
Rio sudah terlelap. Sementara aku dibiarkan terbaring di dalam pelukannya. Seperti inilah, kehangatan kasih sayang seorang suami yang aku rindukan. Tidak ada hal lain yang begitu aku rindukan melebihi kasih sayang suamiku yang seperti ini.
Entah kenapa mata ini enggan memejam. Wajah itu terus kupandangi tak ada bosannya. Nafas kami yang saling bertemu, aku rasai tiada hentinya. Jarak kami hanya satu jengkal. Aku bisa melihatnya dengan jelas. Bulu matanya yang lentik, bibirnya yang merah ranum, juga hidung bangirnya. Semuanya terpahat begitu sempurna.
Hampir sepertiga malam, aku bangun dengan hati-hati. Menunaikan ibadah sunnah, selepasnya kurapalkan ayat suci. Tak kusangka suaraku membangunkannya. Aku pun terperanjat kala suaranya tiba-tiba terdengar memanggilku.
"Umi," panggilnya. Dia sudah duduk ditepi ranjang.
"Sadaqallhul'adzim." Lebih dulu kuletakkan ayat suci kembali ke tahtanya. Barulah aku menghampiri suamiku setelahnya.
"Maaf sudah mengganggu tidurmu, Abi." Aku berdiri di depannya, Dia meraih tanganku dan memintaku mendekat.
"Kenapa tidak membangunkan abi?" Jawabannya tenttu saja karena aku takut mengganggu tidurnya.
"Abi tidur sangat lelap. Umi tidak tega akan membangunkan."
"Kalau begitu tunggu abi, jangan tidur sebelum abi selesai sholat." Aku mengiyakan permintaannya.
__ADS_1
Kutunggu suamiku hingga ia selesai melakukan sunnahnya. Beberapa kali aku menguap. Bahkan setelah Rio selesai dan kembali duduk bersamaku, aku masih menguap.
"Mengantuk?" tanyanya.
"Tidak, Abi." Aku menjawabnya bohong. Tentu aku masih sangat ingin bersamanya. Aku masih takut kalau hari ini hanya sebuah mimpi panjang dalam tidurku.
"Ayo, kita berbaring saja." Aku mengikuti gerakannya. Memundurkan tubuh ini hingga tergelar lurus di atas kasur.
"Apa kita selalu sholat berjamaah?" Dia kembali bertanya. Sepertinya Rio benar-benar sedang berusaha mengembalikan ingatannya dengan menggali kenangan di antara kami.
"Ya." Aku menguap lagi. Dan kali ini Rio menutup mulutku dengan telapak tangannya.
"Umi mau tidur saja, sudah mengantuk," ucapku beralasan.
"Kemari, jangan jauh-jauh, Umi." Dia menyeretmu lagi agar masuk dalam dekapannya. Entahlah, aku hanya bisa menurutinya. Sangat berat rasanya menolak permintaan itu. Terlebih aku merindukannya.
"Apa Umi selalu malu-malu begini saat abi puji?" Dia masih bertanya walau tahu aku sudah memejamkan mata.
__ADS_1
"Tidak." Suaraku mulai parau dan jawabanku sungguh melantur.
"Kita selalu mesra seperti ini, kan? Hatiku mengatakan 'ya'." Dia terus berceloteh.
"Hmm." Aku sudah benar-benar mengantuk. Tak bisa kantuk ini kutahan lebih lama lagi. Sayup-sayup suara Rio menghilang dari telingaku. Entah apa lagi yang dia tanyakan dan apa aku menjawabnya atau tidak.
Hola teman-teman ...
Give Away-nya sudah aku share di Instagram ya, kalian masih bisa kirim jawaban sampai jam 12 malam nanti. Iya aku perpanjang waktunya hehe..
Masing-masing pemenang akan mendapatkan pulsa gratis senilai 20rb (maaf hadiahnya receh sekali)
Atau yang tidak punya Instagram bisa langsung kirim jawaban di kolom komentar ya..
Pertanyaannya: Siapa nama tokoh utama wanita dan tokoh utama pria dalam novel 'Menuju Cinta Sejati 2'
Semoga kalian beruntung dan semoga hadiahnya bermanfaat untuk kalian ... terimakasih sudah setia membaca novel MCS2
__ADS_1
Jangan ketinggalan membaca karyaku yang lain juga. Kritik dan saran kalian sangat aku tunggu di setiap kolom komentar karyaku♥️