Menikahkan Suamiku

Menikahkan Suamiku
bab 63


__ADS_3

Melody cuek saja mendengar teriak mira yang memaki dan menyumpahi dirinya dengan kata kata kotor, yang tidak seharusnya diucapkan seorang wanita bangsawan.


Melody menatap iba pada Ani yang baru saja sadar dari pingsannya.


"Darahnya mengalir. " Melody memegang kaki Ani yang terluka cukup serius.


"Saya baik baik saja, nona. " kata Ani dengan wajah pucatnya.


"Kalau kamu tidak baik baik saja, katakan lah yang sejujurnya. " Melody menangis sambil menutup wajahnya dengan tangan. "kalau di pikir pikir orang yang kucintai dan mencintai diriku, semuanya begitu. Meski sakit ditahan, meski lelah ditahan, ketika menderita di tahan, padahal kamu menahan sakit karena luka yang lumayan parah, yang sangat terlihat jelas, seberapa sedihkah perasaan dirimu. Semua ini salahku. Karena aku goyah seperti orang bodoh. Dan sampai membuat kalian selemah ini. "isak Melody berderai air mata.


Dengan lembut, Ani meraih wajah Melody.


" Nona, nona pasti takut dengan perkataan kasar nyonya viscount. Biasanya bila mendengarkan perkataan kasar, Anda akan bersembunyi ketakutan di balik selimut, dan menangis. Tapi hari ini Anda tidak seperti itu. Nona sudah berhadapan dengan nyonya viscount dan tumbuh menjadi nona yang ramah dan kuat, sampai rela menangis demi saya. Karena itu, ini bukan salah nona. "ujar Ani sambil menggenggam tangan Melody. "dari pada tubuh saya yang sakit, saya lebih menderita bila perasaan nona yang sakit. "katanya dengan lembut. Susi dan pelayan lain ikut menangis haru.


"Maaf Ani, maaf. " kata Melody.


"Tidak apa apa kok. " kata Ani.


Ani teringat pada nyonya Gardenia Nada, Wanita cantik baik hati yang sudah menerima dan menggandeng tangan Ani yang yatim piatu itu ke kediaman Garden. Kalau saja nyonya Gardenia tidak menatap Ani dengan hangat, kalau saja nona Melody tidak bersandar pada Ani, mungkin Ani sudah menjadi orang yang miskin fisik dan hatinya. Ani akan membalas semua kebaikan itu dengan segenap jiwa raganya. Yang bisa Ani lakukan sekarang adalah melindungi kalung itu. Meski Melody belum tau, tapi suatu hari nanti mungkin benda itu berguna untuk mengubah hidup Melody.


Esok harinya. Di kediaman keluarga Oplet. Mira oplet sedang bertengkar dengan suaminya.

__ADS_1


"Aku nggak akan tinggal diam. " batin Mira dengan geram. "kamu melarangku menolong para pelayan yang ditangkap itu. " teriak Mira.


"Untunglah kalau ada beberapa pelayan yang pergi. " kata viscount Oplet.


"Melody itu sudah memukul para pelayan ku di depan mataku. Kalau aku membiarkan pelayan itu begitu saja, mau di taruh di mana harga diriku ini. " teriaknya dengan kemarahan meluap saat viscount oplet yang tidak membelanya.


"Harga diri, apa kau pikir, kau nyonya marquez, hah. " umpat viscount oplet geram. "cih, padahal bisnis yang baru kumulai mengalami kesulitan. Aku butuh bantuan dana dari Melody. " ujar lelaki itu. "setidaknya diam sajalah di rumah, layaknya nyonya marquez. Jangan terus terusan membuat masalah. " bentuknya pada mira. Dengan kesal viscount oplet meninggalkan wanita serakah itu. Mira hanya bisa menggeram kesal. Sungguh ia benci setengah mati pada Melody. Jal*ng satu itu harus di beri pelajaran, agar tau siapa dirinya sesungguhnya. Ia hanyalah seorang bangsawan bodoh, yang gampang dibodohi, seperti selama ini mereka dan para pengikut lakukan. Mencuri dan berfoya-foya dengan kekayaan Garden yang luar biasa. Begitu juga kebenciannya pada viscount Oplet, lelaki lemah dan pecundang yang sayangnya sampai sekarang adalah suaminya. Bodoh.


"Luka yang disebabkan oleh seorang pria, harus diobati oleh pria lain juga. " Mira meraih kertas surat. Ia tersenyum membayangkan Erick, kekasih gelapnya.


"Erick." mira melihat Erick bicara dengan beberapa pelayan wanita. Hatinya menjadi panas terbakar cemburu. Apa lagi para pelayan wanita itu masih muda dan lumayan cantik. Tatapan menuju dan penuh kekaguman dapat terlihat dari mata mereka saat memandang Erick.


"Ya ampun nyonya, apa kabar. " sapa Erick dengan ceria.


"Plak." mira menampar Erick dengan tiba-tiba. "Aku kan sudah bilang, jangan bertatapan dengan wanita lain, apa kau juga meremehkan diriku. " teriaknya nyaring. Erick mengusap pipinya yang habis kena tampar. "aku hanya punya kamu. " teriak Mira, seperti anak gadis yang cemburu buta melihat kekasih hatinya dengan wanita lain. Lucu kali tuh nenek sihir.


Erick dengan setengah hati meraih Mira ke pelukannya. Padahal hatinya kesal bukan main.


"Merepotkan." batun Erick. "kamu salah paham, karena pekerjaan aku tidak punya pilihan lain, selain mengobrol dengan mereka. " katanya berusaha bersikap lembut.


"Apa kamu pikir aku akan percaya. " kata Mira masih cemburu, tapi tidak menolak pelukan Erick.

__ADS_1


"Kenapa nyonya ku semarah ini ya. " Erick berusaha bersikap selembut mungkin.


"Entah kenapa aku merasa Erick jadi lebih ramah. " batin Mira.


Erick tersenyum semanis mungkin. Demi misi besarnya. Itu semua gara gara kemarin, di restoran. Ia mendengar dua orang bicara soal gudang rahasia keluarga Oplet.


"Kalau tau begini, aku mengirim lamaran ke keluarga oplet. " ujar Betty yang pura-pura menyamar .


"Katanya kamu tidak mau kalau tidak dengan keluarga bersejarah. Nyonya Oplet kan sangat kasar. " ujar Rudy.


"Aku mendengar ini dari temanku yang bekerja di keluarga Oplet. Katanya nyonya viscount oplet sebenarnya orang yang sangat kaya raya. " kata Betty.


"Nyonya oplet. " batin Erick terkejut.


"Katanya ada gudang rahasia milik keluarga oplet di suatu tempat di ibukota. Di sana banyak permata dan surat kekuasaan. "kata Betty. " kalau saja mengetahui lokasi gudang itu, hidupku langsung akan berubah drastis kan. Kalau menaruh barangnya bukan di rumah, tapi di gudang rahasia, bukan kah ada yang mencurigakan. Kalau mencuri dan melarikan diri, apa mereka bisa melaporkan dengan jelas. Asal tidak diketahui keluarga oplet saja, aku akan langsung ke negri sebrang. "ujar Betty penuh semangat. Erick yang mendengar berita itu jadi senang dan punya rencana sendiri.


" Kalau aku sudah tau gudang rahasia itu saja, pasti aku akan langsung pergi dan mengurus wanita menyebalkan ini. "batin Erick sambil mengusap rambut Mira.


Beberapa hari kemudian. Kereta kuda yang membawa Melody, berhenti di sebuah bangunan besar, mirip hotel kalau di bumi.


" Ini tempat penginapan pengembara para golongan atas. Mungkin kalau di bumi, ini seperti hotel. Sudahbku duga, Lucas memang pria yang mendahului jaman ini. Apa Elang juga seperti itu. "batin Melody. Ia teringat sang kekasih. Entah dimana, apakah ikut terlempar ke sini atau masih di bumi.

__ADS_1


"Silahkan ke sebelah sana nona. " kata resepsionis penginapan. Melody mengangguk


__ADS_2