mereka semua harus bangun. Dengan alasan putri Garden mau datang. Tentu saja Lucas jengkel bukan main. Mau ngapain coba jam dua subuh, di suruh duduk menunggu, padahal hari masih gelap gulita. Ini semua pasti biang keroknya si Damian, siapa lagi yang bisa memutar balikkan otak Duke Jacobus jadi tambah error.


"Kenapa kita harus ada di sini sejak jam dua subuh sih. " seru Lucas tak terima.


"Matahari nya sudah terbit. " ujar Duke Jacobus.


"Bagiku ini masih jam dua subuh. " ujar Lucas sambil membawa bantalnya.


"Aku merindukanmu adikku. " Damian memeluk erat Melody.


"Sakit." pekik Damian terkejut.


"Sekarang aku baik baik saja. Kakak belum sarapan kan. " kata Melody.


"Dasar, bedebah bodoh. " batin Lucas melihat Damian yang tak berkutik di depan sang adik.


"Ada baiknya kalau kita makan bersama, aku sudah membawa bekal. " kata Melody.


"Ternyata anda sudah menjadi seorang profesional di usia delapan belas tahun ya putri. " kata Lucas.


"Kamu sampai melakukan hal ini demi kakak. " kata Damian terharu.


"Memangnya apa sih yang dilakukan bedebah ini sampai Melody sesenang itu. Bukannya aku ya yang sudah memperlakukan nya dengan baik. " batin Duke Jacobus tak terima, lebih tepatnya cemburu.


"Selain itu, ini daging. Karena akan berbau kalau sudah dingin, jadi saya akan memanggang nya di sini. " kata Melody ceria. "Lucas, apa saya boleh meminjam dapur . "tanyanya pada Lucas yang setengah terpejam.


"Iya, dapurnya di sebelah sana. " tunjuk Lucas. "tunggulah sebentar, pelayan akan... ah sekarang waktunya pergantian giliran bekerja, mereka pasti akan sangat sibuk. " kata Lucas.

__ADS_1


"Biar aku saja. " kata Damian, ia segera menggulung naik lengan kemejanya.


"Kakak." seru Melody.


"Di medan perang, kakak biasa melakukannya. " kata Damian tersenyum sayang pada sang adik. "ini pekerjaan yang biasa kakak lakukan, karenanya kakak bisa hidup dengan nyaman. "


"Ah bohong, pasti di sana tiap hari ia mempertaruhkan nyawanya, makan tusukan pedang puluhan kali. " batin Lucas kesal. Ia jengkel melihat Damian yang bisa bersikap lembut pada Melody. Kenapa pada yang lain selalu seperti manusia haus darah.


Melody menatap Damian. Tangan lelaki itu terlihat kapalan dan banyak bekas luka. Kalau dipikir pikir, Damian melakukan pekerjaan kasar di banding waktu masih kecil. Apa kakak Melody itu hidup sebagai prajurit bayaran. Berpindah-pindah medan perang di usia sangat muda adalah hal yang sangat sulit. Damian pasti mengatakan hal yang tidak masuk akal agar Melody, adik tercintanya tidak khawatir.


Damian menyalakan api dengan memasukkan baru listrik. Seketika kompor menyala. Mirip dengan induksi bumi yang digerakkan oleh listrik. Kalau cara kerjanya saja seperti itu, pasti luar biasa.


"Apa dagingnya tinggal taruh di wajan."


tanya Damian sambil membuka kotak berisi daging.


"Uwekkk, apaan itu, warna dagingnya coklat, itu gosong. " teriak Lucas heboh saat melihat isi kotak yang baru dibuka Damian.


"Iya, langsung dipanggang saja. " jawab Melody tersenyum.


"Jangan dimakan, warna dagingnya coklat, kalau dimakan kita bisa langsung mati.... " seru Lucas dengan wajah ketakutan.


"Mana mungkin makanan yang dibawa adikku itu berbahaya. " tutup kotak melayang tepat di bawah Lucas. Damian langsung emosi mendengar perkataan Lucas. Tak boleh seorang pun menghina makanan adiknya. Lucas benar benar cari penyakit. Melody yang melihat itu hanya terkikik geli. Lucu baginya.


Orang orang Sendayu memang tidak familiar dengan daging yang dibumbui. Mereka pasti membayangkan bahwa daging bisa dibumbui sebelum dipanggang. Karena biasa makan daging mentah yang dipanggang begitu saja.


"Arsen, kau coba katakan sesuatu dong. " kata Lucas meraba wajahnya yang merah dan nyeri. Tapi Duke Jacobus nampak tenang sambil mendesah teh. Apa dia lagi menyusun strategi untuk melakukan pembunuhan besar besaran. Ya itulah perkiraan Lucas.


"Benar, meski terlihat seperti itu, bisa saja putri tidak sesenang itu bertemu Damian. " gumam Duke Jacobus sambil tersenyum tipis. Lucas menatap lelaki itu dengan kesal.


"Bedebah ini kenapa lagi. " batinnya geram. "jangan bilang ia cemburu pada si bodoh itu. "


"Menteganya." tanya Damian.


"Tidak perlu dioles apa apa lagi, langsung saja dipanggang seperti itu. " kata Melody.


"Seperti ini saja. " kata Damian.


"Iya, itu namanya steak kalbi. Di panggang seperti ini. " kata Melody. "Karena sangat sulit memastikan dagingnya sudah matang atau belum, karena saos hitam nya, jadi aku memastikan dengan mengiris sedikit bagian dagingnya. Kakak jangan khawatir. Pasti enak. "

__ADS_1


assalamu'alaikum semua, berhubung author sedang sakit dan harus fokus berobat, jadi novel ini istirahat dulu. mohon maaf bila mengecewakan.


__ADS_2