
"Bagaimana ini???. Haruskah kami berangkat bekerja bersama ???. Apa hubungan kami sekarang???. " batin Almahira galau. Pagi itu ia masih termenung, Di depan cermin. "Apanya yang apa, sadarlah Almahira Rengganis. " serunya sendiri sambil menepuk nepuk pipinya yang memerah karena menahan malu. Aduh, jadi maunya gimana.
Pintu terbuka, Almahira makin malu saat di depannya sudah berdiri Elang Samudera dengan gagahnya.
"Selamat pagi, Almahira Rengganis. " sapa lelaki itu.
"ASTAGA." Almahira terkejut. "bagaimana kondisi anda. " tanyanya pura-pura santai.
"Jauh lebih baik berkatmu. " jawab Elang Samudera dengan pasti. Mereka lalu masuk lift.
"Bagaimana dia bisa santai saja, padahal terjadi hal seperti itu. " batin Almahira, pipinya masih memerah. Sial banget.
"Kemarin, aku telah membuat kesalahan. " kata Elang Samudera.
"Hah, kesalahan. "ulang Almahira. " padahal ia menciumku begitu dahsyat.Luar biasa ,ia bilang ini kesalahan,padahal aku sama sekali tak bisa tidur,"pekik hati Almahira terkejut." tidak perlu meminta maaf, saya sudah menghapusnya dari ingatan saya. "kata Almahira tertawa sumbang. Lalu keluar dari lift.
" Apa maksud mu. "tanya Elang Samudera heran.
"Kita berdua sama sama membuat kesalahan. Jadi kita juga harus sama sama melupakanya. " ujar Almahira.
"Apa maksudmu. " Elang Samudera menghadang langkah Almahira.
"Apa." Almahira terkejut.
"Ah, sudahlah. Terserah kau saja. " kata lelaki itu. Ia segera membuka pintu penumpang. Dan mengambil sesuatu. "maksudku, aku sudah membuat kesalahan karena tidak mengantarmu pulang. Maaf. "ujarnya.Ia menyerahkan buket bunga mawar merah pada Almahira yang berdiri bengong. "tapi aku tidak akan menganggap itu tidak pernah terjadi. Kemarin kita benar-benar berciuman. Karena itu, sekarang kita bukan sekedar atasan dan bawahan lagi. Tapi.... hubungan kita menjadi lebih spesial. "Elang Samudera meraih tangan Almahira. Mereka tersenyum bersama.
Sementara di sebuah kantor Biro detektif.
"AH, KENAPA TIDAK BISA LAGI. " seru Hendra Setiawan.
"Kak, kami tidak hanya asal bekerja. " kata Budi Utomo.
"Aku sudah memberimu banyak uang kan. Dia hanya orang biasa, biasanya kalian akan bekerja bila diberi uang kan. " ujar Hendra Setiawan.
"Hah, orang biasa. " ulang Budi Utomo dengan sinis. "orang yang kau maksud adalah satu satunya cucu kandung CEO perusahaan itu. " sambungnya.
"Apa." Hendra Setiawan terbelalak. "SATU SATUNYA. UNILEVEREN AND DRINKS ADALAH PERUSAHAAN MINUMAN KEMASAN PALING BESAR DI INDONESIA. TERNYATA ELANG SAMUDERA ADALAH CUCU CEO PERUSAHAAN ITU. " batin Hendra.
"Kami sudah mendapatkan bukti kalau ia berpacaran dengan Almahira Rengganis. Jadi, hentikanlah. " ujar Budi Utomo sambil mengisap rokok di tangannya. "dan berpura-pura tidak saja, kalau Elang Samudera adalah cucu CEO Samudera. Jangan sebarkan berita ini. Nanti kami juga kena imbasnya. " lanjutnya.
"Sialan, kalau begitu, kembalikan uangku. " kata Hendra Setiawan kesal."KEMBALIKAN UANG YANG SUDAH KU BAYAR. "teriaknya marah. " PADAHAL KALIAN BILANG BISA MELAKUKAN APAPUN, TERNYATA KALIAN HANYA SEKELOMPOK PENIPU. "
"Padahal aku menganggapmu sebagai seniorku. Tapi kau malah meremehkan aku. " Budi Utomo mematikan rokoknya di asbak. Ia berdiri dan mencengkram kerah baju Hendra Setiawan. "HEI BRENGS*K, AKU SUDAH MENCARI TAU SOAL MEREKA BERPACARAN DAN TINGGAL BERTETANGGAKAN, AKU SUDAH MELAKUKAN PEKERJAANKU. APA???. KAU MINTA UANGNYA KEMBALI. "
"Maksudku... begini maksudku... " Hendra Setiawan gemetar ketakutan. Budi Utomo bukan orang yang bisa dipermainkan begitu saja. Sikap mencla mencle Hendra Setiawan sungguh membuat siapa saja naik pitam.
"KELUAR KAU. " teriak Budi Utomo. "PERGI SEKARANG JUGA. "
__ADS_1
Sementara di apartemen Hendra Setiawan dan Sarah Amelia. Sarah Amelia sedang menggeledah semua laci, mencari uang. Amplop pernikahan dari Almahira Rengganis.
"Di mana ya, aku menaruhnya di sini untuk situasi darurat. " batun Sarah Amelia. "lima juta rupiah dari Almahira Rengganis, sebagai ucapan selamat. Jangan jangan.... "
Pintu depan terbuka. Muncullah Hendra Setiawan dengan wajah malas.
"MAS!!!!. KAU MEMAKAI SEMUA UANG PEMBERIAN ALMAHIRA. " teriaknya dengan keras pada Hendra Setiawan.
"Suami baru pulang kerja malah ngajak ribut. " ujar Hendra Setiawan. Ia melirik meja makan. "sialan, ia bahkan tidak memasak makanan. " batin Hendra Setiawan lagi.
"AKU TANYA, APA KAU MEMAKAI UANGNYA. " teriak Sarah Amelia dengan penuh kemarahan. Ia menyusul Hendra Setiawan ke dapur.
"Iya, ku pakai sedikit. Padahal jumlah uangnya tidaklah banyak. " kata Hendra Setiawan sambil meraih bir dari dalam kulkas.
"KENAPA DIPAKAI, ALMAHIRA MEMBERIKANNYA UNTUK KU. " teriak Sarah Amelia lagi.
"Ya, kau minta saja lagi padanya. " ujar Hendra SetiawanSetiawan dengan entengnya. "lima juta, lima puluh juta. Ah tidak. Sekalian saja minta lima milyar. " katanya. Lalu meneguk habis sebotol bir seperti minum air putih saja.
"Mana mungkin ia punya uang sebanyak itu. " kata Sarah Amelia.
"Dia mungkin tidak punya uang sebanyak itu. " ujar Hendra Setiawan sambil menyeka bibirnya. "tapi pacarnya punya. "
"Pacar." tanya Sarah Amelia kaget. "maksudmu Elang Samudera. "
"IYA, SI BRENGS*K ITU. DIA SATU SATUNYA CUCU LAKI-LAKI DARI CEO UNILEVEREN AND DRINKS. " ejek Hendra Setiawan. "aku sudah merasa aneh, padahal ia sama sekali tidak punya kemampuan. Tapi sebentar saja sudah menjabat sebagai kepala. "
"Elang Samudera juga membelikan Almahira Rengganis apartemen tepat di sebelah apartemennya. Mereka berpura pura layaknya pengantin baru. Orang orang menyebalkan. " kata Hendra Setiawan sambil menyendok nasi dari rice com.
"Bagaimana kau bisa tau soal itu. " tanya Sarah Amelia.
"Aku... ada sumber. " jawab Hendra Setiawan.
"Jadi Elang Samudera adalah konglomerat generasi ketiga. Pacar dari Almahira Rengganis. Apa ia sengaja berkata seperti itu padaku. " batin Sarah Amelia bingung.
"Hendra orang yang baik. Kau tidak akan bisa bertemu dengan orang seperti dia lagi. Karena itu menikahlah dengannya. "ujar Almahira waktu itu. " beda dengan pak Elang Samudera. Meski dia kamu, dia juga bisa fleksibel."
"Dia pasti tau kalau Elang Samudera adalah konglomerat generasi ketiga. Makanya ia selalu menjelekkan Elang Samudera di depanku. Ia takut aku merebutnya. " pikir Sarah Amelia dengan geram. "kalau aku berhasil merayunya. Pasti aku yang sudah berpacaran dengan Elang Samudera. Sialan. " umpatnya dalam hati. "akkkkkhhhhh." teriaknya. Membuat Hendra Setiawan yang asik makan sampai terkejut.
"Astaga." kata Hendra Setiawan.
"Apa mereka berencana menikah. Tidakkan. " tanya Sarah Amelia masih penasaran.
"Mana aku tau. Kau terlalu berisik. Bisa diam tidak sih. " umpat Hendra Setiawan. Ia mengambil piring nasi Sarah Amelia.
"Kenapa kau mengambil piring nasi ku." Sarah Amelia menatap Hendra SetiawanSetiawan dengan bingung.
"Ini nasiku. Aku ingin makan nasiku. Emang kenapa. "kata Hendra Setiawan dengan mulut penuh.
__ADS_1
" Hei mas, itu nasiku. "teriak Sarah Amelia tak terima.
" Dari rumah sampai nasi ini, semua menggunakan uangku. Jadi ini adalah nasiku. Kau tak berhak makan nasi. "ujar Hendra Setiawan.
Sarah Amelia,teringst lagi tentang rumah ibunya.Padahal Sarah Amelia sudah berusaha kabur dari tempat itu. . ..
" Kalau kau tidak mau, kembalikan kepada ibu. Semuanya ibu yang beli, memang apa yang bisa kau lakukan. "teriak ibunya waktu itu.
"Almahira Rengganis, aku sudah mengambil apa yang kau sayangi. Tapi kenapa hidupku masih sama seperti ini. "batin Sarah Amelia. " aku selalu merasa lapar. Tapi di sekolah, aku berpura-pura menjadi anak cantik yang makannya sedikit. Di rumah pun, ibu tidak memberiku makan dengan baik.Secuil sambal teri, dan nasi yang sudah menguning dan keras. Sudah makan masih saja perutku lapar. "kenang Sarah Amelia.
"Selamat makan." kata ibunya.
Berbeda dengan Almahira Rengganis. Waktu itu ia mengajak Sarah Amelia mampir ke rumahnya.
"Masuklah, Sarah. " ajak Almahira.
"Putriku sudah pulang. Kau lapar kan. " terdengar suara ayah Almahira.
"Ini teman akrab ku. Namanya Sarah. " kata Almahira.
"Wah, putri ayah sudah dapat teman ya. Ayah kira kau akan sulit beradaptasi setelah kita pindah dari Jawa. " ujar Rohan Adiyaksa. Ayah Almahira. "terimakasih sudah mau berteman dengan Almahira. Kau cantik seperti putriku. Tapi kenapa badanmu kurus sekali." tanyanya pada Sarah Amelia sambil tersenyum ramah.
Begitu masuk rumahnya, tercium wangi sup jamur daging sapi yang super lezat.
"Sering seringlah datang, aku akan memasakkan makanan lezat. " kata Rohan Adiyaksa ramah. Sarah Amelia tertunduk malu, di depannya tersaji sepiring nasi putih hangat, dan semangkuk sup jamur daging sapi.
Hari itu untuk pertama kali dalam hidupnya, Sarah Amelia makan sup jamur daging sapi buatan rumah. Karena begitu enaknya, ia sampai ingin menangis.Ia kesal melihat Almahira Rengganis yang menggerutu karena tidak dibuatkan sosis goreng. Harusnya ia juga makan sambal teri dan nasi kering. Begitu pikir Sarah Amelia.
Malam makin larut. Hendra Setiawan sudah ngorok dengan nyaringnya. Jam sudah menunjukkan pukul dua malam.
"Karena saking kesalnya, aku sampai tak bisa tidur. " Sarah Amelia duduk di kursi meja makan. "dassr ular, aku tidak akan membiarkan dirimu hidup tenang. Ibumu pasti kabur meninggalkan kalian dengan selingkuhannya, karena itulah kau dan ayahmu pindah ke Batam. Kau anak perempuannya tak punya hak bahagia."
Ponsel Hendra Setiawan yang tergeletak di meja bergetar.
"Siapa yang menelpon Hendra Setiawan pada jam dua malam begini. Jangan jangan... " Sarah Amelia membuka ponsel itu
"eh, bukan Almahira Rengganis. "
Pengirim Budi Utomo:kalau sampai diketahui publik. Kita berdua akan hancur. Aku sudah memperingatkan dirimu.
"Ada pesan lain lagi. Hendra Setiawan, sebenarnya apa yang kau lakukan. " batin Sarah Amelia. Ia terbelalak saat membuka pesan berikutnya. Sebuah MMS. "astaga.Apa ini. " dengan perasaan girang luar biasa, Sarah Amelia segera menghidupkan komputer dan memindahkan gambar itu. Ya, itu adalah foto Almahira dan Elang Samudera tadi pagi, di basement apartemen. Dengan buket bunga mawar di tangan Almahira Rengganis.
Setelah mengutak atik keyboard, Sarah Amelia tersenyum puas. Ia berhasil membuat berita anomine.
SEORANG KONGLOMERAT GENERASI KETIGA, MELAKUKAN TINDAKAN TIDAK BERMORAL DENGAN WANITA SELINGKUHAN
"Almahira, kau harus membayar mahal karena telah membohongi temanmu kan. " Sarah Amelia tertawa puas.
__ADS_1