
"Bagaimana bisa ketahuan sih!!!!! Bagaimana kalian bisa seceroboh itu. " jerit Mira oplet tak percaya.
"Maaf nyonya. " Nuri dan Ima menunduk ketakutan.
"Biarpun begitu, untungnya hanya ketahuan oleh nona Melody saja, dia memohon ampun , dan ternyata putri memaafkannya, dan tidak akan memberitsu pada orang lain. Katanya ia sudah tidak dipekerjakan lagi di kediaman Garden. Jadi kalau nyonya menerimanya.. ... " kata Nuri.
"Apa, jadi aku harus menerima orang tolol seperti itu"umpat Mira kesal.
" Tapi, bisa saja ia membocorkan rahasia kalau nyonya yang sudah menyuruhnya. "kata Nuri.
"Huh, itukan tindakan bodoh. " teriak Mira.
"Itu artinya lakukan saja. " ujar Rosalia.
"Kalau begitu mulai besok... eh maksud saya, karena ia sangat ingin bekerja. " kata Nuri.
"Ramah sekali kamu, karena begitu memikirkan urusan orang lain. " kata Rosalia sambil tersenyum pada Nuri.
"Kami akan menyampaikan nya nona, terimakasih. " kata Nuri dan Ima bersamaan. Lalu kedua pelayan itu pun bergegas pergi.
"Meski menyuruhnya menutup mulut, tapi kalau di pecat, pasti akan ada gosip soal majikannya. Bodoh sekali mereka, senang sekali karena sudah ku senyumin. " batin Rosalia. "dari pada itu, bagaimana dengan si tolol itu. Melody. Aku tidak ingin ia tenar, aku harus bergerak cepat merebut semuanya. " Rosalia menggigiti kuku tangannya. Wajahnya yang cantik tak ada menariknya, lebih menyerupai iblis.
Di rumah keluarga Garden. Melody sedang menikmati teh di sore hari. Pada kesempatan kali ini Melody harus menghancurkan hubungan dirinya dengan paman Oplet. Teoat sekali, sekarang adalah waktunya Mira oplet bertemu dengan lelaki yang memorotimemorotinya dengan uang paman Oplet secara diam-diam. Tahun berikutnya, lelaki itu melarikan diri dengan membawa tas yang penuh semua berlian nyonya viscount. Karena sudah percaya, nyonya viscount memberitahu kan saja gudang rahasia keluarga padanya. Tapi kenapa yang harus berada dalam tas adalah surat tanah yang disembunyikan Mira dan surat perjanjian perjanjian dengan bangsawan ibu kota. Karena kejadian itu ia memohon mohon pada Melody, untuk merahasiakan nya, karena kalau diketahui oleh sang suami ia bisa mati, Melody di masalalu memberikannya uang. Meskipun ia langsung lupa perhatian seperti itu keesokan harinya. Pria yang memikat Mira itu sebenarnya adalah kesatria yang sebenarnya menjadi prajurit bayaran. Bisa jadi Melody yang akan membawa uang itu.
Melody tersenyum sambil mengesap tehnya.
Keesokan harinya. Ada pesan dari pelayan yang di kirim dari keluarga Oplet.
"Dia bisa mengetahui secepat ini, sepertinya dia benar benar tidak mau diserahkan pada petugas keamanan. Atau kesenangan bibi sudah kelewat batas. "batin MelodyMelody, ia membaca pesan Kiki. "kita pergi besok. " katanya pada Ani.
"Ke tempat itu. " tanya Ani.
"Iya, tolong carikan kereta kuda yang bisa bergerak secara rahasia. "kata Melody.
__ADS_1
" Baik nona. "Ani mengangguk mengerti.
Keesokan harinya. Di rumah keluarga oplet.
" Kau gunakan untuk apa?. "teriak viscount Oplet dengan marah. "itukan uang delapan puluh juta keppa. Bisa bisanya kau menggunakannya tanpa bilang padaku. "
"Saya tidak tahu tentang itu, coba lihat di buku kas, apa ada uang yang keluar. " bantah Mira.
"Emangnya aku nggak tau hah, ku dengar kau sudah menjual permata keluarga Garden ke tempat penjualan permata. " umpat viscount oplet.
"Bagaimana kamu tau. " Mira terkejut.
"Sebenarnya kau masih waras nggak sih. " teriak viscount oplet.
"Cuma gara-gara uang delapan puluh juta keppa saja. " kata mira tak terima.Keduanya adu suara keras. Saling teriak saling maki. Persis orang gila yang rebutan pisang goreng. "jumlah uang yang ku pakai bahkan tidak seberapa dibandingkan dengan yang kau pakai dan hamburkan untuk jal*ng kampungan itu. Kalau dari awal kau bersikap baik padaku, mungkin saja aku tidak akan berpaling. Dengan begitu, aku tidak akan menghabiskan uang untuk pria itu. Kalau saja kau mencintaiku dengan baik baik. "batin Mira. " menyebalkan. "teriak wanita itu dengan linangan airmata.
" Kau sudah gila. "maki viscount oplet.
"Baik."lelaki itu mengangguk.
Sebuah kereta kuda melaju ke arah pinggiran. Tepatnya pondok kecil di dekat hutan.
" Erick, Erick. "teriak Mira.
" Hah, kakak. "Erick muncul di depan pintu begitu mendengar teriakkan Mira. "bagaimana bisa kau kesini. Ini kan bukan waktu janjian kita. " kata Erick.
"Semalaman kan kamu sudah berjags. Aku tau kau pasti di sini. " ujar Mira sambil memeluk Erick. Wanita setengah tua itu tertawa senang.
"Kalau tuan melihatku, aku akan mati dihajar nya. " kata Erick. "wanita ini makin lama makin nempel, sungguh menyebalkan. " batinnya.
"Kamu nggak kangen aku. " Mira mendorong Erick ke dalam. Lalu mulai melepas seluruh pakaian di badannya. "peluk erat diriku sayang. " ya ampun, udah tua pun masih gaya macam anak muda. Kayak gitu bilang orang lain jal*ng, sendirinya, sungguh memalukan.
"Memalukan." batin Ani yang mengintip dari pintu yang terbuka.
__ADS_1
"Aku sudah mengira ia akan menemui pria itu karena terdengar suara keras dari kediaman oplet. " batin Melody.
"Kak, ini masih siang bolong. Kalau terlihat tegang begini, sebenarnya aku sedikit takut. " kata Erick.
"Kau tau kenapa aku menemuimu di jam seperti ini karena alasan apa. " kata Mira sambil menciumi Erick yang memiliki wajah lumayan ganteng. "ini tentang usng yang kau bicarakan kemarin, aku sudah menaruhnya di ruangan mu. "
"Kakak." Erick langsung menjerit senang. Ia menindih tubuh polos Mira penuh nafsu.
"Sekarang aku tau pria itu. Bajingan yang telah menghamburkan uang paman dan bibi. " batin Melody.
"Apa kakak membawa baju. " terdengar suara Erick.
"Memang kenapa. "tanya Mira dengan manja.
" Aku ingin segera merobeknya. "ujar Erick. Fekak tawa dan ******* setan terdengar dari dua insan berbeda kelamin itu.Melody dan Ani yang mendengar hanya kebingungan di tempat persembunyian.
" Sebaiknya kita pergi dari sini nona, pemandangan di sini bikin mata kita rusak. "ujar Ani.
" Iya. "Melody mengangguk. " karena aku sudah mengetahui siapa pria itu, untuk sekarang sudah cukup. "batin Melody.
Setelah dari tempat itu, Melody mengajak Ani ke toko tekstil. Sampai di sana, nampak Lucas terkejut setengah mati melihat Melody.
"Selamat siang putri. " sapanya ramah, meski kegugupan menyelimuti nya. "saya dengar permohonan anda sudah terselesaikan. Hari ini ada urusan apa ya anda datang ke sini. " katanya basa basi pada Melody.
"Saya mampir untuk menyapa anda. " kata Melody. "ya ampun, hari ini anda sangat berkeringat ya. "
"Iya, karena hari ini sangat panas. " jawab Lucas dengan gugup. "itu artinya wanita ini membuat tidak nyaman kan. Hanya pada wanita ini saja Arsen bertindak seperti bukan dirinya. " batin Lucas. Memandang Melody yang tersenyum manis.
Terlebih lagi, katanya sekarang Melody sudah tau identitas Arsen
. Apa Melody datang untuk mempermasalahkan kenapa Melody ditipu. Intuisi Lucas paya, sialan Arsen. Kenapa kamu memberikan ujian berat kepada Lucas.
"Putri, saya tau alasan anda datang kemari. " kata Lucas ramah sambil tertawa sumbang. "pertama, aku harus mendekatinya dengan ramah. " batinnya.
__ADS_1