Menikahkan Suamiku

Menikahkan Suamiku
bab 17


__ADS_3

"Anda atasannya Almahira kan, anda yang menjemput Almahira saat acara reuni. " tanya Adityawarman sambil tersenyum.


"Oh iya. Anda yang berteriak agar ia memeriksa forum kan. " kata Elang Samudera.


"Hah, kenapa kau berkata seperti itu. " batin Almahira terkejut.


"Ah ada beberapa alasan aku melakukannya. Almahira, aku mendapatkan pekerjaan paruh waktu di cafe ini. Jadi kita bisa sering sering bertemu. " kata Adityawarman sambil tertawa.


"Bagaimana dengan karir tentaramu. "kata Almahira.


" Aku hanya pegawai administrasi sekarang. Dan aku bebas kerja partime di luar dinas. Cidera otot kaki membuatku tak lolos seleksi naik pangkat. "kata Adityawarman.


" Tapi kau tetap ikut berdinas kan. "kata Almahira lagi. Sementara Elang Samudera menekuk wajahnya kesal. "Diantara banyaknya cafe, kenapa ia kerja di sini sih. " gumam hati Almahira. Ia lalu mengajak Pak Elang Samudera duduk di kursi.


"Temanmu itu, sepertinya ia tidak bilang kalau cafe ini telah buka ya. " kata Pak Elang Samudera.


"Ya aku juga tidak tau kenapa ia ada di sini. " kata Almahira.


"Sepertinya aku tau alasannya. " ujar Pak Elang Samudera. Membuat Almahira gugup. Gadis itu teringat perkataan Adityawarman waktu itu.


"Menurutmu kenapa?.Tentu saja aku memiliki cinta bertepuk sebelah tangan padamu, Almahira. " ujar Adityawarman waktu itu.


"Kejadian yang tidak terduga terus terjadi. Semoga ini tidak menjadi rumit. " pikir Almahira sambil mengisap minumannya. "bukankah tadi anda ingin mengatakan sesuatu. " tanyanya pada Pak Elang Samudera.


"Selama aku dalam perjalanan bisnis, Manajer Jaka Burhanuddin akan mengambil alih tugas. " kata Pak Elang Samudera, menghirup kopinya. "Tapi aku sudah meminta Manajer Jaka untuk tidak mengubah proyek Asisten Manajer Gina Aisyah, dan langsung menyerahkannya pada atasan. "


"Aku kira dia tidak perduli dengan anggota timnya. Ternyata ia sangat perduli. " Batin Almahira. "apa anda tau kalau hubungan keduanya tidak baik. " tanyanya.


"Bagaimana aku bisa tidak tau. " kata Pak Elang Samudera. "itu masalah pribadi, jadi sebagai atasan, aku punya batasan untuk ikut campur. " sambung lelaki berwajah dingin itu. "ya walaupun sikapku bisa berubah kalau ia sudah keterlaluan. Seperti dia tidak memeriksa rencana Asisten Manajer waktu itu. "


"Oh jadi kalau situasinya sama seperti kejadian tempo hari, ia bisa menghukumnya. " gumam Almahira paham. "terimakasih sudah memperdulikan hal tersebut. Semoga perjalanan anda menyenangkan. "kata Almahira tersenyum. " aku bisa tenang kalau sudah mendapatkan petunjuk lebih dulu. "batinnya lagi.


Saat masuk ke kantor. Almahira melihat Manajer Jaka sedang berbicara dengan Zahra.


" Pak Jaka ini. Sayang banget pak kepala manajer sedang melakukan perjalanan bisnis. Kalau tidak ada beliau, si botak itu mulai bertingkah seperti kambing minta kawin. "desah Almahira. Ia duduk di kursinya. " Jaka Burhanuddin, pasti ia merencanakan sesuatu. "pikir Almahira.


" Haah. "terdengar ******* nafas penuh penderitaan.

__ADS_1


"Zahra, pagi pagi ada apa denganmu. " Almahira menatap Zahra yang nampak lemas.


"Bu Almahira, ada sesuatu yang membuatku tak senang sejak tadi pagi. "jawab Zahra dengan lesu.


" Mau ku buatkan kopi. "tanya Almahira.


" Oh ya. Saya setuju sekali. "terdengar suara nyaring Pak Jaka sambil tertawa di ponselnya. Sepertinya lelaki botak itu sedang senang.


Almahira dan Zahra pergi ke pentry.


" Ada apa. Pak Jaka bilang sesuatu pada dirimu. "tanya Almahira, melihat Zahra yang sedang mengaduk kopi.


"Dia memintaku memberikan rencana yang ku tulis dulu. " kata Zahra. "Dia ingin menuliskan namanya, dan memasukkan namaku ke dalam time.Dan membuatku menjadi pegawai tetap. "


"Apa."Almahira terbelalak. " tidak mungkin. "pikirnya tak percaya.Lalu Zahra Fahira menceritakan semua. Di mana pagi tadi ia di panggil oleh Pak Jaka.


" Kau pasti terkejut aku tiba-tiba memanggilmu. "ujar si botak itu dengan senyum memuakkan.


"Ya, apa anda ingin memberikan tugas?. " tanya Zahra Fahira menyembunyikan perasaan tak sukanya.


"Tak usah kaku begitu. Kau tau aku selalu mendukungmukan. " Pak Jaka mengedipkan matanya.


"Ah, kau bisa bercanda juga. " kata Pak Jaka tertawa. "sesungguhnya, aku ingin kau menjadi pegawai tetap, nona Zahra. Nah, ngomong ngomong, apa kau ingat rencana yang kau buat saat pertama kali masuk kerja. "


"Ah, rencana minuman instan Indonesia yang halal. Bukannya anda menolaknya waktu itu. " ujar Zahra Fahira. "anda bahkan memarahiku dengan sekuat tenaga. " batin Zahra.


"Memangnya bisnis luar negeri itu mudah. Perusahaan besar tidak bisa memulai rencana yang diberikan anak baru semudah itu. "kata Pak Jaka. "sudah pasti atasan akan menolak. Jadi aku melakukannya lebih dulu. Lalu aku sudah membuat rencana agar kau mendapatkan kesempatan lagi, nona Zahra. Tulis lagi rencana itu dengan namaku. Dan kau boleh menulis namamu di bawahnya, nona Zahra. Aku akan meminjamkan nama Jaka Burhanuddin ini. "


"Apa, ia ingin mencuri ideku. " geram Zahra Fahira kesal. "terimakasih telah memikirkan saya. Tapi saya akan menganggap tidak pernah menerima tawaran itu. " ujar gadis itu.


"Nona Zahra, kalau seperti itu, apa kau pikir kau akan jadi pegawai tetap?, kenapa kau ingin mendapat penilaian bagus dengan usahamu sendiri. "ejek Pak Jaka.


" Apa anda sedang mengancam saya sekarang. "balas Zahra Fahira menatap tak suka pada Pak Jaka.


"Aku meminta dirimu memikirkan dengan baik baik. Kalau kau tidak ingin keluar setelah setahun bekerja. " ujar Pak Jaka sambil tersenyum licik.


"Begitulah.Aku bilang aku akan menjadi pegawai tetap dengan usahaku sendiri. " kata Zahra Fahira menyudahi ceritanya. "biar saja aku dipecat. Tapi aku tidak bisa, rencanaku diambil. "ujar gadis itu. Wajahnya masih nampak kesal.

__ADS_1


"Bagus sekali. Ia pasti sangat menyukai rencanamu. "kata Almahira. "Ia sengaja menolaknya agar bisa merampasnya seperti sekarang. "


"Pasti begitu kan. Bu Almahira, apa kau tau minuman apa yang sekarang banyak dikembangkan. " tanya Zahra Fahira.


"Emmmm, minuman suplemen,minuman sehat, minuman organik. "jawab Almahira sambil menerawang.


"Salah." seru Zahra cepat. "minuman halal. Pasar untuk minuman instan halal mencapai lebih dari satu koma tiga milyar. Tapi kenapa pasar minuman instan Indonesia tidak menargetkan pasar tersebut. Kalau kita memulainya sekarang, aku sudah membayangkan siapa yang jadi brand ambassador nanti. "katanya penuh semangat.


" Brand ambassador. "Almahira tersentak. "eh Zahra, berikan saja rencana itu pada Pak Jaka. " kata Almahira. Zahra Fahira ternganga. "dia juga tidak akan bisa menjalankan sampai akhir. " Almahira menenangkan Zahra Fahira yang keheranan


"Apa???. Bagaimana anda bisa seyakin itu. " tanya Zahra Fahira.


"Karena ada resikonya. " jawab Almahira tenang. Rencana Zahra pasti akan bersinar. "sekarang lakukan saja sesuai keinginan manajer Jaka. Aku pasti akan merebut kembali ide itu. "Tapi ini bukanlah saatnya. Almahira ingat tentang laporan ekonomi bulanan sepuluh tahun yang lalu.


Beberapa waktu kemudian. Di kantor direktur Unileveren and drinks.


" Ini ide yang hebat dan berani, penelitian lapangan bagus dan ini ide yang sangat segar. "kata Pak Direktur sambil melihat laporan rencana yang diberikan Pak Jaka. "kalau ini dijalankan, apa kau siap di tugaskan ke negara dengan target pasar terbesar. "


"Wah saya sudah menduga, anda pasti setuju Pak Direktur. Saya juga memiliki anggota yang paham tentang itu. " ujar Pak Jaka.


"Benarkah???. Baguslah kalau begitu. Segera jalankan proyeknya. Dan berikan laporan pertengahannya. " kata Pak Direktur.


"Zahra Fahira, anak sombong itu, pergilah kau ke luar negeri. " batin Pak Jaka dengan senyum penuh kemenangan, mengingat penolakan Zahra Fahira tempo hari. "Benar juga. Saat ini ada proyek utama yang sedang dijalankan tim kami. Proyek saya bisa dijalankan perlahan karena target pasarnya luar negeri proyek utama kalo tidak salah,proyek bmmsari buah. ",kata pak Jaka pada Direktur.


"Sari buah. " ulang Pak Direktur.


"bukankah lebih baik proyek milikmu yang lebih dulu dijalankan. "


"Ya, ya saya mengerti. " Pak Jaka mengangguk senang. "selamat tinggal juga untukmu, Gina Aisyah. " gumamnya dalam hati penuh kemenangan. Lelaki botak itu keluar dari ruang Direktur. "ini kesempatannya, saat Elang Samudera sedang melakukan perjalanan bisnis. Dengan ini aku harus mendapatkan wewenang kembali. Kalau begitu Sarah Amelia akan lebih mengandalkan diriku lagi. Kami akan berpacaran sampai menikah. " khayalan tingkat dewa Pak Jaka sampai liurnya menetes. hahaha hahaha.


Almahira mendorong pintu tangga darurat. Ia menaiki anak tangga menuju rooftop.


Pada akhirnya proyek milik Asisten Manajer Gina Aisyah terhenti sementara karena tersingkir oleh proyek Manajer Jaka Burhanuddin, Bu Gina, ada pepatah di Tiongkok seperti ini, tunggulah di tepi sungai, dan mayat musuhmu akan mengambang di atasnya. Apa hal itu akan terjadi kalau Almahira diam saja. Tidak, munculnya mayat di sungai, karena seseorang mendorongnya ke sungai. Batin Almahira sambil tangannya mendorong pintu rooftop. Nampak Manajer Jaka Burhanuddin sedang berdiri menikmati sebatang rokok.


"Manajer Jaka. " sapa Almahira.


"Eh, ada apa Asisten manajer Almahira. " tanya Pak Jaka. "apa ini. "

__ADS_1


"Ini laporan yang saya susun. " jawab Almahira sambil tersenyum. "sepertinya ini membantu proyek Anda yang sedang berlangsung . "


Rencana Menenggelamkan Jaka Burhanuddin. Dalam dua puluh satu hari , dilaksanakan.


__ADS_2