
Satria Sudah Duduk Di Motor Baru, Timbul Tanda Tanya Di Kepala, apa Andy Beli Motor Lagi Ah Lebih Baik Pulang Dulu Tanya.
Satria pulang Untuk Meminta Penjelasan Perihal Motor Baru.
Wah Keren Kamu Naik Motor Itu,Gimana Sukak.
Andy Duduk Di Teras Tersenyum Sumringah Melihat Adek Bandel Nya Naik Motor Ia Beli.
Emang Motor Siapa Bang, Tadi Aku Liat Motor Abang Yang Biasa Ada Tapi Ibu Malah Kasi Kunci Motor Yang Ini, Abang Udah Beli Dua Ya,? Satria Tampak Bingung.
Gimana Kamu Sukak, Andi Mendatangi Satria Yang Masih Duduk Di Atas Motor.
Suka Lah Kalau Punya Sendiri, Kalau Punya Orang Takut Lecet Bang Beli Gak Sanggup Bayar Malah Bisa, Satria Tertunduk.
Andyyy, Panggil Ibu Dari Dalam.
Ya Bu,,Andy Menyahut Sambil Berjalan Masuk Kedalam Rumah.
Panggil Satria Dulu Gih, Ibu Meminta Andi Untuk Memanggil Satria Yang Masih Terpesona Dengan Motor Baru Yang Dia Sendiri Gak Tau Motor Milik Siapa.
Satria Masuk Setelah Di Panggil Andy, Sini Duduk Dulu Pinta Ibu Kepada Anak" Nya.
Indah, Mawar,Heny,Andy,Satria Ayah Kalian Di Rumah Sakit Sudah Beberapa Hari Tapi Kenapa Dari Kalian Tidak Ada Satu Pun Jenguk Ayah Sedih Ayah Mu Nak.
Kelima Anak Yang Sudah Dewasa Cuma Diam Tak Menjawab Kata-Kata Ibu.
Juwi Dan Wira Sibuk Dengan Cemilan Mereka.
Lama Tak Ada Yang Bersuara Semua Tenggelam Dalam Fikiran Masing-Masing.
Assalam Mualaikum,, Suara ucapan Salam Menyadar Kan MereKa Dari Fikiran Masing-Masing.
Serempak Mereka Menjawab Salam Dan Melihat Ke Arah Pintu.
Abang, Si Kembar Berlari Menyongsong Risky Abang Tertua Mereka Risky Mencium Si kembar Bergantian.
Risky Masuk Memeluk Ibu Dengan Pelukan Rindu, Lama Udah Gak Pulang Risky Begitu Merindukan Keluarga Besar Nya.
Satu Persatu Memeluk Risky, Suasana langsung Haru.
Setelah Edikit Melepas Rindu Risky Mengeluarkan Amplop Colat Besar Dan Sangat Tebal, Risky Menyerah Kan Amplop Tersebut Kepada Ibu.
__ADS_1
Bu Ambilah Ini Hasil Kerja Risky Yang Riski Tabung Selama Tujuh Tahun Ini.
Apa Ini Nak Ibu Gak Butuh Ini, Ibu Udah Senang Lihat Kamu Sehat Tampa Kurang Satu Apa Pun. Ibu Menyerah Kan Amplop Besar Itu Kembali Pada Risky.
Apa Itu Bang Isi Nya, Mawar Penasaran Dengan Isi Amplop Tersebut.
Ini Isi Nya Uang Abang Tabung Buat Ibu Usaha, kembali Semua Diam Hanya Ibu Yang Terisak Sedih.
Jangan Nangis Bu, Risky Merangkul Ibu membawa Tubuh Ringkih lelah Ibu Dalam Pelukan Nya.
Indah,Mawar Dan Heny Juga Tidak Dapat Membendung Tangis Haru, Andi Dan Satria Menunduk Suasana Semakin Haru.
Bu Ibu, Panggil Juwita Sambil Berlari Masuk Kedalam Rumah, Ada Apa Dek Tanya Heny Sambil Bangkit Menyongsong Juwita Yang Berlari.
Itu Juwita Menunjuk Mobil Hitam Yang Terparkir Di Depan Pagar, Heny Melangkah Ke Mobil Yang Di Tunjuk Juwita.
Heny Terpaku Melihat Sosok Cantik Yang Nyembul Dengan Senyum Lebar.
Kak Tri, Heny Menyongsong Tri Yang Sudah Turun Dari Mobil Mewah Nya.
Kak Aku Kangen, Ucapan Heny Saat Mereka Saling Berpelukan. Kakak Juga Kengen.
Terjadilah Saling Tangis Di Halaman Rumah, Membuat Beberapa Tetangga Ikut Juga Merasakan Keharuan Mereka.
Sudah Ayo Kita Masuk, Ajak Ibu Ke Semua Anak Nya.
Tunggu Dulu Bu, Tri menahan Langkah Ibu.
Ibu Berbalik Menatap Putri Nya .
Tri Mengetuk Jendela Mobil, Iya Kami Udah Tau Kok Itu Mobil Kamu, Omong Indah.
Dari Pintu Sebelah Turun Lah Seorang Laki-laki Menggendong Anak Kecil, Mengitari Sampai Di Samping Tri Si Anak Kecil Memanggil Tri Dengan Sebutan Mama.
Semua Terperangah Mendengar Suara Kecil Memanggil Tri Dengan Sebutan Mama.
Ibu Yang Lebih Dulu Bertanya ,Anak Siapa Ini Tri,Dan Ini Siapa Tunjuk Ibu Pada Laki-laki yang Berdiri Di Samping Tri.
Dengan Sopan Si laki-laki menunduk Memperkenal kan Diri, Assalam Mualaikum Bu Saya Suami Tri, meraih tangan Ibu Mencium hidmat.
Ibu Tidak Menolak Tapi Ibu Memandang Tri Meminta Penjelasan.
__ADS_1
Iya Bu Ini Mas Diki Suami Tri Dan Ini Cucu Ibu, ucap Tri Sambil Mencium Pipi Gembul Dalam Gendongan Nya.
Risky Mengajak Mereka Semua Masuk. Anak Tri Jadi Rebutan Antara Om Dan Tante Juga pak de Dan Bu De.
Anak Tri Menggemas kan Membuat Siapa saja Langsung Tertarik Pada anak Gembul Dan Ganteng.
Ayo Ikut Ibu Tri Ajak Ibu Sambil Berlalu Dari Depan Anak-Anak Nya Yang Lain. Kapan Kamu Nikah Kenapa Tidak Kasi Tau Ibu Dan Siapa Wali Nikah Mu.
Bu Keluarga Mas Diki Yang Menolong Tri Di Waktu Tri Di Usir Ayah Tempo Hari, Dan Wali Tri Nikah Wali Hakim Bu, Tri Gak Mau Nyusahin Ibu Kalau Untuk Wali Ayah Kan Gak Pernah Solat.
Iya Ibu Tau Itu Tapi Kamu Gak Nganggep Ibu ya, sehingga meminta Restu Pun Tidak.
Bu Maaf Kan Tri Bukan Tri Gak Nganggep Ibu Orang Tua Tri, Tapi Tri Gak Mau Dapat Marah Ayah Lagi.
Mereka Berdua Bertangis-tangisan Di dalam Kamar, Sementara Di Ruang Depan Riuh Suara Yang Lain, Indah Mawar Dan Heny Di Dapur Menyiap Kan Makan Malam.
Setelah Selesai Mereka Menata Hidangan Di atas Tikar , Segera Satria Memanggil Semua Untuk Makan.
Mereka Duduk Mengelilingi Hidangan Di Tengah-tengah, Ayo Anak-anak Kita Makan. Ibu Begitu Bahagia Berkumpul Dengan Semua Anak-anak Nya.
Maklumi Ya Nak Didi Anak Ibu Rame, Ndak Apa Bu Saya Malah Senang Punya Keluarga Rame.
Ah Kamu Ngelangkahi Abang Juga Mbak Mu, Risky Protes Sama Tri .
Salah Abang Lah Kelamaan Laku Nya,membuat Indah Dan Mawar Hampir Tersedak Mendengar Obrolan Risky Dan Tri.
Makan Dulu Nanti Baru Bicara, Ibu Memarahi Anak-anak Nya Dan Mereka Semua Patuh.
Satria Sudah Duluan Selesai Meminta Anak Tri Yang Di Pangkuan Didi.
Sini Mas Biar Aku Gendong Mas Lanjut Makan, satria Meraih Bayi Gembul Ke Gendongan Nya.
Setelah Selesai Ritual Makan Mereka Duduk Di Teras Rumah Lesehan Menikmati Cemilan, Teh Juga Kopi.
Ibu Kembali Menyinggung Ayah Pada Semua Anak-anak Nya.
Buat apa Bu Kita Liat Ayah Sedang Ayah Gak Mengharap Kedatangan Kami, Risky Protes.
Siapa Bilang Nak, Ayah Kalian Selalu Memanggil Nama Kalian Satu persatu. Ayah Kalian Sudah Sadar Akan Segala Kesalahan Nya,Ibu Menjelaskan.
Semua Diam Risky mengepal Tangan Menginggat Bagai Mana Sang Ayah Mengusir nya Dengan Melempar Pakaian Nya Ke Jalanan Depan Rumah Mereka. Risky pergi dengan Muka lembam Akibat pukulan Ayah. cerita Tujuh Tahun Lalu Melintas
__ADS_1