Menikahkan Suamiku

Menikahkan Suamiku
bab 75


__ADS_3

"Ehmmm, anak itu anak angkat kan. Kalian tak tau kalau ia anak diluar nikah. " celetuk Julius dengan suara keras. "Sepertinya kalian tidak tau ya, ayah ku yang bilang begitu. " ujarnya.


"Sir Bahar. " panggil Duke Jacobus. Ia datang dengan Alex Morgan.


"Lord." sir Bahar menoleh.


"Ternyata semuanya datang ya. " kata Duke Jacobus.


"Pengantin wanitanya itu, kakak teman lama saya. " kata sir Bahar.


"Kalau mereka adalah kerabat teman dekat ku yang berharga, itu berarti sama baiknya dengan keluargaku. Apa kamu sudah memohon berkat. " tanya Duke Jacobus sambil tertawa.


"Iya lord. " jawab Sir Bahar.


"Aku juga punya teman seperti itu. Kalau butiran debu yang kurang ajar mendekati seseorang yang sydah dianggap seperti saudara kandung, dia pasti sangat kesal. "kata Duke Jacobus. Julius Aldrik terkejut.


" Apa saya boleh tau nama teman anda yang berharga. "tanya sir Bahar.


"Tentu saja. Garden. " jawab Duke Jacobus. Melody tersentak. "Damian Garden. "


Jadi begitu rupanya. Makanya Damian memberikan mawar putih pada Melody melalui ruang informasi. Tidak, mungkin Duke Jacobus sengaja menyebut nama Damian untuk menyinggung Julius.


"Sungguh, apa benar, kakak tirimu itu adalah teman dekat lord. " seru Julius pada Melody.


"Karena itu, di hari peringatan kematian pasangan marquez, ia selalu mengirimkan mawar putih setiap tahun. " kata Duke Jacobus. "Benar begitu kan, putri. "ia menatap Melody.


" Iya, benar. "jawab Melody mengangguk.


" Kebetulan sekali, anggur yang biasa dinikmati di pesta Bahar, sudah datang. Apa perlu saya keluarkan. "tanya Duke Jacobus.


" Ah, iya, tentu saja. "jawab sir Bahar.


"Pasti putri Bahar merasa jemu diantara para pria, bagaimana kalau putri Garden ikut bersama kami. " tawar Duke Jacobus pada Melody.


"Saya." tanya Melody.


"Anda punya permintaan pada sir kirkas kan, kebetulan ia sekarang ada di rumah saya. Sekalian menemuinya,bagaimana kalau anda jadi teman mengobrol putri Bahar. "kata Duke Jacobus.


" Ah, baiklah. "kata Melody mengangguk setuju.


" Kenapa Melody harus pergi ke sana. "tanya Julius. " kau akan pergi. "teriaknya pada Melody.


"Iya, kalau saya bisa membantu putri Bahar, kenapa tidak, tidak ada alasan baginya saya untuk menolaknya. " kata Melody.


"Aku nggak mau. " bentak Julius dengan keras. Melody menatap lelaki itu heran.

__ADS_1


"Gosip kalau sir Julius dan putri Garden itu sepasang kekasih, ternyata omong kosong belaka ya. " bisik orang-orang. Julius jadi tetkejut.


"Senang bertemu dengan anda putri, nama saya Melody. " kata Melody menyapa putri Bahar.


"Juwita." kata putri Bahar dengan wajah kaget dan ketakutan. Ia langsung bersembunyi di balik tangan sir Bahar.


Ada yang aneh, meski putri Bahar terlihat masih kecil, tapi diusianya saat ini, seharusnya ia tidak setakut itu. Mengkin saja pernikahannya dengan yang mulia itu di tunda bukan karena ia masih terlalu muda. Melody menatap Juwita Bahar.


Kini mereka semua berada di rumah megah Duke Jacobus. Duke Jacobus, sir Bahar, putri Bahar, Melody dan Alex Morgan. Mereka duduk di ruang tamu.


Setelah mengobrol sebentar, Melody jadi paham, alasan penilaian Duke Jacobus itu tinggi. Menumbuhkan suasana yang harmonis, di tambah lagi memilih topik pembicaraan, bagi orang-orang yang ikut serta dalam pembicaraan.


Meski begitu, ia bisa menyelidiki lawan bicaranya dengan candaan yang sesuai dengan kedudukannya dan membuat gugup. Dia pria yang profesional.


"Hoamm." putri Bahar menguap lebar.


"Juwita, bagaimana mungkin kau bisa menguap selebar itu di depan semua orang. " tegur sir Bahar.


"Karena sekarang waktunya bagi putri muda ini mengantuk. Jadi tidak apa apa. " kata Duke Jacobus.


"Hiks, nggak mau. " putri Bahar menjerit histeris. Sambil menangis. Membuat orang orang terkejut.


Tahulah Melody sekarang, alasan pernikahannya dengan yang mulia ditunda, alasan ia tidak bisa melahirkan di usia muda, alasan kenapa Ratu Anna tidak bisa membunuhnya, bahkan setelah yang mulia kaisar wafat, jadi itu rupanya, putri Bahar, Juwita Bahar mempunyai keterbelakangan mental.


" Iya, saya akan menyuruh pelayan menyiapkannya. "kata Duke Jacobus.


" Kemarilah putri. "kata pelayan wanita menghampiri putri Bahar.


" Nggak mau. "teriak putri Bahar.


"Tudak apa apa putri. " kata Melody. Ia mendekati putri Bahar yang terus menolak dan menjerit histeris. Melody harus merendahkan sikap seperti yang biasa ia lakukan di pusat pelayanan masyarakat saat kuliah dulu. Lalu Melody berjongkok mensejajarkan wajahnya dengan putri Bahar yang sedang menangis di sofa."kalau putri tidak mau, saya tidak akan menyentuh anda. "katanya dengan lembut.


"Juwita yang selalu kasar bisa patuh dengan orang yang baru pertama kali ditemuinya. " batin sir Bahar sambil melongo keheranan.


"Apa putri bisa memberitahu saya hal apa yang anda sukai. " tanya Melody.


"Iya." Juwita Bahar mengangguk.


"Saya akan mempersiapkan yang putri inginkan. " kata Duke Jacobus.


"Ikh ikh, orang jahat. " teriak putri Bahar menunjuk Duke Jacobus.


Sir Bahar, Duke Jacobus, dan Alex Morgan kebingungan.


"Sepertinya dia sangat mengantuk, dia harus cepat tidur. " kata Duke Jacobus.

__ADS_1


"Nggak, ular. " tetiak putri Bahar.


"Anak ini kenapa sih. " Sir Bahar mulai kelimpungan.


"Karena dia yang paling tinggi diantara kita, mungkin di mata putri kecil itu terlihat menyeramkan. " kata Alex Morgan.


"Di dalam lambang keluargaku memang ada gambar ular. " kata Duke Jacobus.


"Kepala segitiga. " ejek putri Bahar sambil menjulurkan lidahnya pada Duke Jacobus, putri Bahar bersembunyi di balik tangan Melody.


"Mungkin ular berkepala segitiga itu memiliki bisa atau memang berbisa. Pasti itu ular berbisa. Anak kecil ini bisa menilai. Mungkin saja penilaian dirinya lebih tepat dari pada peramal. " batin Alex Morgan.


"Juwita." Sir Bahar ketakutan.


"Kalau aku membiarkan seperti itu, jantung sir Bahar bisa lepas. " batin Melody. "wah ular berkepala segitiga, bagaimana bentuknya. " tanya Melody antusias pada putri Bahar.


"Seperti ini, seperti ini. " seru putri Bahar penuh semangat, ia merentangkan kedua tangannya ke atas.


"Sepertinya saya bisa mengetahuinya kalau anda menggambarkannya di kertas, apa anda bisa menggambarnya. " tanya Melody.


"Iya." putri Bahar mengangguk.


"Kamar tidurnya dimana. " tanya Melody pada pelayan.


"Saya akan mengantarkan anda. " jawab pelayan.


"Huh, pikiran paman benar-benar hitam. " kata putri Bahar pada Duke Jacobus yang sedang bicara dengan Alex Morgan.


"Kalau anda menyebut paman pada paman itu, paman itu akan sedih. " kata Melody dengan lembut.


Duke Jacobus hanya tersenyum kikuk di panggil paman, pikirnya dirinya sungguh tua. Sir Bahar makin ketakutan, sementara Alex Morgan hanya bengong.


"Iya."kata putri Bahar. Lalu ia menoleh pada Duke Jacobus. " paman. "efeknya.Lalu mengikuti Melody.


Di dalam kamar, ternyata putri Bahar sangat pandai menggambar, ia bisa dengan mudah menggambar Melody, ular segitiga yang ia maksud, kelinci kebun bunga, dan macam macam.


" Aku lapar. "kata putri Bahar pada Melody.


" Sekarang ia baru merasa lapar setelah bermain sekian lama. "batin Melody. "Anda ingin makan sesuatu. " tanyanya dengan lembut.


"Saya akan menyiapkan camilan. " kata Mahmud, kepala pelayan Duke Jacobus.


"Kalau begitu, tolong siapkan kue kering saja, Mahmud. " kata Melody tersenyum pada lelaki tua itu.


Tiba-tiba putri Bahar berlari keluar.

__ADS_1


__ADS_2