
Melody duduk di ruang tamu penginapan itu. Beberapa tamu keluar masuk, ada yang pergi ada pula yang datang.
"Suara ruang sebelah, Itu suara Lucas dan... " pikir Melody.
Di ruang sebelah, nampak Lucas sedang duduk berhadapan dengan Erick, si prajurit bayaran.
"Aku sudah tau hubungan dirimu dengan nyonya viscount. " kata Lucas.
"Apa." Erick terkejut. "kekasih nyonya viscount. " batinnya menatap Lucas.
"Klien saya berharap keselamatan anda. " kata Lucas lagi, yang lagi lagi membuat Erick kaget.
"Apa msksudmu. Klein... siapa sebenarnya dia. " tanya Erick.
"Kami akan menyiapkan kapal, jadi pergilah, kalau tidak, maka singa akan mencabik cabik dirimu. " ujar Lucas. Membuat Erick berpikir dengan wajah ketakutan.
Lucas keluar dari ruangan itu, Ia melihat Melody duduk di sofa. Segera ia menghampiri putri bangsawan itu.
"Tugas sudah beres, dia akan pergi karena saya sudah menakut nakutinya , dengan bilang akan membeberkan hubungannya dengan wanita lain. "kata Lucas.
" Kerja bagus. "kata Melody senang. "ini upah yang saya janjikan. " ia melemparkan sekantong uang pada Lucas.
"Yes." dengan riang gembira, penuh suka cita, lelaki yang terkenal kikir, pelit dan perhitungan itu menerima kantong uang dari Melody. "hahaha, kalau ada yang Anda perlukan, panggil saja saya kapan pun Anda membutuhkan. " katanya dengan senyum lebar, selebar pintu penginapan.
"Lady Garden. " Duke Jacobus datang menghampiri mereka.
"Apa kabar lord. " Melody memberi hormat ala bangsawan.
"Ehem ehem, sebaiknya aku pergi . Saya permisi dulu putri. " kata Lucas, sambil melirik Duke Jacobus. Ia harus segera menyingkirkan, mengamankan uangnya. Kalau sampai Duke Jacobus tau bayaran dari Melody, bisa putus lehernya kena tebas Damian dan Si sinting ini.
"Silahkan duduk putri. " kata Duke Jacobus pada Melody. Ia tersenyum manis melihat Melody. Melody duduk kembali, berhadapan dengan Duke Jacobus. "sayang sekali, sepertinya kau lebih suka berhadapan denganku sebagai Lucas, kau nampak cantik, seperti boneka. "Duke Jacobus tersenyum riang.
"Cara bicaranya yang main main. " batin Melody.
Kebaikan?? keramahan?? Melody yang sudah dihianati oleh orang-orang yang sudah dianggapnya keluarga. Apa Melody bisa mempercayai kebaikan dari Duke Jacobus, yang tidak memiliki hubungan darah dengan Melody.
__ADS_1
"kalau di ingat ingat tipe ideal ku adalah, lelaki tampan dan gagah, garis wajah yang tegas dan perhatian kepada wanita, tidak mudah tersenyum pada sembarang orang,ya seperti Elang, ya Tuhan ku. Kenapa aku ingat Elang. Di mana kekasihku itu. " batin Melody. "aku merasa seperti wanita bodoh. Aku di sini untuk misi Melody membalas dendam, agar bisa kembali ke bumi. Aku harus tetap menjalankan peran sebagai Melody, wanita tersakiti karena dihianati suami. Aku tidak boleh goyang, hanya karena berdebar saat berdekatan dengan lelaki tak jelas ini. "pikir Melody.
" Wajahmu kelihatan pucat"kata Duke Jacobus sambil menuang teh.
"Saya baik baik saja. " kata Melody.
"Tapi sepertinya kau tidak baik baik saja. " ujar Duke Jacobus.
"Sebenarnya apa yang ingin anda bicarakan. " tanya Melody kesal.
"Jangan kesal begitu. Aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu. " kata Duke Jacobus.
"Silahkan." kata Melody.
"Nona keluarga Garden yang masih berumur dua puluh tahun, kenapa raut wajahmu se tertekan ini ya. Apa alasan mu untuk mengusir wali, tiba tiba begitu. Saat aku berpikir seperti itu, aku terus mengingatmu. " kata Duke Jacobus.
Melody menatap lelaki yang duduk di depannya itu. Ia tau seorang Duke Jacobus yang kaya raya, karena ia putra tunggal kaisar terdahulu. Dan lelaki ini memiliki kekuasaan yang melebihi Ratu, ia tak pernah sembarangan berhubungan dengan orang luar. Begitu banyak musuh mengincar nyawanya. Dan hanya orang orang kepercayaan Duke Jacobus saja yang bisa berada di sisi nya.
Tiba-tiba Melody teringat orang yang menolong dirinya saat tenggelam di sungai.
" Apa ia tidak akan bicara kalau tidak yakin. "batin Duke Jacobus. "kalau begitu, saya akan bertanya yang lain saja. " ujar Duke Jacobus. "gosip bahwa anda penyihir, apakah benar. "Melody hanya diam, tak ada niat menjawab. "diam itu pasti jawaban lain. " kata Duke Jacobus, menatap Melody yang kelihatan mulai bosan. "jawaban yang memadai, putri Garden adalah satu satunya yang membuat bedebah itu bersusah payah. Di tambah lagi, ia adalah seorang penyihir. " batin Duke Jacobus.
"Perasaan ku menjadi gelisah, aku ingin keluar dari tempat ini. " batin Melody. Ia menatap Duke Jacobus yang tersenyum padanya.
"Apa kau ingat perkataan ku yang sebelumnya. " tanya Duke Jacobus.
"Bahwa anda menerima biaya permohonan dalam bentuk lain, apakah itu yang anda maksudkan. " tanya Melody.
"Iya, sekarang aku mau menerimanya. " kata Duke Jacobus tersenyum tipis.
"Sebenarnya apa yang ia minta dari bangsawan yang tidak punya apa apa seperti aku ini. " batin Melody. "apa yang anda mau dari saya. " tanya Melody.
"Ayo berpacaran dengan ku. " kata Duke Jacobus tiba-tiba. Melody terdiam, ia menatap Duke Jacobus lekat lekat.
"Pacaran." batin Melody kebingungan. Jangan jangan lelaki ini bukan Duke Jacobus. Tapi salah satu orang nya yang sedang menyamar.
__ADS_1
Kenapa Duke Jacobus ingin berpacaran dengan Melody. Apa karena Melody adalah penyihir. Atau karena ada sesuatu yang tersisa di keluarga Garden.
"Kenapa." tanya Melody.
"Apa perlu alasannya, pria menyatakan cintanya. " Duke Jacobus balik bertanya.
"Kalau saya perlu. Saya dengar lord sudah melakukan diskusi pernikahan dengan putri negeri sebrang, atau dengan putri marquez Etol. Kenapa anda memilih saya. " kata Melody.
"Apa tidak akan berhasil setelah ku jawab, kau telah membuatku jatuh cinta. " ujar Duke Jacobus.
"Kita kan belum lama bertemu. " ujar Melody.
"Kau yakin. " tanya Duke Jacobus.
"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya. " Melody menatap Duke Jacobus.
"Apa kamu masih suka katak. " tanya Duke Jacobus.
"Tentu saja tidak. Itu menjijikkan. " kata Melody.
"Padahal dulu waktu kecil kau menyukai nya. " kata Duke Jacobus tertawa. "kapan kau tumbuh sebesar ini, dan penuh luka. " batinnya.
"Itu saya tidak tau, karena masih kecil. Tapi bagaimana anda bisa tau. " tanya Melody.
"Bukankah kalau begitu saja sudah cukup. Orang bisa saja membenci hal yang disukainya. Dan sebaliknya menyukai yang dibencinya. "kata Duke Jacobus sambil memasukkan gula ke dalam cangkir teh. "meski putri tidak menyukai diriku, sebentar lagi putri akan menyukai ku. " katanya penuh percaya diri. "karena aku adalah pria yang penuh daya tarik, sampai sampai bisa membuat kau menyukai diriku. "
"Hah, kepercayaan diri macam apa itu. " ejek Melody. Ia mulai jengkel terhada Duke Jacobus. "saya undur diri dulu. " katanya.
"Apa anda tidak me. beri jawaban. " tanya Duke Jacobus. Melody menatapnya dengan kesal. Lalu pergi meninggalkan Duke Jacobus sendirian.
"Sepertinya ia hanya main main. " batin Melody. Ia melangkah pergi meninggalkan penginapan.
Lucas menatap Melody tak suka. Ia bergegas masuk ke ruangan Duke Jacobus.
"Kau sudah nggak waras, gila atau sinting. " teriak Lucas. "Aku sudah dengar semuanya tau, kau menyatakan cinta, apa kau sungguh melakukan nya karena cinta. "
__ADS_1
"Lucas."