
bagi pembaca wadak tiga(mata dewa) beberapa hari ini kami tidak up. suhu Wirogeni sedang sakit, lagi diobatin sama arimbi.
Dan untuk jagung muda. Kami tidak lanjut lagi. Udah ditolak kesekian kalinya. jadi dari pada buang buang waktu, hapus aja, kalo mau baca ada di tempat orange, di Fz.
Orang orang menyebut Albert Kirkas , dengan orang bijak agung. Saat berusia enam tahun, ia sudah bisa membuat kereta mainan yang bisa di kemudikan. Namanya RC-K. Dan sampai sekarang itu benda harganya sangat mahal.
Melody memasuki toko tekstil. Betty dan Rudy menyambutnya dengan ramah. Senyum manis Melody tersungging saat membagi tiramisu untuk kedua pegawai toko itu.
"Selamat datang putri, sebelah sini. " kata Betty. Ia mengantar Melody. Di dalam banyak orang, beberapa wanita nampak berbincang riuh.
"Ya ampun, jadi itu tadi Duke Jacobus, tampan sekali. " pekik seorang wanita.
"Lelaki dengan pupil merah yang bersamanya, wajahnya begitu enak di pandang. " sahut yang lain.
"Pupil merah, seperti kakak. " batin Melody.
"Ada apa putri. " Betty menatap Melody yang termenung.
"Ah, maaf. Tidak apa apa. " kata Melody tersenyum.
"Empat orang itu sedang berkumpul. Mungkin sekarang waktu putri untuk bertemu keempatnya. " kata Betty.
Mereka sampai di depan pintu berwarna merah. Betty menggedor nya dengan keras. Saat pintu terbuka, nampak Lucas sedang bertengkar dengan seorang lelaki berwajah tampan. Duke Jacobus duduk tenang di sofa. Di sudut ada seorang remaja duduk tenang dengan sepiring biskuit di tangan.
"Saya Gardenia Melody. " kata Melody pada lelaki tampan itu.
"Saya Alex Morgan. Silahkan duduk. " kata lelaki itu. "Albert, ada tamu yang datang. "
"Saya Albert Kirkas. " kata remaja itu dengan mulut penuh.
"Albert, telan dulu baru makan. " kata Alex.
"Iya." Albert mengangguk.
"Percuma saja mengomel. " kata Lucas.
"Mereka semua sangat berisik. " batin Melody. Sungguh Melody tak mengira, mereka yang akan menguasai Sendayu, seunik ini.
"Saya akan menggantikan Albert meminta maaf, karena ia adalah orang yang tidak tau cara berhadapan dengan wanita. " kata Duke Jacobus sambil tersenyum.
__ADS_1
"Di sini, camilan nya tidak enak, tolong panggilkan tukang camilan. " kata Albert.
"Apa kamu tau berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk para tukang hah. " seru Lucas. "dan kau, mau sampai kapan memegangi bajuku terus menerus, lihat, robek di sana sini. " omelnya pada Alex Morgan
Melody menatap Alex Morgan. Seperti yang Melody dengar, Alex Morgan adalah pria yang ramah pada wanita dan orang tua. Meski dia berpegang teguh pada asas dan pendirian, dia orang yang bisa di percaya.
Berbeda dengan si kikir Lucas. Lucas adalah pria kikir dan mata duitan yang tidak berbeda jauh dengan perkataannya yang kasar.
Melody mengalihkan pandangan pada Albert Kirkas, bocah itu sedang menikmati biskuit dengan mulut penuh. Albert Kirkas sedikit di luar dugaan.melody dengar ia adalah bocah jenius yang mendapat kehormatan dari para pengguna benda sihir. Melody nggak menyangka dia seperti anak kecil begini.
Duke Arsen Jacobus Sendayu, Melody tidak tahu banyak tentang lelaki berwajah tampan yang tempo hari memintanya berpacaran. Apakah ia playboy cap kuda terbang atau hanya lelaki mesum dengan tampang imutnya. Walaupun ia adalah satu-satunya keturunan kaisar terdahulu, Melody tak ada niat dekat dengan lelaki itu,Selain berbahaya, belum tentu sang kakak, Damian akan menyetujuinya nanti. Jadi biarkan saja. Toh takdir Tuhan adalah rahasia.
"Ini bukan apa apa. Tapi, tolong di Terima. " Melody mengangkat tas hitam yang di bawanya. Wajah Alex Morgan tegang, berbanding terbalik dengan si kikir Lucas yang langsung berbinarberbinar. Albert Kirkas cuek saja. Sementara Duke Jacobus nampak waspada.
"Ini suap. " batin Duke Jacobus.
"Tidak seperti yang kalian pikirkan. " Melody tertawa.
"Aromanya enak. Apa bisa di makan. " tanya Albert Kirkas.
"Hahaha, iya. " jawab Melody sambil tertawa. Sementara Lucas dan Alex Morgan menatap heran. Lalu membuka tas.
"Cake, " kata mereka bersamaan.
"Wah, wah, wah. " Albert Kirkas bertepuk tangan dengan antusias.
"Rupanya ia bisa terkejut juga. " kata Lucas kesal.
"Lahap sekali ya. " batin Melody senang melihat Albert Kirkas menyukai kue nya. "tidak, saya tidak usah. Silahkan makan. " katanya saat Albert Kirkas ragu ragu meraih piring kue Melody.
"Albert, kamu harus mengucapkan terimakasih dulu. " kata Alex Morgan. Albert Kirkas hanya mengangguk sambil mengacungkan jempol nya. "tolong dimaklumi lady, dia tidak punya waktu belajar etika akibat terlalu lama tinggal di dalam kamar, karena suatu alasan. " kata Alex Morgan sungkan pada Melody.
"Tidak, saya juga merasa senang karena ia menikmatinya. " kata Melody tersenyum.
Tapi rasanya aneh Albert Kirkas tidak bersikap sopan pada Melody yang merupakan orang asing. Dibandingkan tidak punya kesempatan untuk belajar etika, Albert Kirkas seperti orang yang sengaja mengucilkan diri dari lingkungan. Itu karena orang tuanya mengurungnya. Atsu mungkin mereka sengaja menjauhkan Albert dari sekitar untuk dimanfaatkan demi menghasilkan uang.
"Aku merasakan perasaan yang sama. " batin Melody. "makannya pelan pelan saja, lain kali aku bawakan lagi. Aku juga bawa susu.Apa kau mau. " Melody tersenyum pada Albert Kirkas.
"Kamu baik. " kata Albert.
__ADS_1
"Albert, perkataanmu. " seru Lucas.
"Terimakasih, sir Kirkas juga baik. " kata Melody.
"Iya, aku baik. " kata Albert mengangguk setuju.
"Duh, imutnya. " batin Melody.
Duke Jacobus menatap mereka dengan pandangan heran. Setahu dirinya, Albert bisa mengetahui orang yang ingin memanfaatkan dirinya. Ternyata Melody bisa mengakrabkan diri dengan Albert yang seperti itu.
"Kalau ia tidak ingin memanfaatkan Albert, lalu kenapa Melody mencarinya. " batin duke Jacobus. "bukankah hari itu anda meminta diperkenalkan pada mereka karena satu urusan. " tanyanya pada Melody.
"Itu.Saya ingin menunjukkan ini pada Sir Kirkas. " Melody mengeluarkan sebuah kertas.
"Apa ini. " tanya duke Jacobus.
"Ini alat. Maksud saya benda sihir, yang saya harap bisa dikembangkan oleh sir Kirkas. " kata Melody.
"Apa yang bisa dibuat dengan benda benda seperti ini. " tanya duke Jacobus lagi.
"Lilin aroma atau diffuser, ini juga bisa digunakan untuk alat riasan. " kata Melody.
"Menarik." seru Albert Kirkas begitu melihat gambar di kertas milik Melody.
"Hari ini saya hanya menyampaikan hal itu saja. Apa anda akan meluangkan waktu anda besok. " tanya Melody sambil membungkuk pada duke Jacobus.
"Tentu saja. " jawab duke Jacobus.
"Dia wanita yang baik. Selain itu, dia adik kesayangan Damian. " batin Alex Morgan. Ia menatap Melody, saat itu Melody juga menatapnya. Lalu putri bangsawan itu tersenyum manis.
"Kalau begitu saya undur diri dulu. " pamit Melody, mereka mengangguk. Melody pun pergi.
"Ada apa. " tanya duke Jacobus pada Lucas.
"Ternyata ada saatnya kau menatap wanita seperti itu. " kata Lucas. "Ah, kalau di pikir pikir, bagaimana rasanya melihat adik perempuan mu dari kejauhan. " Lucas menatap Damian yang berdiri sambil memasang wajah malaikat maut.
Damian hanya diam. Ya, dia sangat rindu pada adiknya. Melody, wanita kesayangan Damian, adik yang selalu berlindung padanya, selalu menghibur dan menjadi penyemangat hidupnya.
"Padahal aku sudah berjanji untuk melindungi dirimu. Tapi aku masih terlalu lemah. " batin Damian.
__ADS_1
Saya akan selesai novel ini sesuai kontrak. Nggak usah ngurusi mau kapan up. Kerja keras orang nggak pernah dihargai.