
Pukul dua belas siang.
"Waktunya hampir tiba. " Sarah Amelia tersenyum sambil menyapukan kutek di kuku jarinya yang panjang. Ponselnya berdering. "Hallo." jawabnya.
"Hei nona. " teriak orang di sebrang sana.
"Ah, apa anda sudah terima hadiahnya." tanya Sarah Amelia.
"KAU INI PSIKOPAT YA. " Teriak orang di sebrang sana. "AKU HAMPIR MATI KARENA MINUM GULA TAMBAHAN, DAN SEKARANG KAU KIRIMI AKU GULA TAMBAHAN. "
"Kenapa, bukannya anda suka barang gratis. " ejek Sarah Amelia. "anda juga harus membiasakan diri minum minuman yang tidak biasa, agar anda biasa. "
"KAU SUDAH GILA YA. DI MANA KAU, TUNGGU DI SANA. " teriak lelaki itu.
"Kenapa, anda mau kesini. Datang langsung saja ke kantor pusat Unileveren and drinks. Cari Gina Aisyah dari pemasaran satu. " kata Sarah Amelia. Ia memutuskan sambungan. Lalu mengirim pesan.
Penerima Hendra Setiawan:Mas, sebaiknya kau sekarang dinas keluar. Sebentar lagi akan ada bom meledak di kantor.
Sarah Amelia tersenyum senang.
Di gedung Unileveren and drinks.
"Hari ini Sarah Amelia tidak masuk. " kata Zahra Fahira.
"Ya, aku belum melihatnya dari pagi. " sahut Bu Gina Aisyah.
"MANA YANG NAMANYA GINA AISYAH DARI TIM PEMASARAN. SI BRENGSEK ITU YANG MENYURUHKU KE SINI. " teriakkan seseorang mengejutkan semua yang ada di situ. Begitu juga dengan Bu Gina Aisyah, Zahra Fahira dan Almahira Rengganis. Mereka sontak menoleh ke pintu depan.
"Anda tidak boleh seperti itu di sini. " dua security menahan seorang lelaki gemuk berkemeja biru.
"SIALAN, BAWA PERGI INI. " lelaki itu membanting dus, hingga semua isinya keluar.
"Itukan produk baru kita. " ketiganya saling pandang.
"Bu Gina. " Almahira dan Zahra berusaha mencegah Bu Gina Aisyah.
"Tunggu sebentar. " kata Bu Gina Aisyah. Ia mendekati lelaki itu. "saya Gina Aisyah dari pemasaran satu.Ada ini. "
"JADI KAU GINA AISYAH." TUNJUK LELAKI ITU."KAU MASIH BERTANYA ADA APA, SETELAH KAU BUAT AKU HAMPIR MATI, KAU YANG MENGIRIM PAKET ITU KAN. "makinya.
Almahira dan Bu Gina Aisyah memeriksa dus itu. Memang dia situ tertulis namanya beserta alamat kantor pusat.
" Aku tidak pernah mengirim paket ini. "ujar Bu Gina Aisyah.
" Seseorang telah mengirimnya dan menggunakan nama anda. "kata Almahira. " ini pasti perbuatan Sarah Amelia. Rupanya ia ingin kabur setelah membuat kekacauan ini. "geram Almahira.
" Kalian berdua pergilah dulu. Aku akan menyelesaikan masalah ini. "kata Bu Gina Aisyah kepada Zahra Fahira dan Almahira.
__ADS_1
" APA, PERGI KATAMU. SETELAH YANG KAU PERBUATAN PADAKU, PADAHAL KAU YANG MENYURUHKU KE SINI. TAPI KAU MEMPERLAKUKAN AKU SEPERTI PREMAN. "teriak lelaki itu. "KALIAN INI. " ia mengangkat tangannya dan ingin memukul Bu Gina Aisyah. Almahira tersentak, ingatannya tentang Hendra Setiawan yang memukulinya sampai mati berkelebat.
"Dikehidupan ini aku tidak akan diam saja. " Almahira berdiri di depan Bu Gina Aisyah. "tunggu." ia merentang kedua tangannya. "tenanglah dulu. "
"APA APAAN KAU. " lelaki itu terkejut melihat Almahira.
"Kami sungguh minta maaf. Tapi paket itu bukan di kirim oleh Bu Gina Aisyah. " kata Almahira, ia menunduk sambil meletakkan tangan di dada.
"LALU SIAPA YANG MENELPONKU. " bentak lelaki itu.
"Orang sialan itu akan saya pastikan untuk berlutut di hadapan anda. " ujar Almahira. "kami juga akan memberikan Konfensasi. " lanjutnya.
"LAGI LAGI OMONG KOSONG. EMANG KAU SIAPA DI SINI. " tanya lelaki itu masih dengan emosi.
"Angkat kepalamu Almahira. " Tiba-tiba Kepala manajer Elang Samudera datang. "Saya Elang Samudera, Kepala manajer pemasaran satu. "katanya pada lelaki itu. "sepertinya akan lebih nyaman bila kita berbicara di tempat lain. Mari ikut saya. " ajaknya.
"Harusnya kau keluar dari tadi. " kata lelaki itu. Ia seperti tak berdaya dihadapkan Elang Samudera.
"Sarah Amelia tak bisa dihubungi ya. " bisik Elang Samudera bertanya pada Almahira.
"Ya, sepertinya ia tak akan datang ke kantor lagi. " jawab Almahira. "tapi aku akan membuatnya datang ke sini. " batin Almahira.
Seorang laki-laki tua plamboyan berjalan diiringi dua orang berjas hitam. Ia memperhatikan kejadian itu.
"Kenapa sampai Elang turun tangan. Padahal kedua karyawan itu sudah bisa menyelesaikan masalah. " kata tuan besar Langit Samudera.
Di sebuah salon kecantikan. Di daerah Sei Panas. Sarah Amelia sedang melakukan perawatan. Ia mendengarkan musik yang di setel oleh pemilik salon, sambil melihat majalah fashion. Ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk.
Pengirim Ibu:Kau dipecat ya. Kantormu terus menghubungi Ibu. Kau buat keributan apa lagi.
"Aku muak. " geram Sarah Amelia. Ia mengabaikan semua panggilan dan pesan masuk. "selama ini ibu hanya menjadikan aku pelampiasan amarahnya. Rumah itu membuatku muak. Tunggu saja, aku akan menjadi nona cantik yang terus dilayani seperti ini. " batinnya.
"Nona, mari kita keramas dulu. " petugas salon membuka tutup kepala Sarah Amelia.
"Baik." Sarah mengangguk. Ponselnya berbunyi lagi. Nama Adityawarman tertera di layar. "Adityawarman.tunggu sebentar. " katanya. "Hallo Adityawarman, sudah lama. " sapa nya.
"Sarah, kau apa kabar. " tanya Adityawarman di sebrang sana.
"Baik, ada masalah apa. " tanya Sarah Amelia balik bertanya.
"Ada yang mau ku tanyakan soal Almahira dan pacarnya. Apa kota bisa bertemu sebentar. " tanya Adityawarman.
"Almahira dan pacarnya, Hendra Setiawan. " batin Sarah Amelia.
Malamnya di sebuah Bar dan restoran di kawasan Jodoh. Sarah Amelia melangkahkan kaki dengan riang.
"Sarah, di sini. " seru Almahira tersenyum manis. Membuat Sarah Amelia terkejut. Dengan terpaksa ia masuk dan duduk di sebelah Almahira.
__ADS_1
"Akhirnya kita bertemu di sini. Sulit sekali mencarimu. " kata Almahira. "aku minta tolong pada Adityawarman, kau tidak mengangkat telponku dan tidak ke kantor. "
"Karena kehidupan kantor sangat berat bagiku. Padahal aku hanya punya kau. Tapi kau sibuk bermain dengan yang lain tanpa memperdulikan aku. Aku merasa sangat sedih. " Sarah Amelia mengeluarkan airmata buayanya dan wajah rubah berbulu kerbau.
"Sarah, HENTIKAN OMONG KOSONGNYA. SEKARANG BUKAN SAATNYA BERSIKAP SANTAI SEPERTI ITU. " kata Almahira. "ini surat pemecatan. Alasannya adalah karena kau pergi tanpa ijin dan absen tanpa alasan yang jelas. " Almahira menyodorkan sebuah amplop besar. "buktinya juga akan segera dikirimkan kepadamu. "
"Bukti." Sarah Amelia terkejut.
"Kau yang mengirimkan produk dengan gula tambahan di dalamnya kan.Kepada pelanggan yang waktu itu elergi gula tambahan." kata Almahira.
"BUKAN AKU, BUAT APA AKU MELAKUKAN HAL ITU. " kata Sarah Amelia sambil menggelengkan kepalanya. "mau sampai kapan kau menyangkut pautkan masalah ini padaku. Karena sangat sedih, aku sampai tidak berani masuk kantor. "katanya lagi sambil mengusap airmatanya.
" Dia sama seperti Hendra Setiawan. Suka menyalahkan orang lain. "batin Almahira sambil menatap Sarah Amelia dengan sejuta sandiwaranya."sukurlah kalau bukan, pelanggan itu sampai menyewa pengacara dan tim hukum perusahaan sampai turun tangan. Aku khawatir karena di bukti panggilannua ada nomormu. " ujarnya dengan wajah tenang.
"Tim hukum kantor punya daftar penggilingan milikku. " batin Sarah ketakutan. "eh Almahira, setelah ku ingat ingat lagi, sepertinya memang, ada satu paket yang aku kirimkan. Aku mengirimkan beberapa produk. Kecuali produk Bu Gina Aisyah yang mengandung gula tambahan. Sepertinya kardusnya tertukar. Aki sangat takut. Karena pelanggan itu menelpon sambil marah marah padaku. " ujarnya.
"Maafkan aku. " Almahira memegang tangan Sarah Amelia. "jika aku lebih peduli padamu, masalah ini tidak akan terjadi. Tapi masalah ini tetap harus di selesaikan. Besok kita ke rumah sakit dan bersama sama meminta maaf kepada pelanggan itu ya. Aku akan menolongmu, jika itu benar benar hanya karena ketidaksengajaan. " kata Almahira sambil tersenyum.
Esoknya di rumah sakit.
"ALMAHIRA RENGGANIS, APA YANG KAU LAKUKAN. "teriak Sarah Amelia, saat Almahira menariknya berlututu di lantai depan ranjang pasien.
"Minta maaflah kepada pelanggan, Sarah. " kata Almahira sambil menahan tangan Sarah Amelia.
"Sialan, kenapa aku harus ada di sini. Brengsek, aku tidak ingin melakukannya. " geram hati Sarah Amelia. "maaf." katanya.
"Oh, padahal waktu di telpon kau bisa berteriak teriak begitu. Kenapa saat minta maaf sikapmu seperti ini. " ujar lelaki itu dengan kesal menunjuk Sarah Amelia.
"Pak, saya bahkan tidak ingat sudah bicara apa saja pada Bapak. " seru Sarah Amelia penuh kemarahan. "yang lebih dulu berteriak di telpon itu anda. Kenapa harus saya yang minta maaf. " ujarnya.
"SARAH AMELIA. " seru Almahira.
"Permisi." Kepala manajer Elang Samudera dan asisten manajer Hendra Setiawan datang.
"Pak." Almahira berdiri.
"Mas, tolong Sarah. " batin Sarah Amelia sambil menoleh menatap Hendra Setiawan. Tapi lelaki itu hanya berlalu. "apa apaan Hendra Setiawan, dia mengabaikan diriku. " pikir Sarah Amelia.
"Maaf Pak. Apa kondisi anda sudah membaik. " tanya Kepala manajer Elang Samudera.
"Membaik apanya. Apa kau tau dia baru saja bilang apa. " tunjuk lelaki itu pada Sarah Amelia yang masih berlutut di lantai.
"JADI BEGINI CARAMU. " geram Sarah Amelia. Ia langsung menangis tersedu-sedu. "Maafkan saya yang sebesar besarnya. hiks... emosi saya sedang tidak stabil... hiks. . KARENA SAYA SEDANG HAMIL. " katanya berderai air mata.
Almahira dan Hendra Setiawan sama sama terkejut.
"HAMIL." pikir mereka. Menatap Sarah Amelia.
__ADS_1