
"HEI, SARAH AMELIA, KAU GILA YA, KAU SENGAJA MENYEBARKAN ITU. " teriak Hendra Setiawan di telpon.
"Astaga, ayah lihat. Maaf, mas. " kata Sarah Amelia di sebrang sana.
"KAU SENGAJA KAN. " kata Hendra Setiawan frustasi sambil menjambak rambutnya.
"Ah, ibu kenapa??? Apa ada yang di rasa tidak nyaman. Mas, aku tidak bisa menerima panggilan telpon. Nanti ku hubungi ya. " kata Sarah Amelia. Lalu sambungan terputus.
"HEI SARAH AMELIA, SIALAN. " maki Hendra Setiawan. Ia sudah membaca di komputer tentang Azoosperma.
Azoospermia adalah kondisi tidak adanya ****** dalam air mani saat pria berejakulasi. Azoospermia dapat terjadi karena kelainan genetik, penyumbatan pada saluran testis, gangguan hormon, atau gangguan pada testis. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab terjadinya kemandulan pada pria.
Normalnya, jumlah ****** seorang pria adalah 15–200 juta sel per milimeter air mani. Pria yang jumlah spermanya ada di bawah angka tersebut dianggap memiliki jumlah ****** yang rendah.
"Akhhhh, sialan. Saham ku juga sedang turun drastis. Bagaimana bisa. " Hendra Setiawan menatap ponselnya. Pesan berantai dari pinjaman berbunga mulai berdatangan. "apa yang harus ku lakukan sekarang. Hidupku hancur. "
Hari hari Hendra Setiawan diisi dengan ratapan dan penyesalan. Rasa sesal, kecewa dan kemarahan menjadi satu. Ia hanya bisa menangis dan menyesal setiap hari. Alkohol adalah teman setianya.
"Almahira, tau kah kau, aku sekarang sangat menderita. " Hendra Setiawan menangis terisak. "jika kau tau penderitaan diriku, kau tak mungkin mencampakkan kuku begitu saja. "
Ponsel di saku celana Hendra Setiawan bergetar.
"Almahira." gumamnya. "Almahira Rengganis. " Hendra Setiawan melihat di layar ponselnya. Tertera nama Almahira di layar. "Hallo Almahira. .. tunggu jangan dimatikan. Aku sangat kesusahan. Ibuku masuk rumah sakit. Semua yang ku kerjakan berakhir buruk. Semua akan baik baik saja jika aku bersamamu. " Hendra Setiawan berdiri, ia berjalan terhuyung huyung. "Almahira, kita rujuk yu. Aku tau kau tidak bisa hidup tanpa diriku. Aku akan memaafkan dirimu. Aku tau kau tidak serius berkata dingin padaku. " ujarnya.
"Sangat serius. " terdengar suara lain yang sangat di kenal Hendra Setiawan, di sebrang sana.
"Suara itu. " Hendra Setiawan tersentak. "Hei Elang Samudera, kenapa ponsel Almahira ada padamu, Di mana Almahira Rengganis. " teriaknya marah, tak terima jika Elang Samudera seleluasa itu membuka ponsel Almahira. Itukan privasi, mereka belum menikah.
"Karena aku pacarnya. " jawab Elang Samudera dengan suara dingin. "Dengar baik baik Hendra Setiawan, aku sudah mempekerjakan pengawal untuk menjaga Almahira, jangan coba coba mendekatinya. Gampang bagiku untuk menghabisi orang seperti mu. Jadi camkan itu. Ini peringatan terakhir dariku. " Elang Samudera memutuskan sambungan telpon.
"Hah, sialan. Hei Elang Samudera, hallo, hallo.... " teriak Hendra Setiawan. "akkhhhh.. semua karena wanita gila itu. " Ia membanting ponselnya.
Di rumah Elang Samudera, Almahira sedang bermain dengan Quos. Ia nampak semakin cantik dengan wajahnya yang cerah. Elang menatapnya penuh cinta.
"Hendra Setiawan, jika kau berani menggangu Almahira lagi, seujung rambut pun. Aku pastikan kau mati di tanganku. " batin Elang Samudera.
Sementara di rumah Hendra Setiawan. Lelaki itu mengamuk, memaki Sarah Amelia, yang sayangnya, orang yang dimaki sedang di rumah sakit menjaga ibunya.
"Sarah Amelia, semua karena kamu. Kau menghancurkan hidupku.Aku kehilangan Almahira dan juga pekerjaanku semua karenamu. Begitu ibu keluar dari rumah sakit, aku akan menceraikan dirimu. Sialan. " oceh Hendra Setiawan. Ia begitu frustasi. Sambil menjambak rambutnya lelaki itu terus mengoceh, seperti emak emak yang ditinggal selingkuh. Wkwkwk.
__ADS_1
Mata Hendra Setiawan terbelalak melihat koran lusuh di bawah kakinya. Sebuah iklan perjalanan dengan gambar pesawat terbang.
SIAPKAN ASURANSI PERJALANAN SEBELUM ANDA MELAKUKAN PERJALANAN. JAMINAN HINGGA LIMA RATUS JUTA RUPIAH.
"Apa aku bunuh saja dia. " batin Hendra Setiawan sambil tersenyum ibl*s.
Di rumah sakit, Sarah Amelia masih menunggui Liana Herawati yang belum juga ada perubahan. Ia mengipasi wanita tua itu sambil berbalas pesan dengan Teman Rahasia.
Pengirim teman rahasia:gila, kau sendirian menjaga ibu mertuamu. Pasti berat...
Pengirim Sarah Amelia:ya sudah hampir sebulan. Dan suamiku bahkan tidak menghiburkumenghiburku sama sekali. Aku berharap ibu mertuaku langsung mati saja hahaha.
Sarah Amelia menutup ponselnya. Ia tersenyum sambil mengipasi mertuanya yang masih tidur.
"Sejuk kan, bu. Kalau dingin bilang ya. " kata Sarah Amelia. Ia mendengar suara langkah kaki menuju ke tempat itu.
"Bagaimana keadaan ibu. Apa ia sudah bisa bicara. " Hendra Setiawan muncul dengan wajah bersih dan pakaian rapi.
"Belum.tapi aku merawatnya dengan sangat baik kok. " jawab Sarah Amelia sambil tersenyum.
"Kau sudah bekerja sangat keras. Cuaca panas begini, bagaimana kalau kita pergi berlibur. " kata Hendra Setiawan sambil duduk di sebelah Sarah Amelia. "bagaimana kalau kita pekerjakan perawat selama seminggu."
"Liburan." seru Sarah Amelia dengan wajah berseri-seri. "kita berdua. " tanyanya meyakinkan.
"Serius... hore, Sarah sangat senang. " ujar Sarah Amelia gembira. "baiklah, kita akan mulai mencari perawat untuk ibu. "
"Hei, kalian mencari perawat. " dua wanita tua menghampiri sepasang suami-istri itu. "mau ku kenalkan pada kenalan kuy yang pelayanannya bagus."
"Maksudmu orang itu. " tanya temannya. "ku dengar Bu Siti cepat sekali sembuh berkat dia. Apa dia ada waktu senggang. "
"Ya, jadwalnya memang penuh. Tapi dia ada jadwal kosong kali ini. " jawab temannya lagi.
"Bisa keluar rumah sakit berkat perawat. " tanya Sarah Amelia dengan wajah sedikit cemas.
"Ya, mungkin karena ia sangat tulus. Bahkan pasien yang lumpuh pun bisa cepat sekali pulih. " jawab wanita itu.
"Serius, ada orang seperti itu. " Hendra Setiawan langsung terlihat antusias. Sementara Sarah Amelia sudah kebat kebit tak karuan. Ia takut dan cemas sekali.
"Iya, sebentar ya. " wanita tua itu membuka ponselnya. "hallo, ini aku..
__ADS_1
ada jadwal kosong kan. . . baguslah... baik, baiklah. " wanita itu terlihat berseri.
"Sebentar." Sarah Amelia menghampiri mereka.
"Dia bilang bisa. " kata wanita itu.
"Bagus, aku akan bilang dengan ayahku. " kata Hendra Setiawan.
"Ya, kau harus melakukan apa pun, agar ibumu cepat sembuh." kata wanita itu.
"Ibumu akan menyambut kalian sambil berjalan saat pulang liburan nanti. Hahaha. " kata wanita satunya.
"Mas, jangan. Aku bisa merawat ibu. " kata Sarah Amelia dengan panik.
"Sudahlah, selama kita liburan kau juga harus istirahat. " kata Hendra Setiawan menenangkan sang istri. "bisa minta nomor orang itu. " tanyanya pada wanita tua.
"Jangan, bagaimana kalau ibu benar benar pulih karena orang itu. " batin Sarah Amelia dengan cemas dan panik. "jika dia bicara soal aku yang membiarkan nya, padahal aku ada di sana. Bagaimana jika ibu memberitahukannya. Apa tidak usah liburan saja. "
Sarah Amelia berpikir keras. Hendra Setiawan sudah pulang meninggalkan dirinya sendirian menjaga sang ibu mertua. Sarah Amelia duduk sambil menggigit kuku jarinya.
"Tidak, kenapa aku harus melakukan itu. Ini adalah liburan yang sudah lama ku nantikan. " batin Sarah Amelia. "tapi jelas sekali ibu akan membocorkan semuanya, saat ibu sudah bisa bicara lagi. Bagaimana ini, bagaimana. Apa yang harus kulakukan. "
Shrakk. Korden di buka. Seorang perawat muncul dengan troli obat.
"Permisi." sapanya. "waktunya memberi suntikkan. " kata nurse itu. Ia menarik troli dan meraih jarum suntik.
"ah lagi lagi begini. " ia mengetuk ngetik jarum suntik dengan jarinya. "Ini bahaya. Biar ku ganti dengan jarum yang baru. " kata nurse itu.
"Kenapa berbahaya. " tanya Sarah Amelia, ia memperhatikan jarum suntik di tangan perawat.
"Jika gelembung nya sebanyak ini dan masuk ke urat nadi bisa berbahaya. "jawab perawat itu lalu meletakkan lagi jarum suntik di troli obat.
" AHA. "mata Sarah Amelia bersinar. Sang nurse berlalu pergi mendorong troli kembali.
Malam harinya,setelah Liana Herawati selesai di cek. Dan perawat sudah pergi, Sarah Amelia mendekati selang infus Liana Herawati.
" Ibu, hari ini kau akan tidur lelap. "ujarnya sambil mengeluarkan jarum suntik yang tadi siang berhasil dicurinya.
" Ukkhhh, ukkkh. "Liana Herawati berusaha bersuara. Ia sangat takut melihat Sarah Amelia yang membawa jarum suntik.
__ADS_1
" Sstttttt. "desis Sarah Amelia mengisyaratkan agar sang mertua diam. "Ibu harus segera tidur, aku sudah tidak tahan lagi, setidaknya harus tepat bertahankan, benarkan. " dengan senyum ibl*s, Sarah Amelia menyuntikkan jarum itu tepat di tempat jarum infus berada,"pergilah lebih dulu, toh ibu juga akan mati. "katanya sambil terkekeh. Sarah Amelia menatap wajah Liana Herawati yang mulai sakaratulmaut.
assalamu'alaikum teman semua, tinggal sedikit lagi ya, akan selesai, nanti lanjut part 2,tapi di sini, Elang dan Almahira akan time trevel, dan mereka terpisah. Misinya menyelesaikan konflik balas dendam seorang nona muda, dan bagaimana ia bisa bertemu Elang lagi dalam versi yang lain. Mampukah keduanya bersatu, tunggu aja ya guys. Love terunyu unyu buat kalian. Salam sayang selalu.