
Malam itu pulang kerja, Almahira berjalan kaki dari halte menuju komplek apartemen tempat ia tinggal.
"Almahira Rengganis. " teriak seseorang.
"Samsul Hadi. " batin Almahira."sesuai dugaan, ia datang kemari. "gumam nya.
"Ada apa? . Aku langsung ke sini begitu kau menghubungiku. Padahal saat reuni, kau pura-pura tak mengenaliku. Apa kau malu. " kata Samsul Hadi.
"Hadi, candaan mu masih seperti dulu ya. " ujar Almahira.
Di sebrang jalan, nampak sebuah mobil berhenti. Hendra Setiawan menatap dengan wajah masam.
"Siapa pria itu. Dia mengabaikan telpon dariku. Tapi malah menemui pria lain di depan rumah. " geram Hendra Setiawan. Ia melirik buket mawar merah dan sekotak kue yang ada di kursi sampingnya. Tiba-tiba ada yang mengetuk kaca mobilnya. "hah, ngapain ia kesini. " dengan kesal Hendra Setiawan menatap Sarah Amelia.
"Pria itu teman SMA kami. Setelah reuni kemarin, mereka terus bertemu. Bukan cuma dia. " ujar Sarah Amelia sambil menciumi buket mawar. "Dia dan pemilik cafe dekat kantor kita juga saling menyukai sejak SMA. Dengan itu, bukannya sudah cukup. "
"Hei jangan mengada ada. Almahira hanya mencintaiku. " teriak Hendra Setiawan.
"Saat reuni Almahira tidak bisa dihubungi. Sayang, katanya nasib anak perempuan itu sama dengan ibunya. "ujar Sarah Amelia. " Ibu Almahira, berselingkuh dan kabur. "
"Apa." Hendra Setiawan terkejut. "jadi itu alasan Almahira tak punya ibu. " batinnya.
"Ibunya saja begitu. Tentu saja anaknya juga mirif. Aku bertahan karena kami berteman. Sekarang tidak lagi. "kata Sarah Amelia. Ia menyentuh tangan Hendra Setiawan yang mencengkram setir. " ayo pergi kita pergi ke tempat lain. Kalau terus berada di sini pun, tak akan ada hal baik yang akan terjadi. Kau kan bisa pergi dengan ku. Dan kita bermain bersama. "bisik Sarah Amelia di telinga Hendra Setiawan.
"Sudah ku duga, Sarah Amelia datang untuk memastikan. " batin Almahira melirik ke sebrang jalan. "tapi bukan aku. " katanya pada Samsul Hadi.
"Apa.Bukan kau yang menghubungiku. " bentak Samsul Hadi marah. "lihat kau juga kan yang memberi alamat rumah mu. " teriaknya sambil menunjukkan pesan yang di kirim oleh pengirim bernama Almahira.
"Seseorang berpura-pura menjadi aku dan menghubungimu. " ujar Almahira. Samsul Hadi nampak gusar saat ia mencoba menghubungi nomor Almahira, tapi ponsel gadis itu tak berbunyi sama sekali. "meski bukan salahku. Aku benar-benar minta maaf. Sekarang pulanglah. "
"Kau mainain dengan ku. Padahal kau sudah memintaku kesini, sialan. Kau jadi sombong, hah. " Samsul Hadi memaki Almahira. "Almahira Rengganis, kau pikir, kau hebat. Jangan mengelak lagi, ayo main dengan ku. " ia menarik tangan Almahira.
"Apa yang kau lakukan. " teriak Almahira. "lepaskan aku. "
"Aku akan mentraktir makanan enak. Diam dan ikutlah. " kata Samsul Hadi dengan wajah menakutkan.
"Aku sudah bilang, bukan aku yang mengirim pesan itukan. " teriak Almahira penuh kemarahan. "lepaskan tanganku sialan. "
"Dasar perempuan gila. . . " Samsul Hadi mengangkat tangannya ingin memukul Almahira. Tapi sepasang tangan besar memiting tangan Samsul Hadi ke belakang. Membuat preman sekolah itu menjerit kesakitan. "akkkhhhh... Kurang ajar!!! . Siapa kau. "
"Aku, pacarnya Almahira Rengganis. "kata Elang Samudera dengan dingin. " Almahira, kau baik baik saja. "ia menoleh pada Almahira yang berdiri di belakangnya.
" Kau pacar wanita jal*ng itu. "maki Samsul Hadi. "sialan, cepat lepaskan aku. " teriaknya pada Elang Samudera.
"Bedebah ini. " Elang Samudera yang naik emosi, menarik tangan Samsul Hadi. Bunyi tulang patah terdengar.
"Akkkhhhhh." Samsul Hadi menjerit kencang. Elang Samudera mendorongnya ke tanah.
"Kau gila. Apa kau mau mematahkan tanganku. " Samsul Hadi terduduk di tanah bersemen cor, ia meringis menahan sakit di kedua bahu, tangan dan bokongnya.
"Hubungi aku jika tanganmu benar-benar patah. " "kata Elang Samudera dingin. Ia meraih bahu Almahira, membawa gadis itu pergi. "ayo Almahira. " ajaknya.
__ADS_1
Almahira benar benar takut. Tapi anehnya perasaan itu hilang begitu saja. Saat ia berada di belakang pundak Elang Samudera. Ia merasa seperti bisa bertarung juga.
"Apa kau terluka. " tanya Elang Samudera.
"Tidak, berkat anda. " jawab Almahira.
Maybach itu meluncur membelah jalan raya yang mulai lenggang.
"Terimakasih sudah membantu saya. " kata Almahira.
"Kau memintanya, dan aku mengijinkannya. Kau tenang saja. " kata Elang Samudera. "nah sudah sampai. "
"Hah, hotel. " Almahira terbelalak.Di depan mereka, Pacific hotel berdiri tegak. "ngapain kita ke sini. "
"Ya ampun Almahira, kau baru saja di serang lelaki bajingan di depan rumahmu. Dan kau masih ingin balik ke sana. " Elang Samudera menatap Almahira yang kebingungan.
"Bukan... eh... ok lah. " Almahira bingung harus jawab apa. "tinggalkan saja saya di sini. Besok saya akan pulang sendiri. "
"Malam ini tidurlah disini. Besok pagi aku akan menjemputmu. " kata Elang Samudera.
"Tidak usah. Saya bisa pulang sendiri besok. " ujar Almahira cepat.
"Bukannya kau memintaku berpura-pura menjadi pacarmu. Apa ada pacar yang mengantar pacarnya ke hotel, lalu menyuruhnya pulang sendiri. Anehkan. " kata Elang Samudera.
"Kalau begitu meninggalkan pacarnya sendiri di hotel anehkan. " seru Almahira. "astaga, apa yang ku katakan. " ia terpekik kaget sambil menutup mulutnya.Wajahnya merah menahan malu.
"Ah, begitu ya. " Elang Samudera menatap dengan polosnya.
"Tidak, saya akan tidur di sini malam ini. " kata Almahira. Mereka memasuki lobby hotel. Elang Samudera menyodorkan kartu hitamnya pada resepsionis hotel. Almahira memandang heran.
"Katanya aneh kalau mengantar pacar sendiri ke hotel, lalu di tinggalkan pulang. " kata Elang Samudera tersenyum.
"Aduhhhhh.... saya cuma asal bicara. " pekik Almahira bingung.
"Pacar mana yang... " kata Elang Samudera.
"Baiklah, hentikan. " potong Almahira cepat.
"Dua kamar. " kata Elang Samudera."aku minta kamar yang terhubung. "ujarnya pada resepsionis.
"Kenapa dua kamar. " tanya Almahira terkejut.
"Kalau mau satu kamar juga boleh. " kata Elang Samudera tersenyum.
"Tentu saja harus satu kamar. " kata Almahira tanpa sadar.
"Baiklah kalau begitu. Satu kamar. " kata Elang Samudera.
"Tidak, tidak. " cegah Almahira. "dua saja. Ya dua kamar. " katanya sambil menunduk menahan malu. "maaf Pak, saya tidak tau anda ingin menginap juga. "
Akhirnya. Mereka pun menginab di hotel itu. Dengan kamar bersebelahan. Satu dua kosong lima, dan satu dua kosong enam.
__ADS_1
"Kalau begitu selamat tidur pak. " ujar Almahira menatap Elang Samudera.
"Iya, kau juga. Istirahatlah dengan baik. " kata Elang Samudera, lelaki itu juga menatap Almahira. Ia menunggu sampai Almahira masuk dan mengunci pintu.
"Hari ini kau kenapa Almahira Rengganis. Apa kau sudah edan. " gumam Almahira sambil melepaskan sepatunya. "kayaknya mandi lebih baik, agar otakku fresh. "
Di luar. Setelah memastikan Almahira sudah masuk dan mengunci pintu
Elang Samudera meraih ponselnya dan berbalik arah.
"Hallo... datang ke hotel Pacific, dan tunggu di lobby lantai satu. " katanya.
Lalu.
Elang Samudera duduk di sofa. Di depannya tiga orang berjas hitam duduk berjejer.
"Bagaimana dengannya. " tanya Elang Samudera.
"Ya bos, kami sudah membuat agar dia tidak bisa lagi mendekati tempat itu. "jawab mereka.
" Kalian sudah bekerja keras. "ujar Elang Samudera. " sudah ku bilang, jangan panggil bos. Panggil pak saja. Emang kalian preman. "
"Tapi bos... eh anu pak, tadi ada Hendra Setiawan juga. Bersama dengan Sarah Amelia. " kata Ilham Sanjaya.
"Ternyata ini ulang Sarah Amelia. Mungkin ia berpura-pura sebagai Almahira, dan menghubungi pria itu. " pikir Elang Samudera.
"Tolong berpura-pura menjadi pacar saya. Di depan rumah saya ada pria aneh. " ucap Almahira waktu itu.
"Almahira yang menyadarinya, minta tolong padaku. " pikir Elang Samudera. Ia melirik arloji di tangan kanannya. "sudah jam sepuluh. Kira kira Almahira sedang apa ya. " gumam Elang Samudera. Tiba-tiba Elang Samudera berdiri dengan wajah yang sulit diartikan.
"Bos, ada apa. " Ilham Sanjaya terkejut.
"Gawat, Almahira belum makan. " Elang Samudera bergegas ke atas. "Dia suka makan apa ya. Apa dia
sudah tidak mau makan karena terlalu malam, harusnya tadi kami makan dulu. " Elang Samudera berdiri di depan pintu kamar Almahira.
"Iya sebentar. " terdengar suara sahutan dari dalam, saat Elang Samudera mengetuk pintu. Tak lama pintu terbuka, wajah segar dengan handuk melilit di kepala tersembul. "pak Kepala Manajer. " Almahira tercengang, "maaf saya baru selesai mandi. "
"Kau belum makan malam. Apa ada yang ingin kau makan. " tanya Elang Samudera berpura-pura tenang. Melihat Almahira hanya memakai kimono mandi.
"Ah, sebenarnya aku belum tau. " kata Almahira malu.
"Kau suka makan apa. " tanya Elang Samudera.
"Sup jamur daging, dengan sambal merah, kembang tahu dan bunga kol. " jawab Almahira cepat....
Seekor kumbang terbang masuk ke kamar. Almahira dengan reflek menghindar, itu jenis tawon yang bisa bikin jontor .
"Akhhhhh." Almahira menjerit saat tawon itu hinggap di handuk yang melilit kepalanya.
"Almahira." seru Elang Samudera. "Awas jatuh. "
__ADS_1
"Tawon itu... Akkhhhh. " tubuh Almahira terpeleset bersamaan dengan Elang Samudera yang terjerembab.
Keduanya jatuh bersamaan.