
Bisa saja ini hal yang sangat mudah ku katakan. Karena aku lahi sebagai bangsawan, di kehidupan kali ini, tapi aku bisa yakin karena di kehidupan sebelumnya aku juga sudah merasakan hidup sebagai almahira Rengganis. Tidak akan ada perubahan yang datang pada orang yang terus bertahan pada kondisi yang sama.
"Ani, panggil nyonya viscount ke sini. " suruh Melody. Mereka melongo menatap Melody.
Tak lama kemudian terdengar suara langkah besar. Pintu terbuka, muncul mira dengan wajah kesetanan.
"Melody." teriak mira. Dengan penuh kemarahan ia menatap Melody yang duduk manis di kursi kayu. "dasar sombong, kita lihat saja kalau aku sudah dapat uang. Kalau saja aku sudah dapat uang, kau harus membayar berkali-kali lipat pada bibimu ini. " batin mira geram. "benar, ayo kita duduk dan berbincang empat mata. " katanya sok hebat.
"Saya tidak menyuruh bibi duduk. " kata Melody dengan tenang.
"Aku ini bibimu. " teriak mira. heran juga nih nenek lampir hobby kali teriak, apa lehernya nggak sakit ya.
"Haaa... selama ini bibi bahkan tidak menganggap saya sebagai keponakan. " ejek Melody.
"Makin lama kamu makin ngelunjak saja. " teriak mira.
"Kalau ada hal yang Anda perlukan. " teriak Melody. "berlutut dan memohonlah. " kata Melody enteng.
"Heh." mira berteriak, tapi Melody bangun dan mendorongnya, hingga wanita iblis itu terjengkang. "sebenarnya perasaan macam apa ini. " batin mira . "kau tidak akan bisa tidur tenang malam ini setelah melakukan ini padaku. " teriak mira.
"Orang yang bahkan bertindak lebih parah ada di depan ku. Apa kamu pikir aku tidak bisa melakukan hal itu." kata Melody.
"Akkhhh." jerit mira. Ia menoleh kiri kanan. Ada susi dan Ani yang menatapnya dengan mata menghina. "dia benar benar berniat membunuhku. " batin mira ketakutan.
"Kau kan masih bisa tidur nyenyak, meski telah melakukan perbuatan seperti itu. " kata Melody.
"Kapan aku melakukannya, apa kau sudah gila ya. " masih saja berteriak. Mungkin dikiranya orang tuli semua ya.
"Padahal kau hanya tinggal mengincar hari untuk membunuh ku. " kata Melody. Mira terkejut.
"Bagaimana ia bisa tau. " batin mira.
"Kau memintaku untuk membantumu setelah merencanakan hal itu. Minta tolong padaku??. " ejek Melody.
"Kau." geram mira.
"Sebegitu takutnya kau setelah tau gudangmu kecurian. . .. apa kau pikir, dosamu selama ini bukan apa apa. " tanya Melody. Mira terbelalak.
__ADS_1
"Jadi kamu!!!! kamu yang sudah meminta Erick untuk memojokkan diriku. " teriak mira. Ia langsung menyerang Melody.
"Nona." pekik Susi dan Ani.
"Aku tidak akan tinggal diam. aku akan mengatakan semuanya pada suamiku. Bahwa kau sudah menipuku. " mira berusaha mendorong Melody. Tapi gadis bangsawan itu menahannya. Mira makin kesetanan.
"Apa yang akan anda katakan??? Apa anda akan mengatakan bahwa anda telah di tipu selingkuhan dan mengatakan tentang gudang rahasia. Karena itu semua harta yang dikumpulkan paman hilang. Itukan hal yang tidak mungkin terjadi. Paman mungkin saja akan melenyapkan bibi lebih dulu. "ujar Melody sambil tersenyum mengejek.
" Itu tidak mungkin. Aku istrinya. "kata mira.
" Istri yang sudah tidur dengan lelaki lain.dan menghabiskan banyak uang hanya untuk selingkuhan tak jelas nya. "ejek Melody. "jadi bibi percaya paman, sungguh, tapi kenapa wajah bibi begitu ketakutan. " senyum merekah di bibir Melody.
"Tidak, aku adalah wanita yang telah melahirkan anaknya. " batin mira ketakutan. "jal*ng ini pasti sedang beromong kosong saja. " pikirnya. "aku sudah tau memang dari awal kau adalah wanita seperti itu. Memangnya akan pergi ke mana lagi darah ibumu itu. Ibumu juga seperti itu. Sok baik dan selalu merendahkan orang. Bukan kah kematiannya diusia muda juga karena karma. " kata mira.
Plak, plak, plak, plak
Tamparan keras bertubi tubi mendarat di wajah tua mira. Semua yang melihat terkejut.
"Dasar jal*ng kurang aja. " teriak mira. Ia berusaha menyerang Melody, tapi tangannya di cekal oleh Susi yang bertenaga lebih kuat.
"Yang kurang ajar itu kau. " teriak Melody di wajah mira.
"kamu kan suka permainan kelas dan nenampar para pelayan. Orang yang lebih kurang ajar dari pada kamu akan melakukan segala cara, untuk menginjak nginjak orang di permainan kelas ini. "kata Melody. Ia mendorong mira hingga jatuh ke lantai.
"Akkkhhh." mira menjerit. Untuk kedua kalinya, pantatnya mencium lantai.
"Aku berada di atasmu. Mulai sekarang jangan datang dan membuat rumahku berantakan. " kata Melody dingin. Ia tersenyum penuh misteri, membuat mira semakin takut.
"Kau." teriak mira dengan keras, tak terima direndahkan Melody.
Tok, tok, tok
Pintu di ketuk. Masuklah viscount Oplet dan putrinya, Rosalia oplet.
"Melody, ini aku. " suara Rosalia. mira terkejut. "ibu." ia terkejut melihat Mira.
"Wanita itu berbuat apa lagi sih. " tanya viscount oplet.
__ADS_1
"Sayang!! Rosalia!!! Tolong aku. Anak ini ingin membunuh diriku. " teriak mira. Ia mendorong Melody hingga jatuh.
"Nona." Ani dan Susi menolong Melody.
"Apa yang sudah kamu lakukan. " bentak viscount oplet.
"Sayang, kamu pasti tidak tau, betapa takutnya aku. " kata mira. "caranya memukuliku, caranya dia mengancam diriku. Dia seperti seorang pembunuh. " adu mira.
"Apa benar itu, Melody. " tanya viscount oplet.
"Dia pasti tidak bisa berkata kata, apa dia bisa berkata-kata setelah menamparku. Dia benar-benar gadis gila. " teriak mira.
"Iya benar. " kata Melody.
"Dia pasti tidak bisa bergerak, karena sudah ada buktinya. Lihat ini, bekas tamparan nya. Semerah ini kan, ini saja masih terasa perih. " ujar mira licik.
"Saya hanya berusaha melepaskan diri, saat bibi berusaha menjambak rambut saya. " kata Melody sedih. Ia memasang wajah teraniaya.
"Kapan aku... " mira terkejut. Ia langsung menyerang Melody.
"Apa kau gila, hentikan. " teriak viscount oplet marah. Ia mencekal tangan mira yang akan memukul Melody.
Ini hal terakhir. Melody harus menyelesaikan semuanya. Bom terakhir.
"Hiks hiks... sebenarnya gudang rahasia itu apa. Saat bibi bilang ingin meminjam harta saya. Tiba-tiba saja bibi menuduh saya mencuri mencuri barang yang ada di gudang. "kata Melody. " apa keluarga Oplet punya gudang seperti itu."tanyanya, membuat viscount oplet dan Rosalia terhenyak. "Memangnya sebanyak apa harta benda di sana sehingga membuat Anda harus meminjan uang sebanyak itu. katanya situasi bibi sulit karena paman tinggal di ibukota. " ujar Melody.
"Aku nggak tau apa yang sedang kau bicarakan. Tidak ada yang namanya gudang rahasia. "kata viscount oplet cepat.
"Iya, kalau tidak demikian, tidak mungkin paman bilang pada saya kalau sedang kesulitan. " kata Melody.
"Benar." kata viscount oplet.
"Kalau mau mengatakannya, aku harus menjelaskan sampai proses nya. Mungkin saja, begitu ia menyebut nama Erick, aku akan di usir dari keluarga ini. " batin mira panik. "dasar kejam. " pikirnya nggak sadar diri.
"Pasti bibi punya alasan, saya berpikir bibi tidak menipu saya dengan alasan tertentu. " kata Melody.
"Kau sudah gila. " teriak mira kencang.
__ADS_1
"Yang gila itu kau. " maki viscount oplet tak kalah keras