
"Apa Zahra Fahira juga tau anda bersikap seperti ini. "tanya Almahira.
" Apa. "Pak Elang Samudera tercengang.
" Saya tau kalian berdua berpacaran. Apa anda tidak merasa bersalah pada Zahra Fahira. "kata Almahira.
" Berpacaran. "kata Pak Elang Samudera heran.
" Saya tidak tahu pastinya. Tapi saya hanya menebaknya. Itu benar kan. Jadi tolong jangan campuri dalam urusan pribadi saya. "kata Almahira. "sebelum saya memberitahukan pada Zahra Fahira. "
"Almahira Rengganis,hubunganku dengan Zahra Fahira tidak seperti yang kau bayangkan.Aku dan Zahra Fahira tidak berpacaran. Dia adalah adikku. " ujar Pak Elang Samudera pelan sambil menggusal rambut hitamnya.
"Apa." Almahira terkejut, tercengang, terbelalak, ter ter ter...
"Aku memintanya merahasiakan hal itu di kantor. Karena itu adalah topik yang sangat sensitif. Seperti yang kau tau, meski dia adalah adikku, aku tidak memberikan perlakuan khusus padanya. Aku hanya berharap kau tidak salah paham pada hubungan kami. " kata Pak Elang Samudera mencoba menjelaskan semuanya pada Almahira.
"Elang Samudera, Zahra Fahira... mereka adalah kakak beradik. " batin Almahira.
"Lalu, aku tidak punya pacar. Tapi ada orang yang aku sukai. " lanjut Pak Elang Samudera malu malu.
Maybach itu melaju membelah jalan raya kota Batam. Ponsel pak Elang Samudera berbunyi. Nama sang adik tertera di layar.
"Kenapa tak membalas pesanmu. " tanya Zahra Fahira di sebrang sana.
"Aku sedang di jalan. " jawab Elang Samudera sambil menyetir.
"Kenapa suara mu galau begitu. Aku lagi sibuk menulis sketsa rencana. Jadi cepat katakan kenapa. " cecar sang adik dengan cerewet.
"Almahira sudah tau kalau kita kakak beradik. " Kata Elang Samudera.
"Apa.!!!! " teriak Zahra begitu kencang. Elang Samudera segera menyelamatkan telinganya dari suara menggelegar itu. "katanya jangan sampai ketahuan. "
"Kau pura pura saja tidak tau. " kata Elang Samudera.
"Jangan jangan kau bertemu nona penyelamat dijam segini. Kau tidak pergi ke depan rumahnya lagikan. " cecar Zahra Fahira. "sudah ku bilang, dekati dia pelan pelan tanpa membuatnya terbebani. Astaga kau ini. Dasar jomblo akut yang menyedihkan. " ejek sang adik.
"Kau juga sama kan. " balas Elang Samudera dingin.
"Apa maksudmu.??? . " tanya Zahra Fahira. "ah sudahlah. Minggu depan kan kau mulai ada perjalanan bisniskan. Itu lebih baik. Aku akan mencari cara untuk membantumu. Selama itu jangan bertindak semaumu ya kak. "pesan Zahra Fahira. " aku mau membantumu, karena aku tidak suka dengan asisten manajer Hendra Setiawan, aku tidak tahan penyelamat ku berpacaran dengan pria seperti itu. Hendra Setiawan dan Sarah Amelia. Semua orang pasti tau kalau mereka begitu lengket. "sambung gadis itu. "Si ular itu, mungkin nona penyelamat membiarkannya karena ia teman baiknya. Tapi aku tidak akan membiarkan penyelamat ku disakiti. "tekat Zahra Fahira.
Di apartemen Almahira Rengganis. Gadis itu melangkah gontai menasuki kamarnya.Meletakkan tas di meja, lalu menghempaskan tubuh di tempat tidurnya.
"Jangan menangis sendirian. " teringat kata kata pak Elang Samudera di bawah tadi. Tak terasa airmata Almahira mengalir.
"Saat itu, kenapa aku mati tanpa seorang pun di sisiku. Padahal ada banyak orang yang peduli padaku.
Pak kepala manajer, Adityawarman, bu Gina dan Zahra Fahira. Apa keadaan akan berubah kalo aku lebih berani. Tapi dulu saat aku sakit, aku sendirian. Bahkan suamiku sendiri pun, tega membunuhku bersama selingkuhannya. " Almahira terisak. Mengingat kekejaman Hendra Setiawan dulu.
__ADS_1
Tidak. Jangan bermimpi lagi Almahira Rengganis. Kau kan tidakb hidup kembali hanya untuk mendapatkan kasih sayang.
"Aku pasti akan membalas kalian yang sudah menghancurkan hidup ku. Sekarang aku tidak akan hidup seperti dimasa lalu. " Almahira bangkit. Ia mengusap airmata di pipinya.
Pagi harinya di Unileveran and drinks.
"Apa ini?. " tanya Hendra Setiawan saat Almahira menyodorkan sebungkus roti padanya.
"Aku takut kau belum sarapan Hendra, jadi aku juga membelikan makanan untukmu. " dengan senyuman semanis madu Almahira berikan. "ini roti lapis telur. Tidak apa apakan. " kata gadis itu.
"Aku suka roti lapis telur. " seru Hendra Setiawan girang. Ia menyambar bungkusan di tangan Almahira. "kemarin sepertinya kau pulang terlambat ya. " tanyanya.
"Ya, karena lelah, jadi aku langsung tidur. Maaf ya. " jawab Almahira tersenyum.
"Dia mengabaikan diriku selama ini. Sepertinya ia sudah kembali normal, ya. Aku akan maafkan dirimu karena kau cantik. " batin Hendra Setiawan senang. "untuk selanjutnya, aku akan menjemputmu. Jadi hubungi aku bila kau terlambat ya. " kata Hendra Setiawan. Almahira mengangguk.
"Asisten manajer Almahira Rengganis, kau berangkat kerja dengan sangat cantik ya. " kata Sarah Amelia dari balik kubelik. Membuat keduanya terkejut."Apa hari ini kau juga akan bertemu seorang pria. "cuma Almahira yang paham maksud tersembunyi Sarah Amelia. Gadis pendek itu rupanya sengaja memprovokasi. Agar hubungan Hendra dan Almahira Rengganis menjadi renggang.
" Hemmm, kau mulai lagi Sarah Amelia. "batin Almahira.
" Kemarin kau berangkat kerja dengan sangat cantik. Ku kira kau akan pergi berkencan dengan asisten manajer pak Hendra Setiawan. Tapi ternyata pak Hendra Setiawan pulang sendirian. Jadi aku pergi menemaninya. "lanjut Sarah Amelia dengan lucunya. "kau bertemu dengan siapa secantik itu Almahira. " tanyanya lagi. Dengan senyum licik di bibir.
"Ah, hanya bertemu teman reuni. " jawab Almahira tersenyum. Masa bodoh apa pikiran Hendra Setiawan padanya. Mungkin lelaki bangs*t itu membayangkan Almahira bertemu dengan seorang lelaki. Masa bodoh. "oya, sebelumnya kau bilang aku lebih cantik tanpa kacamatakan Hendra, bagaimana menurutmu setelah aku memakai lensa kontak. " Almahira menopang dagunya, menatap Hendra Setiawan dengan senyum yang selalu tersungging.
"Itu sangat cocok denganmu. " puji Hendra Setiawan. "jadi hari ini kita makan malam bersama ya. " ajaknya.
"Apa ini, kenapa hubungan mereka menjadi baik. "geram Sarah Amelia melihat keduanya yang nampak mesra. Tak memperdulikan Sarah Amelia yang berusaha ikut nimbrung. " Almahira Rengganis. Kau menjadi sok karena merasa sedikit lebih cantik ya. Ayo kita lihat. Kau itu ada selalu di bawahmu. Kau tau tidak. "batinnya.Sarah Amelia terlihat gelisah, ia sampai menggigiti kuku jari tangannya.
"Ya Sarah Karena tidak sesuai rencanamu,kau jadi lebih menginginkan Hendra Setiawan kan. karena kau ada dalam genggaman tanganku. " kata hati Almahira.
"Maaf saya terlambat. Bus nya terkena macet di jalanan. " Zahra Fahira muncul dengan senyum super cerianya. Ia langsung menuju kubeliknya yang persis di depan ku belik Almahira. "Bu Almahira, selamat pagi. " sapanya pada Almahira sambil melambai dan senyum yang tak pernah kering. hehehe.
"Oh, Zahra Fahira. Selamat pagi juga. " balas Almahira tak kalah ramahnya. Ia melirik ke arah ruang rapat. Nampak kepala manajer Elang Samudera sedang bicara dengan bu Gina. Lelaki tampan berwajah dingin itu ternyata sedang menatap ke arahnya. Buru buru Almahira berpaling menatap ke arah komputer di depannya dengan wajah memerah. "jika diperhatikan, wajah mereka memang mirif. " gumam Almahira dalam hati. Ia teringat kata kata Kepala manajer Elang Samudera tadi malam. Bahwa lelaki itu tak punya pacar, tapi ia punya seseorang yang ia sukai. Almahira menepuk-nepuk pipinya agar tidak banyak berhayal.
Suara tepuk tangan terdengar riuh menyambut pengumuman yang di sampaikan oleh Kepala Manajer Elang Samudera di depan devisi pemasaran.
"Selamat, rencana asisten manajer Gina Aisyah, telah terpilih menjadi proyek produk baru kali ini. " kata Kepala Manajer Elang Samudera. Beliau berdiri didampingi bu Gina Aisyah yang berdiri di sebelah kiri beliau."rencananya akan dilaksanakan pada awal bulan Agustus. Jadi semuanya bersiaplah untuk lembur. Jika contoh dari tim pengembangan telah selesai, silakan mulai survey di lapangan. "
"Baik." jawab mereka serentak. Wajah Manajer Jaka Burhanuddin nampak kesal sekali. Lelaki botak itu mencibir penuh kekesalan.
"Ini kabar yang bagus. Tapi jika aku lembur, siapa yang akan menjaga baby Raisa. " pikir bu Gina bingung.
"Aku ada perjalanan bisnis. Jadi asisten manajer Gina akan menggantikan selama aku tidak ada. " kata Kepala manajer Elang Samudera.
"Baik.Saya akan bekerja sebaik mungkin. " kata bu Gina Aisyah mengangguk. Rapat pun selesai. Semua kembali ke tempat masing-masing.
"Kalau proyek kali ini berhasil, aku pasti bisa mendapatkan promosi. Pokoknya aku harus berhasil. " bu Gina duduk memeriksa berkas di mejanya. "memang aku akan lebih sibuk sekarang. Dan Raisa pasti menungguku. " ia memandang foto bayi di figura. "pokoknya, ayo lakukan yang terbaik dulu. Kalau aku ingin merawat Raisa lebih baik lagi, aku harus mendapatkan kesempatan ini. "
__ADS_1
Sebuah pesan masuk di layar komputer.
Pengirim asisten manajer Almahira Rengganis:asisten manajer Gina, saya ada satu permintaan.
Sekarang di sinilah kedua wanita itu. Mereka duduk di pantry sambil minum kopi.
"Aku sangat senang kau mau bergabung dengan tim Almahira, tapi Sarah Amelia, aku tau kalian berteman baik. Tapi proyek ini sangat penting. "kata bu Gina Aisyah. " aku tau kau ingin membantunya menjadi pegawai tetap. Tapi kemampuannya masih kurang. "
"Sebenarnya bukan karena itu kak. " kata Almahira. "saya yakin, manajer Jaka Burhanuddin pasti akan menghancurkan proyek ini. Dan kita juga tidak punya waktu. Jadi kita tidak boleh sampai terganggu. "
"Aku tau. Tapi apa hubungannya dengan Sarah. " tanya bu Gina Aisyah dengan heran.
"Manajer Jaka ada perasaan pada Sarah Amelia. " ujar Almahira sambil mengesap kopinya.
"Apaaaa.!!!! . " bu Gina Aisyah terbelalak kaget. Tak percaya dengan yang dikatakan Almahira. "padahal ia sudah lebih empat puluh tahun, Tapi punya rasa pada anak dua puluh tahunan. Apa rasa malunya hilang bersama rambutnya. "
"Karena itu kepalanya botak. Dia jadi mirip gurita yang licin.Seperti kambing yang minta kawin. " ujar Almahira. Bu Gina Aisyah tertawa geli.
"Iya benar. " kata wanita itu. "jadi maksudmu Almahira, kalau ada Sarah Amelia, di dalam tim, Manajer Jaka tidak akan bisa sembarangan menghancurkan proyek kita, begitu. "
"Ya, jika ingin proyek kali ini berhasil. Kita membutuhkan Sarah Amelia. " jawab Almahira tersenyum.
Akhirnya, di ruang rapat.
"Senang bertemu dengan kalian. Saya adalah Asisten Manajer Gina Aisyah. Dari tim pemasaran satu.
Saya menjadi ketua tim pada kesempatan kali ini. " kata bu Gina Aisyah. "seperti yang kalian tau, proyek ini akan dijalankan oleh tim pemasaran dan tim pengembangan. Dsn produk akan diluncurkan pada awal bulan Agustus. Jadi mohon bantuannya. "
"Saya adalah asisten manajer Almahira Rengganis. dari tim pemasaran satu. Yang bertanggung jawab sebagai asisten umum. " kata Almahira berdiri, memperkenalkan diri. "mohon kerja samanya. "
"Saya Anton Prawiro. Ketua tim pengembang dua. " seorang lelaki berkacamata berdiri sambil tersenyum ramah. "saya bertanggungjawab untuk produksi contoh produk. Tim kami telah membuatnya dengan sungguh sungguh. Meski tenggak waktunya sedikit. " pak Anton Prawiro membuka kotak di depannya. Ini adalah tiga contoh produk untuk survey lapangan. "katanya pada bu Gina Aisyah.
" Anda pasti sibuk. Tapi terimakasih sudah membuatnya tepat waktu. "kata Bu Gina Aisyah. Ia mengeluarkan contoh produk dari dalam dus. " ternyata produknya lebih bagus dari pada perkiraan. Jadi sepertinya bisa langsung dicoba ya. "
"Untunglah produknya bagus. Tapi masalahnya ada pada Sarah Amelia. "Almahira melirik Hendra Setiawan yang sedang berbincang-bincang ringan dengan Sarah Amelia. Keduanya begitu senang karena bisa satu tim. Sarah Amelia nampak tersenyum membuat Hendra Setiawan makin senang." aku terpaksa memasukkannya karena Manajer Jaka. Awas saja kalau ia sampai merusak nama baik Asisten Manajer Gina Aisyah. Aku tidak akan membiarkannya. "batin Almahira.
Rapat telah usai. Bu Gina Aisyah menunjuk Sarah Amelia sebagai tim survey.
" Apa, anda menyuruh saya datang ke toko dan menanyai orang orang. Apa tidak ada pekerjaan lain. Saya tidak bisa berkomunikasi dengan orang orang. "kata gadis itu dengan gugup.
" Survey contoh produk adalah hal yang dilakukan sebelum produk di luncurkan. Aku memberi tugas padamu karena kau ceria dan bisa menarik perhatian orang. Tapi kalau kau tidak mau, aku akan memberikan kesempatan ini pada Zahra. "ujar Bu Gina Aisyah.
"Ah tidak, saya akan mencobanya. " kata Sarah Amelia dengan cepat. "memberikan kesempatan menjadi pegawai tetap pada Zahra Fahira. Tentu saja tidak. Aku sudah satu tim dengan Hendra, aku tidak mau lagi kembali pada Manajer Jaka. " batin Sarah.
Hari itu Sarah Amelia berdiri di depan toko. Dengan stan produk di susun di meja. Ia mengenakan celemek dan topi berlogo U and D. Sambil memegang papan kecil bertuliskan Produk baru unileveren drinks. Fruity drinks.
"Silahkan mencoba minumannya. " kata Sarah Amelia dengan wajah menunduk menahan malu.
__ADS_1
"Ah, menyebalkan. Sialan kau Gina Aisyah ,beraninya kau menyuruhku mencari pelanggan..Apa kau pikir aku akan menurut saja." makinya dalam hati. Penuh dendam dan kemarahan.