
Seorang lelaki yang merupakan sopir sewaan yang di sewa Hendra Setiawan telah datang, dan membawa mobil itu pergi.
"Mimpi buruk telah terulang kembali. Tidak. Aku harus merayakannya. Karena semua berjalan sesuai rencana. " Almahira mengusap airmatanya.
Kini ia duduk santai di sebuah bar di sekitar Jodoh. Menikmati bir rendah alkohol sambil memesan sate campur. Ponselnya bergetar. Nama Kepala Manajer tertera.
"Hallo." jawab Almahira.
"Kau di mana. Kenapa tidak mengabari. Apa sudah sampai di rumah. " Elang Samudera mencecarnya dengan banyak pertanyaan.
"Tidak.Saya sedang minum bir. Saya di bar sendrian sekarang. " jawab Almahira.
"Aki akan segera ke sana. Tunggulah. " Elang Samudera memutuskan panggilan.
"Hmmmm, macam dia tau saja aku ada di mana. " gumam Almahira sambil mengunyah sate telur puyuh.
Sekalipun mati di tangan mereka, Almahira merasa telah berharap seperti orang bodoh. Seperti dirinya yang memilih jalan lain di kehidupan ini, bisa saja mereka berdua juga begitu. Meskipun Almahira bisa mendapatkan kehidupan lamanya kembali. Hendra Setiawan dan Sarah Amelia, tetaplah sama seperti dulu.
Dengan mulut penuh, Almahira membuka kaleng bir. Tubuhnya hanya bisa mentolerir alkohol rendah. Tapi sebuah tangan besar menahan tangannya.
"Berhentilah minum Almahira. " kata Elang Samudera. Ia mengambil kaleng bir di tangan Almahira.
"Eh, Kepala Manajer. Wah anda hebat. Bisa menemukan saya. " kata Almahira tertawa.
"Kenapa kau jadi sendirian di sini. Kemana Hendra Setiawan dan Sarah Amelia. " tanya Elang Samudera.
"Oh, mereka sudah pergi dari restoran tadi. Mereka akrab sekali. " kata Almahira. "saya naik taksi ke sini. Tolong berpura-pura tidak tau saja. "
"Setelah puas minum. Keluarlah. Aku akan mengantarmu pulang. " kata Elang Samudera.
"Emang anda lihat saya mau mabuk. " kata Almahira jengkel. "sekaleng bir saja belum habis ku minum. " dengan kesal Almahira mengambil dua tusuk sate lagi. Lalu melahap nya dengan cepat.
"Bukan begitu. Aku tau kau tak suka minum. Bagaimana kalau kita makan mie pedas saja. " tawar Elang Samudera.
"Boleh lah. Tapi kenapa anda perduli pada saya. Mereka saja tidak perduli perasaan saya. " Almahira mengusap matanya. "aku sudah tidak mau pacaran lagi. "
"Ya sudah. Jangan pacaran kalau begitu. " ujar Elang Samudera. "bagaimana jika kau menggunakan aku saja. "
"Anda meminta saya menggunakan anda. Contohnya. " Almahira tertawa kecil.
"Saat kau tak ingin terlihat menyedihkan. " kata Elang Samudera.
"Apakah saya terlihat menyedihkan. " tanya Almahira. Elang Samudera mengangguk. Almahira tertawa geli. "Menghadaplah ke sana. Saya ingin bersandar di punggung anda. "
__ADS_1
Elang Samudera mengikuti keinginan gadis itu. Ia menghadap ke arah pintu bar. Almahira menyandarkan kepalanya di punggung kokoh lelaki itu.
Bibik datang saat Elang Samudera memanggilnya. Tanpa suara ia memesan mie super pedas. Sup jamur, udang saos pedas. Dan Ayam lada.
Almahira membuka matanya saat penciumannya membaui aroma sedap makanan.
"Sudah." tanya Elang Samudera.
"Iya." Almahira mengangguk.
"Yuk makan. " ajak Elang Samudera.
"Kau pesan semua ini. " tanya Almahira terbelalak. Meja penuh makanan.
"Iya.Bukannya tadi mau makan mie. " jawab Elang Samudera.
"Okelah.Jangan malu malu. " kecerian Almahira telah kembali. Ia makan dengan lahap. Elang Samudera tersenyum melihat tingkah gadis itu. Sesekali mereka saling suap.Hingga hidangan habis tak tersisa. Lalu Elang Samudera mengantar Almahira pulang.
Di sebuah hotel di kawasan Sei Panas. Tepatnya di sebuah kamar. Dua manusia berlainan jenis, nampak tertidur pulas sambil berpelukan. Pakaian mereka berserakan di lantai.
"Ini di mana. " Hendra Setiawan terbangun dengan wajah linglung. Ia menatap sekelilingnya. astaga. "Apa kau sudah gila Hendra Setiawan. Kalau sampai Almahira tau, ia pasti akan membatalkan pernikahan. Itu tidak boleh terjadi. " maki Hendra Setiawan dengan gusar. Ia menatap Sarah Amelia yang masih terlelap dengan tubuh yang polos.
"Mas." gadis itu membuka matanya.
"Eh, Sarah. Sepertinya semalam kita mabuk berat. Anggap saja kita tidak pernah.... " kata Hendra Setiawan.
"Bukan, bukan begitu. " ujar Hendra Setiawan.
"Mas, kau tau aku sangat menyukaimu. " Sarah menatap Hendra Setiawan. "apa kau sama sekali tak punya perasaan padaku. " airmata gadis itu sudah keluar.
"Sedikit di sayangkan. Tapi, aku tidak bisa membiarkan diriku menjadi pria yang berselingkuh dengan teman baik tunangannya. " pikir Hendra Setiawan. "aku ada pertemuan keluarga hari ini, Sarah. " katanya.
"Baiklah.Aku tidak akan menggangu hubungan Mas Hendra dengan Almahira. Dan aku juga akan menutup mulutku di kantor. " ujar Sarah Amelia sambil mengusap airmata di wajahnya. "tapi sebagai gantinya, pacaran lah denganku juga. " pintanya menatap Hendra Setiawan. "Mas tidak membencikukan. "
"Keuntungan macam apa ini. " gumam Hendra Setiawan dengan girang. "tentu saja aku tidak membencimu. "ujarnya."aku memang populer. Meski berbahaya, ini sangat menegangkan. " batinnya senang.
"Kalau begitu, boleh aku bicara santai. Seperti Almahira. " tanya Sarah Amelia.
"Aku yang akan bicara santai padamu dulu. " Hendra Setiawan langsung menerkam Sarah Amelia. Terjadilah pergumulan panas yang memang diinginkan keduanya.
Ponsel Hendra Setiawan berbunyi. Hendra mengangkatnya dari dalam selimut, sambil memberi isyarat agar Sarah Amelia tak bersuara di bawah tubuhnya.
"Ya Almahira. " jawab Hendra Setiawan.
__ADS_1
"Sudah bangun. Kemarin kau pergi lebih dulu. ",ujar Almahira.
"Maaf, Sarah bilang kondisinya kurang sehat. Tidak memungkinkan menunggu supir sewaan datang. "jawab Hendra Setiawan.
" Tidak apa apa. Oya, soal pertemuan keluarga, di restoran mana dan jam berapa. "tanya Almahira.
"Di restoran Solaria, lokasinya di Mega mall, Batam center. Pukul lima sore. " kata Hendra Setiawan.
"Baiklah Hendra, sampai jumpa nanti sore. " kata Almahira. Rupanya gadis itu sedang berada di salon kecantikan. Ia sedang di dandani oleh Susi.
"Eah anda calon pengantin ya. Kalau begitu saya akan dandani anda lebih cantik lagi. " kata Susi. Ia mulai mrndandani Almahira. "bagaimana."
"Buat lebih berani lagi. Sampai orang sulit melupakan parasku. " kata Almahira.
"Bukankah hari ini hari pertemuan keluarga... hmmmm baiklah saya akan buat lebih mencolok lagi. " ujar Susi. Memoles lipstik menyala di bibir Almahira.
Almahira ingat kejadian dulu, saat ia sudah menjadi istri Hendra Setiawan. Di mana, ibu Hendra yang jahat seperti nenek sihir itu selalu menaki dan menghinanya.
"Aku menerimamu bukan karena kau cantik. Tapi sepertinya kau bisa mengurus putraku dengan baik. " ujar wanita gemuk itu menunjuk Almahira. "tapi bisanya kau menyiapkan nasi kemarin untuk sarapan. Apa kau sudah gila. " maki wanita tua itu. "pada pagi hari di akhir pekan, seharusnya ksi menyiapkan makanan sehat untuk suamimu. Kenapa malah bagun sesiang ini. Kau pasti bekerja sampai malam ksn, hingga tak bisa mengurus putraku. Itulah kenapa anak yatim piatu itu tumbuh buruk. Bisa saja orang tuamu mati karena melakukan hal yang tidak benar kan. "hinaan wanita tua itu selalu diingat oleh Almahira.
" Lama tak berjumpa, mak Lampir. "gumam Almahira sambil tersenyum.
Sementara di hotel. Sarah Amelia mondar-mandir tak karuan.
" Menyebalkan, menyebalkan, sungguh menyebalkan. Dia akan meninggalkan diriku dan menikah dengan AlmahiraAlmahira Rengganis. "gumam Sarah Amelia sambil menggigiti kuku jarinya. "Kenapa, padahal Almahira Rengganis tak ada apa apanya dibanding diriku. " jerit Sarah Amelia.
"Restoran Solaria di Mega mall Batam center, pukul lima sore. " kata Hendra Setiawan tadi.
"Nama restoran Solaria. Pertemuan keluarga, pernikahan, semua itu tidak ada gunanya. " Sarah Amelia duduk di depan meja rias. "sehari sebelum pernikahanmu pun, pacarmu akan tidur dan menghabiskan malam denganku. " Sarah tersenyum sinis. Ia mengoles lipstik di bibirnya yang seksi.
Di restoran Solaria. Mega mall, Batam center.
"Wah, putraku sudah dewasa ya. Mau menikah dan mengenalkan calonnya pada kita ya. " kata Liana Herawati. Ibu dari Hendra Setiawan. "nak, ibu tidak berharap banyak, ibu hanya berharap kalian melahirkan dua atau tiga putra yang sehat dan hidup dengan baik. " ujar wanita gendut itu sambil tertawa. Sementara suaminya, Heru Setiawan hanya mengangguk sambil minum bir.
"Aku akan secepatnya menikah dan lebih berbakti pada ibu. " ujar Hendra Setiawan. "dia anak yang baik dan ramah. Ayah dan ibu pasti akan menyukainya. "
Pintu privat room di ketuk.
"Ah,Almahira sudah datang. " Hendra Setiawan bergegas membuka pintu.
"Permisi." Almahira tersenyum.
"Hai Almahira. " Hendra Setiawan tersentak melihat dandanan Almahira yang begitu mencolok.
__ADS_1
"Ayah, ibu, saya Almahira Rengganis. Pacar Hendra Setiawan. " kata Almahira melangkah masuk. kedua orang tua Hendra Setiawan terkejut melihat Almahira. Gadis itu hanya tersenyum.
author lagi flu. Dedek hawa juga. huhhhh