Menikahkan Suamiku

Menikahkan Suamiku
bab 19


__ADS_3

"Apa yang Anda katanya. " teriak Sarah Amelia. "kenapa anda bersikap seperti ini kepada saya. "


"Wah luar biasa, apa rumor itu benar. " bisik orang orang sambil menatap sinis pada Sarah Amelia.


"Wah ternyata benar. Dia mencampakkan Manajer Jaka karena karirnya sudah habis. " sahut yang lebih berbisik seru. Semakin membuat Sarah Amelia kehilangan muka.


"Ada apa denganmu Sarah, apa kau mengabaikan diriku karena Asisten Manajer Hendra Setiawan. " tanya Pak Jaka menatap Sarah Amelia dengan bingung. Lelaki itu sungguh memprihatinkan.


"Manajer, diri anda sedang tak terkendali. " seru Sarah Amelia lalu berlari sambil menutup wajahnya yang merah menahan malu. Pak Jaka terduduk sedih. Ia menangisi kebodohannya. Baru ia sadari, Sarah Amelia mendekatinya hanya untuk kepentingan diri sendiri. Dengan tanpa perasaan gadis itu membiarkan dirinya terpuruk . Karier dan jabatan yang di ujung tanduk. Sementara, Hendra Setiawan berlalu sambil menahan sakit di wajahnya.


Sementara itu Sarah Amelia, masuk ke dalam lift dengan kesal.


"Kenapa ia mengatakan semua itu, membuat semua orang melihatku. " geram gadis itu. "menyebalkan.Sekarang ia bukan manajer lagi. Jadi sudah tidak berguna. Apa yang harus kulakukan berikutnya. Tapi kalau bukan Jaka Burhanuddin, aku akan kesulitan untuk menjadi pegawai tetap. " Mondar-mandir sambil menggigit kukunya, Sarah Amelia pusing tujuh keliling. Tiba-tiba ide brilian terlintas di kepalanya. "Ah benar juga. Kan masih ada orang itu. Kalau tidak ada Manajer, Kepala Manajer kan ada. " senyum sumringah Sarah Amelia tersungging. Idenya adalah mendekati Kepala Manajer Elang Samudera.


Pagi itu di ruang meeting.


"Kalian semua sudah bekerja keras selama aku tidak ada. Pertama ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan. " ujar Kepala Manajer Elang Samudera. "karena masalah kali ini, Manajer Jaka Burhanuddin mendapatkan suspensi dan pemotongan gaji. Apa wajahmu baik baik saja asisten manajer Hendra Setiawan. " tanyanya pada Hendra Setiawan yang duduk di sebelah Bu Gina Aisyah.


"Ah, ini tidak terlalu sakit kok. " kata Hendra Setiawan sambil cengengesan. "kenapa sih kau harus membahas wajahku yang dipukul. " gumamnya dalam hati.


"Pertama, proyek minuman halal, semuanya akan ditunda dulu. Untuk rencananya sendiri akan kembali kerencana yang dibuat oleh Nona Gina Aisyah. Akan butuh waktu untuk melaksanakan proyek itu. Jadi kita bicarakan lagi nanti.


Tolong lanjutkan kembali proyek Asisten Manajer Gina Aisyah yang tertunda kemarin. Bu Gina, apa waktunya cukup. "tanya Kepala Manajer Elang Samudera pada Bu Gina. Zahra Fahira dan Almahira mengangguk senang.


"Ya, cukup. " jawab Bu Gina ceria.


"Bagus." Kepala Manajer Elang Samudera tersenyum senang.


"Lalu kita membutuhkan seseorang untuk mengisi kekosongan posisi Manajer Jaka Burhanuddin, Pas sekali ada seseorang dari Departemen pengembangan yang mencalonkan diri. Masuklah. " panggil Kepala Manajer Elang Samudera. Seorang lelaki berkacamata dengan senyuman khasnya yang ramah, masuk.


"Hallo, saya Anton Prawiro akan menjadi ketua tim pemasaran satu. Mohon bantuannya. " kata Anton Prawiro.


"Ketua Anton Prawiro, bukankah Sarah Amelia yang seharusnya diganti. Ada apa ini. " Almahira menatap Sarah Amelia yang lagi sok cantik. " Kenapa Mony*t satu ini malah tersenyum, padahal rumornya makin panas karena Jaka Burhanuddin. "


"Sebagai penutup, aku berencana untuk makan pada jumat minggu ini. Nona Zahra tolong atur semuanya, dan beritahu padaku. " kata Kepala Manajer Elang Samudera.


"Ya, serahkan pada saya. " jawab Zahra Fahira dengan penuh semangat.


"Itu semua yang ingin saya sampaikan. " kata Kepala Manajer Elang Samudera menutup rapat.


"Baik." semua mengangguk.


"Baik Kepala Manajer. " Sarah Amelia tersenyum manis menatap Kepala Manajer Elang Samudera. Lelaki itu melirik nya dengan keheranan. "Sudah kuduga, menggoda pria itu sangat mudahkan, cepatlah jatuh cinta kepadaku Kepala Manajer, hahaha. " batin Sarah Amelia . Gadis itu terus tersenyum .


Di All cafe, Almahira dan Zahra Fahira sedang menikmati kopi dengan santai.

__ADS_1


"Bagaimana anda bisa tau, Bu Almahira. Proyek minuman halal yang saya berikan pada Manajer Jaka, anda sudah tau akan bermasalah kan. " tanya Zahra Fahira menatap Almahira penuh kekaguman.


"Hei, aku bukan peramal, bagaimana aku bisa tau. " ujar Almahira tertawa.


"Tapi... " Zahra menatap Almahira masih dengan kebingungan.


Tentu saja , Almahira sydah tau. Disekitar tahun ini mulai marak kasus selebriti yang berbohong soal gaya hidupnya. Hendra Setiawan sangat jesal karena salah satu artis favoritnya dalam sebuah sinetron TV , termasuk ke dalam jajaran artis tersebut. Kenangan itu membuat Almahira teringat kejadian ini. Terimakasih Hendra Setiawan. Hehehe.


"Seperti yang kau tau juga, sekarang bukan waktu yang tepat. " kata Almahira. "selama beberapa bulan beritanya akan muncul. Jadi aku kira proyek ini tidak akan berjalan lancar. "


"Wah, sudah kuduga, anda sangat keren Bu Almahira. " kata Zahra Fahira sambil mengacungkan kedua jempolnya.


"Aku juga terkejut bisa mengalihkannya. Aku sudah banyak berubah ya. " pikir Almahira.


"Silahkan bonus kejutannya. " seseorang berwajah tampan menghampiri mereka."Hari ini kau datang dengan teman baru ya. "tanya AdityawarmanAdityawarman pada Almahira. Ia meletakkan sepiring kue yang lezat.


" Oh, dia Zahra Fahira, anggota termuda di kantor. Zahra, ini Adityawarman, dia adalah teman SMAku dulu dan pemilik All cafe. "kata Almahira memperkenalkan mereka berdua.


"Senang berkenalan dengan dirimu. Aku Adityawarman. " kata Adityawarman mengulurkan tangan kanannya.


"Hallo, aku Zahra Fahira. " sambut Zahra Fahira dengan riang. "ini saingan si kulkas dia pintu, Elang Samudera. " batin Zahra Fahira.


"Ini, kue buatan ku, silahkan dinikmati. Kue ini dibuat dari mentega prancis dan tepung organik. " kata Adityawarman meletakkan sepiring kue di depan Zahra Fahira.


"Ini tidak terlalu manis. " kata Adityawarman. "aku hampir tidak memakai gula. Rasa manisnya hanya dari kismis. Aku belajar resep ini dari guru Patiseri yang sangat terkenal di Prancis. Kau pasti tidak akan menyesal telah mencobanya. "


Zahra Fahira menatap kue itu. Lalu memcicipinya dengan suapan besar.


"Rasa ini, rasa dari sembilan puluh sembilan koma sembilan persen susu yang meluncur di atas padang rumput luas di Prancis ternyata ada rasa seperti ini di dunia. " khayal Zahra Fahira . "Bos Adityawarman, kau orang yang sangat baik ya. Kau rela membagikan kue seenak ini. Ternyata saya menyukai makanan manis seperti ini. " ujar Zahra pada Adityawarman.


"Kuenya tidak terlalu manis dan enakkan. " kata Adityawarman tertawa. "kalau kau mau datang lah kapan saja kau suka untuk memakannya. Lagi pula kuenya akan selalu tersisa satu. "


Di kantor. Sarah Amelia duduk sendirian di kubeliknya.


"Belakangan ini, Almahira Rengganis tidak bisa membaca situasi. Sekarang ia kemana lagi dengan Zahra Fahira. " gumam Sarah Amelia menatap kubelik Almahira. Lalu ia tersenyum melihat Kepala Manajer Elang Samudera berjalan ke arah pentry. Ia bertekad untuk langsung menggaet lelaki dingin itu. Mustahil ada lelaki yang mampu menolak pesona seorang Sarah Amelia yang cantik dan imut.


"Astaga, Kepala Manajer. Apa anda ingin minum kopi. Sarah juga ingin minum kopi. Apa anda ingin Sarah buatkan kopi. " dengan wajah sok imut Sarah Amelia mendekati Kepala Manajer Elang Samudera yang sedang membuka kulkas. Lelaki berwajah dingin itu keheranan menatap Sarah Amelia.


"Tidak.Aku ingin minum jus. " jawab Elang Samudera datar. Sambil memegang sebotol jus orange.


"Biar Sarah tuangkan. Ternyata anda lebih suka jus daripada kopi. Sarah juga. " kata Sarah menyambar botol jus di tangan Kepala Manajer Elang Samudera. Lalu menuangkan ke dalam gelas sambil berceloteh tak karuan. Elang Samudera hanya menatap dengan sorot tak peduli. "silahkan Kepala Manajer. " Sarah menyerahkan segelas jus, tapi sebelum sempat Kepala Manajer meraihnya, gelas itu sudah meluncur ke bawah dan pecah.


"Ah, Kepala Manajer, anda tidak apa apa. " Sarah terkejut dan panik melihat pecahan kaca bercampur orange. "Aduh, jari Sarah berdarah. Sakit sekali. huuuu huuuu. "


"Ada plester di kotak obat. " ujar Kepala Manajer Elang Samudera sambil berlalu. "tolong bersihkan, agar tidak lengket di lantai. "

__ADS_1


Sarah Amelia terbelalak. Sungguh ia tak menyangka akan diabaikan seperti ini. Dasar lelaki baru.Makinya dalam hati. Pasti lelaki itu punya kelainan. Hingga tak bergeming dengan pesona seorang Sarah Amelia.


"Elang Samudera, kau psikopat ya. Kalau lelaki normal ia pasti... " Hendra Setiawan yang kebetulan datang saat Sarah terluka dan diacuhkan oleh kepala manajer Elang Samudera. Lelaki itu bergegas mendekati Sarah Amelia. "Kau tidak apa apa Sarah. aku mendengar suara gelas pecah. "


"Kak Hendra. huhuhu... Sarah berdarah. " derai airmata Sarah Amelia menggetarkan hati Hendra Setiawan. Ia meraih tangan mungil gadis itu.


"Lembutnya.Tidak kasar seperti tangan Almahira. " gumam Hendra Setiawan mengusap tangan Sarah. "dasar kau, kenapa tidak hati hati. Apa tidak ada luka lainnya. " tanya Hendra sambil mengusap tangan Sarah. Perhatian seperti inilah yang di dambakan Sarah dari semua lelaki. Ya lelaki yang terpesona padanya. Tanpa mereka ketahui, di pintu nampak Kepala Manajer Elang Samudera sedang melihat kelakuan kedua ular itu.


"Tunggu sebentar. Kotak obat seharusnya ada di sana. " kata Hendra Setiawan.


"Mas Hendra, bisakah kau meniup tangan Sarah. Jari yang terluka sangat sakit. " kata Sarah Amelia menatap Hendra Setiawan dengan wajah imutnya.


"Ya, coba. Buat ku tiup. " Hendra Setiawan dengan senang hati meniup luka di jari Sarah Amelia. "bagaimana."


"Setelah ditiup, sakitnya jadi hilang. "jawab Sarah.


" Ngomong ngomong, Sarah, jarimu begitu lembut. Kulitmu juga putih. "kata Hendra Setiawan.


" Sarah tidak tau. Sudahlah, Sarah jadi malu. "ujar Sarah Amelia.


" Mereka benar-benar sampah. "geram Elang Samudera dari balik pintu! "aku tidak bisa berlagak tidak tau dan membiarkan Almahira bersama mereka. Tapi jika ku beritahukan yang sebenarnya, Almahira akan terluka dua kali. " pikirnya.


"Teman anda sangat berbakat Bu Almahira, ini adalah kue muffin terlezat yang pernah ku makan. " terdengar suara Zahra Fahira.


"Benarkah seenak itu. " tanya Almahira.


"Benar.Ini kue muffin terenak dalam hidupku. " jawab Zahra Fahira. Kedua wanita cantik itu tertawa. Elang Samudera menghampiri keduanya.


"Ah, Kepala Manajer. Selamat siang. " sapa Almahira tersenyum manis.


"Kalian berdua dari All cafe. "Tanya Elang Samudera.


"Iya." jawab Zahra Fahira sambil tertawa canggung. Ia ingat Elang Samudera sudah melarangnya ke cafe itu. Tapi muffin terenak itu terus menggoda Zahra Fahira. "aku harus bagaimana. Maafkan aku kakak. " batin Zahra Fahira. "oya, saya harus ke departemen pengembangan. Jadi kalian berdua mengobrollah." Zahra Fahira langsung mengambil langkah seribu. "aku akan pergi. Jadi lakukan dengan baik. " gumamnya.


"Eh, Zahra. " seru Almahira. "kalau begitu, saya juga permisi pak. "


"Almahira Rengganis. Kau mau kemana. " tanya Elang Samudera. Ia berusaha menghalangi Almahira agar tidak ke dapur dan melihat dua ular.


"Saya mau mencuci tumbler. " jawab Almahira.


"Ah, biar aku saja yang cucikan." kata Elang Samudera.


"Tidak.Biar saya mencucinya sendiri. " kata Almahira tak enak hati.


"Almahira, kalau kau senggang malam ini, aku ingin mengajak mu makan di luar. Ada yang ingin aku bicarakan. "kata Elang Samudera tiba-tiba. Almahira terkejut.

__ADS_1


__ADS_2