Menikahkan Suamiku

Menikahkan Suamiku
bab 71


__ADS_3

Hari itu di kediaman keluarga Garden.


"Apa itu yang namanya tongkat sihir, benar benar hebat. " batin Susi. Ia memperhatikan Melody yang sedang mengutak atik ponselnya. "nona, soal benda sihir itu. Apa itu treasure. " tanya Susi penasaran.


"Treasure." Melody menatap Susi.


"Katanya itu benda sihir luar biasa yang hanya bisa di gunakan oleh penyihir. Langit Perdana menyebutnya lo, lo... oh iya lotobook, saya dengar namanya lotobook. " seru Susi. "katanya ada roh yang hidup dalam lotobook tersebut. Jika di sihir, nanti mengeluarkan bunyi tring dan bisa memainkan musik. "


"Ah jadi dia, yang dibicarakan dia itu notebook. " batin Melody. "aku harap bisa mengontak kediaman Perdana. "


"Susi, kamu bercerita soal penyihir lagi. " teriak Ani tiba-tiba membuka pintu. Susi hanya tertawa canggung. "Aku kan sudah melarangmu menyebut kata penyihir di rumah ini, dan sudah memohon.... " kata Ani.


"Ternyata kamu menghawatirkan aku ya, Ani. Nggak papa, sekarang kan orang-orang yang ada di rumahku tau aku adalah penyihir. " kata Melody.


"Tapi nona. " kata Ani dengan wajah khawatir. "meski nona yang seorang penyihir akan menjadi bantuan bagi kebangkitan keluarga ini, tapi hal itu akan menjadi belenggu dalam hidupnya. " batin Ani, tak bisa menyembunyikan kecemasan di wajahnya. "ngomong ngomong, treasure itu benda apa lagi, cerita tak berguna yang entah di dapat Susi dari mana. " pikirnya kesal.


"Ani, apa kereta sudah siap. " tanya Melody.


"Ah, iya. " jawab Ani.


"Sekarang aku harus berangkat, karena hari ini diselenggarakan pesta untuk diumumkannya hasil ujian Amber babak ke dua. " kata Melody.


Babak pertama adalah seleksi surat yang dilakukan untuk menyeleksi para lady dari keluarga yang punya reputasi tinggi. Biarpun keluarga Melody hampir runtuh, tapi karena Melody dari keluarga marquez, yang hanya ada tiga di negara ini, sudah pasti Melody akan lolos.


Melody duduk di kereta sambil menatap keluar. Bunyi kletak sepatu kuda sahut sahutan, banyak kereta yang berhenti di depan istana.


"Hah, kereta kuda keluarga Otel. Apa putri otel juga ikut ujian Amber. " batin Melody. "padahal sebelum aku terlahir ke. bali, putri otel tidak ikut ujian ini. "


"Apa anda akan masuk sekarang. " tanya Ani.


"Iya." jawab Melody.


Melody masuk di dampingi Ani dan Susi. Suasana sangat ramai, banyak putri bangsawan yang ikut andil di pemilihan Amber kali ini.


"Aku baru pertama kali melihatnya. Siapa dia. " beberapa orang berbisik saat melihat Melody.


"Entahlah, putri viscount juga ada di sini. Ujian kali ini diikuti berbagai orang ya. " kata yang lain.

__ADS_1


"Benar juga. " sahut temannya.


"Nona, dia adalah orang yang di gosip kan sebagai penyihir. " bisik seorang pelayan pada majikannya.


"Apa, penyihir itu Garden, " seru sang nona terkejut.


Melody, Susi dan Ani hanya tersenyum mendengar keributan itu.


"Padahal orang orang menatap anda, tapi saya yang gugup setengah mati. " ujar Susi.


"Memangnya ada hal yang bisa membuat kita gugup. " senyum Melody merekah.


"Oh orang itu, Sandra dari keluarga Otel. " kata Ani. Merujuk pada seorang gadis pirang bergaun indah. Anehnya, gadis itu malah melirik Melody dengan tajam.


"Tatapan kebencian. " batin Melody.


"Nona, di sebelah putri otel. " bisik Ani.


"Ya ampun, Melody. " seru Rosalia, ia sedang berbicara dengan putri otel.


"Ternyata nona Rosalia. " kata Susi.


"Hah, apa yang mereka pikirkan. " tanya Melody.


"Putri lain berpikir kalau mereka akan bekerja sama dan menjadi musuh publik. " kata Ani. "karena putri otel punya wali yang tidak diragukan lagi, jadi semua anak panak akan ditembakkan pada anda. "


"Hiihhhh." Susi bergidik ngeri mendengar penjelasan Ani.


Dari awal Ani sudah bisa membaca situasi, bahwa dari awal Melody sudah tau kalau Rosalia oplet itu sangat licik. Tapi Melody berpura-pura tidak tau. Tapi setelah melihat pemalsuan surat wasiat, nona mereka tidak perlu meladeni si ulat bulu itu dengan ramah lagi.


"Hentikan, ada banyak orang yang memperhatikan. " kata Melody sambil tersenyum pada Ani.


"Rosalia, ternyata kamu juga datang. " sapa Melody pada Rosalia.


"Tentu saja Melody. " kata Rosalia dengan wajah cerah, secerah lampu gantung. "Dress mu kali ini unik sekali, bagaimana roknya bisa mengembang begitu. "


"Ini dress yang ku pesan istimewa. Dress mu juga lain dari yang lain. " kata Melody. "penampilan yang sangat kumal di acara pesta. " batin Melody.

__ADS_1


"Iya, itu... nggak jadi deh, nanti kami jadi kepikiran. " kata Rosalia tersenyum.


Melody pun tersenyum. Bukan ia tidak tau otak licik si ulat bulu. Melody sudah tau, reaksi macam apa yang diinginkan oleh Rosalia.


"Kamu kan baik. Makanya kamu pasti menganggap ku kasihan, karena hanya bisa memakai baju seperti ini ke pesta. Menyersh saja pada ujian Amber, dan jadilah pondasi bagiku. " batin Rosalia.


"Apa kamu kira aku tidak tau pikiranmu. " batin Melody. "cantik, ternyata mau pakai apapun kamu tetap cantik. " kata Melody memberi pujian.


"Apa." Rosalia terkejut setengah mampus melihat reaksi Melody. Tapi Rosalia cepat mengubah mimik wajah seceria mungkin. "makasih ."katanya.Sambil tersenyum.


"Yang mulia ratu memasuki ruangan. " seru keras penjaga pintu.


Nampak Ratu Anna, berjalan anggun di iringi pangeran Toni, dan Julius Ardik.Dengan tak tau malu, Julius melambai pada Melody. Tapi pangeran Toni hanya berjalan dengan wajah kaku.


"Dewi kecantikan telah menurunkan berkat pada Kekaisaran ini. Sejak kaisar terdahulu, sampai kaisar yang sekarang, Dari duke Jacobus sampai putra mahkota Toni, semuanya seperti pahatan. " bisik bisik para lady.


"Entahlah, di bandingkan duke Jacobus, putra mahkota Toni terlihat biasa saja. " sahut yang lain.


"Dia juga tidak mirip dengan kaisar. " sahut seorang lady.


"Huhu, ratu Anna kan hanya memasangkan pakaian putih pada putranya. Karena khawatir dia tidak kelihatan kalau di dampingkan dengan duke Jacobus. "tawa yang lain.


" Kalau sepupunya terlihat mencolok, dia akan kesusahan. "kata yang lain, diiringi kekehan para lady.


" Lord Arsen itu sangat tampan, sampai sampai ada yang mengatakan kalau ia di buat oleh Tuhan, untuk ditempatkan sebagai pewaris tahta. "kata seorang lady lagi.


" Lord. "yang lain antusias.


" Iya. "yang lain mengangguk.


" Ternyata orang orang disini nyawanya banyak. "bisik Ani.


" Saya ucapkan terimakasih kepada para lady yang sudah datang ke istana untuk mengikuti ujian menjadi Amber. "kata Ratu Anna.


Sandra Itel melirik Melody, Melody mengangguk.


" Sebuah kehormatan bagi kami. "Sandra membungkuk memberi hormat pada Ratu Anna.

__ADS_1


" Sebuah kehormatan bagi kami. "lanjut Melody, memberi hormat. Lalu para lady yang lain pun mengikuti mereka.Rosalia terkejut. Ia menatap Melody dengan garang.


__ADS_2